
Kepakan sayap burung merak biru yang melayang di udara, tampak terdengar seperti suara musik yang berdentang.
Qingqing melihat sekitar ruangan udara yang tampak tertutupi oleh awan putih berterbangan di sekitarnya. Penglihatannya masih tergolong tajam dan bisa melihat kemanapun Shin Yu pergi darinya.
”Keluarlah kau Shin Yu! Akan aku buktikan bahwa rakyat timur tidaklah lemah!” batin Qingqing yang telah mempersiapkan dirinya dengan pedang Qinwa.
Lalu, yang terjadi adalah sebuah dentang lonceng surga terdengar menggema di telinganya dan membuat Qingqing harus menutup telinganya agar tidak tuli setelah dia merasakan lonceng surga yang digetarkan untuknya.
Tidak lama, suara gemerincing itu kembali terdengar. Shin Yu tampak tidak terlihat dengan penglihatannya dan secara tiba-tiba dia langsung berkata, "Putri istana timur memang tidak ada duanya. Kau benar-benar tidak menyerah untuk membunuh lawanmu."
Qingqing membuka telinganya dan menghunuskan pedang Qinwa ke arahnya, "Seorang Pembudidaya Iblis seharusnya tidak hidup di alam fana!"
Shin Yu melengkungkan senyuman dan berkata dengan nada menantang, "Benarkah? Kalau begitu, aku akan bertaruh bahwa kau tidak akan bisa mengalahkanku hanya dengan satu serangan."
Qingqing menjawab dengan tegas, "Kalau begitu, aku akan membuktikannya."
Dilihat dari posisi mereka berdua sekarang ini, Qingqing tampaknya sudah siap dengan pedang Qinwa dan juga Shin Yu yang tampaknya merasa bahwa dia akan memenangkan pertaruhan ini. Dan jika aku benar bahwa kau tidak bisa mengalahkanku hanya dengan satu serangan, aku akan membuatmu kehilangan indera penglihatan mu!
Keduanya melompat dari tempat yang berbeda menuju satu arah yang dituju oleh mereka.
Seperti sebuah sambaran kilat yang membentang langit. Pedang Qinwa yang membuat cahaya biru memancar dari atas langit dan juga kipas lipat Shin Yu yang membuat kilat merah menghantam bumi dan menghancurkan seombak tanah di bawah kakinya.
Setelah pancaran cahaya tersebut perlahan menghilang, seseorang telah jatuh lebih dulu!
Qingqing menutup matanya yang terasa perih dan berdarah. Kekuatan spiritualnya sudah tidak lagi bisa menahan dirinya untuk melayang di udara dan akhirnya jatuh dari atas ketinggian.
__ADS_1
Merak biru yang sebelumnya berada bersamanya, juga terluka akibat sambaran cahaya yang mengenai sayapnya dan telah jatuh sebelum Qingqing yang telah kalah dalam pertarungannya sendiri.
Qingqing jatuh di antara pepohonan dan semak-semak dengan mata yang terluka. Sudah sekitar satu jam dia berada di antara semak-semak sebelum Guzhu She menemukannya dalam keadaan yang sama saat dia kalah dalam pertarungan tunggal.
Kuil Dewa beladiri Xing Chen, tanah Dao Shan.
Tangannya gemetar ketika dia melihat kegelapan yang menyelimuti penglihatannya. Begitu juga dengan sehelai kain yang dirasa olehnya sedang terikat menutupi kedua matanya. Qingqing yang kembali tersadar, merasa sangat tidak percaya bahwa dia akan kalah hanya dengan satu serangan yang dilakukan oleh Shin Yu padanya. Kemungkinannya, Shin Yu sengaja menyembunyikan kekuatannya saat pertarungan di langit pulau es karena, dia menginginkan agar Qingqing 'lah yang dianggap telah bersalah karena telah merusak banyak dari bangunan yang ada di pulau es. Sampai mereka bertarung di atas benua api yang akhirnya membuat kekalahan untuk Qingqing.
Aroma ini, adalah aroma dupa? Dari mana datangnya aroma ini? Dan sebenarnya, aku sedang berada ditempat apa?
