Gema Di Hatiku

Gema Di Hatiku
Oh Ternyata


__ADS_3

Saat Gema menapakkan kakinya di depan pintu rumah Alana, seseorang menepuk bahunya dari belakang. Seketika Gema menoleh dan ternyata Pak Asep ada di belakangnya karena mereka memang tidak berangkat bersama tadi. Pak Asep pulang terlebih dahulu untuk membersihkan badan dan berganti pakaian dengan jas terbaiknya. Tak lupa ia berdandan seperti biasa, kumis tebal dan rambut klimisnya pun tak ketinggalan sebagai identitas dirinya.


“Pak Asep, baru datang Pak? Saya kira sudah di dalam,” ucap Gema setelah mengetahui siapa yang menepuk pundaknya barusan.


“Iya Gema, Bapak kan perlu dandan dulu supaya terlihat tampan di depan Alana dan Pak Alex,” jawab Pak Alex disertai senyum lebarnya. Gema pun turut melebarkan senyumnya sebagai tanda setuju dengan penyataan Pak Asep.


“Kamu makin ganteng dengan pakaian seperti ini,” puji Pak Asep yang tengah memperhatikan pakaian Gema yang lain dari biasanya. Ia memakai kemeja polos warna navi dan celana chinos berwarna abu-abu dan sepatu sneakers yang senada dengan celananya. Menambah kesan tampannya saat itu, untung aja Rani gak ikut Pak Asep, bisa nempel terus sama Gema.


“Kemarin kan Bapak yang suruh Gema pakai pakaian yang rapi dan sopan. Apa ada yang salah Pak dengan pakaian Gema, Pak?” tanya Gema seraya memperhatikan pakaiannya dari bawah ke atas.


“Enggak kok. Gak ada yang salah dengan pakaian kamu, salahnya kamu jadi lebih tampan dari saya aja. Hahaha.” Pak Asep dan Gema tertawa bersamaan. Sesaat tawa mereka terhenti karena terlihat sosok gadis menghampiri keduanya. Gema seketika membelalakkan matanya melihat siapa yang tengah berjalan menuju ke arahnya dan Pak Asep.


“Ra.. Rani.. Kamu kok ada disini?” Gema tersenyum kecut melihat Rani datang ke acara itu seraya menoleh ke arah Pak Asep.


“Iya dong mas Gema. Awalnya sama Papa gak boleh ikut, kemudian Pak Alex telepon Papa kalo suruh ajak Mama dan anak-anaknya juga. Berhubung Mama lagi ada arisan jadi aku yang ikut kesini” jelas Rani membuat Gema sedikit menyesal datang di acara itu.


“Iya Gema, tadi memang Pak Alex yang menghubungi saya untuk mengajak istri dan anak-anak saya sekalian. Tapi Mamanya Rani gak bisa ikut, kakak dan adiknya juga lagi ada acara masing-masing. Jadi hanya Rani yang bisa ikut menghadiri acara ini,” imbuh Pak Asep yang hanya mendapat anggukan dari Gema.


“Baiklah. Mari kita masuk, sepertinya acaranya akan segera dimulai,” ajak Gema seketika Rani mengapitkan tangannya di lengan Gema yang membuat Gema sedikit risih. Ia melepaskan tangan Rani, tapi Rani kembali lagi mengapitkan tangannya. Gema hanya bisa pasrah dengan keadaannya saat ini. Ia menoleh ke arah Pak Asep yang sedang geleng-geleng kepala seraya tersenyum pada Gema.


(Tuhan, cobaan apa lagi ini hingga Engkau datangkan Rani di acara ini, keluh Gema sambil mengelus dadanya).


Kemudian mereka memasuki rumah Pak Alex dan menuju tempat dimana acara pertunangan itu akan segera dimulai. Pak Alex menyambut kedatangan Pak Asep, Gema dan seorang gadis yang baru pertama kali ia lihat yang tengah berjalan menuju arahnya.

__ADS_1


“Selamat malam Pak Alex,” sapa Pak Asep, Gema dan Rani bersamaan seraya menjabat tangan Pak Alex.


“Selamat malam Pak Asep, mas Gema dan ini...... pacarnya mas Gema ya?” kata Pak Alex yang mengira Rani adalah kekasih Gema, karena mereka berdua kelihatan seperti pasangan kekasih bagi yang tidak mengenal mereka. Gema hanya celingukan karena bingung harus menjawab apa.


“Iya Pak Alex, saya pac.......,” ucapan Rani pun dipotong oleh Pak Asep seketika.


“Dia anak saya Pak Alex, bukan pacarnya Gema,” sahut Pak Asep yang membuat Rani tersenyum kecut dan Gema pun lega akhirnya Pak Asep menyelamatkannya.


“Oh dia anak Pak Asep, saya kira pacarnya mas Gema,” kata Pak Alex kemudian seraya mempersilahkan duduk dan menikmati jamuan makan malam disana.


