Grandmaster Of Secret Strategy

Grandmaster Of Secret Strategy
Chapter. 47 - Sebuah Tempat


__ADS_3

Gunung Lang Xi, kuil Lang Wu, Dewa bumi. 


Suasana pegunungan yang sejuk terasa lebih dingin ketika hembusan angin mulai bermunculan. Aroma bebungaan dan juga dupa yang dibakar untuk Dewa bumi Yao Lin, semakin terhirup oleh Xiao Guang Yu yang duduk di atas sebuah meja kursi batu yang terpasang di halaman depan taman kuilnya. 


Rasanya berbeda sekali dengan Dewa yang tidak memiliki tempat di dunia ini dibandingkan dengan Dewa yang dibanggakan oleh pengikutnya. 


Xiao Guang Yu merasa rendah dengan keberadaannya di kuil Lang Wu yang menjadi tempat tinggal untuk dewa bumi Yao Lin, hanya terdiam memandangi sekitar yang memiliki banyak bebungaan segar sedang menumpuk di sekitar kolam air suci. 


Xiao Guang Yu berkata, "Dewa bumi adalah dewa yang dibanggakan pengikutnya di peringkat ke dua. Tidak salah jika ada banyak orang-orang yang begitu mengharumkan aroma di kuil ini." 


Yao Lin duduk di depannya dan menjawab, "Tidak buruk untuk menjadi dewa yang dibanggakan oleh pengikutnya. Yang Mulia juga memiliki peringkat yang membanggakan alam surga. Para Dewa disana benar-benar tidak menyangka Anda dapat mempertahankan peringkat pertama Anda dalam Dewa yang berprestasi dan Dewa yang dibanggakan oleh surga. Tidak hanya itu, sudah ribuan tahun Dewa perang selalu mendapatkan peringkat pertama diantara kelima Dewa petarung." 


Xiao Guang Yu merendah, "Kau terlalu memuji Dewa Yao. Aku tidak terlalu sehebat dengan Dewa perang yang sebelumnya."


Yao Lin berkata, "Apakah sampai saat ini, Yang Mulia masih belum membangun sebuah kuil untuk pengikut Anda?" 


Xiao Guang Yu berpikir sebelum menjawab, "Aku rasa, aku hanyalah Dewa miskin yang tidak memiliki biaya untuk membangunnya." 


Yao Lin berpikir sebelum berkata, "Aku rasa, masih ada kuil yang sudah ditinggalkan oleh pengikutnya. Tepatnya di kaki gunung Lang Xi. Kuil itu dulunya juga adalah milik Dewa perang namun setelah kematiannya, kuil itu menjadi tidak terurus dan terlupakan." 


Xiao Guang Yu terkejut dan berkata, "Dewa perang sebelumnya, juga pernah memiliki kuilnya sendiri?" 


Yao Lin berkata, "Apakah menurut Yang Mulia, Dewa perang sebelumnya tidak pernah meraih peringkat pertama dalam Dewa yang dibanggakan pengikutnya?" 


Xiao Guang Yu berkata, "Mungkin aku yang telah menghancurkan semua prestasi yang dia raih sebelumnya." 


Yao Lin kembali berkata, "Kuil Jin Xu berada di kaki gunung Lang Xi. Mungkin saat ini, kuil itu sudah bobrok dan berdebu. Tapi, Yang Mulia akan bisa dengan mudahnya menemukan orang-orang yang akan peduli terhadap Anda. Mintalah bantuan mereka untuk merapikan kuil Jin Xu menjadi layak ditempati." 

__ADS_1


Xiao Guang Yu bertanya, "Apakah kuil itu berada didekat sebuah desa?" 


Yao Lin menjawab, "Iya, Yang Mulia. Kuil Jin Xu berada di dekat sebuah desa yang ditempati oleh penduduk yang murah hati." 


Xiao Guang Yu berpikir sebelum menjawab, "Kalau begitu, aku akan mengambil kuil Jin Xu dan merapikannya sedikit." Xiao Guang Yu berhenti sesaat dan kembali melanjutkan, "Terimakasih atas pemberian dewa Yao. Yu'er memberi salam untuk Anda." 


Yao Lin menjawab, "Tidak perlu merendah. Saya tidak merasa memberikan apapun kepada Yang Mulia. Kuil Jin Xu adalah milik Anda sekarang." 


Xiao Guang Yu beranjak dari atas kursinya, pergi dari kuil tersebut namun diberhentikan oleh Yao Lin yang berkata, "Yang Mulia! Berhati-hatilah dalam melakukan tugas Anda."


Kuil Jin Xu, kaki gunung Lang Xi. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Yao Lin, kondisi kuil tersebut memanglah terlihat bobrok dan sudah tidak terurus. Entah apa yang dilakukan oleh penduduk desa yang berada disekitar sini sampai melupakan kuil Jin Xu. Akan tetapi, kuil ini tetaplah milik Dewa perang terdahulu. Mau bagaimana lagi? Ini tetaplah kuil milik dewa perang yang sebelumnya. Memang benar-benar membutuhkan pembenahan sedikit. 


