Gema Di Hatiku

Gema Di Hatiku
Pernikahan Alka dan Meta


__ADS_3

Seminggu pun berlalu, hari yang dinantikan Alka dan Meta telah tiba. Pagi ini akan dilangsungkan acara akad nikah mereka di rumah Meta dan akan dilanjutkan resepsi pernikahan di salah satu hotel bintang lima di Bandung hingga malam nanti. Rumah Pak Alex terlihat ramai, karena sanak saudaranya telah banyak yang datang untuk menjadi pengiring pengantin pria. Alana juga tampak selesai berhias, ia mengenakan kebaya berwarna soft pink dan bawahan batik berwarna gold begitupun dengan sang ibu. Mereka semakin cantik dengan polesan make up yang natural namun terkesan elegan. Sang ayah, mengenakan beskap berwarna hitam kian menambah kesan gagah pada laki-laki yang telah berusia lebih dari setengah abad itu. Dan sang pengantin, telah bersiap dengan pakaian pengantin khas Sunda berwarna putih dengan penutup kepala bercorak batik. Kemudian mereka akan berangkat ke rumah calon mempelai wanita bersama-sama dengan para pengiring.


Di rumah Meta yang dari kemarin sudah dipadati banyak orang termasuk saudara dari ayah dan ibunya, serta kakek dan nenek Meta. Meta tampak semakin cantik saat mengenakan kebaya pengantin berwarna putih, berbeda sekali saat ia mengenakan jas khas kedokterannya. Semua mata terpesona melihat kecantikan Meta yang jauh berbeda dari biasanya. Sang ayah pun terlihat makin tampan dengan beskap berwarna hitam dan sang ibu memakai kebaya berwarna soft pink dengan bawahan batik. Mereka semua telah bersiap menyambut kedatangan mempelai laki-laki. Akad nikah akan diadakan pukul 10 pagi itu, selanjutnya resepsi pernikahan dimulai pukul 1 siang hingga jam 8 malam nanti.


Gema yang saat itu masih bekerja tidak bisa menghadiri acara akad nikah Alka dan Meta, namun ia nanti akan datang di acara resepsi bersama ibunya. Ia harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu, meskipun ia hanya bekerja setengah hari karena itu hari Sabtu. Sebenarnya Gema ingin sekali menyaksikan acara akad nikah Alka dan Meta secara langsung, namun ada pekerjaan mendesak ia harus menyelesaikan materi presentasi kepada salah satu perusahaan besar di Bandung yang akan mengadakan perjalanan wisata dan memakai jasa travelnya. Untuk itu ia tak bisa menunda pekerjaan itu, karena besok Pak Asep harus membawa materi itu pada klien barunya. Teleponnya bergetar panjang saat ia sedang fokus dengan laptopnya.


Drrrtttt.. drrrttttt...drrttttt....


“Iya Al, ada apa kamu nelpon? Bukannya sebentar lagi akad nikahnya dimulai,” ucap Gema setelah mengetahui siapa yang meneleponnya.


“Hallo sayang. Iya, ini baru mau berangkat. Kamu masih di kantor?” tanya Alana memastikan Gema masih di kantornya, ia berharap Gema datang di akad nikah kakaknya.


“Iya, aku masih di kantor. Maaf ya, aku nggak bisa datang di akad nikahnya mas Alka dan mbak Meta,” kata Gema berusaha meyakinkan Alana untuk tidak menunggunya. “Aku nanti pasti datang ke acara resepsinya,” lanjutnya.


“Iya udah kalau gitu, aku berharap banget kamu bisa datang,” kata Alana dengan nada kecewa.

__ADS_1


“Maaf sayang, aku ada pekerjaan mendadak hari ini dan harus selesai karena besok materinya harus dibawa Pak Asep. Sekali lagi aku minta maaf Alana.” Gema memohon pengertian Alana kembali, memang ia kemarin sudah memastikan akan datang di akad nikah Alka dan Meta namun tadi pagi Pak Asep menelepon bahwa ada materi presentasi yang harus dibawa besok menemui kliennya. Dan dengan sangat terpaksa Gema berangkat ke kantor untuk menyelesaikannya.


