Grandmaster Of Secret Strategy

Grandmaster Of Secret Strategy
Chapter. 83 - Jadikan Aku Sebagai Tujuan Hidupmu


__ADS_3

"Yang Mulia! Kaisar langit dalam bahaya!" 


Xiao Guang Yu langsung berdiri begitu dia mendengar teriakan dari pemuda tersebut dan berjalan keluar dari aula istana Dewa diikuti oleh Lan Yue di belakangnya. 


Lan Yue berteriak padanya, "Yang Mulia! Apakah Anda akan pergi sendirian?!"


Xiao Guang Yu langsung menjawab, "Bagaimana aku hanya bisa diam saja dan menunggu semuanya untuk bersiap-siap sementara, Li Ruo saat ini sedang mencoba untuk membunuh Kaisar langit?" 


Lan Yue menjawab, "Aku mengerti Yang Mulia. Anda tidak bisa pergi ke sana dengan sendirinya. Perlu ada campur tangan dari Dewa keberkahan untuk melakukannya." 


Xiao Guang Yu menatap langit dan kemudian menoleh ke arah Lan Yue yang masih berdiri di belakangnya dan berkata, "Lan Yue, kau adalah Dewa keberkahan yang selalu menyuburkan tanah juga tanaman di alam fana. Karena itu, bisakah kau mengantarkan ku untuk pergi ke tempat Kaisar langit berada?" 


Lan Yue membungkuk padanya dan menjawab, "Baik Yang Mulia, saya akan segera melakukannya." 


Sementara ini, kejadian yang berada di dekat istana Kaisar langit. Tampak beberapa murid yang berdiri di sekitar istana tersebut dengan memegang pedang andalan mereka termasuk Dewa beladiri Xing Chen yang juga terlibat dalam hal itu. 


Seketika, disaat Xing Chen melihat ke arah Li Ruo yang saat ini sedang mencoba untuk membunuh Kaisar langit, rasa dendam karena dilecehkan itupun muncul kembali.


Dia benar-benar ingat saat Li Ruo mempermalukannya di depan para Dewa dan juga di depan Kaisar langit hanya untuk membalaskan dendam Dewanya yang telah mati! 


"Benar-benar tidak bisa di terima! Perbuatanmu yang telah mempermalukan diriku di depan para Dewa dan orang surga lainnya, benar-benar tidak bisa aku maafkan!" Ucap Xing Chen yang langsung melompat ke arah Li Ruo yang berada tidak jauh di depannya dengan pedang yang terhunus ke arah Li Ruo. 

__ADS_1


Merasa bahwa Xing Chen mencoba untuk membalaskan dendamnya yang dulu pernah mempermalukan dirinya, membuat Li Ruo sedikit tertawa dan langsung menangkap tangan Xing Chen yang saat ini sedang menghunuskan pedang ke arahnya. 


Sontak, hal tersebut membuat Xing Chen berhenti dan mendarat di depan Li Ruo dengan tangannya yang saat ini sedang di cengkram dengan sangat kuat sehingga, membuatnya merasa bahwa seluruh tulangnya telah remuk hanya karena satu tangan Li Ruo yang mencengkram dirinya. 


Li Ruo melengkungkan senyum sinis dan berkata, "Bagaimana? Apakah tidak cukup sakit? Kau tidak puas dengan hanya satu kali dipermalukan oleh orang-orang surga tadi? Lalu, apakah kau akan puas begitu melihat dirimu yang merasa telah dipermalukan di depan para juniormu sendiri?" 


Xing Chen menggertakan giginya dan berkata, "Keterlaluan kau Li Ruo! Akan aku pastikan setelah ini, kau dan dewamu akan mati!"


Li Ruo sedikit tertawa dan berkata, "Apakah aku layak untuk menangisi kepergian mereka? Apakah iblis sepertiku layak memiliki seorang Dewa?" Ucapnya yang kemudian dikejutkan dengan suara seorang pemuda yang berlari di belakangnya dan sedang menghampiri dirinya. Pemuda tersebut berulang kali memanggil namanya dan dilanjutkan dengan berkata, "Li Ruo! Hentikan semua ini! Kau bukanlah iblis yang kejam!" 


Suara itu seperti telah menyayat pikirannya begitu dia merasakan suara tersebut menggema di dalam telinganya. Hal tersebut membuat Li Ruo lemah sesaat dan memberikan kesempatan bagi Xing Chen untuk segera membunuhnya.


Tangan yang menggenggam sebuah pedang dan dicengkeram oleh tangan harimau, mendadak bergerak dan menusuk pundak Li Ruo hingga menembus dagingnya. 


Di saat kedua pedang mereka saling bersentuhan, Xiao Guang Yu berkata pada Xing Chen yang sedang menyerang dirinya, "Xing Chen! Tolong hentikan! Jangan membunuhnya!" Ucapnya yang langsung membuat Xing Chen berhenti untuk menyerang dirinya dan melompat menjauh dari mereka berdua. 


