GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"

GALAKSI ZODIAK "PLANET CAPRICORN"
SATU BULAN LAGI


__ADS_3

“Kamu mengikutiku ya?” Aku menyipitkan mata menatap curiga, sedangkan dia hanya tersenyum. Jangan-jangan dia pria jahat, tidak-tidak, dia mungkin memang menyukaiku, namun dia gengsi saja. “Kamu memang sengaja mengikutiku kan?.”


Dia diam saja dan itu membuatku kesal, memang apa susahnya jika dia bilang dia mengagumiku. Sama seperti Eri dan Ian, memang pada dasarnya semua Pria itu sama saja. Aku bersedekap dada, melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala Pria di depanku “Jujur saja kalau kamu mengikutiku. Mau apa kamu mengikutiku?, Kamu bisa omongkan?!.”


Tiba-tiba ada seseorang yang menubruk bahuku dari belakang, dia berjalan melewatiku. Siapa lagi kalau bukan Eri. Dia berjalan dan menghampiri pria tinggi di depanku, mereka saling memeluk seperti seorang sahabat. Mereka tertawa dan saling menanyakan kabar.


Aku memiringkan kepala, Eri kenal dengan Pria itu, namun siapa dia, aku tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya. Mereka tertawa di depanku dan itu membuatku jengkel. Seperti prasangkaku salah, dia bukan mengikutiku, tapi dia memang mau kesini. Aku sangat malu


Eri dan Pria itu menatapku yang mampu membuatku salah tingkah, Pria tinggi itu tersenyum padaku dan sedikit membungkuk dan Eri melihatku dengan penuh tanya. Eri menatap sipit padaku “Kenapa kamu marah-marah sama dia?.”


“Aku?, Tidak, aku tidak pernah marah-marah.” Ucapku yang menutupi rasa maluku, mataku mencari objek yang bisa aku lihat, aku tidak berani menatap Eri dan Pria tinggi di sampingnya.


“Masa, orang aku dengar kok.” Eri menghampiriku dan mencari arah mataku, Eri benar-benar tidak bisa di ajak kerja sama “Jangan-jangan kamu gere ya.”

__ADS_1


“Ihh, enggak, aku cuman khawatir ada orang jahat aja.” Aku rasa wajahku kini memerah malu, apa yang aku pikirkan tadi benar-benar salah. Aku berjalan menabrak bahu Eri “Udah ah aku mau makan dulu.”


“Ihh, dasar gak jelas.”


Makan malam berlangsung hikmat, kecuali aku yang masih merasa malu pada Pria tinggi yang kini duduk di kursi seberang meja. Meja makan ini berkumpul tujuh orang, ada aku, Eri, Ian, ayah, ibu dan dua tamu baru yaitu Jian dan Ken. Si Pria tinggi itu bernama Ken, dan yang paling mengejutkan adalah dia kakak dari Jian.


Ingin sekali aku pergi dari planet ini, mau di taruh ke mana mukaku. Sedangkan Ken, dia hanya duduk makan dan berbincang-bincang tanpa beban. Tidakkah dia bisa melihat air mukaku yang tidak berubah dari sore tadi, dan karenanya aku tidak bisa bersikap normal.


Jian memperkenalkan Ken adalah kakaknya, dia bilang Ken memang tinggal di sektor 5 ini. Ken juga sudah menunggu rombongan kami untuk datang, dan mempersiapkan petarungan antara Kil dan kami. Melihat Ken dan Jian membuatku berpikir, apakah mereka benar saudara atau bukan. Pasalnya wajah mereka tidak ada mirip-mirip, dan sikap mereka agak bertolak belakang.


Tiba-tiba tangan ibu menyentuhku, dia tersenyum hangat “Kamu sakit nak?, Kenapa makanannya masih utuh?, Apa itu tidak enak?.”


Saking fokusnya aku pada dua orang di depanku, aku sampai lupa untuk makan. “Tidak Bu, aku agak kurang enak badan.” Bohongku pada Ibu, makanan yang ibu buat sangat enak, tapi hari ini aku sedang tidak nafsu makan karena dua orang di depanku sekarang.

__ADS_1


“Benarkah?, Tadi siang kamu baik-baik saja, malah kamu semangat sekali mencari kerang.” Ibu mengecek suhu tubuhku melalui tangannya, dia tampak sedikit khawatir saat aku bilang aku tidak enak badan.


“Makannya jadi cewe jangan kepedean.” Eri meringis kala aku menendang kakinya di bawah meja.


Dalam meja makan ini yang paling diam adalah Ian, dia hanya berfokus pada makanannya. Dia hanya menjawab singkat dari pertanyaan-pertanyaan yang terlontar padanya. Sedari tadi pula dia terus diam dan masih menghindariku, aku mengajaknya bicara namun dia diam saja.


“Kil akan mengadakan pertarungan dalam Ring Kekuatan, dia sudah menyebar wajah-wajah kita dalam iklan.” Semua terhenti makan kala Ken berbicara, ini bukan pembicaraan yang hangat untuk di meja makan. Namun cepat atau lambat kami pasti akan membahas ini. “Pertarungan akan di adakan 5 sesi, dan setiap sesi akan di lakukan oleh satu orang per orang.”


Aku mengangguk mengerti, jadi satu sesi akan di lakukan satu orang. Mendengar itu membuat jengah, belum lama aku bertarung dengan Jenderal bintang 3 mereka, kini kami akan di hadapi dengan pertarungan satu lawan satu.


Aku melirik Ian, dia tidak berekspresi atau mengeluarkan suara. Jika Ian tidak ikut, maka tim akan kekurangan satu orang. Kalau melihat dari tingkah Ian, pasti dia tidak akan ikut. Dia sudah tidak mau berurusan lagi dengan ini sebab, dia sudah menemukan bahagianya.


“Kapan pertarungan Ring Kekuatan?” Aku menoleh pada Eri, rasanya jantungku berdegup kencang kala ia bertanya seperti itu. Ibarat sedang menunggu kapan lagi kita akan mengalami bencana.

__ADS_1


Dan Ken berhasil membuat jantungku terasa terhenti dengan jawabannya “Satu bulan lagi.”


__ADS_2