
Zhen Bei bersandar pada singgasananya dan bertanya setelah Shang Ren mengatakan hal mengenai anak yang diselamatkan oleh Xiao Guang Yu ratusan tahun lalu, "Siapakah laki-laki yang kau maksud itu?"
Shang Ren melengkungkan senyuman licik dan menjelaskan, "Dia tidak lain hanyalah iblis yang mengaku sebagai Dewa dan melakukan kudeta di berbagai tempat. Dia juga pernah melakukan pertarungan antara dirinya dengan keempat Dewa petarung di peringkat teratas dan berakhir dengan kemenangan yang diraih olehnya. Tidak hanya itu, dia juga memiliki pedang yang telah berlumuran darah para Dewa dan dipenuhi dengan arwah hitam. Pedang itu menjadi senjata andalannya untuk menghancurkan sebuah gunung dan pedang tersebut dia sebut sebagai Jianshi."
Zhen Bei mendengus sebelum dia berkata, "Laki-laki ini, sepertinya tidak bisa dipandang rendah. Katakan, hal apa saja yang pernah dia lakukan sebelum bertemu dengan Dewa perang tadi?"
Shang Ren berkata, "Dia telah membangun sebuah kuil besar sebagai persembahan untuk Dewa Perang, Xiao Guang Yu."
Gelas keramik yang berada di atas mejanya, langsung dilempar olehnya begitu dia mendengar hal yang disampaikan oleh Shang Ren sangat bertentangan dengannya.
"Bagaimana bisa seorang iblis manusia seperti dia membangun sebuah persembahan untuk Dewanya?! Siapa sebenarnya orang itu dan aku benar-benar ingin melihat wajahnya saat ini!"
Shang Ren menjawab, "Li Ruo saat ini telah berjalan menuju alam surga untuk membunuh satu persatu dari Dewa yang ada di sana sebagai bentuk balas dendam atas kematian Dewanya."
Zhen Bei mendengus kasar dan berkata, "Tidak aku sangka akan bisa sampai sejauh ini. Rencana untuk menghancurkan para dewa, berjalan dengan sangat baik." Ucapnya yang kemudian berhenti dan memanggil, "Shin Yu!"
Seorang wanita dengan pakaian putih dan rambut hitam tebal yang terurai. Shin Yu merupakan pelayan dari leluhur pangeran Zhen Bei dan juga satu-satunya pembuat masalah yang ada di pulau es. Dia berjalan dengan anggun dan menyapu pakaian putihnya sebelum dia memberi hormat pada Zhen Bei yang masih terduduk di atas singgasananya. Dia berkata, "Yang Mulia, apakah Anda memanggil saya?"
Zhen Bei langsung menjawab, "Segera ikuti laki-laki yang sedang melangkah ke alam surga! Aku ingin melihat apakah dia benar-benar membunuh para dewa langsung di alam surga atau tidak. Jika dia benar-benar melakukannya, bawalah dia di hadapanku!"
Shin Yu tidak berekspresi dan menjawab, "Baik, Yang Mulia."
Sementara ini, suara seseorang yang berjalan dari lembah yang sangat dalam dan berisikan mayat-mayat yang telah membusuk di dalamnya. Dengan hanya bersenjatakan sebuah pedang Jianshi yang telah membunuh banyak Dewa dan meminum darahnya, tidak memungkinkan Li Ruo bisa terkalahkan oleh dewa-dewa yang ada di alam surga.
"Bagaimanapun, aku harus membalaskan dendam Yang Mulia!"
__ADS_1
Genggaman tinjunya semakin keras begitu dia merasakan adanya kekuatan spiritual selain dirinya yang pada saat itu berada di tempat yang sama.
Ada orang lain yang sedang memata-matai dirinya dan seolah orang itu tidak mengetahui bahwa Li Ruo sudah mengetahui keberadaannya saat itu.
Satu tubuh mayat seorang laki-laki yang berada di sampingnya, menjadi satu alasan dirinya harus menghindar dari serangan anak panah yang tiba-tiba muncul di belakang punggungnya.
Dengan cepat, Li Ruo menarik mayat laki-laki tersebut dan menjadikannya sebagai perisai untuknya dari serangan puluhan anak panah yang mengarah ke arahnya.
Rupanya itu adalah serangan seorang jenderal hantu yang mati secara misterius dan akhirnya bergentayangan di sekitar lembah yang menjadi tempat kematiannya.
Pedang Jianshi menunjukkan adanya kemauan naluriah yang menginginkan untuk memakan hantu arwah jenderal tersebut. ”Pedang ini ingin memakan hantu yang baru saja menyerang tuannya sendiri?"
Lalu, ketika hantu jenderal tersebut memunculkan dirinya dari sudut yang gelap. Li Ruo akhirnya mengetahui bahwa jenderal dengan sebutan sebagai jenderal Gurun, telah mati di dalam kuilnya sendiri akibat perbuatan Zhen Bei yang memerintahkan pasukannya untuk membunuh dirinya. Dia adalah jenderal Jun Wu yang bergentayangan di sekitar lembah karena, mayatnya yang masih berada di tempat yang sama, dibiarkan membusuk di sana.
Jun Wu mengangkat satu tangannya yang menunjuk ke arah Li Ruo dan berkata dengan tenggorokan yang hampir mati, "Tolong,... Salah satu dari juniorku telah berkhianat dan akan menghancurkan alam surga. Dia, satu-satunya orang yang melihat bagaimana aku terbunuh oleh seorang wanita berpakaian putih."
