Grandmaster Of Secret Strategy

Grandmaster Of Secret Strategy
Chapter. 16 - Sebuah Nama


__ADS_3

"Bagaimana kau bisa terluka seperti ini? Apakah sebelumnya kau terlibat dalam sebuah pertarungan?" 


Wajah Xiao Guang Yu yang sangat tidak biasa, mengernyitkan dahinya untuk Xiang Hu yang sedang terluka parah, khawatir dengan keselamatannya saat ini. 


Xiang Hu yang menyorot ekspresi Xiao Guang Yu, sedikit bisa menangkap artinya. Mungkin saja dia terlalu mengkhawatirkannya meskipun tidak seharusnya dia sangat mengkhawatirkannya karena dia adalah seorang bangsawan iblis yang bisa memulihkan dirinya sendiri dan tidak seperti Guzhu She yang ditakdirkan untuk menjadi seorang pelayan Dewa dan tidak bisa memulihkan dirinya sendiri. 


Xiang Hu menjadi sedikit tertawa sebelum berkata, "Aku baik-baik saja. Lagipula selama racun ular itu sudah dikeluarkan dari dalam tubuhku, itu akan mempermudahku untuk memulihkan keadaanku yang seperti ini." 


Xiao Guang Yu kembali membentak, "Jangan anggap ini bermain-main! Aku tanya sekali lagi, apakah dewamu yang sebelumnya pernah membiarkanmu terluka seperti ini dan hanya diam saja tanpa membalaskannya?!" 


Xiang Hu kemudian merendahkan kepalanya, berpikir sebelum dia menjawab, "Jika aku berkata jujur, tetap saja kau tidak akan bisa membalaskan ketidakadilan ini. Lagipula, kau ini masih menjadi seorang manusia yang belum diberkahi oleh para Dewa sebuah kekuatan yang besar untuk bertarung pada golongan makhluk terbuang seperti iblis-iblis itu."


Guzhu She sambung bicara, "Itu benar, untuk apa kau bertanya padanya? Kau ini masih terlalu kecil dan belum bisa bertarung. Kami juga, harus terus melindungimu sampai kau siap untuk menuju alam surga."


Xiao Guang Yu menurunkan pandangannya, sebelum berkata, "Memangnya kenapa? Bukankah kalian sendiri yang membawaku untuk dijadikan Tuan bagi kalian dan sudah menganggapku sebagai Dewa kalian? Aku hanya ingin tidak ada yang berbohong di antara kalian berdua dan selalu berkata jujur padaku apapun konsekuensinya, aku akan tetap menerimanya." 


Xiang Hu terdiam sesaat kemudian meraih tangan Xiao Guang Yu dan mencium punggung tangannya, berkata, "Kalau begitu, maafkan atas tindakan lancang pelayan ini. Saya tidak berhak menolak apa yang Dewa perintahkan kepada saya." 


Xiao Guang Yu kembali menarik tangannya sebelum berkata, "I,.. iya baiklah. Sekarang coba ceritakan padaku apa yang telah terjadi." 


Xiang Hu mengelus dagunya mencoba untuk berpikir kembali dan melirik ke arah Guzhu She sebelum dia menjawab, "Aku tidak yakin jika menceritakannya di depan Guzhu She untuk sekarang ini." 


Guzhu She langsung menjawab, "Memangnya kenapa? Kau tidak ingin menceritakan tentang kekalahan mu ini?"

__ADS_1


Xiang Hu melambaikan setengah dari tangannya sebelum berkata, "Tidak bukan begitu hanya saja, aku menjadi sedikit kesal sekaligus dendam padamu karena setelah kau membawa dewaku pergi bersamamu, aku ditinggalkan olehmu bersama dengan ayahmu yang banyak omong itu." 


Ekspresi wajah Guzhu She sempat terkejut kemudian kembali dingin saat dia melipat tangannya, "Bukan urusanku!" 


Xiang Hu berkata dengan sedikit mencibir, "Apakah anjing ini menginginkan anak kucing putih ini mati di tangan anjing dewasa?" 


Xiao Guang Yu berkata, "Jadi,.. apakah Xiang Hu ini diserang oleh Liu Shuji saat Guzhu She membawaku pergi?" Setelah jeda sejenak, Xiao Guang Yu melanjutkan, "Kenapa saat itu kau tidak pergi saja dan menyusul kami, Hu'er?!"


Mendengar cara Xiao Guang Yu memanggil namanya itu, membuat Xiang Hu seperti mendapatkan Sambaran petir dalam benaknya, dia sama sekali tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Guang Yu ini. 


