Grandmaster Of Secret Strategy

Grandmaster Of Secret Strategy
Chapter. 53 - Memberi Peringatan


__ADS_3

Selang beberapa detik setelah Guzhu She sudah puas menatapnya, Xiang Hu memakaikan kembali pakaiannya dan segera menganggap hal ini benar-benar tidak terjadi. 


Xiang Hu berkata, "Sudah puas melihat tubuhku yang proposional?" 


Guzhu She langsung berkata, "Apa maksudmu dengan tubuh proporsional mu itu?! Sebelumnya, apa artinya lengkungan garis merah yang ada di bahumu tadi? Apakah itu segel kutukan?" 


Xiang Hu menjawab sambil mengenakan kembali pakaiannya, "Tidak lama lagi kau juga akan tahu!" 


Guzhu She tidak berekspresi dan berkata, "Apakah kau adalah pengkhianat bangsawan, sehingga keluargamu sendiri menanamkan segel itu padamu agar kau tidak bisa berkultivasi secara sepenuhnya?" 


Xiang Hu terdiam, menatap dinding lantai dan hanya menganggukkan kepalanya begitu dia mendengar seluruh ucapan Guzhu She yang dianggapnya benar. 


Selama dia masih menjadi bangsawan di alam iblis. Kehidupannya tidak sebebas apa yang dimiliki oleh suku dibawahnya yang bisa dengan seenaknya berkeliaran layaknya peliharaan tanpa majikan. Ketika tingginya belum mencapai tinggi orang dewasa yang berumur seratus tahun, Xiang Hu sudah pergi dari alam iblis meninggalkan tempatnya sendiri hanya untuk mendapatkan sebuah kebebasan yang akan dimiliki olehnya. 


Sampai dia kembali bertemu dengan Shang Ren ketika masih di alam fana, berkeliaran tanpa tuan mencuri banyak makanan dari para penduduk desa.


"Shang Ren kemudian marah ketika aku memilih untuk hidup di alam fana dan akhirnya membatasi kekuatan spiritual ku hanya agar dia menjadi satu-satunya iblis dalam suku rubah yang memiliki kemampuan berkultivasi di tingkat tertinggi." 


Guzhu She berkata, "Apakah itu sebabnya kau selalu terlihat lemah meskipun itu di hadapan tuanmu sendiri?" 


Xiang Hu kembali menutup tubuhnya dan menjawab, "Aku tidak ingin Yang Mulia mengetahui hal ini." 

__ADS_1


"Mengetahui hal apa?" Suara Xiao Guang Yu terdengar jelas dari balik pintu masuk kuil, bersama dengan Li Ruo yang berada disampingnya, dengan pakaian yang terlihat berdebu karena tanah dan dahan pohon yang mengotori pakaian mereka. Xiao Guang Yu kembali berkata, "Apa yang terjadi pada Hu'er? Apa yang saat ini dia sembunyikan dariku?" 


Xiang Hu tampak ragu untuk menjelaskannya dan akhirnya menjawab apa adanya yang saat ini terlintas di dalam pikirannya, "Guzhu She hanya ingin melucuti ku saja! Dia mencoba untuk melihat tubuhku yang langsing dan proporsional!" 


"Eh?" Guzhu She terdiam karena merasa tertuduh karena dianggap telah melakukan hal yang melanggar pada Xiang Hu. 


Li Ruo sedikit melengkungkan senyuman sebelum berkata, "Aku benar-benar tidak mengetahuinya. Ternyata ada saja seseorang yang memiliki selera sangat buruk. Apakah kau bisa menghasilkan seorang anak dengan menikahi sesama jenismu?" 


Guzhu She menjawab dengan dingin, "Apa yang sebelumnya kau katakan, telah benar-benar menghina namaku. Ngomong-ngomong, aku sama sekali belum pernah mengalahkanmu hanya dalam satu serangan." 


Li Ruo lanjut bicara, ",... Dan kau juga selalu kalah hanya dalam satu serangan dariku. Bahkan saat aku pertama kali melihatmu, aku ragu jika kau benar-benar adalah pelayan untuk seorang Dewa." 


Guzhu She mengancam dengan suara yang berat, "Rupanya orang ini benar-benar mengundang malaikat maut untuk menjemputnya!" 


Melihat suasana buruk yang semakin menjadi-jadi, Xiao Guang Yu mencoba untuk menenangkan mereka berdua dan berkata, "Sudahlah, jangan membuat kekacauan kembali. Bukankah aku sudah menyatukan kalian bertiga? Itu benar 'kan Hu'er?" 


