Grandmaster Of Secret Strategy

Grandmaster Of Secret Strategy
Chapter. 77 - Penyerangan Alam Surga


__ADS_3

"Mau apa kau kemari Li Ruo!"


Semua pandangan yang ditunjukkan oleh para Dewa di alam surga tampak ketakutan mengingat, Li Ruo dulunya adalah seorang iblis yang pernah mengadakan kudeta di berbagai tempat dan iblis yang sudah membunuh lebih dari sepuluh Dewa di alam surga. 


Kepakan sayap burung Phoenix hitam peliharaannya mulai memunculkan hawa dingin yang kembali melanda. Phoenix hitam dengan mata yang memancarkan cahaya merah menyala, melambangkan keberadaan Li Ruo yang akan mengancam mereka dan bahkan akan membunuh seluruhnya jika dia sempat untuk melakukan hal tersebut. 


Li Ruo melengkungkan senyuman sebelum dia berkata dengan dingin, "Dosa besar apa yang telah kalian lakukan?" 


Salah satu junior berkata pada Dewanya, "Yang Mulia, dia adalah Li Ruo anak yang di selamatkan oleh Dewa perang dan sekaligus menjadi alasan kenaikan Dewa perang ke alam surga." 


Dewa itu berkata, "Mengapa anak yang dibesarkan oleh Dewa terhormat malah menjadi iblis yang mengancam dirinya sendiri?" 


Li Ruo yang mendengar percakapan tersebut hanya diam memandangi mereka dengan ekspresi bengisnya sebelum dia kembali berkata, "Terimakasih berkat kalian yang telah membunuh dewaku, keberadaan iblis petaka telah kembali dan akan menghancurkan alam surga selagi mereka tidak memiliki seseorang yang akan melindunginya." 


Yao Lin menyela beberapa barisan dan langsung berkata pada Li Ruo, "Jangan! Li Ruo bagaimanapun, Yang Mulia juga tidak akan terima jika kau membunuh kami semua dan menghancurkan alam surga!" 


Li Ruo langsung menjawab, "Justru karena keberadaan kalianlah yang telah membuat Yang Mulia Pangeran terbunuh! Mengapa kalian harus membunuhnya sementara kalian berharap padanya agar bisa melindungi alam surga dan alam fana dari para iblis?!" 


Yao Lin kembali berkata, "Dengarkan aku Li Ruo. Semua ini hanyalah kecelakaan. Kami benar-benar tidak mengetahui bahwa leluhur Zhen Bei yang telah memanipulasi surat yang diberikan oleh Kaisar langit."


Li Ruo kemudian membentak, "Apakah kalian juga tidak membacanya dengan jelas?! Apakah karena hanya secarik kertas mata kalian menjadi buta sepenuhnya!?" 


Lan Yue langsung menjawab, "Li Ruo! Bagaimanapun Dewa perang termasuk bagian dari alam surga dan dia juga pernah menyelamatkan hidupmu berulang kali. Itu berarti kau memiliki hutang besar pada alam surga!" 

__ADS_1


Li Ruo menjawab dengan sinis, "Untuk apa kau berterimakasih pada alam surga sementara kalian terus saja menendangnya keluar?" 


Ketika seluruh kekuatan spiritualnya berkumpul di atas kedua tangannya dan membentuk sebuah cahaya, Xing Chen langsung melemparkannya ke arah Li Ruo tanpa sepengetahuan darinya. 


Namun, serangan ringan tersebut tidaklah membuatnya dia menjadi kalah. Dan hanya dalam satu gerakan yang cukup cepat, dia mampu menghindari serangan tersebut dan menendang bola spiritual tersebut kepada pemiliknya. 


Menyadari adanya serangan lanjutan dari Li Ruo, Xing Chen langsung menepisnya dan menghindar dengan mendekati Li Ruo yang saat ini berada di depannya. 


Dengan melihat burung Phoenix hitamnya saja sudah membuat semua dewa disini merinding apalagi ketika ditantang untuk bertarung dengannya, merupakan hal yang sangat percuma untuk bisa menang darinya. 


Li Ruo menatap sinis ke arah Xing Chen yang sudah berdiri di depannya dan berkata, "Apa kau saat ini sedang menantangku untuk bertarung?"


Xing Chen sangat tidak percaya dia mendapatkan undangan berupa pertarungan yang tidak mungkin dimenangkan olehnya dan bahkan, kemampuan bertarungnya masih dibawah kemampuan dewa spiritual dan tidak memungkinkan untuk dia bisa menang dalam pertarungan ini. 


