
Selesai makan pagi bersama di restoran dekat pantai , para rombongan pun telah berkumpul di dalam bus masing-masing. Mereka akan melanjutkan perjalanan ke tujuan wisata kedua yaitu Candi Ratu Boko. Jarak Pantai Parangtritis ke Candi Ratu Boko hanya akan ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan. Candi Ratu Boko sudah buka mulai jam 6 pagi hingga jam 5 sore, kawasan ini terletak di atas sebuah bukit dengan ketinggian ±195m di atas permukaan laut.
“Selamat pagi semua,” sapa Pak Asep dari depan.
“Selamat pagi,” jawab semua rombongan di bus satu.
“Setelah makan pagi, kita sekarang akan menuju tujuan wisata kedua yaitu Candi Ratu Boko. Perjalanan menuju Candi Ratu Boko hanya memerlukan waktu kurang lebih satu jam saja. Jadi selamat menikmati perjalanan kedua ini,” kata Pak Asep seraya menepiskan senyumnya.
Dalam sejarah situs Ratu Boko sebenarnya bukan sebuah candi, melainkan reruntuhan sebuah kerajaan maka sering disebut Kraton Ratu Boko yang merupakan istana dari ayah Roro Jonggrang. Kraton Ratu Boko menempati lahan yang cukup luas yang terdiri atas beberapa kelompok bangunan dan sebagian besarnya saat ini hanya berupa reruntuhan.
Satu jam perjalanan, rombongan memasuki gerbang masuk kawasan candi dengan berjalan kaki sejauh 100m. Karena jalan yang dilalui sedikit menanjak banyak anak-anak yang minta gendong orang tuanya. Gema pun tak lupa mengabadikan momen ketika melalui jalan itu. Terdapat dua gerbang disana, yaitu gerbang dalam dan gerbang luar. Di gerbang dalam mereka bisa melihat 5 gapura yang berbaris sejajar dengan gerbang luar dan dilengkapi dengan 3 tangga dengan hiasan dan pahatan bermotif bunga dan sulur-suluran. Kemudian mereka menuju Candi Batukapur, Candi Pembokoran, Paseban, Pendapa, Keputren dan ada pula Gua yang terletak di lereng bukit kawasan Ratu Boko. Para wisatawan yang tengah berkunjung ke kawasan ini bisa menikmati keindahan peninggalan sejarah Indonesia. Terlihat anak-anak begitu terpesona dengan pemandangan yang disajikan oleh kawasan Candi Ratu Boko. Meskipun sedikit melelahkan, mereka sejenak lupa akan rasa lelah mereka yang digantikan dengan suguhan alam yang menarik. Tak lupa, setiap rombongan berfoto bersama. Alana dan keluarganya pun tak lupa mengabadikan moment itu.
Saat mereka tengah berjalan-jalan di sekeliling candi, tak sengaja Alana melihat Rani tengah menghampiri Gema yang sedang istirahat. Rani memberikan botol minumnya, namun Gema menolak.
“Mas Gema, pasti kamu capek ya?” tanya Rani dengan nada manja.
__ADS_1
“Eh, Rani. Enggak kok, aku gak capek, ini kan masih hari pertama, belum seberapa capeknya,” jawab Gema seraya mengutak-atik kameranya.
“Kamu haus ya? Ini minumnya,” kata Rani sambil menyodorkan botol minumannya pada Gema.
“Aku udah bawa kok Ran, kamu aja yang minum,” kata Gema seraya bangkit dari tempat duduknya.
Alana yang tengah memperhatikan mereka berdua seketika memalingkan wajahnya. Ia begitu tidak suka dengan Rani yang selalu mengikuti Gema kemana pun ia pergi. Alana pun mencari tempat lain, ia mengutak-atik ponselnya. Sesekali ia memotret dirinya sendiri dan membagikan ke akun media sosialnya, tak lupa ia mengabadikan indahnya kawasan Candi Ratu Boko itu. Ia juga menyempatkan foto bersama keluarganya. Mereka juga tampak bahagia melihat semua karyawannya tersenyum menikmati perjalanan wisata ini. Tak terasa 3 jam berlalu, mereka harus kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan ke restoran untuk makan siang. Selanjutnya ke Tebing Breksi sebagai tujuan wisata ketiga yang terletak di Sleman, salah satu wisata yang kini menjadi primadona bagi para wisatawan. Tebing Breksi ini adalah endapan dari erupsi berupa abu vulkanik Gunung Nglanggran di Gunung Kidul yang merupakan gunung api purba yang menghasilkan morfologi bukit setinggi 30 meter. Disini terdapat Taman Tebing Breksi yaitu tempat bekas tampang yang disulap menjadi destinasi liburan yang menarik dunia. Beberapa ukiran menjadi spot favorit untuk berfoto bagi para pengunjung.
