Grandmaster Of Secret Strategy

Grandmaster Of Secret Strategy
Chapter. 08 - Dewa yang mengerti Perasaan Pelayannya


__ADS_3

Satu dorongan lagi, sudah dapat dipastikan leher Xiang Hu akan segera terpenggal! 


Xiao Guang Yu merasakan basah pada kakinya sedikit lebih hangat karena darah yang mengalir pada leher Xiang Hu menetes pada kakinya. Sepertinya, Guzhu She benar-benar ingin membuktikan jika Xiao Guang Yu adalah Dewanya yang telah bereinkarnasi. Tekadnya yang kuat, membuatnya rela membunuh siapapun agar impiannya segera tercapai lalu pergi kembali seperti semula. Sedangkan Xiang Hu yang seekor rubah, dia langsung saja percaya dan yakin jika seseorang yang dibawanya sekarang ini benar-benar seorang Dewa tapi, apa boleh buat. Sifat kucing putih dan anjing Husky ini memang benar-benar berbanding terbalik. 


Si ular hanya bisa meremukkan tulang mangsanya lalu memakannya tapi berbeda dengan si rubah yang terkadang berpikir untuk memakan mangsanya. Guzhu She dianugerahi dengan memiliki kecepatan yang sempurna sedangkan Xiang Hu dianugerahi dengan penciuman yang tajam. Jika keduanya berhasil bekerja sama untuk melindungi Dewa mereka, mungkin saja kekuatan itu akan menjadi sebuah kekuatan yang besar sehingga, tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkan mereka. 


Apa yang harus dilakukan sekarang ini? Pedang itu semakin mendekat menuju urat syaraf lehernya dan pasti tidak lama dia juga akan mati sedangkan Xiang Hu terus mengatakan untuk lari dari tempat ini. Jika saya pergi meninggalkan mereka berdua, bagaimana caranya agar aku bisa pulang sedangkan aku sama sekali tidak mengenal ini daerah apa? 


Pada akhirnya, Xiao Guang Yu mencoba untuk memejamkan matanya sesaat dan membuka sarung pedangnya dengan sangat berani. Langkah kakinya tiba-tiba menjadi sangat ringan sedangkan pikirannya saat ini sedang mengingat hal yang pernah diajarkan oleh gurunya. "Selamatkan korban lalu, mulai bergerak melawan." 


Xiao Guang Yu akhirnya mulai bergerak, dia melompat ke atas dan mengayunkan pedangnya dengan berani membuat Guzhu She menjadi bergerak menjauh dan melepaskan pedangnya kembali. 


Dia sama sekali tidak menyangka, manusia seperti Xiao Guang Yu mampu membekuk serangannya dan dengan mudahnya dia takut dengan sorot mata Xiao Guang Yu yang seperti sudah mengalahkan ratusan panglima perang berpangkat tinggi dan kemampuan yang mampu disamakan dengan Dewa. Tapi sebenarnya, apakah dia benar-benar dewaku?


Guzhu She sesaat memejamkan matanya dan kembali melihat ke arah Xiao Guang Yu yang sedang berdiri di hadapannya ini. Begitu dia melihat pesona yang indah seperti adanya kekuatan spiritual surgawi yang mengalir di dalam tubuhnya, Guzhu She menggertakan giginya dan kembali memegang pedangnya dengan sangat kuat. 


Saat dia melihat keadaan yang semakin diluar batas kemampuannya, apalagi dia sama sekali tidak mengetahui kekuatan sebenarnya dari Guzhu She, Xiao Guang Yu menurunkan pedangnya dan berkata, "Kau yang menyebut dirimu sebagai ular bukan? Aku tahu legenda tentang si ular dan si rubah yang menjadi pelayan Dewa. Kalian begitu akrab dan sekarang kenapa saling menyerang? Apakah ini karena perbedaan pendapat kalian sehingga menyebabkan pertarungan yang sangat tidak diinginkan oleh Dewa kalian sendiri?" 


"Bagaimanapun juga, dia sama sekali bukan dewaku dan aku sama sekali tidak mengenal pesona yang dimiliki olehnya!" Batin Guzhu She yang kemudian mengangkat pedangnya dan kembali menghentakkan ke tanah begitu dia mendengar dengungan Dewa yang seperti sedang berbicara dengannya. 

__ADS_1


Orang itu berkata, "Kenapa kau malah menyerang dewamu sendiri? Apakah kau sama sekali tidak percaya dengan apa yang kami katakan jika dia benar-benar adalah reinkarnasi Dewa perang? Jangan sampai dia mengutukmu hanya karena kau berani macam-macam dengannya!" 


Setelah selesai berbicara, Guzhu She membuang pedangnya dan berjalan perlahan ke arah Xiao Guang Yu dengan sangat berhati-hati. Kenapa bisa-bisa saya begitu tergoda dengan ucapan Dewa tadi? Tidak! Bagaimanapun juga, orang ini apakah benar-benar dewaku? 