Mereka bertiga akhirnya duduk di dekat kolam renang dan menikmati makanan yang dihidangkan. Gema risih diikuti Rani kemanapun ia pergi, setelah mengambil minuman Gema menghampiri Pak Asep di tempat duduknya sambil menyerahkan segelas orange jus pada Pak Asep.


“Ini saya ambilkan minuman Pak,” kata Gema seraya duduk di sebelah Pak Asep.


“Sama-sama Pak Asep.” Gema juga meneguk minumannya, seketika ia tersedak setelah melihat laki-laki berparas tampan dan gagah tengah berbicara dengan Pak Alex di ujung sana.


“Kamu kenapa mas Gema?” tanya Rani seraya menepuk-nepuk punggung Gema dan membersihkan wajah dan tangan Gema yang terkena minuman tadi dengan tisu yang ada di meja di dekatnya. Pak Asep pun terkejut melihat Gema tersedak.


“Kamu gak apa-apa Gema?” tanya Pak Asep melihat Gema masih terbatuk-batuk.


“Saya gak apa-apa Pak. Sini biar aku bersihin sendiri Ran,” kata Gema seraya menjauhkan tangan Rani dan membersihkan wajah dan tangannya sendiri.


(Pantas saja Alana terpesona dengan laki-laki setampan dan segagah itu, batin Gema).

__ADS_1


Gema masih terlihat murung dan memandangi wajah laki-laki yang tengah berbicara dengan Pak Alex, mereka terlihat akrab sekali. Tak lama kemudian Alana turun bersama ibunya, Gema tak bergeming melihat kecantikan Alana. Ia terpaku menatap wajah Alana yang makin cantik itu, sesaat lamunannya terbuyarkan oleh suara Pak Alex yang akan membuka acara itu.


“Selamat malam para hadirin yang kami hormati, kami keluarga besar Alex Jaya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu sekalian. Untuk mempersingkat waktu, mari kita mulai acara ini, yaitu pertunangan anak saya Alka Putra Jaya dengan Meta Adi Lesmana, yang tak lain ada putri dari dokter Adi Lesmana dan dokter Puri Adi Lesmana.” sambutan Pak Alex seketika disertai riuh tepuk tangan dari para tamu undangan yang hadir dalam acara itu. Gema terkesiap setelah melihat seorang gadis cantik didampingi orang tuanya mendekat ke arah keluarga Pak Alex. Kemudian laki-laki tampan dan gadis itu saling menyematkan cincin di jari manis masing-masing dan memeluk satu sama lain. Alana, Pak Alex dan Bu Anne mengucapkan selamat pada Alka dan Meta, begitupun dengan Pak Adi dan Bu Puri, orang tua Meta turut memberi selamat kepada mereka. Acara itu pun makin meriah disertai iringan musik dari pemain band di sudut kolam renang yang berhiaskan lampu dan bunga-bunga indah di sekitarnya itu.


“Ternyata bukan Alana yang bertunangan hari ini.” Gema menepiskan senyumnya dan memandang wajah Alana yang terlihat bahagia di depan sana. Alana menyadari kehadiran Gema setelah melihat Pak Asep yang bersiul meramaikan acara itu. Kemudian Alana menghampirinya dan Pak Asep karena dari tadi ia memang belum menyambut mereka berdua.


“Pak Asep terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara ini,” ucap Alana seraya menjabat tangan Pak Asep.


“Iya, sama-sama mbak Alana, saya juga merasa tersanjung mendapat undangan dari mbak Alana dan Pak Alex,” jawab Pak Asep.


“O iya Gema, terima kasih sudah datang,” kata Alana beralih menjabat tangan Gema, seketika Gema mematung merasakan hangat tangan Alana yang tengah menyentuhnya. Ia tersenyum memandang gadis manis di depannya itu, Alana pun heran dengan sikap Gema yang tak meresponnya lagi.


“Hallooo, Gemaaa," teriak Alana yang membuyarkan lamunan Gema dan seketika melepaskan genggaman tangannya.


“Eh, iya Alana. Sama-sama, aku juga senang bisa hadir dalam acara ini,” ucap Gema seraya menahan malunya.


“Ishhh, sekarang lagi suka ngelamun yaa. Aku kira mau pegang tangan aku sampai besok?” Alana mencebikkan bibirnya.


“Maaf-maaf, dari kemarin aku kurang merespon kamu. Hehehe.” Gema menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal itu.


“Mas Gema, kita cari makanan disana yuk?” ajak Rani yang dari tadi cemburu memperhatikan percakapan Alana dan Gema. Alana menoleh ke arah Rani yang terlihat manja pada Gema, seketika raut mukanya berubah. Ia kemudian berpamitan pada Gema dan Pak Asep.


“Gema, aku tinggal kesana dulu ya. Pak Asep silakan menikmati makanannya,” ucap Alana seraya berlalu dari hadapan Gema. Gema pun terheran melihat perubahan raut wajah Alana semenjak menyadari ada Rani di sisi Gema.

__ADS_1


(Apa cewek itu kekasih Gema, batin Alana yang merasa sesak di dalam dadanya).


__ADS_2