
Istana Wangfu benar-benar sudah menjadi tempat karantina massal!
Benar-benar tidak ada celah sedikitpun untuk berjalan keluar dari istana ini. Tidak ada wanita penghibur yang akan mengusir rasa kesepian seluruh Pangeran yang berada disini.
Xiao Guang Yu mengawasi sekitar, berdiri di depan pintunya saat dia mencoba membukanya, ternyata benar-benar terkunci dengan sangat baik!
Tirai sutra yang menggantung di sekitar ruangannya, bisa berhembus karena angin yang bisa menembus celah-celah sempit ruangan tersebut.
Pedang yang tidak biasa, sudah melukai banyak orang dan membunuh satu iblis. Bukankah hal itu benar-benar tidak biasa? Seharusnya pedang itu hanyalah pedang biasa saat dia menggunakannya dalam festival Penyambutan Dewa tapi, aneh sekali ketika pedang itu bertemu dengan kedua iblis yang mengaku sebagai pelayan dewa, dia seperti memiliki kekuatan yang benar-benar sudah diwariskan oleh leluhur sebelumnya.
Xiao Guang Yu meraih pedang yang tertutupi oleh helai kain putih yang menutupinya logam tajam miliknya. Matanya sangat tajam memperhatikan semuanya, memang tidak ada yang salah dalam pedang ini. ”Mungkinkah ini adalah pedang keramat? Tapi, paduka memberikannya padaku saat usiaku berumur tujuh tahun.”
Xiao Guang Yu berpikir sebelum berkata, "Ah,.. lupakan saja. Aku merasa seperti anak kecil saat menganggap diriku ini adalah Dewa. Hahaha, yang benar saja!" Setelah jeda sejenak untuk membuka kembali sarung pedangnya itu, Xiao Guang Yu kembali berkata, "Kita lihat saja, apakah pedang ini bisa menghancurkan dinding yang kokoh seperti ini?"
Setelah dia berbicara sendiri sudah terlalu lama, pedang yang berada di atas tangannya ini mulai di ayunkan secara perlahan saat mengeluarkan sebuah cahaya, yang membuat dinding kokoh di depannya hancur membuat lubang besar yang mengarah ke arah gerbang Utara istana.
Yang benar saja! Benar-benar pedang keramat! Jika tidak segera dibuang, ini akan melukai banyak orang!
"Ini gawat! Pangeran dalam bahaya!"
Suara teriakan seorang penjaga, bersamaan dengan banyaknya suara derap langkah kaki seorang pemuda yang memakai sepatu besi, sedang berjalan ke arahnya membuat Xiao Guang Yu mendadak panik dan hanya memiliki dua pilihan saja. ”Kabur dari sini atau mati di sengsara di dalam istana ini?!”
__ADS_1
Memulai langkah seribu awal setelah dia mengambil sebuah topi bambu yang tergantung di belakang pintunya. Xiao Guang Yu merasa tubuhnya semakin ringan dan semakin ringan saat dia melompat keluar naik ke atas dinding penghalang istana yang sangat sulit untuk dilewati oleh orang lain disekitarnya.
Para penjaga yang melihatnya, terkejut bukan main sampai salah seorang dari mereka berteriak, "Yang Mulia bisa terbang!"
Pesan burung akhirnya dikeluarkan menuju istana Kaisar sampai seseorang menerimanya dan memberikannya pada Kaisar sebelum dia membacanya.
Tampak tergesa-gesa sehingga kaisar yang sedang duduk di atas singgasananya dengan beberapa petinggi kekaisaran di sayap kanan dan kiri, sudah menyadari hal yang saat ini terjadi dan berkata, "Apakah Yu'er kabur dari istananya?"
Pelayan tersebut terlihat ketakutan saat dia berkata, "Saya tidak mengetahuinya Paduka. Tapi ini adalah pesan burung yang dikirimkan langsung dari istana Wangfu!"
”Hah,,...” Kaisar Wu menghela nafasnya saat dia menekan-nekan kepalanya yang tampak terasa sedikit sakit ketika mendengarnya ditambah lagi dengan urusan militer istana yang tidak juga selesai.
Kaisar Jin Yu yang menikmati pemandangan ini, membuatnya berkata, "Sayang sekali, padahal malam ini aku ingin berbicara dengannya tapi malah kabur seperti ini. Kaisar Wu, apakah Anda akan memanfaatkan kemampuan militer ku?"