Para rombongan lagi-lagi disuguhkan dengan pemandangan yang begitu asing di mata mereka. Pak Alex yang baru pertama kali ke tempat itu pun sungguh terpesona. Ia memuji paket wisata buatan Gema. Terlihat Gema sedang memotret para rombongan dan Pak Alex pun menghampirinya.
“Saya setuju Pak, semua orang Indonesia wajib kesini. Keindahan alam Indonesia banyak yang belum terekspos semua. Saya hanya bisa membantu membuatkan paket wisatanya saja Pak Alex,” kata Gema. Mereka pun berjalan-jalan mengelilingi kawasan tebing.
Terlihat dari kejauhan Alana, Alka, Meta dan Bu Anne tengah berfoto-foto ria di salah satu tangga di sudut Tebing Breksi. Para rombongan yang lain pun tengah menikmati indahnya sunset, anak-anak masih dengan riangnya seakan melupakan lelah mereka karena terlalu terpesona dengan suguhan alam Indonesia yang tak semua orang mengetahuinya. Tebing Breksi ini tidak dijadikan area panjat tebing, karena tebingnya diukir menjadi hiasan untuk spot foto. Ada ukiran wayang, naga, dan anak tangga yang dijadikan tempat berfoto-foto. Biasanya tempat ini juga digunakan untuk pagelaran seni, prewedding, bahkan acara pernikahan.
Tak terasa senja mulai menghampiri, Gema tak lupa mengabadikan warna jingga pada langit itu. Lalu ia segera mengarahkan rombongan untuk melanjutkan perjalanan menuju restoran. Para rombongan dengan tertib masuk ke dalam bus satu per satu. Bus itu pun melaju dengan kecepatan sedang hingga setengah jam kemudian mereka telah sampai di restoran. Makan malam dengan menu utama gudeg khas Jogja itu telah dihidangkan untuk rombongan Alana Jaya Tekstil. Mereka dengan tertib mengambil makanan dan duduk menikmati makanan mereka seraya diiringi musik gamelan Jawa yang menambah suasana khas Jogja. Tampak Alana bingung memilih tempat duduk yang terlihat penuh, bahkan di meja keluarganya pun telah cukup untuk 4 orang. Gema memperhatikan Alana yang tengah celingukan ke kanan dan ke kiri. Ia menghampirinya, lalu mengajaknya duduk bersama di mejanya.
__ADS_1
“Alana, kamu gak kebagian tempak duduk ya?” tanya Gema dengan membawa piringnya.
“Eh, Gema. Iya nih, kok mejanya penuh semua,” jawab Alana seraya mencari meja kosong.
“Ayo ikut aku, kamu makan di meja aku aja gimana?” ajak Gema menuju ke tempat duduknya. Alana pun mengiyakan dan berjalan mengikuti Gema. Seketika ia membelalakkan matanya karena Rani terlihat duduk bersama Pak Asep dan lainnya di meja yang Gema tuju.
“Ini meja kamu?” tanya Alana yang enggan menatap wajah Rani di depannya dan Rani pun terkejut ketika Gema mengajak Alana duduk di meja mereka.
“Iya, duduk dan makanlah disini,” Gema menarik kursi untuk Alana dan ia duduk di depan Alana.
“Terima kasih,” kata Alana seraya tak sabar menikmati makan malamnya itu.
“Sama-sama,” jawab Gema tak lupa menyunggingkan senyumnya hingga membuat Alana sedikit gugup berada di dekatnya. Sepasang mata sinis tengah memperhatikan mereka, ia kesal sambil mengaduk-aduk makanannya.
(Mas Gema ngapain sih ngajak cewek itu duduk di meja kita, aku kan pengen duduk sama mas Gema, eh keduluan tuh cewek, batin Rani kesal).
__ADS_1