
Satu tahun setelahnya.
Guncangan keras mulai terasa di langit alam fana yang telah membuat awan semakin kacau. Begitu juga dengan hentakan pedang yang saling bertabrakan, membuat kilat menyambar tebing dan hancur seketika.
Seorang Putri dari Kaisar Ming bernama Qingqing dan juga seorang pembudidaya iblis bernama Shin Yu, saling menyerang di langit pulau es yang membuat pecahan gletser mengalir di setiap sungainya.
Pangeran pulau es, Zhi Yun juga membantu Sang Kaisar atas pertarungan yang hampir menghancurkan wilayahnya. Satu bangunan istana hancur dan juga rumah rakyatnya yang tampak hanya tersisa potongan kayu.
Orang-orang disana bingung, mengapa Dewi Qingqing bertarung dengan seorang pembudidaya iblis di langit pulau es dan membuat hancurnya bangunan mereka?
"Dewi Qingqing! Hentikan pertarungannya!" Sorak para rakyat yang akhirnya membuat Zhi Yun bergerak untuk menghentikan mereka berdua.
Jika saja Shin Yu tidak menghina Qingqing atas nama keluarganya yang telah tewas akibat suatu wabah penyakit, Qingqing tidak akan melakukan sebuah pertarungan yang akhirnya memporak-porandakan rumahnya yang saat ini.
Qingqing yang tinggal di istana timur benua es, dengan Ayah yang adalah seorang Kaisar dan ibunya adalah seorang permaisuri yang baik, pewaris ke enam pedang spiritual Qinwa. Namun, akhirnya pedang tersebut diturunkan padanya karena Sang permaisuri bersama dengan Kaisar, terkena wabah penyakit yang membuat mereka meninggal setelah Qingqing menjalankan tugasnya di alam surga.
Pada akhirnya, istana Utara mengadopsinya untuk menjadi Putri mereka dan tinggal bersama putra mereka Zhi Yun.
Tapi, setelah pengangkatan Qingqing menjadi Putri istana Utara, yang mereka dapatkan selalu ancaman yang luar biasa dan kehancuran yang membuat kehidupan mereka semakin kacau.
Jika saja Paduka Kaisar tidak memiliki hubungan baik dengan istana timur, hal ini tidak akan terus menerus terjadi.
Kaisar yang memimpin di istana timur adalah saudara kandung Kaisar sendiri. Jadi, tidak mungkin dia akan mengabaikan keponakannya sendiri.
Pedang Qinwa sementara ini terus di ayunkan dan membuat angin kencang yang mengakibatkan pecahnya batuan gletser yang berada di sekeliling mereka.
Dan jika, bukan pedang Qinwa dan juga masa lalu Qingqing yang telah berprestasi di alam surga, dia juga tidak akan menjadi salah satu Dewa yang berada disana. Semua orang juga sudah tahu bahwa, pedang Qinwa bukanlah pedang yang biasa melainkan, pedang itu adalah pedang penyimpan Arwah Dewa kematian Nan Yu.
Sesuai dengan namanya yang sangat dikenal banyak orang, Qingqing bisa menggunakan pedang tersebut untuk mencabut nyawa lawannya hanya dalam satu ayunannya saja. Namun, hal ini akan berbeda jika dia bertarung dengan Shin Yu yang merupakan seorang Pembudidaya Iblis.
__ADS_1
Shin Yu telah menggunakan mantra tertentu untuk menghindari serangan Dewa Nan Yu yang ingin mencabut nyawanya. Tapi, bagaimanapun juga, Shin Yu memiliki kemampuan sensor yang cukup besar dan juga kipas lipat yang diwariskan oleh gurunya penatua Iblis.
Begitu dia mulai merasakan bahwa gaya bertarung Qingqing semakin menurun, Shin Yu menyerangnya menggunakan kecepatan yang membuatnya langsung berada di atas kepalanya dan saat ini sedang melebarkan kipasnya untuk menyerangnya.
Namun, serangan pemenggal yang dilakukan oleh Shin Yu tampaknya digagalkan oleh Zhi Yun yang saat ini telah sampai di langit tempat pertarungan mereka.
Zhi Yun melindungi Qingqing dengan pedangnya dan berkata, "Saudari Qingqing! Apa yang telah Anda perbuat hingga mengakibatkan kehancuran di wilayah Kaisar?"
Qingqing membentak dan berteriak, "Pergilah! Dia telah menghina atas nama ayah dan ibuku! Wanita buruk ini, layak untuk mati!"
