
Istana Wangfu yang berdiri berdekatan dengan Istana kaisar, berdiri megah dan di dalamnya hanya terdapat Putra Mahkota dari istri-istri para petinggi kekaisaran.
Istana Wangfu hanya ditempati oleh para pangeran pangeran saja dan dilarang untuk ditempati oleh seorang putri mahkota tanpa adanya keperluan mendadak. Itu karena, Kaisar yang saat ini mengetahui berapa banyaknya dari istri-istri para petinggi kekaisaran yang melahirkan seorang anak laki-laki sehingga membuatnya mendirikan sebuah istana Wangfu disaat usia Xiao Guang Yu berumur 13 tahun.
Dan tepat di depan hamparan rumput di depan kolam teratai dan dihiasi dengan berbagai bebatuan halus seperti marmer berkilau, pelatihan berpedang sudah mereka lakukan sejak tadi.
Xiao Guang Yu semakin melatih berpedangnya lebih jauh lagi dibandingkan saat dia bertarung melawan Li Yuan beberapa bulan yang lalu, saat ini dia benar-benar sudah bisa menandinginya dengan baik dan bahkan berkebalikan dibandingkan dengan sebelumnya.
Li Yuan berkata saat dia sedang menahan pedang Xiao Guang Yu yang terus ditekan ke arahnya, "Kemampuanmu, memang sudah tidak bisa diperhitungkan kembali. Bagaimana caramu mendapatkan taktik yang seperti ini?"
Xiao Guang Yu sedikit melengkungkan senyuman sebelum berkata, "Anggap saja, aku telah mendapatkan sebuah pelajaran."
Sementara melihat mereka berdua yang saling berlatih pedangnya, kedua sejoli pelayan ini duduk di atas dinding batu yang berada di dekat tempat pelatihan mereka, memperhatikan setiap gerak-gerik yang ada di sekitarnya.
Bukankah agak sedikit aneh dengan apa yang terjadi disini? Terlalu sunyi dan bahkan tidak terasa sedikitpun angin yang berhembus kemari. "Apakah ada sesuatu yang terjadi di atas langit?"
Xiang Hu berpikir sebelum berkata,"Guzhu She, kau yang memiliki mata yang tajam, apakah tidak melihat pergerakan aneh yang ada di sekitar sini?"
Guzhu She balik berkata, "Kau sendiri yang memiliki penciuman tajam, apakah tidak pernah mencium sesuatu yang mencurigakan akan datang?"
Xiang Hu langsung menjawab, "Bukan itu maksudku!" Xiang Hu berhenti sesaat saat dia menunjuk ke arah atas sebelum melanjutkan, "Bukankah awan yang bergerak berantakan itu, apakah tidak membuatmu penasaran untuk melihatnya lebih jauh lagi?"
Guzhu She mulai memperhatikannya dengan sangat baik, mengernyitkan dahinya sebelum dia tiba-tiba merasakan adanya sebuah pergerakan yang datang dari balik semak-semak yang membuatnya bergerak menarik Xiao Guang Yu saat dia masih bermain-main dengan pedangnya.
Sebuah benda yang meluncur ke arahnya dan membuat Guzhu She harus bergerak dengan cepat untuk menyelamatkannya, benda aneh itu berupa anak panah yang telah dilemparkan sebanyak empat kali sekaligus dalam satu tarikan.
Empat buah anak panah ini, tepat mengarah ke arah Xiao Guang Yu langsung dan bukankah ini bertanda seseorang telah melakukan percobaan pembunuhan pada seorang Putra Mahkota?
Melihat anak panah yang telah menancap di atas tanah yang lapuk, Li Yuan segera menghampiri Xiao Guang Yu sebelum dia melontarkan pertanyaan dengan penuh kekhawatiran, "Apakah kau baik-baik saja? Tidak ada yang terluka, 'kan?"
__ADS_1
Xiao Guang Yu mengangguk sedikit sebelum menjawab saat dia melirik ke arah Guzhu She, "Aku terselamatkan karena, Ah She yang selalu bergerak cepat untuk menyelamatkanku."
Melihat Xiao Guang Yu yang memang sedang menggodanya untuk saat ini, membuat Guzhu She kian memerah dan mengalihkan perhatiannya saat ini, "Aku melakukannya karena sudah menjadi tugasku."
Li Yuan kembali berkata, "Sepertinya, seseorang telah sengaja menyerang putra mahkota dari kejauhan. Siapa yang melakukannya?"
Dari balik semak bawah pohon yang ada di seberang kolam teratai, sesosok bayangan telah dilemparkan di hadapan mereka, yang menjadi satu-satunya pelaku penyerangan terhadap Putra Mahkota.
Xiang Hu keluar dari tempat munculnya laki-laki yang dilemparnya tadi, melompat dan menginjak tubuh laki-laki tersebut dengan amarah yang semakin memuncak saat dia menunjukkan ekspresinya yang begitu menginginkan Dewanya kembali mati.
Xiang Hu berkata dengan dingin, "Siapa yang menyuruhmu untuk melemparkan anak panah ke arah dewaku?!"
