Gema Di Hatiku

Gema Di Hatiku
Kesal


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Gema disambut ibunya dengan rasa khawatir karena tidak biasanya Gema pulang terlalu larut. Karena bertemu Alana di jalan tadi yang membuat Gema jadi pulang terlambat.


“Bu maaf Gema pulang terlambat?” ucap Gema seraya mencium tangan ibunya.


“Gema, kamu dari mana aja Nak?” tanya ibunya seraya mengusap kepala Gema.


“Tadi Gema ketemu Alana di jalan, mobilnya mogok jadi Gema bantuin Alana dulu” jelas Gema yang melihat raut wajah ibunya yang masih terlihat takut jika terjadi sesuatu dengan anaknya.


“Alana? Gadis yang kita ketemu di taman kota kemarin?”


“Iya Bu” jawab Gema sambil menuangkan segelas air putih yang ada di atas meja kemudian meneguknya pelan.


“Iya sudah, yang penting kamu tidak apa-apa, tadinya ibu khawatir. Kamu udah makan?” ibu Gema segera menyiapkan makan malam untuk anaknya itu.


“Tadi setelah membantu Alana, perut Gema bunyi, dan Alana membelikan makan Gema. Jadi ibu nggak usah repot-repot nyiapin makan buat Gema” Gema senyum-senyum sendiri mengingat kejadian memalukan di depan Alana tadi. Ibu Gema pun tertawa mendengar cerita memalukan itu.


“Ya ampun, kamu tuh malu-maluin tau Nak. Masak di depan cewek secantik Alana perut kamu tiba-tiba bunyi” kata ibunya.


“Iya juga sih Bu. Tapi mau bagaimana lagi, semuanya udah terlanjur kejadian. Hahaha” tawa Gema.


“Untung tadi ibu udah makan duluan. Iya udah cepetan mandi sana” Gema menuju kamar setelah mengiyakan perintah ibunya. Ia menaruh tasnya di meja kerjanya dan mengambil handuk di dalam lemarinya. Ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah berpakaian ia menghampiri ibunya untuk mengingatkan minum obatnya. Setelah menemani ibunya hingga tertidur, Gema kembali ke kamar untuk merebahkan tubuhnya yang lelah. Tak lama memejamkan matanya, ia pun tertidur.

__ADS_1


Alana baru saja tiba di rumah, ia melihat mobil Alka sudah ada di garasi rumahnya. Ia segera masuk ke dalam rumah dan kebetulan Alka sedang ada di ruang tengah untuk menonton bola.


“Kakak udah pulang dari tadi?” Alana geram melihat kakaknya sudah santai-santai di rumah sedangkan ia kebingungan di jalan karena mobilnya mogok.


“Kakak udah dari tadi nyampek rumah. Kamu dari mana aja jam segini baru pulang? Bukannya tadi kamu pamit pulang duluan?” tanya Alka bertubi-tubi, sama geramnya dengan Alana, mengingat Alana harusnya sudah tiba di rumah 2 jam tadi.


“Kak, harusnya aku yang tanya sama Kakak. Kakak kemana aja dari tadi aku teleponin juga” kata Alana yang mencoba menahan amarahnya.


“Aku gak liat ponsel tadi. Kenapa jadi kamu yang marah-marah, harusnya kan Kakak yang marah sama kamu?” jawab Alka heran kenapa jadi adiknya yang marah. Baru aja tadi siang mewek-mewekan bareng, sorenya ketawa-ketawa bareng, sekarang marah bertengkar lagi.


“Tadi mobil aku mogok di pinggir jalan Kak, aku telepon Kakak tapi gak diangkat-angkat, udah malam juga, aku kan takut” ujar Alana dengan mata berkaca-kaca.


“Ya ampun, mobil kamu mogok di jalan, pantesan lama. Maafin Kakak ya, tadi mungkin ponsel Kakak masih di dalam mobil waktu nganter Meta” Alka merasa bersalah tak mengangkat telepon dari adiknya yang terlihat ketakutan. “Terus sekarang mobil kamu udah bisa, kok kamu udah bisa pulang?”


“Kakak kan udah minta maaf, jangan ngambek gitu dong. Nanti manisnya hilang lho” goda Alka.


