Grandmaster Of Secret Strategy

Grandmaster Of Secret Strategy
Chapter. 57 - Tujuh Arwah Pendendam


__ADS_3

"Masalah besar telah terjadi." 


Angin dingin seketika berhembus melewatinya. Di depan singgasana Xu Zhu, membuat tanah sekitar menjadi debu dan berterbangan menutupi langit-langit. Shang Ren menatap langit-langit di atasnya dan berkata, "Ying'er, tidak bisa bertarung dengan Dewa seperti ini. Apalagi di sebelahnya juga terdapat anak manusia yang kemampuannya hampir setara dengan Dewa." 


Xu Zhu mendesah dan berkata, "Lalu apa rencanamu berikutnya? Apakah kau akan menggagalkannya?" 


Shang Ren melengkungkan senyuman, "Tentu saja tidak, Yang Mulia. Sajak tadi, aku memang sudah mengetahuinya bahwa Dewa itu akan segera kembali turun. Yang harus saya lakukan saat ini, hanyalah mengulur waktu saja." 


Setelah dia mengakhiri kalimatnya, beberapa kertas mantra yang dikeluarkan dari dalam tanah, berterbangan membentuk tujuh lingkaran dan garis dibawahnya, terdapat beberapa arwah yang membentuk manusia sedang berdiri pada masing-masing lingkaran, sedang menyatukan tangan mereka untuk menghidupkan kembali segel yang terpasang di tubuh Xiang Hu sampai saat ini. 


Di ruang tanah yang luas, membentang sebuah cahaya biru yang menyala-nyala dari kejauhan. Dan atas hal ini yang menghubungkan antara segel dengan ketujuh arwah pendendam ini, membuat Xiang Hu mendadak kesakitan dan jatuh di belakang punggung Xiao Guang Yu disaat dia ingin melindunginya. 


Lin Ying yang sudah mengetahui adanya bantuan yang datang padanya, segera mengabaikan apapun yang berada disekitarnya dan segera pergi dengan membawa Xiang Hu menggunakan array pemanggil untuk membuatnya pergi dengan cepat dan tanpa meninggalkan jejak. 


Selepas beberapa waktu setelah Lin Ying pergi meninggalkan kuil Jin Xu, Li Ruo terlihat sedang menanam sebuah bunga plum disaat Guzhu She dan Xiao Guang Yu sedang memikirkan apa yang akan terjadi berikutnya disaat mereka berhasil mendapatkan kesempatan untuk keluar dari alam mereka. 


Li Ruo berkata, "Kemungkinan mereka tidak akan jauh dari tempat ini. Lagipula, kesempatan untuk lari menggunakan array pemanggil hanyalah sedikit."


Xiao Guang Yu melirik ke arahnya dengan berkata, "Apa maksudnya kemungkinannya sedikit? Apakah mereka juga tidak jauh dari sini?" 


Guzhu She lanjut bicara, "Sudah jelas, Pembudidaya Iblis tadi pastinya akan menggunakannya untuk membuat Xu Zhu keluar dari singgasananya." 


Li Ruo melirik ke arah Guzhu She dengan berkata, "Bukankah kau memiliki kemampuan mata yang luar biasa dibandingkan dengan semua makhluk disini? Kenapa tidak sejak tadi kau memanfaatkannya untuk melihat keberadaan lawan saat ini?" 


Guzhu She tidak menjawab dan hanya mengalihkan pandangannya kemudian digantikan oleh Xiao Guang Yu yang menjawab, "Ah She mungkin saja tidak bisa melihat keberadaan lawan saat ini. Aku dengar jika Pembudidaya Iblis bisa memanipulasi keberadaannya saat ini. Jika mungkin saat ini Ah-She bisa melihat keberadaan lawan saat ini, itupun juga tidak pasti lawan berada disana." 


Li Ruo sedikit menahan tawanya ketika dia melihat ke arah Guzhu She yang merasa telah terlindungi. "Kenapa Gege tidak mengatakannya sejak awal, jika ular ini tidak sanggup melihat kemana perginya lawan saat ini? Mungkin aku bisa melakukan sesuatu yang bisa membantu."

__ADS_1


Setelah dia mengakhiri kalimatnya, satu tangannya yang mengambil sebuah kertas mantra dari balik pakaiannya, yang kemudian dilemparkan melayang menuju jalan yang sudah dilalui olehnya. Sebuah garis merah yang menunjuk ke arah lawannya saat ini, membuat petunjuk untuk mereka bahwa posisi lawannya sekarang benar-benar jauh dari penglihatan orang biasa. 


Li Ruo menunjuk ke arah barat dan berkata, "Mereka berada di sana! Di depan sebuah rumah bedak yang tidak terpakai. Dan sepertinya, Ying'er juga telah memulainya." 


Tidak membutuhkan waktu yang lama, Xiao Guang Yu berkata, "Ah-She, apakah kau bisa memindahkan kami menuju tempat yang Li Ruo katakan barusan?" 


Guzhu She menjawab, "Saya bisa melakukannya untuk Yang Mulia." 


Tidak perlu waktu lama untuk melakukan teleportasi dengan cepat. Dan ketika mereka sudah melakukannya dengan baik, belum sampai satu dari kedua kaki Xiao Guang Yu menapak di atas tanah yang lembab dengan rumput yang berembun halus, salah satu pedang mendadak mendekat ke arahnya dan langsung membuatnya harus menghindar secepat mungkin. 


