
Laki-laki yang datang dengan membawa sebuah berita bagus. Pakaian hitam yang tidak tampak familiar dilihat oleh dua pelayan ini dan juga, rambutnya yang terlihat dibiarkan panjang menjuntai sampai pinggangnya. Laki-laki ini adalah Li Ruo dengan penampilan yang sangat berbeda dibandingkan saat dia menjadi seorang penjahat yang menentang surga.
Xiang Hu bingung dalam menyimpulkan hal ini, begitu juga dengan Guzhu She yang menolak tatapan langsung terhadapnya.
”Siapa laki-laki ini? Pastinya dia memiliki kekuatan yang sungguh luar biasa. Kemampuan kultivasinya bisa dikatakan bahwa dia sudah berlatih selama ribuan tahun!” batin Xiang Hu yang lalu menatap Guzhu She yang berdiri di sampingnya.
Guzhu She berkata, "Pergilah! Kami tidak ingin ada bocah ingusan sepertimu!"
Li Ruo melengkungkan senyuman, "Sayang sekali, ya. Bukankah kalian sedang mencari seorang Dewa?"
Keduanya terkejut dan menatap langsung ke arah Li Ruo yang masih berdiri di depannya dan membuat Xiang Hu berkata, "Darimana kau mengetahuinya?"
Li Ruo menjawab, "Apakah kalian tidak mendengar perkataan ku tadi? Dua pelayan bodoh, aku sudah mengetahui banyak hal tentang kalian termasuk dimana Dewa itu berada."
Guzhu She menajamkan pedangnya sebelum dia menghunuskan pedang itu ke arah Li Ruo, "Jangan banyak bicara! Cepat katakan dimana Yang Mulia sekarang!"
Li Ruo berkata, "Apakah saat ini kalian menduga bahwa akulah yang telah membawanya?" Li Ruo berhenti sesaat dan kembali melanjutkan, ",..... Jika iya aku yang membawanya, memang kenapa?"
Mendengar ucapan yang Li Ruo lontarkan padanya, membuat Xiang Hu menggertakan giginya sebelum dia memulai serangan pertamanya. Kuku tajam yang muncul di atas jari-jemari emas miliknya, lantas di arahkan ke arah Li Ruo yang tampak tenang sedang berdiri di depannya, tidak melakukan apapun bahkan untuk menghindar dari serangannya. Dan begitu saat jari-jemari Xiang Hu nyaris menyentuh wajahnya, Li Ruo hanya membutuhkan waktu sekitar tiga detik untuk menaklukkan langsung.
"Apa hanya seperti inikah, kemampuan untuk melindungi Dewa kalian?" Li Ruo berkata sebelum dia melemparkan tangan dan seluruh tubuh Xiang Hu menjauh darinya melewati genggaman tangannya yang keras, Li Ruo masih tampak tidak peduli siapa sebenarnya kedua iblis ini.
Setelah dia melempar Xiang Hu menjauh darinya, bayangan hitam ini sepertinya tidak akan lepas dari punggungnya. Li Ruo menatap senyum Guzhu She yang berdiri di belakangnya, masih dengan sebilah pedang yang tajam memancar di matanya, Guzhu She berkata, "Penjahat Dewa, haruslah segera terbunuh!"
__ADS_1
Li Ruo berkata, "Seharusnya aku memikirkan pilihan kedua mengenai pelayan yang selalu waspada."
Guzhu She menggertakan giginya, sebelum dia mengangkat pedangnya lagi ke arah Li Ruo yang akan di ayunkan dengan gerakan dan mata yang cepat, tidak memungkinkan seorangpun bisa pergi dari kematian yang akan dibuat olehnya.
Namun berharap kematian akan menimpanya, hal itu tidak terjadi padanya.
Ketika pedang tersebut di ayunkan bersamaan dengan dorongan angin yang datang. Li Ruo pecah menjadi butiran air yang kecil seperti hujan yang menimpa di atas kepala mereka, bersamaan ketika pedang ini menyentuh lehernya yang hampir memenggal kepalanya.
Mendadak udara menjadi dingin ketika Li Ruo memecahkan dirinya dan dari dalam hutan yang sebelumnya tampak tenang, membuat Xiang Hu keluar dari dalam sana dengan kekuatan spiritual yang sudah terasa lebih tenang dibandingkan dengan sebelumnya.
Xiang Hu berkata, "Kemana perginya laki-laki tadi?"
