Gema Di Hatiku

Gema Di Hatiku
Rencana Pertunangan


__ADS_3

Sepulang kerja Alka dan Alana mampir ke Cafe O, cafe langganan mereka yang memiliki desain menarik. Ruangan di cafe mirip dengan taman, penuh dengan lampu-lampu kecil dan bunga-bunga yang ditanam di pot-pot kecil yang dapat menambah suasana romantis bagi pengunjungnya. Sebelum pulang kantor Alka menelepon Meta untuk makan malam bersama. Alana juga menelepon pelayan di rumah agar tidak menyiapkan makan malam karena mereka akan makan di luar. Alka sedang memesan 3 cangkir cappuccino dan beberapa makanan untuk mereka bertiga di mini bar dalam cafe itu. Terlihat Meta sedang menghampiri Alana yang tengah duduk sendirian di meja nomer 20 sesuai arahan Alka tadi di telepon.


“Hai Alana, apa kabar?” sapa Meta sambil memeluk Alana karena baru kali ini ia bertemu dengan Alana setelah pulang dari luar negeri.


“Hai Kak Meta, aku baik Kak. Kakak apa kabar?” Alana membalas pelukan Meta, rasanya ia senang sekali akan memiliki kakak ipar sebaik dan secantik Meta.


“Aku juga baik. Gimana nih rasanya udah lulus kuliah dan langsung jadi wanita karier?” tanya Meta.


“Hahaha, lega juga Kak, akhirnya aku lulus, dan bisa langsung bantu Papa dan Kak Alka di pabrik. Pekerjaan Kak Meta lancar?” tanya balik Alana sambil menunggu pesanan mereka.


“Sejauh ini lancar Al. Mengesankan sekali menjadi dokter Al, setiap hari aku bisa mengobati anak-anak yang sedang membutuhkan pertolongan. Aku bangga setelah melihat wajah bahagia mereka setelah sembuh”. Meta adalah seorang dokter anak di sebuah rumah sakit swasta di Bandung yang pemiliknya tak lain adalah kakeknya sendiri. Tapi kini dikelola oleh ayahnya karena sang kakek sudah pensiun dan ingin menikmati masa tuanya bersama sang nenek.


“Hai sayang, kamu udah dari tadi?” kata Alka seraya memeluk kekasihnya itu.


“Hai sayang, aku barusan nyampek kok” jawab Meta berdiri seraya membalas pelukan Alka.


“Ehemmm” Alana berdehem melihat kakak dan calon kakak iparnya berpelukan. “Please ya kalo mau mesra-mesraan jangan di depan anak kecil dong, aku iri nih” kata Alana dengan tampang cemberut. Seketika Alka dan Meta melepas pelukan mereka dan tertawa melihat tingkah Alana.


“Hahaha, makanya cepet cari pacar biar bisa mesra-mesraan” kata Alka seraya mengacak-acak rambut Alana.


“Nyari pacar tuh gak semudah pesen kopi Kak” sahut Alana sambil merapikan rambutnya. Alka dan Meta pun kembali ke tempat duduk masing-masing. Mereka duduk bersebelahan, hingga Alana merasa seperti obat nyamuk bagi mereka berdua.

__ADS_1


“Hahaha, iya juga sih Al” Meta menyahut sambil tersenyum. “Dulu aku ketemu sama Alka juga gak semudah itu, banyak hal yang pernah kita lalui sebelum kita bersama” imbuh Meta.


“Makanya sekarang aku bersyukur banget bisa ketemu kamu sayang. Udah cantik, baik, manis, pengertian banget. Sama anak-anak aja pengertian apalagi sama aku” puji Alka yang membuat pipi Meta jadi merah merona.


“Aku juga bersyukur banget bisa ketemu kamu” balas Meta.


