
Meskipun yang menjadi lawannya saat ini hanyalah arwah yang kehilangan tubuhnya, hal itu sama sekali tidak membuatnya sanggup untuk meremehkan kekuatan yang dimiliki oleh Liao Di dalam menarik jiwa langsung dari tubuhnya.
Lima orang arwah anak kecil yang selalu bersamanya adalah korban percobaan miliknya. Dengan memperpanjang usia, dia tidak akan mungkin bisa melawan hukum alam meskipun sudah memiliki ribuan jiwa di dunia ini.
Liao Di hanya mengambil jiwa anak laki-laki saja dan tidak perempuan. Dia begitu pintar dalam memilih korbannya bahkan sampai berencana untuk mengambil jiwa seorang Dewa? Benar-benar tidak bisa dipercaya olehnya.
Xiao Guang Yu yang tidak memiliki senjata apapun. Pedang yang dulu pernah dimiliki olehnya, sudah digadaikan untuk kehidupannya di alam fana, tidak luput dari pakaiannya yang dulu berhiaskan emas dan corak naga, berubah menjadi putih dan hijau polos dengan mahkota sederhana yang biasa digunakan oleh para pemimpin sekte.
Liao Di melengkungkan senyuman, "Apakah Dewa ini tidak memiliki senjata untuk melawan arwah?"
”Tentu saja! Hal ini benar-benar harus dipertimbangkan! Jika pedang melawan arwah, tentunya arwah itu bisa tertembus oleh besi pedang dan tidak akan pernah tersentuh. Lalu, untuk mengalahkan arwah yang tidak berwujud ini, apakah para Dewa biasa menggunakan semacam kertas mantra penghalang iblis untuk mengalahkan mereka?” batin Xiao Guang Yu kemudian berkata, "Bisakah aku mengatakan satu pertanyaan lagi?"
Liao Di mengeluarkan satu kata, "Apa?"
Xiao Guang Yu bertanya, "Ketika sudah mati dan menjadi segenggam arwah, apakah kau sama sekali tidak berpikir untuk pergi ke akhirat saja?"
Liao Di mendengus, "Seharusnya seorang Dewa mengetahui apa alasan arwah yang sudah mati tetap berada ditempatnya. Selama jiwa masih memiliki dendam pada keluarganya, dia akan terus menghantui siapapun sampai jiwa pendendam ini, melakukan pembalasan. Apa Dewa ini sama sekali tidak mengetahui perbedaan arwah dan iblis?"
Xiao Guang Yu menjawab, "Aku bukanlah orang bodoh. Selama pertanyaan ini, aku hanya bertanya tentang arwah yang menghantui kota Liqi dan bukan arwah lainnya yang berada diluar sana. Apakah pemikiranmu ini semakin pudar sama seperti keadaanmu yang juga semakin pudar?"
Sorot mata Liao Di yang awalnya terlihat meremehkan, berubah menjadi panik ketika melihat dirinya yang perlahan menghilang dari dunia. Butiran debu yang menempel di sekitar ruangan, menjadi penyebabnya.
__ADS_1
Ketika Xiao Guang Yu menyentuh partikel debu yang menempel di sekitar ruangan, secara tidak langsung kekuatan spiritualnya juga akan tersebar sama seperti debu yang menempel di sekitar ruangan. Karena kekuatan spiritual yang sedang dialiri olehnya bukanlah sebuah mantra penghalang iblis melainkan mantra pengembalian arwah yang telah membuat wujud cantik Liao Di perlahan lenyap dari dunia.
Xiao Guang Yu berkata, "Seharusnya, jika kau sudah mengetahui bahwa aku adalah seorang Dewa, mengapa tidak membunuhku langsung? Apa kau sama sekali tidak menyadari bahwa kau sedang diperdayakan?"
Liao Di menggertakan giginya, menatap arwah kelima anak kecil yang sudah menghilang, seluruh kekuatan spiritualnya seolah meledak! Di tempat yang sama dan membuat sebuah ledakan api yang mengejutkan seluruh penduduk kota pada saat ini.
