Grandmaster Of Secret Strategy

Grandmaster Of Secret Strategy
Chapter. 34 - Jenderal dengan Kuda Jantannya


__ADS_3

"Yang Mulia! Sebaiknya Anda kembali ke istana! Paduka telah mengkhawatirkan Anda!" 


Kuda seorang jenderal yang gagah, memakai pakaian zirah berbalut kain merah yang menjadi hiasan untuknya. Rambutnya yang diikat kuda, terhembus angin pagi ketika jenderal itu dengan cepat mengendarai kuda jantannya. 


Dialah jenderal kesayangan Kaisar yang menjadi wakil militernya, Jenderal Zu Lin. 


Xiao Guang Yu berlindung di belakang kedua pelayannya, dengan waspada dia sangat mengawasi pergerakan jenderal Zu Lin jika dia ingin menculiknya kembali. Xiao Guang Yu sangat tidak ingin terkunci di dalam kamarnya kembali hanya untuk menunggu kematiannya tiba. Dia berkata, "Jenderal Zu Lin! Tidak bisakah kau tidak perlu memenuhi perkataan paduka untuk mencariku?" 


Aura tegas yang dikeluarkan oleh Zu Lin begitu membuat semua penduduk Nian Yu menjadi merinding apalagi ketika mereka menatap matanya yang sungguh terpesona akan kegagahannya, suara beratnya itu berkata, "Bagaimanapun juga, saya sudah di percaya oleh paduka untuk menjaga Yang Mulia. Jangan membantah! Yang Mulia ikut kami!" 


Xiao Guang Yu semakin berpegang pada pakaian panjang Xiang Hu, bersembunyi di belakangnya sebelum berkata, "Kalian saja yang pergi! Tidak bisakah kalian melihat aku sedang bersama kedua pelayan pribadi ku?" 


Zu Lin mencabut pedangnya, "Yang Mulia ingin menggunakan cara lembut atau tidak? Jika Yang Mulia tidak ingin saya menggunakan cara yang lembut, maka saya akan menggunakan cara yang kasar, dengan melawan Anda." 


"Eh?" Xiao Guang Yu terkejut dan kembali bersembunyi di balik keduanya sebelum berkata, "Jenderal Zu! Kau benar-benar ingin melukai Pangeran mu sendiri? Apakah kau sama sekali tidak berpikir kalau aku adalah pewaris tahta kerajaan berikutnya?!" 


Zu Lin menjawab, "Ini adalah perintah! Yang Mulia sebaiknya jangan membantah!" 


Xiao Guang Yu tidak berekspresi di belakang punggung keduanya dan membuat Guzhu She berkata, "Tidak ada yang bisa memerintahkan dewaku! Seharusnya, dewaku yang saat ini sedang memerintahkan mu untuk pergi dari sini!" 


Xiang Hu lanjut bicara, "Jika jenderal ini tidak bisa diperintahkan dan tetap ingin bertarung dengan Dewa kami, aku yang akan mewakilkannya untukmu." 


Zu Lin berkata pada seluruh pasukannya, "Kalian mendengarnya? Cepat serang kedua iblis ini dan serahkan Yang Mulia padaku." 


Seluruh pasukan yang juga mengendarai kuda jantan mereka, lantas bergerak begitu jenderal ini memberikan mereka perintah untuk menyerang kedua iblis ini. 


Dan bersamaan dengan hal itu, sebuah cahaya menembus langit dan jatuh di depan mereka membuat para pasukan gagah itu seketika terjatuh semua dan pedang mereka telah di tancapkan pada tanah yang lembut. 

__ADS_1


Perlahan, cahaya tersebut menghilang dan memunculkan sebuah laki-laki yang besar memakai pakaian hijau dan rambut terurai rapi bersama dengan dedaunan yang beterbangan seakan langit telah menyambutnya dengan sangat baik. 


Setelah beberapa hari tidak kembali ke muka bumi, Dewa bumi Yao Lin ini kembali dengan membawa pesan sebenarnya yang telah salah di antarkan oleh Phoenix merah. 


Gulungan yang telah sah, berisikan tentang rencana untuk mengangkat Xiao Guang Yu ke surga dan bertemu dengan Kaisar langit untuk segera melakukan apa yang harus dilakukan oleh seorang Dewa perang. 


Setelah dia berada di dalam lingkaran cahaya, Yao Lin menatap para pasukan gagah yang sebelumnya telah berlari ke arahnya dan kemudian tumbang seketika saat dia turun dari lapisan surga. 


Yao Lin berkata, "Siapakah mereka, para pasukan ini? Apakah mereka berencana untuk menyerang Dewa dan pelayannya?" 


Xiao Guang Yu yang mengetahui keberadaan dan kedatangan Yao Lin, segera berlari ke arahnya dan memeluknya seperti seorang ayah baginya. "Dewa Yao! Kenapa Anda lama sekali datangnya? Hampir saja jenderal itu melukai ku dan malah akan membunuhku."


