
Dewa yang mendapatkan bantuan dari pelayannya yang bukan berasal dari alam surga ataupun alam fana, apakah layak disebut sebagai Dewa? Bagaimana dia bisa mempercayai kedua pelayan yang tidak tertuliskan dalam aturan yang dibuat oleh Kaisar langit?
"Apa yang sebenarnya telah Kaisar langit katakan pada kedua orang bodoh ini?!"
Xiao Guang Yu bingung dengan apa yang terjadi saat ini dan mempertanyakan keduanya mengapa bisa merubah wujud mereka menjadi hewan yang memiliki kemampuan spiritual yang besar? Tentunya hal ini mengundang pertanyaan Xiao Guang Yu untuk bertanya kepada mereka, "Ah-She, Hu'er? Apa yang terjadi pada kalian berdua? Mengapa bisa merubah wujud kalian menjadi rubah dan juga ular?"
Xiang Hu melirik ke arah Xiao Guang Yu yang berada di atasnya sebelum berkata, "Inilah wujud kami yang sebenarnya." Dan dilanjut oleh Guzhu She yang juga berkata, "Kami bisa mengubah diri menjadi wujud sebenarnya karena panggilan Dewa yang memanggil kami untuk membantumu."
"Eh?" Xiao Guang Yu terkejut dan kembali berkata, "Maksud kalian, aku telah memanggil kalian berdua? Tapi, sejak kapan?"
Xiang Hu langsung menjawab, "Tentu saja pelayan mu ini bisa mendengar hingga pedalaman hati yang sangat dalam sehingga meskipun Dewa berkata dalam benak anda sendiri, kami bisa mendengarnya."
Xiao Guang Yu merendahkan pandangannya sebelum berkata, "Begitu ya? Mungkin seharusnya aku lebih berhati-hati untuk merencanakan sesuatu."
Guzhu She langsung menjawab, "Tidak perlu! Ini adalah tugas kami sebagai seorang pelayan untukmu. Dan bagaimana pun juga, melindungi Dewa kami adalah tujuan kami berada di samping anda."
Xiao Guang Yu mengelus-elus leher rubah Xiang Hu, sedikit melengkungkan senyuman sebelum berkata, "Terimakasih ya, berkat kalian aku merasa terbantu."
Di saat bersamaan, jauh di depan mereka, San Gu menggertakan giginya menahan amarah serta kebrutalan yang dia miliki untuk membunuh seluruh orang yang ada disini.
San Gu mengeraskan tinjunya dan kembali mengayunkan pedangnya kembali, ke arah barat dan menyebabkan sebuah lubang besar yang dalam seperti tidak memiliki akhir. Amarahnya sudah memuncak ketika dia melihat kedua pelayan itu sudah mengalirkan kekuatan spiritualnya untuk Xiao Guang Yu secara sepenuhnya dan membuatnya bertambah sepuluh kali lebih kuat dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya seorang anak yang lemah tanpa kemampuan yang istimewa.
__ADS_1
San Gu berkata dengan dingin, "Kedua pelayan ini, memang seharusnya sudah ku bunuh sejak awal. Kenapa aku tidak memikirkannya kembali ya? Sekarang, kau akan bertarung denganku dengan kekuatan yang penuh maka, akan aku balaskan seratus kali lipatnya."
Bayangan hitam dan merah yang muncul dari dalam tubuh San Gu, mempertandakan bahwa dia benar-benar serius untuk bertarung dengannya. Rasa takut dalam benaknya pun semakin besar setelah dia melihat dan merasakan pesona sihir yang luar biasa dari dalam tubuh San Gu yang akan membuat semua orang merinding begitu melihatnya. Namun, karena perkataan Xiang Hu yang berkata, "Kedua pelayanmu ini akan selalu melindungimu." Hanya berkata seperti itu saja, sudah membuat Xiao Guang Yu merasa sedikit tenang dan bisa bernafas dengan baik.
Xiao Guang Yu berkata, "Aku mengharapkan bantuan dari kalian berdua."
Serangan pertama, mulai dimunculkan oleh San Gu kembali mengayunkan pedangnya ke arah Xiao Guang Yu dan lagi-lagi membuat garis simetris yang membelah tanahnya hingga beberapa bagian yang mudah rapuh serta beberapa batang pohon, berterbangan kemana-mana hampir menabrak pohon-pohon yang masih berdiri.