“Iya nggak apa-apa. Kamu cepet selesaikan kerjaan kamu. Aku tunggu nanti di tempat resepsi, jangan lupa ajak Ibu ya?”


“Iya sayang. Aku akan selesaikan pekerjaanku. Pasti nanti aku ajak Ibu kok. Iya udah kamu hati-hati ya. Semoga acaranya lancar. Sampaikan permintaan maafku pada mas Alka dan semua.”


“Iya akan aku sampaikan nanti, bye sayang.”


“Bye sayang.” Gema mengakhiri panggilan telepon itu dan segera berkutat kembali dengan pekerjaannya.


Drrrtttt... drrtttt... drrrttttt... Ponsel Gema bergetar kembali.


“Selamat pagi Pak Asep, ada yang bisa saya bantu Pak?” sapa Gema.


“Gema, barusan saya dapat kabar dari Pak Antok kalau presentasinya ditunda minggu depan karena anaknya mengalami kecelakaan di luar kota dan beliau harus kesana dalam beberapa hari. Maaf saya sudah merepotkan kamu untuk datang pagi-pagi dan menyelesaikan materi itu. Kamu bisa pulang dan menghadiri acara akad nikah mas Alka,” ujar Pak Asep pada Gema yang seketika merubah rona wajah Gema yang dari gelisah kini menjadi bersemangat kembali.

__ADS_1


“Astaga, semoga anaknya Pak Anton cepat pulih ya Pak. Baiklah kalau begitu, saya pamit pulang ya Pak. Terima kasih atas ijinnya,” kata Gema sopan. Ia sangat berterima kasih pada Pak Asep yang telah memberinya ijin untuk pulang cepat saat itu, karena beberapa waktu lalu memang Gema sudah ijin untuk cuti sehari pada acara pernikahan Alka dan Meta.


“Iya, sama-sama Gema. Nanti kita bertemu di resepsi ya. Kamu hati-hati,” ucap Pak Asep seraya mengakhiri panggilannya.


“Baik Pak.” Gema menutup teleponnya. Ia segera menyimpan data-data di laptopnya kemudian merapikan meja kerjanya dan segera pergi ke acara akad nikah Alka dan Meta.


Sebenarnya ia berniat untuk menelepon Alana, namun tidak ada waktu lagi ia takut terlambat. Beruntung tadi ia membawa kemeja batik hingga ia tak repot lagi pulang ke rumah untuk ganti pakaian. Ia segera menyambar tasnya dan berpamitan pada rekan kerjanya. Ia segera mengemudikan mobilnya menuju rumah Meta yang kemarin sempat Alana kirim melalui pesan singkat.


Gema lega bisa menghadiri acara sakral itu, karena ia jarang sekali menyaksikan moment yang begitu mendebarkan bagi semua pasangan yang akan melaksanakan pernikahan. Ia berkali-kali hanya menghadiri resepsi pernikahan teman-temannya dan tidak pernah sekalipun mengetahui acara pengucapan ijab qabul itu. Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang agar segera sampai di rumah Meta.


Tak lama kemudian ia telah sampai di depan rumah Meta yang tampak berjajar mobil-mobil mewah. Ia juga melihat mobil Alana sudah terparkir di seberang jalan, tandanya keluarga Alana sudah berada di dalam. Ia segera turun dari mobilnya, dan masuk ke dalam rumah Meta. Ia menyapa dan bersalaman dengan beberapa orang yang tengah menyambutnya di depan pintu masuk.


Alana tengah mendampingi Meta menuju meja ijab qabul untuk duduk di sebelah Alka. Pak Alex dan Pak Adi Lesmana telah siap untuk menikahkan anak-anak mereka. Saat Gema masuk ke dalam, Alana tak sengaja menoleh ke arahnya, ia membelalakkan matanya tak menyangka Gema akan datang di acara itu.


(Gema, kamu datang, batinnya).

__ADS_1


__ADS_2