GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"

GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"
JALAN-JALAN


__ADS_3

“Kita akan langsung ke sektor 5 jika Tina sudah sadar, waktu kita tinggal sedikit, jangan sampai Kil mencium keberadaan kita.”


“Tapi, apakah dia baik-baik saja?, Dia mengamuk, bahkan dia tidak mengenali kami.” .


Aku sangat mengenali suara itu, suara itu adalah suara Ian dan Jian, aku rasa ada Eri dan Paman Yian di sana. Aku sudah sadar beberapa menit yang lalu, namun aku tidak langsung bangun sebab mendengar percakapan mereka yang menarik. Apalagi menceritakan tentang diriku. Aku juga bisa melihat bayangan mereka dari balik tendaku, tidakku sangka ternyata laki-laki juga suka bergosip.


Tanganku


Aku meraba tangan kananku yang di penggal oleh Paman Yian, dan syukurlah, tanganku kembali utuh, perutku pun tidak meninggalkan bekas luka. Jika ada pun aku akan membuat perhitungan pada Paman Yian, bisa-bisanya dia memenggal tanganku, menusuk perutku. Jahat sekali.


“Itulah kekuatan bayangan, setiap keturunan Asli kerajaan Leo yang lahir, mereka memiliki penjaga bayangan di tubuhnya. Dia sangat bisa membantu Jian untuk mengalahkan Kil” Kali ini suara dari Paman Yian “Ketika tubuh Tina tidak mampu menahan serangan atau mati, maka akan di gantikan oleh bayangannya. Bayangan tubuh tidak seperti cermin, Tina bisa sekuat bayangannya atau lebih kuat dari bayangannya.”


“Apa semua keturunan Leo memiliki kekuatan itu Paman Yian?” Kali ini suara antusias dari Eri, tanpa melihat wajahmu aku bisa membayangkan wajah penasarannya.


“Tidak hanya keturunan tertentu, aku juga tidak terlalu tahu. Informasi tentang Planet satu itu sangat sulit untuk di selidiki, banyak hal-hal yang mereka tutupi. Tapi aku yakin kekuatan Tina itu sangat besar, buktinya lusa kemarin kita menyaksikannya bukan.” Dari acara mengupingku, aku mendapatkan sedikit informasi tentang diriku. Bayangan paman Yian perlahan menghilang “Aku yakin dia masih memiliki banyak kekuatan....”


Bayangan Jian pun ikut menghilangkan, hanya tinggal Ian dan Eri. Mereka tampak berbisik-bisik sampai aku tidak mendengar percakapan mereka. Aku memikirkan perkataan Paman Yian, ternyata yang selama ini mengendalikan tubuhku adalah penjaga bayanganku.


Semuanya berenang di pikiranku, saling bertabrakan. Sangat sulit sekali aku menerima semua ini, tapi aku harus bagaimana lagi, aku seorang Putri dan suatu saat nanti aku akan menjadi seorang Ratu. Di sisi lain aku hanya anak SMA yang baru saja memiliki teman-teman baru.


Jika Paman Yian bilang aku bisa menemani Jian menghadapi Kil, itu berarti aku memiliki kekuatan yang kuat.

__ADS_1


Aku menepuk-nepuk kepalaku, kenapa semua sangat sulit di mengerti. Semua terjadi begitu saja tanpa seizinku. Aku mengacak-acak rambutku “Arghh pusing banget sih.”


Bayangan Eri dan Ian menghilang dari tempatnya, ke mana mereka pergi, baru saja mereka di samping tendaku, sekarang mereka sudah tidak ada. Aku kembali tidur, kepalaku masih sedikit pusing. Entah sudah berapa lama kami di sini, tapi syukurlah perbandingan antara Planet-Ku dan Planet ini hanya berkisar 1 :10 hari. Setidaknya aku tidak banyak ketinggalan jadwal sekolah.


Aku memijat kepalaku, rasanya tenggorokanku sangat kering namun di tendaku tidak ada air atau makanan sedikit pun. Aku menyeka peluh di dahiku, tendaku semakin panas saja.


“Sudah bangun?” Suara Eri yang tiba-tiba berhasil membuatku melompat dari kasurku, aku memegang jantungku yang berdegup kencang, untung saja jantung ini tidak pergi ke mana-mana. Entah sudah berapa lama Eri dan Ian masuk dalam tendaku “Bagaimana keadaanmu?.”


Aku duduk dari tidurku, aku menyingkirkan tangan Eri di dahiku “Aku baik-baik saja, sudah berapa lama aku tertidur?.” Aku memperhatikan wajah mereka berdua, ada beberapa luka kering di wajah dan tangan mereka. Aku mengangkat bahuku, mungkin saja mereka latihan dengan Paman Yian yang kejam.


“Dua hari kamu tertidur” Kali Ian memegang tangan kananku, dia memastikan apakah tanganku berfungsi baik atau tidak.


