
Gerbang neraka.
Puluhan formasi sihir yang terpasang di alam iblis, telah dihancurkan hanya karena langkah kaki seorang laki-laki yang menginjakkan kakinya di atas tanah gerbang neraka.
Sorot mata yang tajam, penuh dengan pembalasan dendam atas penghinaan yang telah dialami olehnya. Langkah pertama Li Ruo yang menginjakkan kakinya di gerbang neraka, membuat formasi sihir pertama hancur dan berikutnya sampai pada formasi sihir ke tujuh, Li Ruo berhenti dan menatap iblis pelayan yang saat ini sedang duduk di atas sebuah singgasana merah.
Tidak lain dari seorang pelayan yang sangat setia terhadap tuannya, Liu Shuji bersandar pada kursi tersebut dan sesaat memandangi Li Ruo dengan Jianshi yang masih berada pada lipatan telapak tangannya.
Liu Shuji mengangkat kepalanya sebelum dia bertanya pada Li Ruo, "Kau datang kemari pasti untuk membunuh Leluhur Pangeran Zhen Bei, bukan?"
Li Ruo menjawab, "Yang aku lakukan hanya melakukan pembalasan dendam atas kematian Yang Mulia Xiao Guang Yu. Lalu, apakah kau berada disini hanya untuk menghalangiku dan bertarung denganku?"
Liu Shuji mendesah keras dan berkata, "Kenapa tidak kita sudahi saja? Aku sudah tahu bahwa kau sangat setia pada Dewa perang itu dan kau sendiri juga memiliki hutang Budi yang sangat besar terhadapnya."
Li Ruo menjawab dengan tegas, "Lalu? Apakah ada hubungannya denganku dan kematianmu?"
Liu Shuji sedikit tertawa dan berkata, "Itulah yang aku inginkan sejak tadi. Bunuhlah aku selagi tidak ada yang melawanmu."
Li Ruo berkata, "Sungguh? Apakah kau sama sekali tidak menghargai nyawamu sendiri?"
Liu Shuji menurunkan pandangannya sebelum berkata, "Aku sendiri juga tidak mengetahui alasan mengapa aku hidup. Setelah dua pelayan iblis ini bertarung hingga keduanya mati, aku tidak memiliki alasan mengapa harus hidup di alam iblis sebagai penjahat."
” Alasan mengapa aku hidup sebagai penjahat.” batin Li Ruo yang mulai mengingat sebuah cerita ketika dia bertemu kembali dengan seorang Putra Mahkota yang mengatakan, "Jika kau tidak memiliki alasan untuk hidup ataupun tidak mengerti apa arti kehidupan yang sesungguhnya maka, anggaplah aku ini sebagai alasanmu untuk hidup dan arti dari kehidupanmu yang sebenarnya."
Seolah ingatan itu menggema dalam kepalanya, Li Ruo tidak sanggup melihat siapa putra mahkota yang pernah memberikannya kesempatan sekali lagi. Dia benar-benar putra mahkota yang sangat disayangi oleh rakyatnya dan di cintai oleh rakyatnya. Menjadi satu-satunya pewaris tahta kerajaan terbesar dan dewa yang mendapatkan gelar kebanggaan Kaisar langit.
__ADS_1
Namun, sayangnya Li Ruo tidak sanggup mengingat siapa orang itu dan langsung terdiam dengan memegang keras kepalanya sebelum dia mendengar Liu Shuji yang berkata, "Adakah sesuatu yang membuatmu tampak khawatir dan memilih untuk tidak membunuhku?"
Li Ruo menjawab dengan dingin, "Diamlah!" Sambil mencengkram kuat pedang Jianshi ketika dia mencoba untuk mengingat kembali ingatannya yang sempat menghilang.
Liu Shuji kembali berkata, "Bunuhlah aku sekarang juga! Cepat lakukan!"
Setelah Li Ruo berlama-lama tediam, dia akhirnya mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Liu Shuji dengan ekspresi yang sangat marah terhadapnya.
Li Ruo kemudian membuka pedang Jianshi dan mengalirkan kekuatan spiritual pada pedang tersebut. Bayangan merah menyala akhirnya muncul di sekitar pedang Jianshi dan menjadi satu-satunya paling menakutkan di gerbang neraka.
Kaki lincahnya kemudian bergerak dengan sangat cepat dan dengan menggunakan Jianshi, Li Ruo menembus tubuh Liu Shuji hingga hancur dan langsung menjadi abu ketika darahnya menyentuh tanah.
