Grandmaster Of Secret Strategy

Grandmaster Of Secret Strategy
Chapter. 38 - Penyelesaian (1)


__ADS_3

Langkah kaki seorang pelayan yang berlari di atas karpet merah menuju singgasana Kaisar yang megah.


Ketika sudah sampai saatnya untuk berbicara di hadapan kaisar, pelayan itu berkata, "Paduka! Jenderal Zu telah kembali!"


Kaisar Wu yang saat ini melepaskan secarik kertas menjawab, "Apakah Yu'er juga bersama dengannya?"


Pelayan itu berkata, "Tidak paduka. Tapi, jenderal Zu datang dengan membawa seorang Dewa di atas kereta kudanya." 


Kaisar Wu berkata, "Aku hanya meminta Jenderal Zu untuk membawa kembali Yu'er dan kenapa sekarang dia malah membawa seorang Dewa?" 


Di depan sebuah kolam teratai, terdapat beberapa kursi dan meja yang terpasang di bawah pohon. Dengan secangkir teh hangat, seorang pelayan telah menuangkannya di dalam gelas milik Kaisar dan dewa bumi. 


Kaisar Wu menaruh gelas keramik tersebut sebelum dia bertanya, "Saya penasaran dengan apa yang terjadi. Mengapa jenderal kami malah membawa Anda datang kemari dan bukan Yu'er?" 


Yao Lin menghela nafasnya setelah dia meminum teh hangat di atas mejanya, "Apakah Yang Mulia tidak keberatan jika aku yang bertanya lebih dulu?" 


Kaisar Wu menjawab, "Dengan senang hati." 


Yao Lin mendengus, "Mengenai Putra Mahkota kalian, apakah hal itu tidak terlalu memaksakan dirinya untuk tetap di dalam istana sementara Putra Mahkota lainnya bisa berkeliaran kemanapun dia mau?"

__ADS_1


Kaisar Wu menjawab dengan ragu, "Mengenai Putra Mahkota kami, dia memang sedikit terlalu mengkhawatirkan kami. Karena—" 


"Apakah karena dua pelayan itu?!" Yao Lin langsung menjawab tanpa ragu dan kembali menatap kaisar Wu setelah dia menurunkan pandangannya, "Apakah Yang Mulia tidak percaya dengan kedua pelayan itu? Meskipun mereka termasuk bangsa iblis tapi, mereka sudah mengabdi pada alam surga sejak ratusan tahun lalu. Karena itu, untuk apa diragukan lagi? Mereka adalah pelayan Dewa Perang dan dewa perang sendiri yang memilih mereka untuk menjadi pelayannya." 


Kaisar Wu berpikir sebelum menjawab, "Saya mengetahui apa maksud Anda. Tapi, Yu'er juga berperan sebagai anak kandung saya dan putra mahkota yang akan mewarisi tahta Kaisar setelah saya."


Yao Lin menaruh gelasnya dan berkata, "Karena itulah tugas sebagai orang tua. Tapi, dengan tidak adanya Dewa perang berikutnya, apa yang bisa dilakukan oleh alam fana selagi alam iblis mencoba untuk meruntuhkan segalanya?" 


Kaisar Wu berkata, "Lalu, bagaimana dengan kelangsungan rakyat saya? Apakah mereka akan hidup tanpa seorang pemimpin?" 


Yao Lin menjawab, "Apakah Yang Mulia sedang meremehkan bagaimana kekuatan Dewa perang yang sebenarnya? Apakah Yang Mulia berpikir seorang Dewa seperti kami tidak bisa mengemban tugas keduanya?" 


Hal yang terjadi di istana Iblis Yin, perbatasan akhirat dan alam fana. Segerombol arwah itu menyerang Xiao Guang Yu menggunakan sebilah pedang yang telah di tajamkan dan bersinar terang ketika sebuah cahaya memancar ke arahnya. 


Hampir saja mengenai serangan itu, Xiao Guang Yu menggantung di atas sebuah tirai-tirai merah pada aula istana. Pandangannya terus mengarah ke arah gerombolan arwah yang berjalan di bawahnya, namun anehnya ketika mereka memang mengetahui bahwa Xiao Guang Yu saat ini sedang menggantung di atasnya, arwah-arwah itu sama sekali tidak mengetahuinya dan tidak bisa menatap ke langit-langit ruangan. 