Saat Xiao Guang Yu melirik ke arahnya dengan wajah penuh kasih sayang, Xiang Hu malah menjawab, "Apanya yang menyatukan? Yang aku lihat saat ini tampaknya sedang ada konspirasi." 


”Dia sama sekali tidak merubah apapun!” batin Xiao Guang Yu yang akhirnya menahan kesalnya terhadap ketiga makhluk berbeda alam ini. 


Sementara di lain hal dan ditempat yang lain. Pegunungan es yang terbentuk di benua timur ini sepertinya sudah memulai sebuah bencana. Angin besar yang biasanya menandakan keberuntungan, berubah menjadi keburukan yang akan dialami oleh semua orang yang berada di sana. Lalu, tepatnya pada sebuah rumah sederhana yang memiliki cahaya di setiap sisinya, memperlihatkan seorang wanita berpakaian merah, sedang melatih kultivasinya. 

__ADS_1


Menurut kabar yang beredar di desa kecil ini, wanita yang memakai pakaian merah dengan rambut coklat panjang dibiarkan menjuntai, Lin Ying adalah satu-satunya seorang manusia pembudidaya iblis yang berguru pada iblis mimpi ketika usianya baru menginjak enam belas tahun.


Melihat masa lalunya yang begitu kelam, dipenuhi dengan darah dimana-mana bahkan dia sama sekali tidak mengenal kedua orang tuanya sendiri, membuat Lin Ying menjadi seorang Kultivator yang memilih untuk berjalan di jalan yang hitam, penuh dengan sesat yang akan membuatnya memiliki sifat membabi buta dalam suatu pertarungan. 


Tepat di hari itu juga, sebuah pesan burung datang padanya melewati sebuah firasat yang jelas, sepertinya para bangsawan di alam iblis benar-benar terpenjara di tempatnya sendiri. 


Lin Ying yang mendapatkan berita tersebut, lantas mendengus dan berkata pada dirinya sendiri, "Memangnya siapa Dewa baru yang telah melakukan hal ini kepada mereka? Apakah aku harus benar-benar membuat rubah itu terjerumus dalam tujuh lingkaran arwah pendendam?" 


Meskipun kedengarannya cukup mudah namun, hal ini akan mengorbankan satu jiwa yang akan terlepas dari tubuhnya. Siapa sangka, Shang Ren memang berniat untuk menghancurkan Xiang Hu cepat atau lambat dengan menggunakan segel yang tertanam dalam tubuhnya. 


Lin Ying kembali berkata, "Sepertinya aku harus membuat array untuk segera menuju tempat mereka. Tapi sebelum itu, aku harus mengetahui bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh Dewa itu. Bisa-bisa aku hancur hanya dalam satu serangan yang dia lakukan." 


Lin Ying mengambil setetes air yang besar berukuran hampir seperti sebuah bola yang di mainkan. Bayangan target bermunculan dimana-mana ketika Lin Ying mengawasi satu orang dari kejauhan. 


Saat ini, Xiao Guang Yu tidak melakukan apapun dan hanya berbicara pada penduduk desa disekitarnya, sedangkan yang lain sedang sibuk menimba air. ”Mungkinkah dia hanyalah Dewa biasa?” 


Sementara ini, Xiao Guang Yu yang juga merasakan bahwa dirinya sedang diawasi, segera menunjukan kewaspadaannya dan masih terdiam ketika dia melihat Li Ruo yang sedang memotong beberapa kayu bakar menggunakan kapaknya. 


Li Ruo tampaknya juga merasakan adanya yang mengawasi dan berkata pada Xiao Guang Yu, "Gege, sepertinya seseorang telah mengawasi dari kejauhan." 


Xiao Guang Yu terkejut dan berkata, "Apakah Li Ruo juga merasakannya?"

__ADS_1


Li Ruo menaruh kapak pada sebuah kayu dan melipat tangannya, "Dia tidak hanya mengawasimu saja, melainkan dia juga mengawasi setiap orang yang ada disini." Li Ruo berhenti sesaat dan melirik ke arah Xiao Guang Yu, "Gege, apakah kau takut?" 


"Eh?" Xiao Guang Yu terkejut dan menjawabnya dengan melihat ke arah Xiang Hu dan juga Guzhu She yang berada tidak jauh dari mereka, "Aku hanya takut tidak bisa melindungi orang terpenting bagiku, lagi." 


__ADS_2