Li Ruo menatap telapak tangannya sendiri yang telah berlumuran abu darah milik Liu Shuji yang masih melekat pada kulitnya.
Dia benar-benar tidak percaya bisa dengan mudahnya membunuh tanpa berpikir lebih dulu. Dan melihat hal ini, apakah saat ini dia sudah menjadi seorang penjahat?
” Aku terlahir sebagai seorang penjahat dan tidak memihak siapapun.” Batin Li Ruo yang kemudian berkata, "Iblis petaka yang kalian takutkan selama ini, telah kembali." Ucapnya sambil mengeluarkan seluruh kekuatan spiritualnya dan menghancurkan sebagian besar dari gerbang neraka menggunakan kekuatan dan telah membuat alam surga dan fana berguncang hebat.
Li Ruo tertawa lepas di hadapan para mahluk neraka dan berkata dengan keras pada mereka semua, "Bawa aku menuju pemimpin kalian!"
20 tahun setelahnya,...
Di alam surga, beberapa Dewa berkumpul di satu tempat dan sedang membicarakan peristiwa yang baru-baru ini terjadi. Siapa yang tidak mengira sebelumnya? Bahwa, anak yang diberkahi dewa, telah keluar dari jalannya dan saat ini, dia telah kembali menjadi iblis petaka yang sangat ditakutkan oleh ketiga alam!
"Tidak mungkin?! Leluhur pangeran Zhen Bei telah mati?!"
__ADS_1
"Siapa yang membunuhnya?!"
"Iblis petaka Li Ruo yang telah membunuhnya!"
"Apakah ini bertanda sebuah keberkahan atau keburukan mengingat, iblis petaka yang hampir saja menghancurkan alam surga telah kembali."
"Jika saja Dewa perang tidak merawat anak itu, apa yang mungkin bisa terjadi saat ini?"
"Keduanya sama-sama merugikan! Jika Dewa perang tidak merawat Li Ruo, iblis petaka tidak akan pernah muncul di dunia ini dan juga, jika Yang Mulia itu tidak diangkat menjadi Dewa, leluhur pangeran Zhen Bei juga tidak akan muncul kembali!"
Lan Yue yang terlibat dalam perbincangan ini, lantas berkata, "Semuanya tolong tenang dulu. Dewa perang telah mati dua puluh tahun lalu dan kejadian ini, sama sekali tidak berhubungan dengannya. Jika para Dewa membayangkan kejadian ini dengan kejadian dua puluh tahun lalu, apakah hal ini akan terjadi jika Dewa perang masih hidup?"
Yao Lin menjawab, "Yang Mulia memiliki strategi tersendiri untuk melakukan sesuatu terhadap Pangeran Zhen Bei. Mungkin saja saat ini, alam surga sudah aman dan berdamai dengan kedua alam."
” Lalu, siapa yang pantas untuk di salahkan? ”
"Li Ruo telah membunuh leluhur pangeran Zhen Bei beserta pengikutnya sampai membuat alam surga berguncang dan meruntuhkan beberapa istana. Dan yang tersisa disana hanyalah iblis-iblis kecil yang tidak memiliki kemampuan apapun untuk menghancurkan."
"Sebenarnya, apa yang dilakukan oleh Li Ruo benar-benar membantu alam surga tapi, mengingat keberadaan iblis petaka dua ratus tahun lalu. Tidakkah hal itu membuat ketakutan tersendiri terutama untuk keselamatan Kaisar langit."
Lan Yue menjawab, "Kita harus segera memaksimalkan keamanan untuk kaisar langit. Dan karena, Dewa beladiri Qing Luo sudah mati dan yang tersisa hanyalah junior-juniornya saja, setidaknya kita bisa mengandalkan mereka semua untuk melindungi Kaisar langit."
Sementara ini, sebuah kuil bercahaya kan merah menyala hingga ke langit. Satu-satunya kuil yang dibangun oleh kumpulan para iblis atas perintahnya. Li Ruo menjadi satu-satunya yang tersisa dari para pengikut-pengikut dewa perang yang saat ini sudah tidak mengenal Dewanya kembali.
” Sebenarnya siapa yang aku bohongi? Mengapa aku sama sekali tidak mengenal siapa pemilik kuil yang ada di samping kuil ku ini?”
__ADS_1
Li Ruo melirik ke arah pedang Jianshi dan berkata, "Aku yang tidak mengerti apa itu arti kehidupan dan tidak memihak siapapun, pantas untuk membunuh orang-orang yang menghalangiku. Sebaiknya, aku menyiapkan kekuatan untuk membunuh Kaisar langit."