”Arwah-arwah ini benar-benar tidak melihatku menggantung di atas sini? Yang benar saja? Apakah penglihatan mereka bisa disamakan dengan penglihatan yang dimiliki oleh seekor Babihutan?” Batin Xiao Guang Yu yang melirik ke arah iblis Yin yang masih duduk manis diatas singgasananya tanpa memperhatikan sekitar. 


”Dia benar-benar tidak memperhatikan sekitar? Apakah iblis sepertinya benar-benar bodoh sampai tidak mengetahui apa yang akan dilakukan oleh lawannya?” batin Xiao Guang Yu.

__ADS_1


Tepat di bawah kakinya, sebuah pedang yang tidak terpakai, menancap di bawahnya. Xiao Guang Yu mencoba untuk mengambil kesempatan disaat seluruh arwah ini tidak melihatnya, dia memanggil pedang tersebut dan mengangkatnya tanpa membuatnya turun dari atas sana. 


Namun pergerakan yang bisa dikatakan mendadak ini, membuat salah satu dari mereka menyadarinya dan melihat langit-langitnya. Dengan cepat para arwah itu langsung mengejar Xiao Guang Yu yang tidak akan lepas dari mereka. Harus melawan para arwah ini dan melepaskan mereka dari jeratan iblis Yin sebelum keluar dari istana ini!


Satu persatu dari topeng yang melekat di wajah para arwah itu, sudah dihancurkan oleh pedangnya dan beberapa dari mereka akhirnya sudah bisa keluar dari istana iblis Yin.


Iblis Yin yang awalnya tenang-tenang saja, mendadak hilang ketenangan dan langsung berdiri dari atas singgasananya. Iblis Yin memperhatikan sekitar disaat seluruh pasukannya hampir semuanya menghilang bersamaan dengan hilangnya Xiao Guang Yu dari penglihatannya. 


Seharusnya dia mengetahui betapa lemahnya dia saat ini tanpa sebilah pedang di tangannya namun dengan cerobohnya para arwah itu meninggalkan pedang mereka dengan sembarangan dan membuat kesempatan bagi Xiao Guang Yu untuk mengambilnya. 


Di saat iblis Yin terlarut dalam perhatiannya, Xiao Guang Yu sedang bersembunyi di belakang sebuah tiang besar yang kokoh, masih memperhatikan sekitar sebelum Xiao Guang Yu berkata, "Aku sudah menemukan seluruh kelemahanmu. Dan sekarang permintaanku adalah, bisakah kita tidak melakukan pertarungan dan menyelesaikan ini secara kekeluargaan?"


Ketegangan itu juga terjadi di tempat lain. Disaat iblis Yang sedang berhadapan dengan kedua siluman yang menjadi pelayan untuk dewa yang sangat dibanggakan oleh surga. 


Xiang Hu yang sudah sepenuhnya menjadi rubah salju dan Guzhu She yang sepenuhnya menjadi wujud seekor ular sungai, menghancurkan jurang abyss dan membuat guncangan dimana-mana bahkan sampai ke alam surga. Kehancuran itu juga dialami oleh iblis Yang yang sudah kehilangan palu batunya dan satu lengannya juga sudah hancur akibat Guzhu She yang menggigit tangannya dengan banyak memasukkan racun di dalamnya dan membuat iblis Yang harus memutus tangan kanannya. 


Di atas sebuah tebing batu yang berdiri hampir menyamai tinggi dari rubah Xiang Hu dan juga ular Guzhu She, iblis Yang berdiri dengan tangan yang tidak dihentikan pendarahannya dan hanya bersenjatakan sebuah tongkat kayu yang besar, bekas dari palu batunya yang telah hancur. 


Iblis Yang berkata dengan pelan, "Tidak di sangka, kedua siluman ini ternyata jauh lebih kuat dari apa yang aku bayangkan. Siapa yang tidak mengetahui bahwa mereka benar-benar setia kepada tuannya?" 

__ADS_1


Iblis Yang kembali berdiri tegak dan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengalahkan kedua siluman ini. Iblis Yang mengangkat kedua tangannya yang membuat seluruh bebatuan besar di sekitarnya melayang, menyatu diatas kepala Guzhu She dan juga Xiang Hu, membentuk sebuah batu yang berukuran lebih besar lagi yang akan jatuh di atas kepala mereka kemanapun mereka pergi, batu itu akan tetap jatuh di atas kepala mereka. 


Iblis Yang berteriak, "Matilah kalian dengan sangat mengenaskan!"


__ADS_2