“Ishhhh, apaan sih Kak, aku masih marah nih. Malah digodain, gak lucu tau” Alana semakin kesal pada Alka dan berlalu meninggalkan Alka menuju kamarnya. Ia segera masuk ke kamar mandi, rasa lengket di tubuhnya seakan luntur dengan guyuran air dari shower. Setelah mandi dan berpakaian, Alana menghempaskan tubuhnya di atas kasurnya. Seketika matanya terpejam dan langsung memulai perjalanan menuju wisata mimpinya.


*Keesokan harinya


Pukul setengah 7 pagi, Alana mengerjapkan matanya yang terkena silau mentari yang masuk lewat tirai tipis yang ada dalam kamarnya. Ia menggeliatkan tubuhnya yang seakan malas untuk diajak bangun, ia segera masuk ke kamar mandi. Setelah setengah jam berendam, ia kemudian keluar dari kamar mandi dan ganti baju untuk segera berangkat ke kantor. Alana turun ke lantai bawah, terlihat Alka sudah di meja makan untuk sarapan bersama. Alana masih kesal melihat wajah kakaknya itu, tapi kalo tidak sarapan ia akan kelaparan di kantor nanti.

__ADS_1


“Pagi adikku yang cantik” sapa Alka tanpa perasaan bersalah sejak kejadian semalam.


“Pagi” Alana menjawab cepat kilat seraya mengambil nasi goreng buatan Bik Sumi yang menggoda.


“Masih marah ya sama Kakak? Kakak minta maaf lagi deh. Maafin yaa? Nanti Kakak beliin puding strawberry deh” rayu Alka seketika mengembalikan senyum Alana. Memang Alana tidak bisa menolak jika dibujuk dengan puding strawberry kesukaannya.


“Baiklah dimaafkan, tapi aku minta puding strawberrynya 5 cup yang sedang bukan yang kecil. Saat jam makan siang puding itu wajib nongol di meja aku nanti di kantor. Gimana?” ancaman Alana yang sama sekali tidak menakutkan bagi Alka.


“Siap tuan putri Alana yang manis” ucap Alka kemudian mereka melanjutkan makan pagi bersama. “O iya kamu belum cerita gimana mobil kamu bisa mogok semalem?” lanjut Alka.


“Kemarin waktu di perjalanan pulang, tiba-tiba mobilku mati di jalan. Aku coba nyalakan akhirnya bisa, dan tak lama kemudian mati lagi. Aku bingung kemarin mana ada bengkel buka malam-malam gitu. Aku telepon Kakak gak keangkat, akhirnya ada malaikat tanpa sayap yang lewat dan mau membantu aku” cerita Alana panjang lebar seraya tersenyum mengingat kejadian semalam.


“Emm, jadi gitu, ya untungnya ada malaikat tanpa sayap itu. Jadi adikku ini gak kerepotan lagi, lain kali sering-sering cek itu mobil kamu Al, udah waktunya ganti juga, kamu masih aja suka pakai mobil itu” Alka masih tak paham apa yang dirasakan Alana ketika bertemu malaikat tanpa sayap yang dimaksud adalah Gema.


“Iya Kak, tapi aku masih sayang sama mobil itu, apalagi mobil itu hadiah ulang tahun aku dari Papa” kata Alana sambil menyendokkan nasi goreng ke dalam mulutnya.


“Iya udah terserah kamu aja, yang penting perawatannya aja lebih rutin lagi” Alana mengiyakan dan mereka segera menyelesaikan sarapannya.


Kemudian mereka berangkat ke kantor dengan mobil masing-masing. Karena Alka akan ada meeting di luar dengan supplier pabrik pagi ini, dan Alana yang menghandle semua kegiatan di pabrik hingga Alka selesai meeting nanti. Di garasi mobil, Alana masih sempat-sempatnya mengingatkan Alka tentang puding strawberry yang dijanjikannya tadi.


“Kak, jangan lupa pudingnya nanti siang sudah harus ada di mejaku ya?” kata Alana seraya menyunggingkan senyumnya.

__ADS_1


“Siap Nona cantik, semua akan tersedia nanti siang di meja Nona. Kakak berangkat duluan, nanti meetingnya telat lagi” jawab Alka dan mulai melajukan mobilnya keluar garasi.


__ADS_2