Gema Di Hatiku

Gema Di Hatiku
Marah


__ADS_3

Tak lama setelah Alana menelepon, datanglah cewek aneh satu lagi yaitu Rani yang langsung duduk di depan meja Gema. Dikejutkan lagi oleh suara manja Rani yang membuat bulu kuduk Gema berdiri seketika. (Emangnya Rani hantu apa mas Gema, batin author kalo yang ini, wkwkwk).


“Hallo mas Gema, kamu udah masuk kerja? Udah sembuh ya? Syukurlah, bisa ketemu mas Gema lagi.” Rani girang sekali seperti anak kecil yang baru dapat mainan baru.


“Iya Ran, aku udah sembuh. Udah ya jangan diganggu dulu, aku lagi banyak kerjaan nih, kemarin kan aku gak masuk, jadi kerjanya dobel ini,” ucap Gema merasa sangat terganggu dengan sikap Rani.


“Aku kan pengen nemenin mas Gema kerja, supaya cepat selesai.” Tiba-tiba Pak Asep datang ke meja Gema.


“Rani, ada klien baru yang minta ketemuan di luar sama Papa. Kamu temenin Papa ya sekalian makan siang,” ujar Pak Asep dan langsung mendapat penolakan dari Rani. Gema sedikit bernafas lega karena tidak perlu capek-capek mengusir Rani.


“Aku gak mau ikut Pa, biasanya kan Papa berangkat sendiri.” Rani mengerucutkan bibirnya.


“Ini klien penting Ran, dan dia anak teman Papa yang naksir sama kamu di kampus dulu.”


“Apa? Ada cowok yang naksir aku? Emm, nanti mas Gema gimana Pa?”


“Emang apa hubungannya sama aku Ran?” sahut Gema sopan.


“Iya, emang hubungannya sama Gema apa Ran?” Pak Asep menambahkan.


“Iya, nanti kalo mas Gema cemburu gimana dong?” kata Rani dengan percaya diri yang ketinggian.


(Ngapain juga aku cemburu, batin Gema jijik).

__ADS_1


“Udahlah aku gak bakalan cemburu, kamu udah aku anggap seperti adik aku sendiri, iya kan Pak Asep?”


“Betul Ran, lagian Papa juga menganggap Gema seperti anak Papa sendiri, karena tiga anak Papa semuanya perempuan. Udah ayo kamu cepat siap-siap. Gema, saya titip kantor ya?” kata Pak Asep kemudian.


“Baik Pak, saya akan menjaga kantor Bapak, biar gak dicuri ayam,” kata Gema yang membuat Pak Asep tertawa dan Rani hanya merengut kembali ke mejanya untuk bersiap.


(Emang ayam bisa nyuri kantor mas Gema, Gimana cara bawanya? author ngebatin lagi. Hahaha)


Di tempat lain, Alana juga sedang sibuk dengan beberapa berkas yang harus diserahkan kepada supplier pabrik. Dan ia juga harus bersiap meeting di luar menemui klien-klien pabrik.


“Kirim email ke Gema udah, siapin berkas meeting nanti siang udah, tanda tangan berkas supplier juga udah. Terus yang belum apa ya?” Alana berbicara sendiri.


Tok.. tok.. tok, terdengar suara ketukan pada pintu di ruangan Alana.


“Selamat siang, Nona Alana. Ada tamu yang ingin bertemu Anda di luar,” kata Tanti sekretarisnya.


“Siapa yang ingin ketemu sama aku mbak?” tanya Alana heran karena dia tidak ada janji menemui tamu di dalam kantor.


“Namanya Bobby, Nona. Katanya pacar Nona Alana.” Pernyataan Tanti membuat Alana seketika terperanjat dan langsung keluar menemui Bobby. Dan Tanti yang sama terkejutnya langsung mengekor di belakang Alana karena takut sepertinya Alana sedang marah mendengar nama yang telah ia sebutkan tadi. Ya, itu Bobby, mantan kekasih Alana yang baru diputus oleh Alana kemarin. Saat itu juga Bobby langsung kembali ke Indonesia dan mencari keberadaan Alana. Karena Bobby dekat dengan Alka, tak lama untuk Bobby mengetahui dimana Alana sekarang. Alana segera menghampiri Bobby di depan ruang sekretarisnya.


“Hallo Alana sayang,” sapa Bobby seraya memeluk Alana yang menghampirinya dan Alana langsung menepis tangan Bobby dengan kasar.


