
Saat tinta Sang Kaisar tidak sengaja dijatuhkan. Dua orang pelayan saat ini sudah bekerja dengan sangat baik.
Tepat berada di atas singgasananya yang sudah jelas bukan miliknya, orang yang mereka sebut sebagai Leluhur Pangeran Zhen Bei bertanya pada pelayan-pelayannya, "Bagaimana dengan Dewa perang yang sebelumnya telah mengganggu kalian? Apakah sudah terbunuh?"
Shang Ren berdiri menghadapnya sebelum dia menjawab, "Ya, Yang Mulia. Dia sudah mati akibat tombak langit yang mendarat di atas kepalanya."
Kilatan keras bersamaan dengan datangnya cahaya putih yang seolah-olah membuat buta, akhirnya menghilang dengan sendirinya. Li Ruo benar-benar tidak mengetahui bahwa para hakim Dewa bisa menyusulnya sampai kemari dan tanpa sepengetahuannya, tombak langit langsung menembus tubuh Xiao Guang Yu hingga membuatnya harus bermandikan darahnya sendiri.
Pemandangan yang sungguh tidak ingin dilihat olehnya, kini telah terjadi di hadapannya. Li Ruo tidak menyangka para hakim Dewa akan benar-benar membunuhnya meskipun dia sudah melakukan hal berdosa, tidakkah mereka memberikan kesempatan untuknya agar dia mau memperbaiki kesalahannya?
Ini adalah kesalahan kedua yang telah dia lakukan dan pastinya alam iblis juga akan mengincar alam surga dan alam fana!
Andai saja mereka bisa berpikir lebih panjang lagi, mungkinkah mereka juga tidak berpikir siapa yang bisa melindungi mereka dengan kekuatannya sendiri? Tidakkah mereka sebenarnya merasa lemah dan bukan apa-apa melainkan Dewa yang memberikan kekayaan?
Setelah mereka selesai berurusan dengan Xiao Guang Yu, Li Ruo segera menghampirinya melewati genangan darah yang sudah hampir menyerupai seombak danau. Xiao Guang Yu telah kehabisan seluruh kekuatannya untuk bertarung dengan mereka atau bahkan berdiri dengan kedua kakinya pun, dia sama sekali tidak bisa melakukannya.
Tangannya gemetar begitu dia menyentuh tubuh Xiao Guang Yu yang hampir tidak bisa terpegang olehnya. Matanya pun tidak berhenti berkaca-kaca melihat putra mahkotanya telah terluka dan hampir mati hanya dengan waktu hitungan detik saja.
Di antara hitungan detik sebelum kematiannya, Xiao Guang Yu masih bisa menyentuh wajah Li Ruo yang saat ini sedang mengangkatnya sebelum dia berkata dengan tenggorokan yang hampir habis, "Tidak perlu menangis jika kau hanya kehilangan satu nyawa. Masih banyak orang lain yang akan berdiri di sampingmu selain diriku. Meskipun keadaannya sangat berbanding terbalik dengan apa yang aku bayangkan, kematian ini hanyalah sebentar saja."
Li Ruo langsung menjawab, "Tidak! Yang Mulia, Anda harus tetap bertahan! Aku pasti akan menyembuhkan kembali keadaan Yang Mulia!"
Xiao Guang Yu terbatuk darah dan menjawab, "Tidak perlu melakukannya. Jika dalam keadaan hidup aku masih bisa bertemu dengan anak yang kemarin sore, aku pun juga bisa bertemu dengan rakyatku ketika dalam keadaan mati. Terimakasih telah mencoba untuk membalas kebaikanku." Ucapnya yang kemudian menjatuhkan tangannya yang masih menyentuh wajah Li Ruo dan dengan perlahan dia menutup matanya dalam keadaan lemas.
__ADS_1
Sementara yang terjadi pada sebuah hilir sungai, tepatnya dua orang yang saat ini berdiri diatas dua gundukan batu yang saling menyatu dengan tanah.
Guzhu She yang sedang melatih kultivasinya, merasakan adanya hawa dingin yang langsung menusuk kulitnya begitu juga dengan Xiang Hu yang merasakan hal yang sama, sedang duduk di depannya.
