
"Trangg!!"
Suara nyaring kedua pedang yang saling bertabrakan membuat gelisah penduduk yang mendengarnya. Bara api yang terjadi dimana-mana, begitu juga dengan reruntuhan sebuah kuil milik Jenderal Gurun, Jun Wu yang sudah dihancurkan olehnya.
Pastinya setelah ini akan ada suatu pertentangan mengenai dirinya yang telah menghancurkan kuil milik Jun Wu. Mungkin bisa saja Xiao Guang Yu juga akan diperintahkan untuk mengumpulkan banyak pahala dan untuk memperbaiki kuil Jun Wu yang telah hancur di alam fana.
Sementara ini, Xu Zhu terus saja menekannya dengan pedang besar dan tajam miliknya yang telah membuat sebuah parit besar yang akan membuat banyak orang-orang jatuh ke dalam. Tidak ada ruang untuk dia bernafas sebentar, Xu Zhu dengan wajah besinya terus memojokkan Xiao Guang Yu dengan berbagai cara agar dia mau mengalah dan berhenti untuk menjadi Dewa. Namun, hal ini menjadi keberkahan resmi tersendiri baginya dan tidak ada yang bisa membuatnya mundur setelah ini.
Di saat Xu Zhu mendorong pedangnya pada pedang Xiao Guang Yu yang semakin melemah kemampuannya, Xu Zhu berkata, "Apakah hanya ini kemampuan seorang Dewa perang?"
Xiao Guang Yu menjawab, "Terjadi sebuah pelanggaran disini!"
Xu Zhu melengkungkan senyuman dan berkata, "Apakah Dewa perang ini telah membatasi kekuatan spiritualnya karena racun naga yang masih bereaksi?"
Xiao Guang Yu mendengus, "Bagaimana mungkin aku bisa kalah dari racun yang kalian buat? Aku sangat menikmatinya selama ratusan tahun ini."
Xu Zhu kembali melengkungkan senyuman, "Benarkah? Lalu apakah kau bisa menyelesaikan serangan yang satu ini?"
Setelah Xu Zhu mengakhiri kalimatnya dan berhasil membuat Xiao Guang Yu cukup terkejut, satu serangan berhasil di keluarkan olehnya ketika Xiao Guang Yu sudah bergerak mundur menjauhi darinya.
Sebuah bayangan merah bergaris itu membuat sebuah lingkaran seperti angin yang berhembus kencang membentuk seperti putaran melingkar yang akhirnya bisa dirasakan oleh Xiao Guang Yu. Di dalamnya terdapat banyak kekuatan spiritual yang sangat besar dan bisa menghancurkan tubuhnya dalam sekejap. Jika dia tetap berjalan maju dengan pedangnya, pedang itu juga akan hancur berkeping-keping dan menarik Xiao Guang Yu untuk masuk ke dalam putaran angin besar tersebut.
Xu Zhu berkata sambil meregangkan tangannya, "Bagaimana? Apakah Dewa yang terhormat ini bisa melewatinya dengan mudah?"
"Tentu saja dia tidak bisa melakukannya!"
__ADS_1
Pertemuan antar Dewa itu memperlihatkan mereka yang sedang berada di istana Dewa beladiri Xing Chen, masing-masing duduk pada singgasananya yang berlapis emas dan sedang memperhatikan pertarungan yang berada di alam fana.
Seluruhnya menjadi ketakutan setelah mereka melihat pertarungan yang dilakukan oleh Dewa perang dengan Kaisar alam iblis. Bagaimana tidak! Dalam bayangan mereka selain Kaisar alam iblis yang terkenal dengan keburukannya di tiga alam yang berbeda, disamping dari semua itu juga ada seorang Dewa yang mengalami pengusiran di alam surga tiga kali berturut-turut!
Feng Lian berkata, "Bagaimana ini? Akankah ada sebuah kehancuran yang dihasilkan oleh pertarungan ini?"
Qing Luo berpikir sebelum menjawab, "Apakah hal ini tidak terlihat dia akan menghancurkan banyak tempat? Bahkan, kuil milik Jenderal Gurun Jun Wu sudah dihancurkan olehnya. Pastinya, setelah ini dia akan disuruh untuk mengumpulkan banyak pahala untuk membayar semua kesalahannya."
Lan Yue langsung menjawab, "Alam fana memiliki Dewa bumi Yao Lin. Mengapa tidak memberikan tugas ini padanya?"
Xing Chen langsung menjawab, "Apakah bisa mempercayainya?! Siapa yang bisa menghentikan mereka berdua ketika Dewa Yao benar-benar tidak mengetahui dimana letak pertarungan ini!"
Qing Luo berkata, "Mengapa Dewa perang tidak bisa menyelesaikannya sendiri? Bukankah Dewa perang sebelumnya bisa mengatasi masalah ini sendirian dengan mudah? Apa yang terjadi pada Dewa yang satu ini?"
