
“Iya deh, dimaafin. Ini pertanyaan pertama kamu tadi yang akan aku jawab. Sebenarnya aku kemarin.......” Riko menggantungkan jawabannya di dahan udara ruangan itu. (Sejak kapan udara punya dahan Thor, batin Riko).
(Ya barusan author yang nyiptain buat Bang Riko, hahaha).
Lanjuuuutttttt...
“Kemarin kenapa?” tanya Gema tak sabar apakah jawaban Riko benar sesuai tebakannya.
“Iya, jadi sebenarnya kemarin aku udah tunangan sama Lena” kata Riko dan langsung disahut oleh Gema.
“Tuh kan, bener yang ada di pikiran aku tadi. Kamu pakai cincin yang mirip sama cincin yang dipakai Lena. Selamat ya Bro, akhirnya jadi nikah nih” ucap Gema turut senang seraya menjabat tangan Riko.
“Hahaha, ada yang dari tadi kepo nih. Makanya dari kemarin aku telepon malah gak diangkat-angkat. Btw, makasih ya Bro, semoga mas Gema yang ganteng ini cepetan nyusul” Riko menyambut tangan Gema seraya menepuk bahu Gema.
“Ya maap ya gak keangkat teleponnya. Aamiinin aja deh. Bentar-bentar, tapi aku nyusul sama siapa?” Mereka tertawa bersama karena bingung dengan kalimat yang tepat untuk menjawab pertanyaan itu.
Akhirnya Riko kembali ke mejanya dan Gema melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Tak lama Pak Asep datang dan Gema langsung menyambutnya bosnya itu.
__ADS_1
“Selamat pagi Pak Asep yang kasep pisan” salam Gema seraya menggoda Pak Asep yang terlihat datang sendirian.
“Selamat pagi Gema, kamu kayaknya lagi seneng banget. Kelihatan beda gitu auranya. Jangan-jangan.....” goda balik Pak Asep pada Gema dan membuat Gema langsung berkilah.
“Benar-benar betul Pak, saya lagi bahagiaaaaa sekali Pak. Sahabat saya satu-satunya di Bandung mau nikah Pak, dan kemarin habis tunangan sama teman saya juga” ucap Gema seraya mengedipkan matanya pada Pak Asep dan Pak Asep yang dikode pun langsung mengerti maksud Gema.
“Oooohhh, jadi itu toh yang bikin kamu bahagia. Bapak juga bahagiaaaaaa sekali, bentar lagi Bapak bakal punya cucu dari mereka” Pak Asep mengedipkan matanya pada Riko dan Lena. Dan mereka pun hanya tersenyum menahan malu karena dibully sama Gema dan Pak Asep.
“Huusssh, Bapak mah, nikahin dulu mereka Pak, baru punya cucu” potong Gema dan semua tertawa memecah suasana kantor pagi itu.
“Terus kamu kapan???” kata Pak Asep seketika menghentikan tawa mereka semua.
“Hehehe, Gema mah kapan-kapan aja atuh Pak, nunggu antrian dulu” ucap Gema malu-malu meong menirukan logat Sunda seperti Pak Asep dan teman-teman kantornya.
“Eleuh eleuh, kamu nunggu apa lagi Gema, udah tampan mapan, siapa yang gak mau sama kamu?” Riko menyahut dari seberang sana.
“Yahhh, buat aku tampan dan mapan mah gak cukup buat dapetin seorang istri, Bang Riko. Buktinya masih belum ada yang nyantol sampek sekarang, kecuali anaknya Pak Asep tuh. Iya kan Pak?” Gema cengengesan seraya menatap wajah Pak Asep.
__ADS_1
“Eleuh eleuh, jangan ama Rani atuh Gema. Kasian kamunya nanti, Bapak mah gak tega kalo kamu tiap hari dikintilin terus ama Rani. Hahaha” Pak Asep tertawa terpingkal-pingkal sampai perut buncitnya ikut bergetar. Riko dan Lena pun ikut tertawa mendengar percakapan Gema dan bos mereka itu.
“Hahaha, Bapak mah bisa aja. Rani yang kasian Pak kalo hidup sama Gema, Rani mah harusnya dapat direktur bukan karyawan biasa macam Gema” imbuh Gema.