“Kamu tau darimana aku ada disini Bob? Dan pertanyaan aku ada perlu apa kamu kemari? Bukankah kita sudah tidak ada hubungan apa-apa,” tegas Alana pada Bobby. Dan Bobby dengan santainya hanya menjawab, “Hei, kamu lupa bahwa aku dekat dengan kakakmu, Alka. Dan sejak kapan kita putus? Aku belum memberi jawaban saat kamu bilang putus kemarin sayang.” Alana semakin geram menghadapi ulah Bobby.

__ADS_1


“Aku minta maaf atas keburukanku selama ini sama kamu. Aku mohon kamu mau maafin aku ya? Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya sayang. Aku janji aku akan berubah, aku akan lebih setia sama kamu. Aku masih sayang sama kamu Alana.” Bobby berkata panjang lebar dan Alana langsung menampar wajah Bobby, hingga Bobby meringis kesakitan sambil mengusap pipinya yang memerah.


“Kurang ajar kamu Alana. Beraninya kamu tampar aku di depan banyak orang.” Bobby langsung marah terhadap Alana yang telah mempermalukannya di depan sekretaris dan karyawan lainnya.


“Kamu masih belum sadar rupanya, kamu yang kurang ajar sama aku. Beraninya kamu main di belakang aku, selama ini aku percaya kalau kamu lelaki yang setia, tapi nyatanya, aku lihat dengan mata kepala aku sendiri kalau kamu sering mainin cewek di luar sana,” jawab Alana menahan emosinya. Tanpa disadari ada sepasang mata yang sedang menyaksikan pertunjukan yang sangat seru itu. Tapi dia masih diam saja dan memantau sejauh mana pertunjukan itu nantinya.


“Bisakah kita bicara di dalam saja. Aku malu disini Alana,” kata Bobby sambil menutupi sebagian wajahnya yang masih terasa perih.


“Kenapa harus di dalam. Aku sengaja kesini biar semua orang tau kelakuan busuk kamu Bob.” Alana menyeringai lebar.


“Jadi kamu sengaja mempermalukan aku disini Alana!!!” seru Bobby sambil mengangkat tangannya akan menampar wajah Alana. Seketika ada seseorang menahan tangan Bobby dan membuatnya terkejut.


“Hei, berani-beraninya kamu menyentuh adikku. Jadi seperti ini cara kamu memperlakukan Alana selama ini. Dasar laki-laki tidak bermoral, buat apa kamu kuliah sampai luar negeri kalo hanya bisa menyakiti hati wanita,” kata Alka geram sambil mencengkeram tangan Bobby yang membuatnya meringis kesakitan. Ya, Alka yang dari tadi menyaksikan pertengkaran Alana dan Bobby di ujung ruangan itu. (Rupanya salah tempat aku menemui Alana disini, aku lupa bahwa Alka juga bekerja di tempat ini, batin Bobby kesal).


“A..Aku minta maaf Alka, aku tidak sengaja melakukan semua itu. Aku hanya khilaf waktu itu dan aku tidak bermaksud untuk menyakiti Alana.” Bobby memelas pada Alka agar memaafkan kesalahannya.


“Tidak ada maaf bagimu Bob, selama ini aku percayakan adikku padamu agar dia bahagia, tapi apa? Kamu sudah membuat dia terluka. Selama ini aku tidak terlalu memikirkan hubungan kalian yang aku kira baik-baik saja. Tapi aku mengerti sekarang bahwa kamu bukan laki-laki yang baik untuk Alana. Terima saja keputusan Alana dan segera menjauhinya. Jangan pernah berharap kembali lagi, jika aku sampai melihatmu lagi, aku gak akan segan menghabisimu saat itu juga,” ancam Alka penuh peringatan pada Bobby dan Bobby mengiyakannya karena takut Alka akan berbuat lebih mengerikan.


“Baiklah Alka, aku menerima keputusan Alana. Aku akan pergi dan tidak akan muncul lagi di hadapan kalian. Maafkan aku telah menyakiti hatimu Alana.” Bobby pergi tanpa jawaban dari Alana.


“Makasih ya Kak, kamu sudah membela aku di depan laki-laki brengsek itu” ucap Alana sambil memeluk Alka.


“Iya Alana, bagaimanapun aku tidak akan terima ada orang yang sengaja menyakitimu. Karena aku juga tidak mungkin tega menyakiti hati perempuan.” Alka melepaskan pelukannya dan meminta semua pegawai kembali melanjutkan pekerjaannya ke tempat masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2