
Di dalam bus, Pak Asep juga menyampaikan sambutan untuk menutup perjalanan kali ini. Ia ditemani Gema di sampingnya, Gema memberikan microphone pada Pak Asep.
“Selamat malam keluarga besar Alana Jaya Tekstil yang kami sayangi, untuk mengakhiri perjalanan kita malam ini, saya mewakili tim ingin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Alana Jaya Tekstil kepada Bandung Holiday Tour and Travel untuk menemani perjalanan yang begitu mengesankan ini. Terutama kepada Pak Alex, Bu Anne, Mas Alka dan pacarnya Gema, Mbak Alana, saya pribadi menyampaikan terima kasih untuk kepercayaannya selama bekerja sama dengan kami. Dan kami ingatkan sekali lagi untuk kloter dua akan berangkat satu minggu lagi. Jadi para rombongan yang sudah berangkat minggu ini akan segera bekerja kembali seperti sebelumnya, dan gantian para pekerja yang ada di pabrik saat ini yang akan berangkat ke Jogja,” kata Pak Asep dalam menyampaikan sambutannya. Pak Alex dan keluarga tersenyum seraya menganggukkan kepala mereka untuk menyambut rasa terima kasih Pak Asep dan tim. Para rombongan dalam bus pun ikut tepuk tangan dengan riuh.
“Baiklah, sebelum perjalanan kita untuk kembali ke Bandung ada baiknya kita berdoa terlebih dahulu. Agar perjalanan pulang kita lancar dan selamat sampai tempat tujuan dan kita akan kembali pada rutinitas kita sebelumnya. Menurut agama dan kepercayaan masing-masing, berdoa dipersilahkan.” Gema pun akhirnya memimpin doa sebelum keberangkatan. Para rombongan segera memejamkan mata seraya menundukkan kepala hingga waktu berdoa selesai.
Bus pun melaju pelan melalui jalan yang dihiasi lampu-lampu yang menerangi malam itu, ditambah lagi sinar bulan terlihat terang, mengiringi rasa bahagia mereka saat itu. Bintang-bintang pun ikut serta menerangi langit, sebagai tanda langit juga merasakan kebahagiaan yang saat ini mereka rasakan.
Gema tidak duduk di tempatnya, karena Pak Asep minta ia menemani Alana di kursi belakang. Sebenarnya Gema sungkan pada Pak Asep, tapi Pak Asep yang memaksanya agar duduk bersama kekasih hatinya itu. Gema pun hanya bisa menurutinya, ia segera menghampiri Alana yang berada tepat di belakangnya.
“Alana, apa aku boleh duduk disini?” tanya Gema saat melihat Alana tengah memainkan ponselnya.
“Kamu nggak nemenin Pak Asep di depan?” tanya balik Alana karena dia juga sungkan pada Pak Asep jika Gema sampai meninggalkan pekerjaannya.
“Pak Asep malah yang minta aku duduk sama kamu. Nggak apa-apa kan?”
“Iya udah kalau itu memang permintaan Pak Asep, duduk aja disini. Tapi kamu jangan lupa tugas kamu juga nanti, tetep awasi dan dampingi semuanya jika ada yang membutuhkan bantuan kamu,” pinta Alana seraya memindahkan tas kecilnya.
__ADS_1
“Baik Nona Alana yang manis.” Gema pun duduk di samping kekasihnya itu sambil senyum-senyum. Alana pun masih merona setiap Gema memuji atau hanya sekedar menggodanya.
Alana menyandarkan kepalanya di bahu Gema, dan Gema pun mencoba menautkan jari jemari mereka. Rasa nyaman satu sama lain semakin terlihat, mereka saling menyunggingkan senyumnya. Betapa bahagianya mereka saat ini, tidak ada yang menyangka bahwa mereka akan menjalin sebuah hubungan. Bukan hubungan sebagai rekan bisnis, melainkan sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai dan menyayangi.
Di belakang mereka, Alka dan Meta juga tengah menikmati perjalanan kembali ke Bandung ini dengan bahagia, karena setelah ini mereka akan lebih disibukkan dengan rencana pernikahan mereka setelah keberangkatan kloter kedua ke Jogja. Mereka ingin semua hadir pada resepsi pernikahan yang akan digelar mewah itu. Mereka saling bersandar dan Alka menggenggam erat jemari Meta. Ia sangat bahagia bersama wanita yang dicintainya itu, namun ia juga tak kalah bahagia melihat adiknya telah memiliki seseorang yang siap melindunginya saat ini. Ia yakin Gema akan membahagiakan Alana suatu saat nanti.