"Trang!!" Ayunan pedang indah yang membuat Xiao Guang Yu hampir saja terpaksa menahan serangan itu dengan tangan kosong jika Li Ruo tidak langsung melemparkan pedang ke arahnya, untuk melakukan pertarungan dengan Xu Zhu yang tampaknya sudah gatal ingin membunuhnya. 


Hal itu hampir membuat Guzhu She semakin aneh dengan Li Ruo yang seolah-olah bisa melihat masa depan dalam hitungan detik dan kemudian pandangannya kembali mengarah ke arah datangnya Shang Ren dengan Lin Ying yang masih berada didekatnya. 


Guzhu She terlihat sedang mencari seseorang di sekitar sana dan secara perlahan dia berkata, "Dimana rubah itu sekarang ini?" 


Guzhu She menjawab dengan tegas, "Jika dalam keadaan seperti ini Yang Mulia pastinya akan tetap mencari pelayannya meskipun dia harus merangkak untuk mencarinya!" 


Lin Ying melipat tangannya, "Berisik sekali! Jika benar dengan apa yang kau katakan barusan, bisakah kau membuktikannya dan membuat tuanmu sendiri merangkak di hadapan kami?" 


Li Ruo melengkungkan senyuman, "Ular bodoh ini benar-benar tidak bisa memanfaatkan kelebihannya sendiri." 


Guzhu She langsung menjawab, "Jangan menambah masalah saat ini."


Li Ruo kembali berkata, "Baiklah jika kau memang tidak ingin mengetahuinya." 


Guzhu She terlihat terkejut dan langsung memandangi wajah Li Ruo dengan ekspresinya yang terkejut, "Dimana dia saat ini?" 

__ADS_1


Li Ruo menunjuk ke arah rumah bedak yang tidak jauh berada disampingnya. Area yang gelap seperti bertuliskan bahaya disekitarnya, pada setiap tiang penyangga bangunan tersebut, sudah dipasang beberapa mantra yang akan membuat tubuh hancur jika dia langsung memasuki ruangan tersebut. 


Guzhu She mendesah dan berkata dalam benaknya, "Apa yang saat ini mereka rencanakan?!" 


Li Ruo berkata pada Lin Ying dengan nada yang berani, "Aku benar-benar tidak menduga, pembudidaya iblis sepertimu bisa membuat mantra sehebat ini. Aku yakin jika seseorang memaksa masuk ke dalam rumah tersebut, bisa dipastikan dia akan mati mendadak." 


Lin Ying tersenyum licik, "Jika kau sudah mengetahuinya, mengapa tidak langsung pergi saja dari sini?" 


Li Ruo berkata, "Ada satu hal yang Nona ini lupakan. Bahwa kelemahan dari mantra penghancur ini, adalah dengan keberadaanku disini." 


Li Ruo mengangkat kedua jarinya yang langsung memancarkan sebuah api yang menyala di atasnya dan langsung membakar seluruh kertas mantra yang berada di setiap sudut rumah bedak tersebut. 


Lin Ying hanya menatap terkejut bahwa seluruh mantra yang dipasang olehnya hancur seketika hanya karena satu orang yang mengangkat dua jarinya. Dan ketika dia mengetahui akan satu hal, Lin Ying berkata, "Kau ini, bukanlah manusia biasa. Apakah kau adalah seorang Dewa?" 


Li Ruo berkata pada Guzhu She, "Pergilah dan selamatkan rubah itu. Kau tadi ingin menyelamatkannya, bukan? Buatlah dia kembali tersadar dan jangan membuat repot semua orang yang ada disini." 


”Diabaikan!” batin Lin Ying yang mulai kesal dengan pembicaraan ini. 


Tujuh arwah pendendam ini telah membantu iblis untuk keluar dari sarangnya. Lihat saja, apakah mereka juga bisa mengembalikan mereka kembali? 


Li Ruo berkata, "Apakah ada sesuatu yang aku lupakan sejak tadi? Sudah puaskah dua iblis ini berkunjung ke alam fana yang biasa-biasa saja?" 


Shang Ren menutup kipas lipatnya dan berkata, "Tuan muda ini begitu pintar dalam menghadapi lawannya. Kemampuan Anda ternyata benar-benar hebat dalam menangani seorang pembudidaya iblis seperti Ying'er. Apakah Anda berniat untuk bertarung melawan saya ketimbang bertarung melawan Ying'er?" 


Li Ruo menjawab, "Ini bukanlah keinginanku untuk bertarung denganmu. Tapi, jika kau yang menginginkannya, aku harap kau juga tidak akan menyesal jika harus mati ditengah-tengah pertarungan." 


Shang Ren mendengus, "Demi tuan muda ini, aku tidak akan keberatan." 

__ADS_1


Belum ada satu hentakan kaki yang berjalan maju, teriakan seorang pemuda yang berasal dari arena berbeda, ditambah lagi dengan suara bilah pedang yang jatuh dari ketinggian. Membuat Li Ruo mendadak hilang pandangan dan menatap arah tempat pertarungan Xiao Guang Yu dengan Xu Zhu yang telah menghancurkan banyak pepohonan dan bangunan yang terbangun disana. ”Gege, sedang dalam bahaya?!”


__ADS_2