Grandmaster Of Secret Strategy

Grandmaster Of Secret Strategy
Chapter. 43 - Ancaman Alam Surga


__ADS_3

"Selamat atas kembalinya Yang Mulia ke alam surga." 


Xiao Guang Yu membuka matanya perlahan saat dia mendengar suara seorang wanita yang lembut sedang berbicara padanya. 


Suasana yang awalnya hanya terlihat buram dan tidak jelas, memiliki aroma yang menyengat berubah menjadi harum dupa dan bebungaan yang hampir mekar. Xiao Guang Yu hampir tidak mengenal tanah yang saat ini dipijak olehnya. Terlihat begitu familiar dengannya, namun dia benar-benar tidak mengingat hal ini terjadi saat kapan. 


Xiao Guang Yu berkata dengan pelan, "Apakah ini halaman depan istana Dewa musim semi?" 


Dengan pakaian anggunnya, Lan Yue menghampiri Xiao Guang Yu yang tampak kebingungan karena alam surga secara mendadak memanggilnya kembali. Lan Yue berkata, "Selamat atas kenaikan Yang Mulia kembali ke alam surga." 


Xiao Guang Yu menatap Lan Yue sebelum berkata, "Mengapa para Dewa mengangkatku kembali kemari? Apakah ada hal penting yang harus dikatakan padaku?" 


Lan Yue berkata, "Maaf sebelumnya kami meragukan Yang Mulia untuk menjadi Dewa yang mengurusi alam iblis. Pekerjaan itu memang selalu berbahaya dan kami juga takut jika Yang Mulia akan menghitam bersama iblis-iblis itu." 


Xiao Guang Yu menjawab, "Tidak masalah untukku para Dewa disini tidak mempercayai ku. Lalu, bagaimana peringkat milikku di alam surga? Apakah masih bisa dikatakan sebagai Dewa yang berprestasi?" 


Lan Yue menjawab, "Yang Mulia masih mendapatkan peringkat pertama dalam Dewa yang berprestasi dan Dewa yang disenangi alam surga. Sayangnya, Yang Mulia masih belum memiliki peringkat dalam Dewa yang dibanggakan pengikutnya. Apakah Yang Mulia tidak menjadi masalah jika Yang Mulia sama sekali tidak memiliki seorangpun pengikut?"


Xiao Guang Yu berpikir sebelum menjawab, "Dewa perang sebelumnya telah menunjukkan bahwa dia adalah Dewa yang paling dibutuhkan. Untuk saat ini, aku masih memikirkan bagaimana caranya agar umat manusia bisa aman tanpa adanya bisikan dari alam iblis." 


Lan Yue berkata, "Yang Mulia benar sekali. Yang lebih utama untuk para Dewa adalah para manusia yang hidup berdampingan dengan alam iblis. Mengenai hal itu, apakah Yang Mulia pernah mendapatkan laporan mengenai Dewa yang datang dari benua api?" 


Xiao Guang Yu berpikir sebelum menjawab, "Dewa yang datang dari benua api?" Xiao Guang Yu berhenti sesaat, ",... Bukankah benua api itu dulunya adalah sebuah tempat yang pernah mendapatkan kutukan iblis Yin?"


Lan Yue berkata, "Benar Yang Mulia. Bukankah Yang Mulia pernah berkunjung ke sana? Mengapa sekarang Anda bisa melupakannya?" 


Xiao Guang Yu sedikit tertawa, "Mungkin karena tidur selama seratus tahun dan berada di alam fana selama seratus tahun, itu mempengaruhi daya ingat ku." 

__ADS_1


Lan Yue kembali berkata, "Belakangan ini, para Dewa sering diresahkan dengan keberadaan Dewa benua api yang terkadang melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang Dewa perang termasuk, melakukan sebuah kudeta diberbagai wilayah." 


Xiao Guang Yu bertanya, "Siapa Dewa yang telah melakukan kudeta diberbagai wilayah? Apakah dia menenangkannya?" 


Lan Yue berpikir sebelum menjawab, "Dewa itu tidak pernah menyebutkan namanya. Pada saat seratus tahun Yang Mulia tertidur untuk memulihkan kesadaran Dewa Yang Mulia, laki-laki itu datang dengan berbagai ancaman yang dikeluarkan olehnya. Tidak hanya menyebut dirinya sebagai Dewa, melainkan dia juga telah berani untuk bertarung dengan empat Dewa pertarung yang berada pada peringkat teratas." 


Xiao Guang Yu berkata, "Apakah laki-laki itu sangat menyayangi namanya sehingga tidak ingin nama yang diberikan padanya sampai ternodai?" 


Lan Yue berkata, "Mungkin saja. Dia sangat menghargai namanya yang telah diberikan seseorang padanya."


Xiao Guang Yu berpikir sebelum menjawab, "Mengenai hal ini, apakah Hu'er dan Ah-She tidak masalah aku tinggalkan di alam fana?"