Tidak lama setelah ketiganya merapikan kuil tersebut, beberapa penduduk desa yang merasa keberadaan seseorang yang ada di kuil Jin Xu, lantas menghampirinya dan melihat apa yang terjadi. 


Salah satu penduduk desa berkata, "Sudah lama sekali aku tidak melihat kuil ini." 


Melihat beberapa penduduk desa yang mengunjunginya, Xiao Guang Yu menyambutnya dengan ramah dan menjawab semua pertanyaan para penduduk desa yang ada disini. 


Xiao Guang Yu berkata, "Kebetulan sekali. Apakah penduduk desa disini mengetahui tentang adanya Dewa perang?" 


Penduduk desa disana menatap bingung dengan pertanyaan Xiao Guang Yu yang membuat mereka berpikir untuk mengingat siapa yang dia sebut tadi. 


Salah satu penduduk desa itu tertawa dan berkata dengan ramah, "Maaf anak muda. Kami rasa, kami tidak mengetahui siapa Dewa perang itu. Tapi, jika Anda memerlukan bantuan, beritahukan kami." 


Xiao Guang Yu sedikit tertawa dan menjawab, "Ya,.. tidak masalah. Nanti aku pasti akan memerlukan bantuan penduduk disini." 


Tidak lama setelah beberapa penduduk desa meninggalkan kembali kuil Jin Xu, Xiang Hu menghampiri dan berkata, "Yang Mulia benar-benar tidak terkenal di kalangan bawah seperti penduduk penduduk itu." 

__ADS_1


Guzhu She yang sedang memotong beberapa batang kayu, lanjut bicara, "Para Dewa yang memiliki ribuan pengikut, mereka sudah hidup lebih dari seribu tahun. Tidak salah jika mereka sudah menikmati semua hasil pekerjaan mereka." 


Xiao Guang Yu berpikir sebelum berkata, "Apakah pernah ada kejadian dimana ada seorang Dewa yang mengandalkan kekuatan gelap untuk menambah jumlah pengikut dan menduduki peringkat pertama di alam surga?" 


Keduanya tampak terkejut ketika Xiao Guang Yu bertanya hal yang mungkin tidak akan dijawab oleh seluruh Dewa di alam surga. Pantas saja, sampai saat ini dia sama sekali belum mengetahui siapa Dewa yang telah berjalan di jalan yang hitam dan benar-benar menjadi hal memalukan untuk alam surga. 


Guzhu She menaruh semua batang kayu tersebut dan berkata, "Mengapa Yang Mulia sangat penasaran dengan hal itu?" 


Xiao Guang Yu langsung berkata, "Memangnya pernah terjadi?" 


Xiang Hu berpikir sebelum menjawab, "Mungkin sebaiknya tidak masalah jika diceritakan. Hanya untuk berjaga-jaga saja agar Yang Mulia jangan sampai mengikuti orang itu." 


Xiao Guang Yu berkata, "Apakah aku bisa mengetahui ceritanya?"


Guzhu She menjelaskan, "Ratusan tahun lalu, saat Xiao Yan masih berada di alam surga. Seorang Dewa yang sangat dibanggakan oleh surga dan menjadi kebanggaan Kaisar langit, dengan sengaja berkultivasi iblis untuk menaikkan peringkatnya dalam Dewa yang dibanggakan oleh pengikutnya. Namun, semua Dewa di alam surga sudah sangat mengetahui bahwa mereka dilarang untuk berkultivasi iblis apalagi sengaja melakukan hal itu untuk mendapatkan peringkat di alam surga. Pada akhirnya, karena dia sama sekali tidak mencelakai siapapun di alam fana, Dewa itu akhirnya menjadi buangan alam surga dan seolah menghilang dari dunia, dia tidak pernah muncul kembali sampai saat ini." 


Xiao Guang Yu berpikir sebelum berkata, "Apakah ini karena memperebutkan peringkat di alam surga? Lalu, kenapa mereka tidak pernah menghentikannya?" 


Guzhu She melipat tangannya, "Mengapa menanyakan hal ini padaku? Tanyakan saja pada Kaisar langit."


Xiang Hu lanjut bicara, "Yang Mulia jangan sampai terlibat dengan orang itu dan malah menyerang alam surga dan fana jika Yang Mulia tidak ingin mendapatkan hukuman para dewa."


Xiao Guang Yu melengkungkan senyuman, "Hu'er tidak perlu mengkhawatirkannya sampai setinggi ini. Bukankah aku sudah berjanji selama ratusan tahun dan semuanya sudah aku tepati dengan jujur?"


Xiang Hu terdiam, tidak berkata ketika Xiao Guang Yu kembali masuk ke dalam ruangan. 


Tidak lama setelah beberapa hal telah terselesaikan, seorang prajurit berpangkat tinggi dengan rasa takut dalam wajahnya terburu-buru untuk berlari menuju kuil terdekat. 

__ADS_1


Prajurit itu tidak bisa memilih kuil yang lebih baik dengan apa yang dilihat olehnya dan langsung saja, mendorong pintu masuk kuil Jin Xu dan langsung berteriak pada semua orang yang berada di dalam kuil tersebut, "Benua api dan para iblis itu,.. muncul kembali!" 


__ADS_2