Guzhu She menurunkan pedangnya dan berkata, "Apa kau juga menyadari keberadaan orang ini sejak tadi?"
Guzhu She berpikir sebelum menjawab, "Aku juga sama sekali tidak bisa menyadarinya. Kemampuan sensor milikku seperti sudah hilang secara mendadak. Mungkinkah orang tadi adalah Dewa?"
Xiang Hu berkata, "Apakah seorang Dewa juga bisa menculik Dewa lainnya?"
Guzhu She langsung menjawab, "Bukan! Laki-laki itu tidak menculik Yang Mulia. Dia hanya memperdaya saja. Dan juga, apa kau ingat dengan apa yang dikatakan oleh orang-orang surga itu bahwa diantara mereka, ada saja Dewa tanpa identitas?"
Xiang Hu lanjut bicara, "Dewa tanpa persetujuan dari Kaisar langit. Orang itu akan membuat kekacauan di alam surga kembali dan akan merepotkan Yang Mulia?"
Guzhu She berpikir sebelum berkata, "Mungkin saja alam surga sudah menindak hal ini. Dan yang harus dilakukan sebagai seorang pelindung Dewanya hanyalah untuk memperingatkannya saja."
__ADS_1
Sementara ini diwaktu yang berbeda, pada sebuah rumah yang kumuh dan berdebu. Xiao Guang Yu merasa beruntung karena pemuda yang sebelumnya bertemu dengannya tadi mau menunjukkan dimana rumah tempat tinggal Liao Di sebelum menemui kematiannya.
Sekilas dari luarnya hanya tampak terlihat sebuah rumah yang bobrok termakan usia namun di dalamnya begitu banyak memiliki kekuatan spiritual yang sangat hitam dan berlawanan dengannya. Bau anyir darah tidak lepas dari lembab udara yang dirasakan olehnya, begitu juga dengan sebuah tali yang menggantung di atas tiang-tiang penyangga. Para penduduk disini benar-benar tidak berani untuk melakukan banyak hal terhadap rumah ini.
Xiao Guang Yu menggenggam sebuah debu yang ada di bawah kakinya sebelum dia merasakan sebuah energi spiritual besar yang terlintas di belakangnya.
Pandangannya sedikit melirik ke arah pintu yang berada di belakang punggungnya, dan sedikit meraba atas tanah yang kering. Sedikit bergetar, seseorang telah datang beramai-ramai!
Xiao Guang Yu berdiri menghadap belakang. Sebuah cahaya hitam memancar seolah itu berasal dari bagian mereka, memegang sebuah takdir kematiannya sendiri dengan wajah yang hancur tidak terbentuk sama seperti saat kematian mereka.
Arwah kelima anak ini, datang dengan Liao Di yang berdiri di antara mereka, memiliki paras yang cantik dengan rambut panjangnya, namun hal itu tidak akan membuat Xiao Guang Yu terpesona dengan kecantikannya. Tidak ada yang bisa menipu penglihatan seorang Dewa. Setidaknya Xiao Guang Yu memiliki prinsip seorang Dewa untuk menghadapi hal yang semacam ini.
Liao Di berkata, "Benarkah dia adalah laki-laki yang menginginkan untuk mati?"
Suara layaknya lonceng yang berdecing dijatuhkan dari ketinggian yang tidak menentu. Nada bicaranya yang seakan membuatnya terlena dengan suara indahnya, membuat Xiao Guang Yu membatasi kekuatan spiritualnya.
Gadis cantik pemilik hati yang kejam. Sudah diberkahi dengan suara dan wajah yang indah, kenapa dia malah melakukan perbuatan yang tidak berkemanusiaan?
Xiao Guang Yu berkata, "Apakah ini, wanita cantik yang telah membunuh dua keluarga menggunakan kedua tangannya sendiri?"
Liao Di berkata, "Hubungan benang merah, haruslah ada yang segera memutuskannya. Tidak hanya diriku yang bertindak kejam, melainkan mereka juga melakukan hal yang sama sebelum kematianku."
Xiao Guang Yu langsung berkata, "Hentikan semua ucapanmu yang tidak berguna. Jangan menutupi wajahmu yang asli di hadapan seorang Dewa."
__ADS_1
Liao Di berkata dengan pelan, "Aku memerlukan tubuh yang utuh untuk hidup kembali dan membutuhkan banyak arwah untuk memperpanjang usia. Sayangnya, kau ini bukanlah wanita. Karena itu, aku hanya akan mengambil arwahmu saja."