Lan Yue berkata, "Mereka yang akan menemukan Yang Mulia dan sekarang, apakah Yang Mulia sudah mengetahui apa yang seharusnya Yang Mulia waspadai?"


Xiao Guang Yu berkata, "Jika hanya mengatakan hal ini, mengapa tidak menyampaikannya melewati pesan burung saja?"


Xiao Guang Yu menjawab, "Memangnya mengapa tidak? Bukankah aku memang berasal dari alam fana?" 


"Bodohnya Yang Mulia ini sampai tidak mengetahui bahwa dirinya telah diberkahi surga!" Suara seorang laki-laki yang besar, Dewa beladiri Xing Chen sedang berdiri di belakangnya dan sudah mencabut pedangnya sejak awal.


Lan Yue berkata, "Dewa beladiri Xing Chen, jangan membuat kekacauan di berbagai tempat. Istana ini tidak terbuka untuk sebuah pertarungan." 


Xing Chen berkata, "Jangan membuat kami takut! Kau hanyalah Dewa tanpa pengikut yang akan membawa masalah!" 


Xiao Guang Yu berkata, "Hal apa yang aku lakukan sehingga membuat takut kalian? Apakah perlu dipermasalahkan jika ada seorang Dewa yang tidak memiliki pengikut?" 


Lan Yue berkata, "Dewa beladiri, Anda yang telah membuat takut seluruh penghuni alam surga. Jangan menghunuskan pedang Anda disembarang tempat apalagi menghunuskannya ke arah Dewa lainnya." 

__ADS_1


Xing Chen marah dan berkata, "Pergilah! Aku tidak peduli apa yang terjadi ketika aku menghunuskan pedang seperti ini, yang terpenting kau harus segera pergi!" 


Xiao Guang Yu berkata, "Apakah Kaisar langit sudah memerintahkan mu untuk mengusirku dari sini?" 


Tanpa membuang waktu, seseorang yang berasal dari arah lain langsung menendang Xiao Guang Yu yang membuatnya terlempar dari alam surga ke alam fana dan mendarat di depan gerbang sebuah kota sederhana yang sedang membangun sebuah pasar rakyat di dalamnya.


Laki-laki yang datang dari arah berlawanan melewati sebuah lingkaran biru yang dia keluarkan, perlahan menunjukkan wujudnya sebagai Dewa spiritual Qing Luo!


Qing Luo berkata, "Mengusir sampah seperti itu saja tidak bisa. Kau terlalu banyak bicara Dewa beladiri." 


Sementara di alam fana, setelah Yang Mulia ini diusir dengan penuh penghinaan, tanpa sebilah pedang di tangannya. Sebuah kota terbangun di depannya dengan sangat ramai dan banyak penduduk sana yang sedang berjalan dari rumah ke rumah.


Seorang penduduk desa yang melihat Xiao Guang Yu duduk terdiam di atas gerbang kota tersebut, bersamaan ketika penduduk desa ingin memasuki kota yang sedang ramai itu, dia segera menghampirinya dan bertanya, "Tuan? Mengapa tuan duduk disini? Apakah tuan ingin berkunjung ke kota Liqi?" 


Xiao Guang Yu menatap bingung dan bertanya, "Kota Liqi?" 


Penduduk desa balik menatap bingung dan bertanya, "Tuan, tidak mengetahui tempat ini?" 


Xiao Guang Yu berkata, "Tidak masalah jika aku mengetahui semua tentang kota ini?" 


Penduduk itu tampak ragu dan ketakutan untuk menceritakannya, "Tuan akan mengetahuinya ketika malam tiba. Saya hanya penduduk biasa, tidak pantas untuk menceritakannya. Maaf tuan." Segera ketika penduduk tersebut mengatakan hal apa adanya, penduduk itu memasuki kota tersebut dengan ketakutan dalam raut wajahnya yang kian terlihat.


Dari dalam sebuah dataran yang lebih tinggi, hembusan angin yang membawa dedaunan kering. Seekor burung Phoenix hitam, menghampiri seorang laki-laki yang hitam sedang melatih kultivasinya diatas sungai Xihua. 


Kepakan sayap burung tersebut membuat kelopak mata laki-laki ini terbuka dan menatap burung Phoenix hitam yang saat ini sudah berdiri di depannya. Tuan muda ini meraih kepala burung Phoenix ini, dengan mata yang mulai memerah karena memusatkan aliran spiritualnya pada matanya. 


Begitu Tuan muda ini mengetahui apa yang ingin Phoenix hitam ini katakan padanya, dia terlihat tampak senang mendengarnya. Sebuah berita baik telah disampaikan kepadanya, seorang Dewa telah kembali terbuang dari alam surga, akan menjadi incaran berikutnya, "Gege?"

__ADS_1


__ADS_2