“Besok kita akan ke sektor 5, kita akan berlatih lebih dalam kekuatan kita dengan kakaknya Jian.” Jelas Ian sembari memegang bekas luka di tangannya, luka yang panjang. Paman Yian benar-benar melatih kami dengan keras, dan hampir membunuh kami.


“Jian punya kakak?” Tanyaku dengan antusias, mataku berbinar. Aku tidak menyangka Jian memiliki seorang kakak. Kalau laki-laki dia pasti sama tampannya seperti Jian, jika dia perempuan, maka dia akan cantik bak-bak seorang model terkenal.


Eri menyentil dahiku “Ayo kita jalan-jalan, ini hari terakhir kita di sini.” Belum aku memberikan jawaban, Eri langsung menarik tanganku “Ayo cepat, atau aku tinggal kamu sendiri.”


“Iya, iya, aku siap-siap dulu. Sana keluar” Eri benar, jika ini hari terakhirku di sini, aku ingin bermain dengan Sina dan teman-temannya. Itu lebih menyenangkan dari pada bermain dengan Eri dan Ian.


30 menit aku bersiap-siap, tubuhku sudah lebih sehat dan kepalaku tidak lagi pusing. Yang tidak baik-baik saja adalah perutku, dia selalu berbunyi, meminta untuk di isi. Aku rasa, cacing-cacing di perutku sedang demo, kasihan dua hari mereka tidak makan.

__ADS_1


Ketika aku keluar tenda, pertama aku melihat Eri, Ian, Jian dan siapa lagi kalau bukan Paman Yian. Tapi ada yang aneh, aku memeriksa kembali kejelian mataku, tapi mataku tidak salah, tapi bagaimana mungkin. Paman Yian adalah orang yang sangat kuat tidak mungkin dia bisa sampai seperti ini.


Aku menghampiri Paman Yian, dia tampak tersenyum manis padaku, tapi itu sangat tidak manis bagiku. Satu matanya ter perban, banyak sekali perban-perban di tubuhnya. Sama halnya dengan Jian, aku melihat tangannya di perban.


“Paman tanganmu?” Tanyaku dengan hati-hati, aku takut menyinggung perasaannya. Tangan kirinya hilang entah kemana, apa selama dua hari aku tidur ada kejadian besar, tapi sepertinya tidak mungkin. Suasana sektor 3 ini seperti biasa, tidak ada yang kurang sedikit pun.


“Tidak apa-apa, aku hanya kehilangan satu tanganku, bukan nyawaku.” Dia tertawa, dia tidak merasa sedih, seperti bukan masalah besar kehilangan satu tangannya. Mereka berempat mendapatkan luka yang banyak, apa mereka latihan dengan para hewan raksasa di hutan hingga mereka sampai seperti ini.


“Paman, kenapa kalian terluka seperti ini?” Pertanyaanku membuat Paman Yian berhenti tertawa, dia hanya diam tidak menjawab. Tapi siapa yang berani dan berhasil melukai bahkan memotong tangan seorang Paman Yian yang kuat.


Tiba-tiba Eri merangkul bahuku dan mengajakku berjalan “Ayo jangan lewatkan hari ini, kapan lagi coba kita bisa main-main ke Planet Capricorn kan.” Ian menyusul di sampingku, dia terlihat pincang saat berjalan. “Sudah jangan di pikirkan, ini semua karenamu. Saat rambutmu berubah menjadi putih, tanah bergemetar, kamu mengamuk habis-habisan sampai tangan kiri Paman Yian jadi korbannya.”


Aku memutar badan, melepaskan rangkulannya “Aku bisa jalan sendiri, lalu bagaimana?.”


“Aku, Jian, Ian membantu menenangkanmu namun hasilnya nihil. Sampai Jian membawa kakaknya untuk membantu menenangkanmu, namun belum cukup, akhirnya kita berusaha semaksimal mungkin sampai kamu kehabisan tenaga baru kamu pingsan.” Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku, aku menatap wajah Eri. Wajahnya tampak tidak bohong, berarti itu benar terjadi.


“Sudah jangan di bahas, kamu pasti lapar. Ayo aku juga lapar” Ian menarik tanganku agar kami berjalan lebih cepat, walau kakinya yang pincang, tapi dia tetap berjalan tegap. Ian adalah prajurit sejati.


Aku kira kami akan berjalan ke dapur umum untuk mengambil makanan namun dugaanku salah, Ian membawa kami ke sebuah taman yang membanyak memiliki banyak buah. Di sana juga terlihat Sina dan teman-temannya, kami sempat tersenyum dan melambai. Eri di sampingku memanjat salah satu pohon yang buahnya berwarna merah tapi bentuknya seperti buah mangga, sedangkan Ian, dia hanya melompat lalu dapat buah di tangannya, tanpa harus memanjat pohon.


Ian memberikanku satu buah apel, tidak beda jauh dari Apel di bumi. Aku memakannya, di saat itu juga, wajahku msnyipit, buah ini sangat asam, sangat asam. Ian mengerjaiku lagi, sudah tahu aku baru sembuh masih saja aku di jahili “IAN!.”

__ADS_1


__ADS_2