Qingqing kembali mengeluarkan seluruh kekuatannya pada pedang Qinwa dan kemudian diayunkan dengan sekuat tenaga ke arah Shin Yu yang masih tampak berada tidak jauh dari mereka.
Begitu mengetahui bahwa serangan ini akan membuat kehancuran di pulau es, Zhi Yun segera menahannya menggunakan pedang Luobing.
Hantaman antara serangan yang dilakukan oleh Qingqing dan juga Zhi Yun, membuat guncangan sampai terdengar di benua api dan membuat gelombang air yang hampir saja mengakibatkan banjir dimana-mana.
Zhi Yun melepaskan pedangnya dan berteriak padanya, "Saudari Qingqing! Jangan membuat kehancuran yang lebih parah lagi!"
Zhi Yun berkata dengan sedikit membuatnya tenang, "Kalau begitu, saudari ini tolong untuk tenang sedikit!"
Qingqing mengeraskan tinjunya dan berteriak, "Pergilah dari hadapanku!"
Dengan cepat, Qingqing menghilang dari hadapannya dan langsung berada di depan Shin Yu yang kemudian juga menghilang ketika Qingqing hendak untuk mengeluarkan satu serangan lagi terhadapnya.
"Cih! Dia melarikan diri!"
Zhi Yun berdiri menghadap ke arah Qingqing dan berkata, "Saudari Qingqing! Kau harus segera membayar seluruh kehancuran ini."
Qingqing sedikit tertawa dan kemudian berkata, "Memangnya, siapa yang menginginkannya? Lebih baik aku pergi dari sini!"
__ADS_1
Qingqing kemudian memanggil seekor burung merak biru yang muncul dari langit timur dan kemudian membawanya pergi dari tempat tersebut.
Burung merak biru yang juga tergolong dalam magical beast, berhasil didapatkan oleh Qingqing setelah dia menyelamatkan hidupnya dari sebuah perburuan yang dilakukan oleh beberapa anggota sekte terhadapnya.
Dia lahir dengan bunga. Zhi Yun menatap langit tempat Qingqing melarikan diri bersama peliharaannya dan berkata dalam benaknya, "Saudari Qingqing,... Setidaknya lebih baik kau pergi saja dari tempat ini."
Sementara ini, yang terjadi setelah Xiao Guang Yu menjalankan tugasnya di benua api. Guncangan itu baru saja dirasakan olehnya dan tidak lama, sebuah tebing yang berada tidak jauh darinya runtuh akibat guncangan tersebut.
Apa yang sebenarnya terjadi?! Apakah ada sebuah pertarungan besar yang terjadi tidak jauh dari sini?
Xiao Guang Yu menatap langit yang saat ini masih terlihat baik-baik saja. Xiao Guang Yu sangat tidak yakin dengan apa yang terjadi saat ini, karena tidak mungkin ada guncangan tanpa membuat langitnya menghitam.
Xiao Guang Yu melirik ke arah Guzhu She dan berkata, "Ah-She, bisakah kau memeriksa apa yang terjadi?"
Guzhu She menjawab sebelum pergi, "Baik Yang Mulia."
Li Ruo tampak memeluk pahanya dengan erat dan berkata padanya, "Gege! Apa itu tadi? Kenapa guncangan ini sangat aneh?"
”Aku lupa jika membawa anak kecil dalam tugas ini.” batin Xiao Guang Yu yang kemudian menjawab, "Aku juga tidak mengetahuinya. Tapi, langitnya masih terbilang cerah dan juga, satu buah tebing telah hancur karena guncangan ini."
Li Ruo kembali berkata, "Apakah Gege tidak merasakan adanya kekuatan spiritual yang besar berada dari sebuah pedang?"
Xiao Guang Yu menatap bingung dan merasa bahwa Li Ruo telah mengetahui sesuatu dengan hal yang terjadi saat ini.
Xiang Hu yang berada disampingnya akhirnya berkata, "Anak kecil! Mengapa kau bisa mengetahuinya?!"
Li Ruo menjawab dengan malas, "Aku pikir, rubah sepertimu bisa merasakan hal ini juga. Lalu, apakah kau ini hanyalah barang palsu yang tidak bisa berbuat apapun?"
Xiang Hu melontarkan ancaman, "Akan ku bunuh kau!"
__ADS_1
Tidak lama setelah Guzhu She berjalan menyusuri hutan untuk mencari tahu apa yang terjadi. Di bawah semak-semak yang dalam dan memiliki daun yang besar, sebuah tangan seputih salju tampak keluar dari dalam sana.
Lalu, yang terjadi setelah dia membuka semak-semak tersebut. Seorang wanita telah terbaring penuh luka dengan pedang yang masih berada di tangannya!