Langkah kakinya yang sudah melangkah hampir dekat dengannya, tiba-tiba terhenti karena sudah berada pada jarak yang cukup. Guzhu She kemudian berlutut di depan Xiao Guang Yu dan meraih tangannya kemudian mencium punggung tangannya sebagai tanda bahwa dia adalah pelayan untuknya. 


Guzhu She berkata dengan dingin, "Saya sebagai ular pelindung Dewa, Guzhu She akan selalu setia untuk melindungimu." 


Xiao Guang Yu bingung dan terdiam sesaat sebelum dia mendengar Xiang Hu berbicara yang mengatakan, "Bagaimana denganku yang terluka ini?" 


***


Karena tidak ada yang memiliki kain lebih untuk membungkus lukanya, Xiao Guang Yu melepas pakaian luarnya yang dia gunakan sebagai jubah dan merobeknya sedikit untuk menghentikan pendarahannya. 


Xiang Hu tidak terima dengan cibiran Xiao Guang Yu yang mengatakan jika dirinya akan mati dengan rendah dan konyol, dia segera berkata, "Aku tidak akan mati seperti itu! Lagipula jika aku kehabisan darah, aku juga bisa menghisap sebagian darah dari dalam tubuhmu!" 


Xiao Guang Yu berpikir sebelum berkata, "Eh? Bukankah rubah itu pemakan daging? Dan kenapa rubah juga bisa menghisap darah? Aku pikir hanya kelelawar saja yang bisa melakukannya. Jadi, rubah pun bisa melakukannya." 


Xiang Hu kemudian terdiam tidak tahan berdebat dengannya ini, dia kembali melihat ke arah Guzhu She yang masih berdiri dengan tegak di belakangnya dengan percaya diri seperti makhluk tanpa dosa. Xiang Hu sedikit mencibir, "Apakah tidak ada kata-kata untukku karena telah terluka olehmu?" 

__ADS_1


Guzhu She sedikit menoleh dan kembali memalingkan wajahnya. Dia sama sekali tidak peduli dengan hal yang sudah berlalu dan hanya peduli dengan yang saat ini terjadi saja. Sepertinya, meskipun Xiang Hu mengemis agar Guzhu She meminta maaf padanya, rasanya tidak akan mungkin karena sifat kerasnya dan dingin, biasanya dia tidak begitu dekat dengan siapapun semenjak dia kehilangan pemilik sebelumnya.


Xiang Hu menghela nafas dan berkata, "Kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran dan sekarang kau menganggap Pangeran ini sebagai dewamu?" 


Xiao Guang Yu menjawab dengan pelan, "Rasanya seharusnya aku yang bertanya kenapa kalian menganggapku ini sebagai Dewa untuk kalian." 


Warna wajahnya kian merona dan matanya kian mengeluarkan sedikit dari air matanya yang kemudian diusap olehnya. Guzhu She kemudian hanya menjawab, "Kehendak alam yang menyuruhku untuk mengakuinya." 


"Kehendak alam?" Batin Xiao Guang Yu yang kemudian berdiri setelah selesai mengobati luka Xiang Hu berjalan dengan perlahan mendekati Guzhu She. Dia berkata, "Bisakah kau, membawaku pulang kembali ke istana?" 


Xiang Hu mendongak dan daripada dia bertanya pada Guzhu She yang jelas akan mengabaikannya karena sebenarnya ini adalah ulahnya sendiri, Xiang Hu langsung menjawab, "Tidak! Tidak bisa keluar dari sini! Bagaimanapun, kau adalah Dewa kami dan tugas seorang Dewa, seharusnya bekerja untuk pengikutnya." 


Xiao Guang Yu membatu begitu mendengarnya. 


"Aku sama sekali tidak bisa berbicara layaknya dewa dan bahkan aku sama sekali tidak mengerti tugas-tugas mereka." Batin Xiao Guang Yu. 


Aroma bunga lembut yang menghampiri penciuman tajam milik Xiang Hu dan membuatnya waspada terhadap sekitarnya. 


Dia segera bergerak menghampiri Xiao Guang Yu dan berdiri di depannya dengan berkata, "Berhati-hatilah! Seseorang telah datang kemari!" 

__ADS_1


Lalu, tidak lama kemudian sesosok putih bersih yang tinggal di pedalaman hutan sakura melintas bersama dengan orang-orangnya yang berpakaian rapi dengan baju zirah mereka seperti ingin berperang dengannya. 


Seorang selir yang meninggalkan kaisarnya sejak dulu, kini sudah menjulang tinggi dan menjadi seorang Dewa. Dialah Dewa musim semi, Lan Yue.


__ADS_2