Lan Yue menjelaskan, "Apakah dewa spiritual lupa mengenai prestasi yang membanggakan miliknya? Sebelum diangkat menjadi Dewa, Yang Mulia telah menyelamatkan seorang anak yang terkena kutukan dengan buah dewa Muiqing yang telah di dapatkan olehnya sementara dia sendiri juga membutuhkannya untuk menghilangkan racun naga di dalam tubuhnya. Yang Mulia ini diangkat menjadi Dewa karena prestasi membanggakan miliknya."
Feng Lian tertawa lepas dan berkata, "Beruntung saja Dewa perang ini masih hidup! Apakah Dewa Luo tidak mengetahuinya bahwa sudah banyak Dewa yang mati karena racun naga ini?"
Qing Luo berkata, "Jangan terlalu senang. Apakah ini perlakuanmu terhadap Dewa yang sudah menyelamatkan nyawamu?"
Feng Lian mendesah, "Apakah itu yang namanya menyelamatkan? Dia hanya ingin cari muka di alam surga!"
Xing Chen berkata, "Menduduki peringkat pertama dalam Dewa yang berprestasi rasanya tidak akan pantas untuknya!"
Lan Yue mencoba untuk menenangkan, "Para pejabat surgawi disini, saya mengetahui bahwa Yang Mulia dewa perang memang sudah memiliki prestasi yang banyak dan bahkan hampir menguasai seluruhnya terkecuali untuk Dewa yang dibanggakan pengikutnya. Tapi, bukankah para Dewa juga bisa merebutnya kembali?"
__ADS_1
Xing Chen mendengus, "Apakah perkataan ini cukup untuk membantu? Jika saja Dewa perang ini terlahir bodoh, mungkin pesaing disini juga akan sedikit!"
Feng Lian berkata, "Kau pikir, kau bisa membuat seseorang menghilang begitu saja?!"
Dan di tengah-tengah pembicaraan tersebut, seorang laki-laki yang memakai kerudung di atas kepalanya dengan tali pengikat yang juga berada di atas kepalanya, berjalan keluar dengan tenangnya dan ekspresinya yang sangat tidak biasa, membuat para dewa bertanya, "Jun Wu! Kemana kau akan pergi?!"
Jun Wu menoleh ke arah para dewa yang berbicara padanya dan menjawab, "Pergi untuk menemui orang yang telah meruntuhkan kuil milikku."
Sementara yang terjadi di alam fana, pertarungan yang masih juga belum selesai. Xiao Guang Yu berhadapan langsung dengan lingkaran spiritual yang terus menariknya menuju kehancuran.
Xiao Guang Yu menancapkan pedangnya pada bongkahan batu yang tertanam di atas tanah, sementara segerombol angin terus saja menariknya menuju kehancuran yang akan dia dapatkan.
Xu Zhu berkata, "Bagaimana?! Apakah dewa ini bisa menghindari serangan yang seperti ini dengan kemampuan yang terbatas?!"
”Bagaimana cara melakukannya? Angin melawan dengan angin, apakah seharusnya dia pantas dilawan oleh Dewa angin Feng Lian?” batin Xiao Guang Yu yang terus berpikir.
Tidak lama setelahnya, bongkahan batu yang menjadi pijakan sementara untuk Xiao Guang Yu, mendadak hancur berkeping-keping dan membuatnya kembali tertarik oleh angin spiritual yang besar.
Xu Zhu tertawa lepas dan berkata, "Aku sudah menduganya! Kau tidak akan bisa menyelesaikan semua ini tanpa adanya bantuan dari Dewa lainnya!"
Bukan hanya benda di sekitarnya yang juga hancur, melainkan pedang yang sekarang ini berada di tangannya juga ikut terbawa angin yang semakin menarik dan menyayat tubuhnya dengan cepat.
Setelah Yang Mulia ini kehilangan pedangnya, muncul kembali seombak pasir yang bermunculan di belakang punggungnya dan langsung menghancurkan formasi aliran spiritual yang telah dibentuk oleh Xu Zhu.
Lantas melihat serangan mendadak yang dilakukan terhadapnya, Xu Zhu segera menjauh dan kembali berdiri dengan menatap segerombol pasir yang mengelilingi tubuh seseorang di dalamnya. Xu Zhu berkata, "Wah,.. sepertinya Yang Mulia kedatangan seseorang yang akan membantu Anda."
__ADS_1
Dan setelah segerombol pasir itu menghilang dan memunculkan seorang laki-laki yang memakai kerudung putih dan ikat kepala dengan pakaian indah yang berhembus melewati arah datangnya angin. Jun Wu sepertinya datang dengan sangat tepat waktu!
Saat itu juga, Jun Wu langsung berkata, "Aku datang kemari bukan untuk membantu. Melainkan untuk menagih hutang karena seseorang telah menghancurkan kuil ku!"