Pak Alex dan Bu Anne pun lega, akhirnya perjalanan ini berjalan lancar. Mereka bangga dengan kerjasama yang baik dari semua tim yang selalu menjaga dan mendampingi rombongan. Rasa bahagia mereka semakin bertambah melihat putrinya tengah menemukan tambatan hatinya kembali. Mereka hanya berharap putra dan putri mereka bisa bahagia dengan pasangan masing-masing. Harapan semua orang tua, seperti apa kata Pak Asep.
Bus lain pun melaju pelan di belakang bus pertama dan seterusnya. Perjalanan panjang mereka lalui kembali seperti saat keberangkatan ke Jogja beberapa hari yang lalu. Di dalam bus, Gema tak tega membangunkan Alana yang tertidur pulas dan masih nyaman bersandar di bahunya. Ia ingin mengontrol rombongan di bagian belakang, ia masih khawatir jika ada salah satu rombongan yang membutuhkan obat-obatan atau minuman. Tapi ia melihat sekeliling bus, tampak semuanya tertidur dengan pulas dan tidak ada yang terjaga. Gema tetap terjaga karena ia juga masih mempunyai tanggung jawab untuk mengawasi perjalanan. Ia juga berusaha mengajak bicara sopir bus agar tidak mengantuk saat berkendara.
Dari jam ke jam yang dilalui, akhirnya mereka tiba di halaman parkir pabrik Alana Jaya Tekstil tepat pukul 4 pagi. Gema membangunkan Alana terlebih dahulu sebelum membangunkan semua rombongan.
“Iya Gema, aku juga mau membereskan tas sebelum turun dari bus.” Gema pun menganggukkan kepalanya. Ia segera mengambil microphone di depan.
“Selamat pagi semua, maaf mengganggu tidurnya. Saat ini kita sudah sampai di Bandung, tepatnya sudah tiba di halaman parkir Alana Jaya Tekstil. Jadi kami persilahkan Bapak Ibu dan adik-adik semua untuk bersiap-siap turun dari bus. Terima kasih.”
Semua rombongan yang mendengar pengumuman Gema segera membuka mata, tak lama kemudian mereka membangunkan anggota keluarganya yang lain. Mereka mulai bersiap-siap dan membereskan barang bawaan masing-masing. Dan satu per satu sudah ada yang turun dari bus. Alana yang masih ada di dalam bus meminta tolong pada Gema untuk membantu membawa barang-barangnya.
__ADS_1
“Gema, aku bisa minta tolong bawain barang-barangku?” tanya Alana dan Gema dengan senang hati membantunya.
“Dengan senang hati Tuan Putri Alana.” Alana hanya tersenyum melihat tingkah Gema seperti seorang pengawal yang siap mendampinginya kemanapun dia pergi.
Di luar tampak Pak Alex tengah membuat pengumuman kepada seluruh pegawainya yang sudah berkumpul semua di halaman parkir pabrik.
“Kepada seluruh karyawan Alana Jaya Tekstil, saya perlu mengingatkan kembali, karena hari ini kita telah tiba di Bandung. Itu artinya kita akan kembali bekerja seperti sebelumnya, dan saya beri waktu istirahat untuk kalian semua selama dua hari. Dan lusa baru bisa masuk kerja lagi, jadi pas satu minggu hari libur kalian. Begitupun nantinya, saat rombongan kloter kedua sudah berangkat akan disamakan dengan kloter pertama. Tidak ada yang berbeda satu sama lain. Demikian pengumuman saya, saya ucapkan terima kasih, semoga selamat sampai di rumah masing-masing dan selamat beristirahat.”
“Baik Pak, terima kasih,” ucap semua rombongan dan kemudian saling membubarkan diri menuju kendaraan masing-masing.
“Alana, maaf aku nggak bisa ngantar kamu karena aku harus ke kantor dulu ngembalikan property,” kata Gema setelah memasukkan barang-barang Alana ke mobil.
“Iya Gema, nggak apa-apa. Aku bisa pulang sama Papa dan Mama. Nanti kalau udah sampai rumah kabari aku ya?” jawab Alana dan Gema mengacungkan dua jempolnya seraya berkata,” Siap, nanti aku kabari kamu, selamat istirahat.”
“Terima kasih udah bikin perjalanan yang berkesan buat kami semua,” Alana memeluk Gema seakan ia berat untuk berpisah.
“Terima kasih kembali Alana. Kamu juga udah bikin project aku lebih dari kata berkesan.” Gema melepas pelukan Alana seraya mengacak-acak rambut Alana. Entah ia terlihat gemas sekali pada kekasihnya itu.
__ADS_1
“Udah sana masuk, hati-hati di jalan ya.” Alana menganggukkan kepalanya. “Pak Alex, Bu Anne, Mas Alka dan Kak Meta hati-hati di jalan, selamat beristirahat.” Semua mengiyakan seraya melambaikan tangan pada Gema.