Hembusan angin pedang yang mengarah ke arahnya, langsung dihindari olehnya melalui langkah-langkah indah dan lincah kaki rubah Xiang Hu yang langsung melesat berada di atas kepala San Gu membuat kesempatan untuk Xiao Guang Yu membalas menyerang.
Xiao Guang Yu memanfaatkan penglihatan tajam Guzhu She untuk menggerakkan pedangnya sesuai dengan apa yang diarahkannya.
Pedangnya bergerak maju, menembus segala penghalang dan kemudian berhasil ditahan oleh San Gu dengan baik sebelum dia terkena serangannya.
Xiang Hu mendarat dengan sangat baik, di atas tanah yang hampir hancur karena ayunan pedang berbahaya San Gu yang membuatnya hampir kehilangan keseimbangannya.
Xiao Guang Yu menyeka keringat di dahinya sebelum berkata, "Bagaimana cara mengalahkannya? Dia memiliki pedang yang besar dan bisa membelah segalanya!"
Xiang Hu mengangkat kepalanya sebelum berkata, "Serang saja dia dengan brutal dan menunggu dia untuk mengalah."
Guzhu She langsung mencibir, "Bodoh! Kalau begitu, kita juga akan lebih cepat kehilangan kekuatan spiritual!"
__ADS_1
Xiang Hu berkata, "Kalau begitu bagaimana cara mengalahkannya?!"
Guzhu She menatap pedang San Gu dan kemudian menyimpulkannya, "Dia memiliki pedang yang menjadi senjata andalannya. Mengapa tidak menghancurkannya lebih dulu?"
Xiang Hu langsung berkata, "Kau juga bodoh! Bagaimana bisa dia meninggalkan pedangnya sendiri?!"
Xiao Guang Yu sedikit tertawa sebelum berkata, "Sudahlah, tidak perlu mempermasalahkan hal ini. Aku akan melakukan rencana kalian berdua."
Guzhu She berpikir sebelum menjawab, "Bagaimana kau bisa melakukannya?"
Xiao Guang Yu menjelaskan, "Mudah saja, kita akan menyerangnya secara langsung dan jika ada kesempatan, aku akan mengalirkan banyak kekuatan spiritual kalian pada pedang ini yang akan bisa mematahkan pedang pemenggal itu."
Xiang Hu sedikit mencibir, "Aku tidak yakin."
Sementara ini, pasukan Kaisar Jin Yu yang telah menunggangi kuda perang mereka cukup lama, mencari jejak-jejak yang tertinggal di sekitaran hutan yang ada di sana.
Sebelumnya, ketika mereka mencari jejaknya secara bersamaan tanpa memikirkan hal lainnya, dan setelah Jin Yu menyuruh banyak pasukannya untuk berpencar mencari jejak mereka dan akan kembali berkumpul di tempat yang sama. Tidak lama setelah berpencar mencari Putra Mahkota mereka, seorang pasukan berjalan dengan sangat terburu-buru. Wajahnya tampak pucat seperti telah melihat hal menyeramkan, juga keringat dingin yang dialami olehnya, terpaksa terjatuh di hadapan jin Yu karena kepanikannya.
Jin Yu menghampiri pasukan tersebut mencoba untuk menenangkannya dari kepanikannya sebelum berkata, "Ada apa? Apa yang telah kau temukan tadi?"
Pasukan itu mencoba untuk tenang dan menjelaskan, "Paduka, sebelumnya saya mengikuti suara gemuruh yang datang dari wilayah barat. Dan setelah aku menghampiri dimana datangnya suara itu, saya bersembunyi dibalik pohon besar yang masih berdiri. Dan ketika saya melihatnya, itu adalah sebuah pertarungan sengit yang sangat berbahaya seperti Dewa melawan Dewa. Dan ketika saya memperhatikannya dengan sangat jelas, ada satu orang yang sangat familiar dengan saya dan itu adalah Putra Mahkota Yu yang sedang bertarung bersama dua orang lainnya melawan satu orang yang lebih kuat darinya!"
__ADS_1
Mendengarnya, membuat Jin Yu panik dan langsung memerintahkan kepada para pasukannya untuk segera maju ke arah yang sudah dituju sebelumnya. "Kerahkan seluruh pasukan untuk berlari ke arah barat!"