Xiang Hu meraih kedua bahu Xiao Guang Yu sebelum berkata dengan penuh kecemasan, "Bisa katakan sekali lagi? Tadi kau menyebut ku apa?" 


"Eh?" Xiao Guang Yu terkejut dan kembali melanjutkan, "Bukankah sudah biasa jika seseorang memanggil sebutan sayang? Hu'er dan juga Ah-She?" 


Xiao Guang Yu menjadi bingung sampai dia bertanya, "Ada apa dengan wajah kalian? Apakah kalian berdua tidak suka jika aku memanggil nama seperti tadi?" 


Xiang Hu sedikit menghela nafasnya sebelum berkata, "Tidak, hanya saja kami sudah lama tidak dipanggil seperti itu selama dua ratus tahun ini." 


Guzhu She menurunkan pandangannya dan membuat poni rambut di depannya hampir menutupi seluruh wajahnya sebelum berkata, "Semenjak, Xiao Yan mati, kami seperti peliharaan tanpa majikan dan dibiarkan terlantar dan tidak pernah ada yang memanggil kami dengan sebutan seperti itu." 


Xiao Guang Yu kemudian tersenyum lembut dan ramah seperti Tuan yang sangat baik, dia berkata, "Jika itu yang kalian inginkan, aku tidak keberatan untuk memanggil kalian dengan sebutan seperti itu."


Dewa yang sangat baik dan murah hati, julukannya sebagai Dewa perang yang sering dipandang sebagai Dewa yang kejam dan penuh amarah tetapi, hal itu tidak terjadi pada reinkarnasinya ini. Sejak dulu, Dewa perang memang seseorang yang lembut dan murah hati, memang tidak pernah berubah. 

__ADS_1


Pesawat-pesawat yang sibuk mengawasi, tiba-tiba menjadi hitam dan pucat, membuat tanah ini menjadi mendung dan memiliki suasana yang sedikit berduka. Tapi, apa yang telah terjadi di sini? 


Sampai, muncul seorang utusan langit yang turun dari lapisan teratas alam surga membawa kegelisahan untuk seorang Dewa baru seperti Xiao Guang Yu saat ini. 


Laki-laki itu selalu memakai baju zirah yang indah dan bercahaya di antara seluruh langit mendung yang ada di sekitarnya. Pedang pemenggal yang biasa menjadi senjatanya sudah dimunculkan dan sedang menggantung di belakang punggungnya. Sorot matanya indah, memancarkan kekuatan yang besar. Juga, sepatu yang besar dengan besi yang menjadi pelapisnya, sampai di atas tanah alam fana dan langsung melirik ke arah Xiao Guang Yu dengan penuh kelakukan negatif dalam benaknya. 


Dialah seorang utusan alam surga yang ditugaskan untuk menguji seorang Dewa baru tanpa memberitahukan identitasnya yang sebenarnya agar Dewa baru ini tidak curiga jika dirinya sedang menghadapi ujian, laki-laki itu adalah San Gu.


...***...


Derap langkah beberapa ekor kuda yang membawa tuannya di atas punggungnya, memakai helm besi yang biasa digunakan untuk seekor kuda perang, serta Kaisar mereka yang sedang memimpin barisan itu adalah kaisar Jin Yu, dengan baju zirah yang indah memancar di sekitar pegunungan.


Salah satu pengikutnya, mempercepat langkah kudanya sebelum dia melontarkan pertanyaan pada Jin Yu, "Paduka! Sampai kapan kita akan mencari Pangeran Yu disekitar sini?" 


Jin Yu langsung menjawab, "Tentu saja sampai ketemu. Apakah kau sama sekali tidak berpikir jika ini adalah bagian dari balas budiku atas Kaisar Wu yang telah menyelamatkan ku dan juga rakyatku?" 


Pelayan itu kembali berkata, "Tapi, apakah anda tidak merasa keberatan untuk melakukan hal ini?"


Jin Yu berusaha bersikap baik dan menjawab, "Apakah kaisar Wu pernah setengah-setengah untuk menolong saya pada saat kondisi negara saya sedang kritis?" 


Pelayan tersebut membungkuk sebelum berkata, "Baik paduka. Saya mengerti." 


Segerombolan kuda perang tersebut terus berjalan sampai mereka menemukan sebuah rumah sederhana yang menjadi tempat tinggal Yun Shen bersama dengan anak sebatang kara lainnya, berhenti sesaat untuk menanyakan beberapa hal padanya. 

__ADS_1


Jin Yu berkata dalam benaknya, "Apakah ini adalah tempat tinggal seorang perdana menteri yang pernah diusir oleh kaisar Wu karena kebutaannya? Kalau tidak salah, dia adalah Yun Shen?" 


__ADS_2