“Hehh, jangan itu dong Gema, meskipun karyawan biasa kamu pasti bisa kok bahagiain istri kamu nantinya. Bapak emang gak setuju kalo kamu sama Rani, Bapak udah anggap kamu anak Bapak sendiri. Gak mungkin atuh, Bapak menikahkan anak-anak Bapak sendiri” kata Pak Asep seketika melegakan hati Gema.
Benar juga apa kata Pak Asep, Gema sudah menganggap Rani seperti adiknya sendiri dan tidak mungkin ia menikahi adiknya sendiri. Walaupun Rani selalu mengejar-ngejar cinta Gema, tapi Gema pantang menyambut hati gadis itu. Entah memang tidak ada rasa cinta atau sayang sedikitpun sebagai lelaki, melainkan rasa cinta dan sayang dari kakak kepada adiknya. Itulah alasan Gema sampai sekarang tidak mau menanggapi sikap Rani yang begitu manja padanya. Obrolan kocak berakhir ketika seorang gadis masuk ke dalam ruangan dengan berlenggak-lenggok bak model menghampiri mereka. Dialah gadis yang baru saja jadi bahan obrolan mereka, terutama ayahnya sendiri. Ya dia Rani yang masuk dengan gaya mirip model yang sedang fashion show di atas panggung. Tiba-tiba semua terdiam dan berpura-pura membisu setelah melihat kedatangannya.
“Kenapa pada bengong? Gak pernah liat cewek cantik lewat ya?” kata Rani yang merasa terbang di atas awan lalu seketika jatuh ke dasar hutan.
“Kalo pede jangan ketinggian Neng, nanti jatuh ketabrak sayap pesawat lho” kata Pak Asep yang sengaja menggoda anaknya. Dan kratakkkkk...
“Ihhh Papa mah, gak bisa apa liat Rani seneng dikit aja. Hancur nih hati Rani, hiks..hiks” kata Rani seraya memukul perut buncit Pak Asep dan semua yang ada di ruangan itu geli melihat tingkah Rani yang sok artis itu.
“Udah kerja sana, jangan dandan mulu. Papa bayar kamu bukan untuk dandan Neng” seloroh Pak Asep seraya masuk ke dalam ruangannya dan tak memperdulikan Rani yang wajahnya makin ditekuk mendapat jawaban seperti itu dari ayahnya.
“Hmmm, baiklah. Suka-suka Pak Bos aja ngebully Rani” Rani kembali ke mejanya dengan mencebik kesal.
__ADS_1
Yang lain pun hanya bisa menahan tawa, lalu mereka kembali melanjutkan pekerjaannya masing-masing. Gema yang telah selesai membuat paket wisata terbaru segera ke ruangan Pak Asep untuk memperlihatkan gagasannya. Tak lama Pak Asep mempelajari seketika langsung kagum dengan kepiawaian Gema memodifikasi tujuan wisata yang menarik dan menjangkau kantong para wisatawan. Gema bangga Pak Asep menyetujui paket wisata terbarunya dan akan segera menyerahkan ke Lena bagian marketing travel yang akan memperkenalkan produk-produk paket wisata terbaru mereka. Ini adalah salah satu siasat Gema agar travel Pak Asep lebih cepat berkembang dan makin terkenal di mata masyarakat yang ingin berlibur tanpa harus menguras kantong mereka. Jasa travel dengan harga yang terjangkau bagi wisata keluarga maupun rombongan perusahaan akan semakin menarik minat wisata mereka. Terlebih lagi sasaran wisatawan yang dituju adalah para pegawai perusahaan yang jenuh akan kegiatan mereka dan butuh waktu untuk refreshing serta rehat sejenak dari aktivitasnya. Semoga ini jalan Gema untuk membantu memajukan travel Pak Asep agar semakin dikenal berbagai perusahaan baik di dalam kota maupun luar kota, bahkan luar pulau sekalipun. Suatu kebanggaan bagi Pak Asep jika sampai keinginannya itu terwujud, ia akan mengajak seluruh karyawannya liburan ke luar negeri, meskipun hanya ke negeri seberang. Hehehe... Lumayan lah, mereka kan keseringan bawa rombongan ke dalam negeri jadi sekali-sekali perlu suasana baru untuk sekedar menyemangati mereka agar lebih giat lagi bekerja.