Tanpa ada yang disadari olehnya, meskipun seluruh kekuatan spiritualnya sudah menyusuri seluruh isi ruangan, Xiao Guang Yu masih belum bisa menghindari kecepatan ledakan yang soktak terjadi secara mendadak. Tubuhnya merasakan ada seseorang yang telah membawanya pergi keluar ruangan tersebut dan benar saja dengan apa yang sudah diperkirakan olehnya, Guzhu She datang dengan cepat bersama dengan Xiang Hu dan dengan cepat, keduanya langsung menemukannya di rumah tersebut tanpa bertanya pada seorangpun yang ada disana.
"Yang Mulia! Apakah Yang Mulia baik-baik saja?"
Di antara semua cahaya putih akibat ledakan yang akan terjadi, membuatnya terpaksa harus memejamkan matanya sesaat dan kembali membukanya ketika mendengar suara yang sedang berbicara dengannya.
Guzhu She langsung menjawab, "Jangan menganggap rendah pelayanmu ini."
Xiang Hu lanjut bicara, "Dia benar. Kami memiliki tipe sensor dan pelacak yang cukup baik. Jadi, mudah saja kami bisa menemukan Yang Mulia dengan cepat."
"Apa yang terjadi disini?" Seorang penduduk berteriak dan menghampiri tempat ledakan tersebut dengan beberapa penduduk lainnya, mereka tampak tidak percaya dengan apa yang terjadi pada kediaman Liao Di yang sudah hancur berantakan.
"Kemana hantu itu? Apakah dia sudah lenyap?"
"Di'er sudah menghilang?!"
__ADS_1
Xiao Guang Yu mengabaikan seluruh pertanyaan yang diajukan oleh seluruh penduduk desa dan pergi menuju reruntuhan kediaman Liao Di yang telah hancur. Sehelai kain merah yang berada di bawah kakinya, sudah digenggam kuat olehnya. Begitu juga debu yang ada di atasnya, menghilang karena basuhan tangan yang dia lakukan.
”Jiwa pendendam. Aku juga pernah merasakannya namun itu hanyalah sementara. Dan sekarang, aku harap jiwanya bisa tenang di alam sana.” Batin Xiao Guang Yu yang kemudian menaruh sebuah mantra di atas kain tersebut yang membuat kain itu menghilang menjadi titik-titik cahaya merah menuju langit.
Para penduduk kota yang sudah menyadari apa yang terjadi, merasa sangat bersyukur dengan keberadaan Xiao Guang Yu diantara mereka yang membuat ketenangan. Pemimpin yang berada disana, juga mengucapkan terimakasih yang berlebih padanya karena kota Liqi telah menjadi kota yang aman untuk penduduknya.
Tidak lama setelah semuanya terlihat tenang, dewa dan kedua pelayannya ini meneruskan perjalanan yang kemungkinan tidak sia-sia. Mungkin baginya, dua ratus tahun tanpa pengikut sudah membuat resah alam surga karena takut jika Xiao Guang Yu hanya membuat masalah untuk mereka. Namun sepertinya hal ini tidak benar-benar terjadi.
"Ya! Karena dewa ini telah menghasilkan seratus pahala dalam satu malam!"
Sementara di benua api, jurang abyss yang telah hancur, kembali memancarkan sinarnya yang berlebih.
Di antara surga dan neraka, pintu keluar para iblis yang melewati alam fana, kembali terbuka. Detak jantung para penduduk yang tinggal disekitar sana, berdetak kencang karena menatap cahaya neraka yang dipancarkan, mengalahkan cahaya yang dipancarkan oleh matahari.
Di dalam kuilnya, Li Ruo duduk bersandar di singgasananya, sibuk memperhatikan sebuah gulungan yang masih tersimpan di dalam lemarinya. Merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh rata-rata penduduk desa yang berada di dekatnya.
Matanya yang seperti kacang almond, merah menatap pintu masuk menuju kuilnya yang seperti berlapiskan giok merah dan beberapa tirai merah yang terpasang di berbagai tiang-tiang penyangga.
Jurang abyss yang telah hancur karena pertarungan antara Iblis Yang dengan dua pelayan Dewa, kembali membuka pintunya yang membuat para penghuni neraka keluar dari tempatnya dan menyerang alam fana.
"Apakah dengan hancurnya segel penutup alam iblis, akan membuat Dewa perang ini kembali maju?"
__ADS_1