Guzhu She berkata dengan dingin, "Yang Mulia, telah mati. Tidak ada lagi yang namanya pelayan dan Dewanya ataupun adanya seorang Dewa perang yang melindungi alam fana dan surga."
Xiang Hu memejamkan matanya sesaat sebelum berkata, "Ya, sesuai dengan apa yang pernah kita katakan sebelumnya. Tidak akan ada lagi pelayan iblis. Kau yakin untuk melakukan pertarungan sampai mati?"
Guzhu She menjawab, "Tentu saja. Lagipula itu adalah sumpah yang pernah kita katakan, bukan? Sebentar lagi, semua kuil Dewa perang yang sudah dibangun dengan rapi, akan segera dihancurkan."
Xiang Hu menghela nafasnya sebelum berkata, "Aku benar-benar tidak percaya bahwa aku akan mati dalam pertarungan dengan iblis pelayan sepertimu."
Guzhu She berkata, "Sungguh sebuah kehormatan aku bisa bertarung dengan iblis bangsawan sepertimu."
Guzhu She melengkungkan senyuman dan berkata, "Bertarung dengan seimbang dan adil, aku sama sekali tidak keberatan."
Xiang Hu berkata dengan sangat yakin, "Lakukan pertarungannya."
Crangg!!
Lemparan sebuah gelas keramik yang dilempar oleh seorang laki-laki yang duduk di atas singgasananya. Dengan beberapa lembar dokumen kertas yang terlempar keluar ruangan dan mahkota Kaisar yang hampir terjatuh.
Kaisar langit begitu terkejut ketika mendengar berita dari burung Phoenix merah miliknya yang menyampaikan kabar buruk mengenai hukuman yang telah dijatuhkan oleh Xiao Guang Yu.
__ADS_1
Dia sama sekali tidak percaya dengan kabar burung itu dan juga tindakan yang telah dilakukan oleh para Dewa di alam surga.
"Siapa yang menyuruh mereka untuk membunuhnya?! Aku sama sekali tidak menyuruh mereka untuk melakukannya!"
Dari alam iblis, mulai terdengar suara seorang pemimpin yang tertawa lepas begitu dia mendengar berita kematiannya dan kekacauan yang sedang dialami oleh alam surga.
Zhen Bei memainkan pion catur yang ada di atas mejanya dan terlihat sangat bangga dengan apa yang telah dia lakukan untuk alam surga.
Zhen Bei berkata, "Aku benar-benar tidak percaya mereka akan melakukannya. Surat yang sudah aku ubah sepenuhnya mengenai hukuman yang dijatuhi untuk Dewa perang, benar-benar dipercaya oleh mereka!"
Shang Ren melengkungkan senyuman sebelum berkata, "Yang Mulia pandai sekali dalam memanipulasi tulisan orang lain. Surat yang awalnya hanya berupa teguran agar Xiao Guang Yu menutup kembali portal alam iblis dengan kuat, berganti menjadi perintah untuk membunuh Xiao Guang Yu dengan hukuman dua ratus tusukan pedang."
Zhen Bei membuka lembaran kertasnya kembali dan berkata, "Siapa yang akan menjadi orang beruntung berikutnya?"
Shang Ren berpikir sebelum menjawab, "Yang Mulia, bagaimana untuk melakukan tindakan menghancurkan alam surga?"
Zhen Bei mendesah sebelum berkata, "Memangnya kau pikir aku akan melakukannya? Bukankah mengurangi para Dewa yang berprestasi akan mempermudah jalannya? Itu sama saja menyiksa orang lain dengan perlahan."
Shang Ren langsung menjawab, "Saya mengerti Yang Mulia. Lalu, bagaimana dengan satu orang yang tersisa dari bagian Dewa perang itu sendiri?"
Zhen Bei menoleh ke arah Shang Ren dan bertanya, "Siapa yang kau maksud itu?"
Shang Ren menjawab, "Anak yang pernah mendapatkan pertolongan dari Xiao Guang Yu dan penyebab dijadikannya dia sebagai Dewa yang berprestasi di alam surga. Dan anak itu adalah, Li Ruo Yang Mulia."
__ADS_1