Dan jika dia menolak ajakan ini, bukankah itu berarti dia sedang merendahkan dirinya sendiri di hadapan para dewa yang sedang menyaksikannya?


Li Ruo tidak berekspresi dan berkata, "Kau sungguh tidak menghargai nyawamu sendiri." Li Ruo terdiam sesaat dan kembali berkata, "Kalau begitu serang aku terlebih dahulu." 


Xing Chen langsung menjawab, "Sesuai dengan apa yang kau katakan." Ucapnya yang langsung berlari ke arahnya tanpa mengetahui strategi apa yang dilakukan oleh Li Ruo untuk membunuhnya dengan hanya satu serangan saja. 


Lalu, yang terjadi berikutnya benar-benar tidak bisa dipercaya. Li Ruo yang masih bisa tersenyum lebar, hanya butuh satu kali ayunan pedang Jianshi untuk membunuhnya. Dan benar saja, tidak lama setelah Li Ruo melakukan serangan pertamanya. Pancuran darah mulai terlihat pada tubuh Xing Chen yang sudah tersayat pedang Jianshi. Sangat dalam hingga terjadi hujan darah yang hanya menimpa dirinya. 


Para Dewa yang menyaksikan pertarungan itu, sangatlah terkejut dan benar-benar tidak percaya bahwa Xing Chen akan dengan mudahnya terbunuh oleh Li Ruo meskipun hanya dengan satu kali ayunan pedang untuk melumpuhkannya. 

__ADS_1


” Tidak! Bagaimana dia bisa melumpuhkan Dewa beladiri hanya dengan satu kali ayunan pedangnya?!” 


Semua Dewa terkejut melihat hal itu dan serius dalam memandangi raut wajah Li Ruo yang semakin menantang mereka dengan nada kesombongan dia berkata, "Siapa lagi yang ingin melakukan pertarungan singkat denganku?" 


Yao Lin menggertakan giginya dan berkata dengan penuh kekesalan yang memenuhi pikirannya, "Jangan bertindak diluar batas! Li Ruo! Apakah kau sama sekali tidak merasa bahwa Dewa perang sedang melihat pemandangan suram ini?!" 


Li Ruo langsung menjawab dengan dingin, "Apakah aku peduli terhadap seseorang yang telah menghambatku? Kalian sedang memanfaatkan Dewaku untuk melindungi kalian? Tidakkah kalian berpikir bahwa Dewaku tidak akan terima jika aku diam saja?" 


Kepakan sayap burung Phoenix merah milik Kaisar langit, membuat angin di sekitarnya menjadi pedang yang langsung diarahkan pada Li Ruo yang masih berdiri ditempat yang sama. 


Begitu serangan Phoenix merah menyambar ke arah Li Ruo, Phoenix hitam miliknya pun bergerak dan membalikkan keadaan semula. Kepakan sayap burung Phoenix merah tidak cukup kuat untuk menahan serangan yang dilakukan oleh Phoenix hitam terhadap beberapa Dewa yang berdiri di barisan depan. Pada akhirnya, beberapa dari Dewa tersebut ada yang terluka akibat serangan yang dilakukan oleh Phoenix hitam milik Li Ruo. 


Dan bersamaan dengan munculnya Phoenix merah di belakang Mereka, semuanya pasti sudah mengetahui bahwa Kaisar langit telah datang untuk membantu mereka saat menghadapi Li Ruo yang datang sendirian. 


Kaisar langit melompat dari barisan belakang, menuju barisan depan dan langsung bertatap-tatapan dengan Li Ruo yang masih menunjukkan senyum sinisnya. 


Tidak hanya terus bertatap-tatapan dengannya, Kaisar langit juga berkata padanya, "Li Ruo! Hentikan semua pembunuhan yang kau lakukan terhadap alam surga!" 


Li Ruo sedikit tertawa dan berkata, "Mengapa selalu ada pertanyaan yang sama mengenai hal yang aku lakukan saat ini?! Apakah kalian tidak memiliki rencana lain untuk menghentikan ku?!" 


Sebuah kilatan cahaya menyambar ke arah Li Ruo dan bersamaan dengan hal itu, sebuah pedang menikam jantungnya hingga menembus punggungnya. 


Cratt!!! 

__ADS_1


"Alam surga tidak akan menerima iblis sepertimu!" 


Suara darah yang mengalir keluar dan menetes tidak berhenti di atas tanah. Li Ruo memuntahkan seteguk darah begitu dia melihat Qing Luo yang berada di depannya, telah menusuk jantungnya hingga menembus punggungnya! 


__ADS_2