Yao Lin terlihat sedikit terkejut dan menatap seram wajah Zu Lin yang masih begitu angkuhnya. "Tidak ada yang bisa melukai apalagi membunuh calon Dewa seperti Yang Mulia ini!" 


Salah satu penduduk yang masih berada disana, menunjuk ke arahnya dan berkata, "Bukankah itu Dewa bumi Yao Lin?!" 


Yao Lin mengangkat setengah tangannya sebelum berkata, "Penduduk ini sama sekali tidak berdosa. Saya hanya ingin bertanya pada jenderal gagah ini, mengapa bisa jenderal ini akan melukai calon Dewa seperti Yang Mulia ini?" 


Zu Lin menjawab, "Yang Mulia bukanlah dewa. Dia tetaplah Pangeran kami." 


Yao Lin menghadap Xiao Guang Yu dan memberikan gulungan yang asli untuknya, "Yang Mulia ini tetaplah Dewa untuk alam surga. Sudah tertera namanya dalam gulungan yang ditulis langsung oleh Kaisar langit. Karena itu, jika ada yang menyangkalnya, sudah kewajiban kami untuk membunuh orang itu sebagai persembahan untuk Kaisar langit."


Setelah Yao Lin mengakhiri kalimatnya, dengan cepat satu tangannya di angkat keatas yang membuat sebuah jurang besar dibawah kaki Zu Lin yang akan siap untuk memakannya hidup-hidup. Namun sebuah pedang melayang dibibir jurang tersebut dan membuat sebuah penghalang untuk Zu Lin agar tidak jatuh ke dalamnya. 


Pedang itu berasal dari jari-jemari emas Xiao Guang Yu yang mengaku bergerak sendiri untuk menyelamatkan Zu Lin dari jurang yang akan membunuhnya nanti. 


Xiao Guang Yu berkata, "Dewa Yao! Bisakah Anda melepaskan jenderal Zu dari kematiannya dan jangan menjadikannya sebagai persembahan untuk Kaisar langit?" 

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Yao Lin menjawab, "Baik, Yang Mulia." 


Yao Lin kembali menurunkan tangannya dan membuat jurang itu kembali menutup menjadi seperti semula dan tidak membiarkan Zu Lin jatuh ke dalam jurang tersebut.


Xiao Guang Yu sedikit terkejut dengan kepatuhan Yao Lin padanya, padahal dia tidak mengetahui apa yang terjadi saat ini. 


Pada dasarnya, Dewa yang bukan termasuk Dewa petarung atau sudah menjadi dewa petarung namun dia masih berada di bawah Dewa petarung lainnya, harus benar-benar menuruti apa keinginan Dewa di atasnya dan tidak bisa membantah dengan perintahnya. 


Dewa perang saat ini berada di peringkat pertama dalam Dewa petarung yang paling dibanggakan pengikutnya?! 


”Tidak ragu dan heran mengapa Dewa Yao benar-benar penurut. Jadi, dia masih berada di peringkat ketiga setelah Dewa angin Feng Lian?” Batin Xiao Guang Yu yang masih memperhatikan. 


Yao Lin membungkuk di depan Xiao Guang Yu sebelum berkata, "Yang Mulia, silahkan Anda memulai perjalanan Anda untuk bertemu dengan Kaisar langit." 


Zu Lin yang masih mampu berdiri langsung berkata, "Tidak bisa! Bagaimanapun juga, Yang Mulia harus ikut bersama dengan kami!" 


Yao Lin berkata, "Yang Mulia harus menemui Kaisar langit untuk di angkat menjadi seorang dewa. Jika dewa perang masih tidak ada dan tidak menempati posisi pertamanya, alam iblis pastinya akan menyerang alam fana dan menguasainya. Jika jenderal ini masih tidak mempercayai saya, jenderal bisa membawa saya ke hadapan Kaisar Anda." 


Zu Lin tidak berkata dengan pedangnya. 


Xiang Hu berkata, "Tapi Dewa Yao. Yang Mulia harus menemukan buah dewa Muiqing untuk menghilangkan racun naga dalam tubuhnya."


Yao Lin mengelus dagunya, "Racun Naga dan buah dewa Muiqing ya? Hmm,.. sepertinya kalian bisa pergi tapi, harus tetap berhati-hati dan tetap lindungi Dewa kalian." 


Kedua pelayan ini menjawab, "Baik, dewa. Kami akan melindungi Yang Mulia." 


Tidak lama setelah jenderal ini membiarkan Pangeran ini pergi dengan dua iblis di samping kanan dan kirinya. Di antara jenderal dengan Dewa ini, kemudian saling menatap tajam dan membuat Yao Lin berkata, "Bawa aku ke hadapan Kaisar kalian." 

__ADS_1


__ADS_2