Xiao Guang Yu kembali bergerak dan menahan tangan Xiang Hu yang mulai menunjukkan cakar tajam dari jari jemari tangannya, seperti sedang menelan amarah, Xiang Hu adalah satu-satunya pelayan miliknya yang begitu memperhatikan keselamatannya dan bahkan akan membunuh siapapun yang akan mengancam Dewanya meskipun itu adalah salah satu dari keluarganya.
Xiao Guang Yu Hu berkata, "Bukan tugasmu untuk menginterogasinya. Aku yang akan bertanya padanya."
Memang bukan cara yang benar untuk membuat seseorang berkata dengan jujur. Dia bertanya padanya terlalu lembut dan sangat memperhatikan sopan santun pada orang yang telah mencoba untuk membunuhnya. Apakah dengan cara yang seperti ini, akan membuatnya berkata dengan jujur?!
Pemuda itu, tampak diam saja ketika Xiao Guang Yu melontarkan pertanyaan padanya dan malah berbalik arah dari pandangan Xiao Guang Yu sekarang ini.
Li Yuan meraih pundak Xiao Guang Yu sebelum berkata, "Serahkan yang satu ini padaku saja. Aku akan memanggil beberapa prajurit untuk meluruskan yang satu ini."
Sementara di lain hal, suasana di atas langit yang sangat bergemuruh keras, terdapat banyak cahaya yang melesat tidak beraturan membuat arah angin terasa berantakan dan tidak sesuai dengan arahnya.
Beberapa pedang hampir retak dan kain sutra halus miliknya pun perlahan kasar dan wajahnya rambutnya terlihat lepek karena keringatnya saat bertarung melawan salah satu iblis yang memang berencana untuk melakukan perlawanan terhadapnya.
Seorang laki-laki berpakaian sutera halus berwarna zamrud hijau dan rambut putih perak dengan mata yang merah oranye, memegang pedangnya dengan sangat lemah, hampir mencapai batasnya.
"Siapa yang mereka sebut sebagai Dewa jika kemampuannya hanya sampai segini?"
__ADS_1
Jika saja Dewa angin, Feng Lian tidak terlalu fokus untuk menggerakkan angin di alam fana dengan sangat baik saat pertarungannya ini, tidak memungkinkan dia akan cepat dikalahkan seperti ini.
Apalagi belakangan ini, sering terjadi angin ribut yang datang dari wilayah barat dan timur yang akan bertabrakan dan akan membuat sebuah kehancuran saat kedua angin itu benar-benar bertabrakan. Sudah menjadi tugas Feng Lian untuk segera menyelesaikan keributan ini dan memindahkan angin ini menuju ke daerah pegunungan agar tidak memicu terjadinya kehancuran yang akan di alami oleh orang-orang di alam fana.
Namun sayangnya, saat ini keadaannya benar-benar sudah diambang batasnya sendiri. Tidak bisa mengatur kembali kekuatan spiritualnya, apalagi untuk mengatasi beberapa arah angin yang semakin tidak beraturan, takut akan memporak porandakan bangunan-bangunan yang ada di bawahnya.
Feng Lian masih mencoba untuk berkata, "Apa yang sebenarnya kau inginkan saat ini?"
Iblis itu langsung menjawab, "Tentu saja, untuk kehancuran alam fana yang telah direncanakan dengan baik. Selama Dewa perang itu masih menjadi kebimbangan alam surga, alam iblis masih mampu bergerak bebas untuk membunuh membunuhnya."
Feng Lian melengkungkan senyuman sebelum berkata, "Kalian pikir, apakah hal itu masih perlu diragukan? Dan bahkan kaisar langit juga sudah berkata untuk segera mengangkatnya menjadi Dewa di alam surga."
Iblis itu tertawa lepas sebelum dia berkata, "Kau sendiri yang mengatakannya. Terimakasih sudah mengingatkan saya."
Dari balik jari jemarinya, sebuah cahaya merah menyala membuat hitam seluruh langit menjadi mendung. Iblis ini benar-benar akan melakukan serangan terakhir!
Feng Lian hanya bersiap dengan pedangnya yang masih berada di atas tangannya, begitu dia melihat bayangan merah yang melayang di sekitar langit mendung ini, muncul sebuah firasat yang cukup buruk dalam benaknya.
Serangan terakhir mulai dilakukan!
Bayangan merah yang mendadak padat, mendorong dengan kuat tubuh Feng Lian dan membuatnya jatuh menuju alam fana. Tampak di bawahnya, sebuah cahaya putih sedang jatuh melesat dengan cepat menuju sebuah tempat yang terpencil.
Benda yang jatuh dengan sangat cepat melesat ke sebuah tempat, juga terlihat dari mata Xiao Guang Yu yang saat ini masih berada di istananya sedang membersihkan pedangnya saat ini. Dan begitu dia melihat benda tersebut seperti jatuh ke arahnya, segera kedua pelayannya ini juga bergerak dengan cepat menariknya menjauh dari tempat tersebut membiarkan benda itu terjatuh di antara semak-semak yang sedang berdiri dengan cepat.
Itu bukanlah benda, melainkan seseorang yang jatuh dari langit!
Xiao Guang Yu segera berjalan ke arah semak-semak yang sudah terlihat berantakan, tepat dibawah sebuah pohon yang sedang tumbuh ini, sebuah tangan dengan pedangnya mulai terlihat!
"Dia adalah manusia! Cepat panggilkan tabib istana untuk mengobati orang ini!"
__ADS_1