Hentakan suara kaki anak-anak yang datang ke arahnya, membuat Qingqing waspada dan mencari pedang Qinwa yang mungkin berada di sekitarnya. Saat ini, dia sedang tidak bisa melihat apapun sehingga hanya bisa meraba setiap benda di sekitarnya dan akhirnya berhasil menemukan Qinwa yang kemudian, dihunuskan ke arah Li Ruo yang saat ini berjalan ke arahnya.
Qingqing berkata dengan waspada, "Siapa kau?! Apa tujuanmu datang kemari?!"
"Eh?" Li Ruo terkejut dan terdiam sesaat memandangi Qingqing dengan ekspresi terkejutnya, kemudian berkata, "Gege menyuruhku untuk memberikanmu air untuk diminum. Dia tahu kapan kau sadar dan tahu bahwa wanita tidak suka didatangi oleh seorang laki-laki dewasa. Jadi, Gege yang menyuruhku untuk memberikanmu ini." Ucapnya sambil menaruh gelas bambu yang berisikan air jernih di hadapannya.
Qingqing yang mampu merasakan tangan Li Ruo yang memang terasa seperti anak kecil, lantas berkata, "Kau masih berumur 9 tahun? Tanganmu begitu kecil."
Li Ruo langsung menjawab, "Jangan sombong! Hanya karena kau lebih dewasa dibandingkan denganku, kau juga jangan meremehkan kekuatan yang saat ini aku miliki."
Setelah dia meneguk air yang berada di dalam bambu tersebut, Qingqing segera bertanya, "Dimana orang yang telah menyelamatkan ku?"
Li Ruo menjawab, "Gege sedang tidak berada disini. Dia sedang berada ditempat kau jatuh tadi."
Qingqing kembali berkata, "Apa yang dia lakukan disana?"
__ADS_1
Li Ruo menjawab dengan malas, "Mana ku tahu!"
Menjelang sore ketika mereka baru saja kembali dari tempat sebelumnya, Xiao Guang Yu kembali membuka pintunya dengan perlahan membuat tirai-tirai ruangan berterbangan karena angin yang cukup berhembus dengan kencang saat ini.
Ketika dia mendengar suara hentakan pedang yang dikembalikan pada tempatnya, Xiao Guang Yu lantas melihat ke arah Qingqing yang terduduk di atas kasur jerami dan berkata, "Dewi Qingqing sudah sadar? Bagaimana keadaanmu sekarang ini?" Ucapnya sambil berjalan ke arahnya dan kemudian duduk di sampingnya.
Qingqing membenarkan kain putih yang menutupi matanya dan berkata, "Saat ini, aku masih tidak bisa melihat siapa yang telah menyelamatkan ku?"
Xiao Guang Yu menjawab, "Ah-She yang melakukan itu semua. Dia yang menemukanmu dan dia juga yang memberikan mu pengobatan untuk matamu."
Qingqing sedikit terkejut dan berkata, "Ah-She? Apakah maksudmu adalah ular itu? Tapi, jika kau ini sedang berada bersama iblis ular dan juga iblis rubah, apakah kau ini adalah Yang Mulia, Dewa perang?"
Xiao Guang Yu sedikit tertawa dan berkata, "Iya,.. setidaknya begitu."
Qingqing kemudian membungkuk dan berkata, "Qingqing memberi hormat untuk Yang Mulia. Terimakasih atas perlindungan Anda." Ucapnya yang kemudian kembali duduk tegak.
Guzhu She mendengus dan berkata, "Sekarang dia baru memanggilmu sebagai Yang Mulia?!"
Xiang Hu lanjut bicara, "Semua Dewa juga mengetahui bahwa Yang Mulia adalah dewa perang yang sekarang!"
Xiao Guang Yu menghentikan mereka mereka berdua dengan berkata, "Sudahlah. Lagipula, dia masih tidak bisa melihat sejak aku bertemu dengannya. Wajar saja dia tidak bisa melihat wajahku dengan baik."
Li Ruo mencibir, "Bodoh!"
”Akan aku bunuh kau!” batin keduanya.
__ADS_1
Qingqing mengangkat kepalanya kembali dan berkata, "Yang Mulia. Bagaimanapun juga, aku tidak akan bisa melihat lagi. Shin Yu telah menghancurkan kedua mataku dan akhirnya, aku tidak akan bisa melihat kembali seperti dulu."
Guzhu She melanjutkan, "Dia benar Yang Mulia! Kemungkinan, wanita ini tidak akan bisa melihat lagi. Dia telah cacat seumur hidup."