Xiao Guang Yu menoleh ke arah Li Ruo yang saat ini benar-benar sudah berubah drastis 180 derajat dari sebelumnya, merasakan sedih yang amat pahit mendalam begitu dia melihat Li Ruo yang saat ini telah menjadi iblis yang seutuhnya. 


Xiao Guang Yu meraih wajah Li Ruo dan berkata, "Li Ruo, aku telah kembali untukmu. Untuk mengingatkanmu apa arti sebuah kehidupan yang sebenarnya." Ucapnya yang langsung membuat Li Ruo mendadak terkejut dan mengingat sebuah cerita yang sangat berhubungan dengannya.


Ada sebuah kisah yang menceritakan seorang anak kecil yang berpisah dengan orang tuanya lalu, dibuang ke sungai yang mengalir deras sehingga membuatnya memiliki kesempatan untuk hidup hanya sedikit. Sampai seorang wanita tua menemukannya dan memberikannya apa yang dia butuhkan pada saat itu. 

__ADS_1


Tahun demi tahun telah dia lewati bersama wanita tua tersebut sampai, nyawa wanita itu berpisah dari tubuhnya. 


Anak itupun menjadi sebatang kara dan berkeliling benua tanpa arah yang jelas dan tanpa memiliki tujuan apapun sampai, dia mengetahui apa arti kematian yang sebenarnya. 


Ketika anak itu kelaparan, hal itu memaksa dirinya harus mencuri makanan pada sebuah rumah dan kemudian tindakannya dipergoki oleh pemilik rumah dan membuatnya menjadi bulan-bulanan para rakyat di wilayah tersebut sampai, seorang putra mahkota datang untuk menyelamatkannya. 


Putra mahkota tersebut memberikannya kehidupan dan membebaskannya dari jeratan hukum yang ada di wilayah tersebut. Bukan hanya hal itu saja, dia juga memberikannya beberapa makanan untuk mengganjal perutnya sambil berkata padanya dengan sangat lembut, "Jika kamu tidak mengetahui apa alasan mengapa orang tuamu harus melahirkanmu dan tidak mengerti apa arti kehidupan yang sebenarnya maka, anggap aku sebagai tujuan hidupmu saat ini. Jadikan aku sebagai Pangeran yang selalu meminta untuk dilindungi dan aku harap, salah satunya adalah kau yang menjadi pelindung bagi Pangeran." 


Kemudian, anak itu kembali berpisah pada putra mahkota yang membuatnya harus kembali sendirian di dalam dunianya yang masih terlihat samar. Dan beberapa tahun kemudian, ketika sebuah Desa mengalami kutukan iblis Yin. Putra mahkota kembali menyelamatkan anak yang sama dengan tidak memikirkan keadaan dirinya sendiri dan menggunakan buah dewa Muiqing yang baru saja di dapatkan olehnya, dengan harus mengorbankan nyawanya sendiri hanya untuk menyelamatkan anak ini. 


Dia begitu tidak percaya akan kembali diselamatkan oleh putra mahkota yang pernah menyelamatkanya sekali. Melewati latihan yang dilalui olehnya dan menggunakan keuntungan dari buah dewa Muiqing yang belum lama ini dikonsumsi olehnya. Anak tersebut membangun ratusan kuil untuk putra mahkota yang telah diangkat sebagai Dewa perang dan juga membangun kuil untuk dirinya sendiri.


Namun, sayangnya hal tersebut sangat bertentangan dengan alam surga dan neraka sehingga ratusan kuil tersebut harus di hancurkan dan hanya menyisakan satu kuil saja yang berada tepat di samping kuil anak tersebut. 


Setiap harinya, anak itu selalu meminta agar bisa bertemu kembali dengan putra mahkota yang pernah menyelamatkannya. Dan permohonan itu akhirnya terjawab dua ratus tahun kemudian ketika, dia mengetahui ada seorang Dewa yang saat ini sedang berkunjung ke benua api untuk menyelesaikan tugasnya. 


Li Ruo yang sudah bisa mengingat masa lalunya kembali, lantas menyentuh tangan Xiao Guang Yu yang meraih wajahnya dan berkata dengan pelan, "Yang Mulia, aku sangat ingin bertemu denganmu. Orang yang telah memberikanku tujuan untuk hidup dan orang yang telah melindungiku selama ini." 


Xiao Guang Yu melengkungkan senyuman dan berkata, "Untuk sekarang ini, jangan hancurkan apapun yang berada disini maupun orang-orang yang telah melukaimu ataupun orang-orang yang telah melukaiku. Jadikan aku sebagai tujuan hidupmu saat ini dan berhentilah mengancam orang-orang surga." 


Salah satu junior yang berada disana, lantas berkata, "Tidak mungkin! Li Ruo bisa berhenti hanya karena Dewa perang yang menghampirinya?!"

__ADS_1


"Mungkinkah ini yang sebenarnya mereka sebut sebagai ikatan antara dewa dan pengikutnya?"


__ADS_2