Li Ruo melipat tangannya sebelum dia berkata dengan penuh penghinaan yang ditujukan oleh Jun Wu, "Bodoh! Kau pikir aku akan menolongmu? Lagipula, tujuanku sangat berkebalikan dengan apa yang kau harapkan." Li Ruo berhenti sesaat dan menghampiri hantu jenderal Jun Wu sebelum dia kembali berkata, "Kehancuran alam surga yang aku inginkan." Ucapnya yang kemudian menusukkan pedang Jianshi pada tubuh Jun Wu dan membiarkan pedang tersebut memakan kesadaran spiritualnya.
” Sayang sekali, aku tidak menyukai orang ini. Dialah yang membuat Yang Mulia harus bekerja keras untuk melunasi hutang-hutangnya pada jenderal ini. Lagipula, aku telah mendengar apa yang telah kau ucapkan untuk Yang Mulia. Memanggilnya dengan sebutan Dewa tidak berguna, benar-benar tidak bisa dimaafkan oleh iblis petaka sepertiku!”
Setelah mengatakannya dengan penuh mengerikan, Li Ruo kembali berjalan menuju alam surga dan akan membalaskan dendam Xiao Guang Yu atas kematian yang harus diterima olehnya.
Dan pada waktu yang bersamaan, beberapa junior telah dikerahkan untuk pergi ke alam fana dan mencari mayat jenderal Jun Wu yang telah dibuang oleh pembunuhnya. Namun, mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa ada seorang pengkhianat di antara mereka yang saat ini telah merencanakan sesuatu yang akan membuat alam surga menjadi terancam bahaya.
Kaisar langit masih berada di dalam kuil salah satu Dewa yang berada di sana dan kembali mengurusi beberapa urusan alam surga yang dikerjakan oleh Xiao Guang Yu sebelum kematiannya.
__ADS_1
Lembaran kertas tersebut sama sekali tidak memberikan tanda bahaya melainkan semuanya terlihat aman dan terjaga. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan selama Xiao Guang Yu yang mengurus semua urusan-urusan ini.
Setelah melihat beberapa kejadian yang sangat memilukan untuknya apalagi, Xiao Guang Yu telah mendapat fitnah yang berujung pada kematiannya. Kaisar langit juga telah menghukum para hakim Dewa yang pada saat itu memberikan hukuman untuk Xiao Guang Yu atas kesalahan yang belum tentu itu adalah kesalahan dirinya.
Kaisar langit berkata pada Qing Luo yang ada di belakangnya dan sedang menemaninya untuk berkeliling memeriksa keadaan, "Apakah kau juga melihatnya? Tidak ada tanda-tanda bahaya yang akan mengancam alam fana dan alam surga. Lalu, mengapa kalian tidak memeriksanya terlebih dahulu mengenai semua dokumen yang ada disini?"
Qing Luo menjawab dengan ragu, "Karena perintah Yang Mulia sangat mutlak untuk kami dan kami pun juga tidak akan membantahnya."
Kaisar langit kembali berkata, "Jika menurut kalian hal ini sangat mutlak, mengapa tidak mengetahui bahwa ada sebuah mantra yang terpasang pada surat yang aku berikan untuk kalian?"
Qing Luo menjawab, "Kami, benar-benar tidak mengetahui akan hal itu Yang Mulia. Mantra yang dipasang, sangatlah tidak bisa dibedakan dengan mantra milik Anda."
Kaisar langit berpikir sebelum menjawab, "Sebaiknya jika tidak cepat dilakukan. Aku harus segera merekrut Dewa perang yang baru agar alam iblis tidak menyerang alam fana dan alam surga."
Qing Luo bertanya, "Apakah Yang Mulia tidak akan menunggu reinkarnasinya saja?"
Kaisar langit langsung menjawab, "Tidak perlu. Hal ini terjadi secara mendadak dan waktunya tidak cukup untuk mengatasi hal seberat ini."
Salah seorang wanita yang menjadi junior dewa musim semi Lan Yue, berlari tergesa-gesa menuju keduanya dan langsung berkata dengan panik, "Yang Mulia! Barusan terjadi pertarungan besar antara iblis siluman rubah dan ular! Mereka, telah banyak menghancurkan bebatuan serta pohon-pohon disana dan bahkan, sebuah gunung hampir di rusak akibat ulah mereka berdua."
Kaisar langit terdiam dan menjawab, "Iblis siluman rubah dan ular. Mereka adalah pelayan bagi Dewa perang dan pastinya setelah pertarungan besar itu, mereka juga akan mati. Dengan kata lain, kerusakan itu bisa teratasi dengan cepat. Suruh Lan Yue untuk memperbaiki semua itu."
Wanita tersebut belum berhenti dan kembali berkata, "Tapi, Yang Mulia! Ada satu hal yang perlu dikhawatirkan! Salah satu iblis petaka yang pernah mengadakan kudeta di berbagai wilayah dan juga pedang Jianshi miliknya, telah berdiri di depan istana para Dewa!"
Kaisar langit menatapnya dengan sangat terkejut dan berkata, "Iblis petaka?! Maksudmu, laki-laki yang menjadi alasan kenaikan Xiao Guang Yu ke alam surga, Li Ruo?!"
__ADS_1