Jin Yu menyangga pipinya dengan tangannya, terus menatap Kaisar Wu yang terlihat begitu mengkhawatirkan keadaannya saat ini. Putra mahkota yang terlalu sering kabur dari istananya, apakah dia tidak pernah memikirkan untuk melatihnya untuk menjadi seorang Pangeran perang yang akan melindungi negaranya?
Beberapa pasukan yang berlari dengan pedang mereka mencoba untuk mencari kemana Xiao Guang Yu pergi saat ini. Dilihat dari kemampuannya saat ini, membuat banyak dari pasukan Kaisar yang tidak bisa mengejarnya lagi. Lalu, disisi lain yang berbeda ketika Xiao Guang Yu mencoba berlari dari kejaran banyak orang sampai di luar wilayah perbatasan. Dia yang belum bisa mengendalikan kekuatan Dewanya sepenuhnya, tanpa sengaja menabrak dua orang di depannya hingga ketiganya terjatuh secara mendadak membuatnya terkejut jika dua orang ini adalah Xiang Hu dan juga Guzhu She yang sedang melakukan sebuah perjalanan untuk menemukan Buah Dewa Muiqing!
Xiao Guang Yu berkata, "Kenapa ini? Mengapa kalian bisa-bisanya keluar dari wilayah perbatasan?"
Xiang Hu terkejut sebelum berkata, "Yang Mulia sendiri, untuk apa datang kemari? Kami berdua hanya menjalankan tugas sebagai pelayan Dewa dan baru akan mencari Buah Dewa Muiqing itu."
__ADS_1
”Hmm?” Xiao Guang Yu terdiam sesaat sebelum kembali berkata, "Apakah ayahku yang menyuruh kalian melakukan hal ini?"
Guzhu She menjawab, "Tidak ada yang ingin melakukan hal berbahaya seperti ini! Sebelumnya paduka telah mengirimkan beberapa orang untuk mencarinya namun tidak ada yang berani untuk melakukan hal semacam itu."
Xiao Guang Yu sedikit tertawa sebelum berkata, "Mungkin mereka memang menginginkan putra mahkota mereka untuk mati."
Derap langkah kaki seekor kuda yang berjalan dengan cepat mengarah ke arah mereka dengan membawa tongkat lentera sebagai pencahayaan mereka, berulang kali memanggil putra mahkota mereka yang kabur dari istana.
Merasakan jika ada sebuah gerombolan pasukan yang sedang mencarinya, Xiao Guang Yu mencoba untuk mencari jalan keluarnya bagaimana dia bisa lari dari kejaran para pasukan yang mengejarnya sampai bersembunyi di dalam pakaian panjang Xiang Hu, yang sepenuhnya bisa menutupi seluruh tubuhnya.
Xiang Hu yang menatap bingung lantas berkata, "Kenapa ini? Apa ada seseorang yang sedang mengejar Yang Mulia?"
”Diam lah!" Bisik Xiao Guang Yu yang keluar di antara kedua tangan Xiang Hu yang seperti sedang mendekapnya saat ini. "Paduka telah mengirimkan beberapa orang untuk mencariku!"
Guzhu She lanjut bicara, "Kenapa tidak lari lebih jauh saja?"
Xiang Hu langsung menyimpulkan, "Benar juga!"
Dengan cepat tanpa pikir panjang sebelum pasukan itu menemukan mereka bertiga, kedua pelayan ini membawa Yang Mulia jauh dari wilayah perbatasan sampai pada sebuah desa yang memiliki jembatan besar dan hitam, dipenuhi dengan arwah hitam yang sering mengganggu para penduduk desa disana.
Para penduduk desa yang saat itu sedang berada di dalam rumah mereka, keluar dengan membawa obor di tangan mereka, terkejut dengan kedatangan bayang-bayang orang-orang yang datang mendadak ke desa mereka dengan cepat dan sedang berdiri di jembatan hitam yang mereka sebut dengan jembatan Nian Yu.
__ADS_1
Beberapa senjata kapak dan tombak, dengan bersamaan mereka hunuskan ke arah Yang Mulia bersama dengan kedua pelayannya. Penduduk yang marah dan ketakutan dengan kedatangan ketiga orang yang berasal dari Utara yang mengarah ke arah wilayah perbatasan sampai satu dari mereka yang berada di barisan depan itu berkata, "Siapa yang telah mengutus kalian untuk datang kemari?!"