GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"

GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"
SEKTOR 9


__ADS_3

Makan makanan persegi lagi, aku agak bosan dengan tampilannya tapi tidak dengan rasanya. Pagi yang hangat ini, aku dan Eri sedang sarapan di sofa. Ian sudah tidak ada kala aku bangun. Kalau di pikir-pikir lagi Ian ternyata seorang prajurit, pantas saja tubuhnya tinggi tegap.


Tadi malam tidurku kurang nyaman sebab kamarnya penuh dengan debu dan serangga. Berkali-kali juga aku membangunkan Ian untuk mengusir mereka, sedangkan Eri tidur nyaman seperti batu, lebih tepatnya seperti orang mati.


Drrrttt


Pintu terbuka dan menampilkan seorang bertubuh tinggi dengan pakaian serba hitam, dia melangkah masuk dengan mantap. Dia bukan Rik, melainkan Ian. Sepertinya baju yang dia pakai adalah baju prajuritnya. Di tangannya membawa kain berwarna hijau luntur, seperti kain lusuh.


“Ini pakaian penduduk setempat, kalian tidak boleh terlihat mencolok di antara mereka.” Ucap Ian sembari memberikanku pakaian di tangannya. Ian benar juga, tubuhku terasa sangat lengket karna kemarin sama sekali tidak mandi atau membersihkan tubuh.


Sekitar satu jam aku selesai membersihkan diri, di ruang tamu terlihat Ian dan Eri sedang duduk membicarakan sesuatu namun ketika aku datang mereka langsung diam. Baju berwarna hijau lumut, dengan celana yang senada.


“Lama banget sih Tin.” Omel Eri yang merusak pagi ini. Eri menggunakan baju yang sama pula denganku.


Aku tidak membalas namun Ian yang membalasnya “Karena dia seorang Putri.”

__ADS_1


“Iya Putri, ayo kita mulai petualangan kita Putri.” Eri berdiri lalu membungkuk ke arahku dengan wajah yang terpaksa tersenyum.


Aku tertawa dan mengacungkan jempolku pada Ian, senangnya akan ada orang yang membelaku dan melawan Eri di sana. Aku berjalan melewati Eri dan melangkah maju keluar rumah. Dua matahari terlihat kembali, udara pagi ini sangat sejuk. Rasanya ingin kembali tidur, dan merenangi alam mimpi.


Kata Ian, hari ini kita akan menemui para aliansi sektor 9 untuk melawan pemerintahan. Sebenarnya aku agak kurang yakin dengan ini, aku belum tahu apa kekuatan dalam diriku untuk membela dan melindungi mereka.


Menelusuri jalan setapak yang menurun, rasanya jarang sekali aku berjalan jauh. Biasanya ada sepeda ontel ibu, namun sekarang tidak ada. Eri senang sekali hari ini, dia terus melihat, memegang pohon yang berbagai macam bentuk. Aku pernah mencari tahu tentang sifat-sifat berbagai zodiak dan ya, Eri memang seperti itu.


Yang aku baca, Aries adalah orang yang pemberani, semangat, tidak sabar dan agresif. Tidak beda jauh dengan Eri, dia pemberian, semangat, tidak sabar dan agresif, serta pemberontakan. Sedangkan Ian, Capricorn adalah orang yang bertanggung jawab, disiplin dan pandai mengendalikan diri, serta pandai membuat rencana.


Pertama kali aku lihat tempat penduduk ini, jantung terasa di panggil untuk membantu mereka. Tempat kumuh, rumah kayu dan banyak anak-anak yang sedang bekerja. Serta prajurit yang berbaju sama dengan Ian mengawasi mereka dengan saksama, di sisi lain ada anak kecil yang sedang di cambuk oleh satu prajurit. Prajurit yang tingginya hampir 2 meter itu terlihat sangat garang, memakai banyak senjata di tubuhnya.


Hatiku terasa di panggil oleh mereka, aku tidak bisa membiarkan itu terjadi di hadapanku. Aku melangkah maju namun di tahan oleh Ian. Ian berbisik dengan sangat pelan “Bersikaplah seperti penduduk biasa, abaikan mereka.”


Orang-orang Planet Capricorn ini sangat tinggi-tinggi seperti Ian, sedangkan aku dan Eri terlihat seperti anak kecil karna ukuran tubuh kami. Satu prajurit mendekat, Eri di sampingku menyuruhku menundukkan.

__ADS_1


“Siapa mereka?” Suara prajurit membuatku geram untuk memukulnya, ingin sekali aku menghabisi namun aku sadar diri.


Ian mendorong tubuhku dan Eri, kami seperti seorang budak “Anak-anak baru, mereka akan aku bawa ke pusat untuk di data.”


“Baiklah.” Aku berjalan melewatinya prajurit itu, seraya berjalan satu tangannya menyentuh pundakku.


Emosi bergejolak, siapa dia yang berani seperti itu. Eri di sampingku mencoba menenangkanku “Jangan sampai kita ketahuan.”


Kami berjalan melewati rumah-rumah yang lusuh, ada beberapa orang yang sedang bekerja, berjualan dan juga anak-anak yang sedang bermain. Prajurit selalu berpatroli dengan ketat, setiap jalan, ruang bahkan detik mereka berjalan hilir mudik. Pantas saja mereka tidak bisa memberontak, sebab para prajurit lebih banyak di bandingkan penduduk di sini.


“Hiks hiks hiks.” Ada seorang anak perempuan yang sedang menangis di depan rumahnya, namun tidak ada satu orang pun yang membantu dia. Suara tangisnya sangat memilukan hatiku, Eri di sampingku juga merasakan hal sama. Dia menatap anak itu dengan iba, seperti inikah keadaan Planet Capricorn. Kenapa pemerintahnya tidak memedulikan warganya.


“Kalian pergilah di rumah kecil itu, dan bilang kalian adalah temanku. Aku akan mengambil perhatian para prajurit di sana.” Bisik Ian yang langsung aku dan Eri angguki.


Aku berjalan ke rumah kecil di depan sana, sedangkan Ian berjalan ke arah prajurit yang sedang berjaga. Jantung serasa sedang berlari maraton, kami seperti seorang pencuri yang sedang mengendap-endap masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Drrrttt


__ADS_2