“Uhhhh panas banget ya disini. Liatin kemesraan kalian berdua jadi pengen cepet pulang tau. Diriku yang tengah rapuh ini seperti obat nyamuk di tempat seromantis ini” kata Alana mengibas-ngibaskan tangannya seperti orang yang sedang kepanasan. Lagi-lagi ucapan Alana membuat Alka dan Meta langsung tertawa. Tak lama kemudian pesanan mereka telah disajikan, lalu mereka segera menyantap sajian itu sambil sesekali bergurau. Apalagi Alka yang tak henti menggoda Alana hingga berkali-kali Alana mengumpat dalam hati.


“Oh iya Al, setelah Papa dan Mama pulang nanti Kakak dan Kak Meta berencana mengadakan pertunangan. Iya kan sayang?” kata Alka yang mendapat anggukan dari Meta.


“Iya Kak, aku sih setuju-setuju aja dengan rencana kalian. Lebih cepat lebih baik, tapi apa Kakak sudah ngomong ke Papa dan Mama?” Alana merasa senang dengan rencana keseriusan kakaknya pada seorang wanita yang kini jadi kekasihnya itu.


“Kakak sudah sempat ngomong ke Papa dan Mama, dan udah ngomong ke Papa dan Mamanya Meta juga. Tapi untuk harinya masih belum Kakak tentukan kemarin. Papa dan Mama setuju sih, Papa dan Mamanya Meta juga sudah setuju. Nanti kita tinggal kabari tanggalnya aja, gimana kalau sebelum keberangkatan kita ke Jogja?” ujar Alka.


“Emang nikah semudah meminum seteguk kopi ini apa, Al? Ada-ada aja ini anak” jawab Alka geleng-geleng kepala.


“Kita tunangan dulu aja, setelah liburan dari Jogja baru nyiapin rencana pernikahan” ucap Meta yang mendapat persetujuan dari Alka.


“Baiklah terserah kalian aja sih kalau aku hanya bisa membantu dan mendoakan supaya acara kalian lancar” ucap Alana kemudian.


“Aamiin” kata Alka dan Meta berbarengan. “Oh iya Alka, apa aku jadi ikut ke Jogja minggu depan?” tanya Meta karena ia belum sempat minta ijin pada ayahnya yang juga menjabat sebagai direktur di rumah sakit tempatnya bekerja.

__ADS_1


“Jadi dong sayang, aku udah booking jauh-jauh hari sih ke Tanti sekretaris Alana. Iya kan Al?”


“Iya Kak, udah beres kok. Kak Meta tenang aja. Minggu depan kita tinggal berangkat aja”


“Baiklah kalau begitu. Soalnya aku belum ijin Papa di rumah sakit, jadi nanti banyak pasien yang aku alihkan dokter anak lain” ucap Meta kemudian.


“Iya sayang, nanti aku bantuin juga ngomong ke Papa kamu. Kita cuma 4 hari kok di Jogja, nanti sepulang dari Jogja aku bantuin deh kerjaan kamu. Hehehe” Alka cengengesan melihat wajah Meta yang tengah khawatir dengan pekerjaannya.


“Ihh emang kamu bisa memeriksa pasien?” jawab Meta dengan kening berkerut.


“Hahaha, ya enggak bisa kalau periksa pasiennya, aku cuma bisa nemenin yang lagi periksa pasiennya” goda Alka kembali.


“Bisa aja kamu Al” jawab Meta datar.


“Kak udah malem nih, pulang yuk” kata Alana seraya melihat jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan angka 7 malam.


“Masih jam 7 juga Al, kamu pulang duluan aja deh. Aku masih mau nganter Meta pulang dulu”


“Iya udah deh Kak, aku duluan ya. Jangan lupa bayarin ini semua. Dan pulangnya jangan malam-malam, nanti diculik orang lho” kata Alana bangkit dari tempat duduknya.


“Iya bawel. Kamu hati-hati ya” jawab Alka.

__ADS_1


“Aku pamit dulu Kak Meta, aku nitip Kak Alka jangan sampai nakal dia Kak?” pamit Alana sambil memeluk Meta dan mencium pipi kanan dan pipi kiri Meta.


“Siap Al, aku jagain biar Kakak kamu itu gak sampai nakal” Alana mengacukan jari jempolnya dan pergi menuju tempat parkir.


__ADS_2