
Percikan air yang terdengar dari kejauhan, perlahan seluruh indera miliknya terbuka! Xiang Hu bisa merasakan dia berada diatas sebuah tikar jerami dan merasakan adanya seseorang yang duduk disebelahnya. Jari-jemarinya pun kembali bergerak dan membuat kelopak matanya terbuka.
Ketika matanya terbuka sepenuhnya, yang bisa dia lihat hanyalah Xiao Guang Yu yang sedang menekuk lutut di sebelahnya, dengan mata terpejam karena tidak tidur selama beberapa hari ini.
”Sudah berapa lama aku seperti ini? Ternyata, mengeluarkan seluruh kekuatan spiritual yang telah dibatasi, membuat kelumpuhan dimana-mana.” batin Xiang Hu yang mencoba untuk duduk dan tanpa sengaja menyenggol lengan Xiao Guang Yu yang membuatnya terjatuh dari duduknya. Dengan cepat, Xiang Hu bergerak menahan tubuh Xiao Guang Yu terjatuh karenanya agar kepalanya tidak langsung membentur lantai.
Seketika Xiao Guang Yu juga ikut terbangun dan melihat di hadapannya, Xiang Hu yang saat ini sedang duduk menghadapnya dan membuatnya bingung sementara.
Setelah dia melepaskannya, Xiang Hu berkata, "Apakah Yang Mulia baik-baik saja?"
Xiao Guang Yu sedikit tertawa sebelum menjawab, "Seharusnya aku yang bertanya. Bagaimana keadaanmu saat ini? Apakah masih ada bagian yang terasa sakit?"
Xiang Hu menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Yang Mulia! apakah aku telah merepotkan Yang Mulia?"
Xiao Guang Yu berjalan menghampiri sebuah meja yang tidak jauh darinya hanya untuk mengambil semangkuk bubur gandum yang telah dibuat oleh Li Ruo selama Xiang Hu tidak sadarkan diri dan menjawab, "Aku sudah terbiasa mengurusi orang yang sedang terluka. Lagipula, Ah She sudah menceritakan semuanya." Xiao Guang Yu berhenti sesaat, duduk di depannya saat ini dan mengambil satu sendok bubur di dalam mangkuk tersebut, "Untuk sementara makanlah ini. Li Ruo membuatkannya setiap waktu karena dia tidak tahu kapan kau akan terbangun kembali."
”Bubur buatan Li Ruo?! Apa jangan-jangan didalam makanan ini, mengandung obat yang berbahaya agar aku lebih cepat mati?” batin Xiang Hu yang seperti sedang menghindari bubur tersebut. Wajahnya ketakutan dan hanya menjawab, "Tidak Yang Mulia! Aku tidak bisa memakan bubur."
"Eh?" Xiao Guang Yu terkejut dan kembali berkata, "Apakah Hu'er juga tidak menyukai bubur gandum dan hanya ingin memakan daging hewan saja?"
Xiang Hu hanya menganggukkan kepalanya, dan masih pucat meskipun Xiao Guang Yu menaruh mangkuk bubur tersebut disebelahnya. Xiao Guang Yu berkata, "Mungkin Li Ruo juga akan kecewa jika bubur buatannya tidak dimakan sama sekali."
__ADS_1
Xiang Hu berkata dengan ragu, "Kalau begitu, kenapa tidak Yang Mulia saja yang memakannya?"
"Siapa yang tidak akan memakan bubur buatanku?!" Suara ini adalah suara Li Ruo yang saat ini benar-benar sudah ada di hadapannya, dengan ekspresi marah berbekas di matanya, menambah wajah ketakutan yang terlintas dipikiran Xiang Hu.
Xiao Guang Yu berkata dengan tenang, "Aku pikir, Hu'er tidak menginginkan bubur. Dia hanya menginginkan daging hewan saja."
Li Ruo berkata dengan dingin, menatap Xiang Hu dengan ekspresi membunuh, "Apakah benar, rubah ini tidak bisa memakan makanan manusia?"
Xiang Hu mengacungkan jari telunjuknya pada Li Ruo dan langsung berkata dengan keras, "Kau pikir makhluk seperti kami bisa memakan bubur?!"
Li Ruo mengambil mangkuk bubur yang berada di sebelah Xiao Guang Yu dan sedikit mengaduknya ketika dia berkata, "Mungkin Gege terlalu halus untuk menyuapinya. Izinkan aku saja yang melakukannya."
Tidak lama setelahnya, Guzhu She memasuki kuil dengan wajah lelah setelah dia mencoba untuk berburu di tengah hutan dan hanya mendapatkan dua pasang kelinci ditangan kanannya dan juga, mendapatkan pemandangan yang benar-benar tidak terduga olehnya.
Li Ruo yang terlihat tidak peduli, sedang berdiri dengan melipat tangannya, tidak jauh dari Xiang Hu yang sedang membuang seluruh isi perutnya dibantu oleh Xiao Guang Yu yang berada di pintu samping kuilnya.
”Sepertinya, aku tertinggal banyak hal.” batin Guzhu She yang masih melihat sekelilingnya.
...*** ...
Istana Dewa musim semi Lan Yue, alam surga.
__ADS_1
Karena suatu hal yang mendesak, membuatnya harus kembali ke alam surga untuk mengurusi beberapa hal yang tertinggal. Namun, karena Yang Mulia ini tidak memiliki tempat di alam surga, bahkan kuilnya sudah tertutupi oleh debu bayangan hitam, membuatnya harus menumpang sebentar di istana Lan Yue untuk mengurusi beberapa hal yang belum diselesaikan.
Setumpuk kertas yang berada di sebuah meja, membuat Xiao Guang Yu harus berpikir keras mengenai beberapa masalah yang berada di alam fana.
Setelah alam iblis sudah berhasil diselesaikan olehnya, muncul masalah baru lagi mengenai datangnya beberapa pembudidaya iblis yang menyerang berbagai wilayah.
”Seharusnya ini sudah terjadi sejak dulu. Para pembudidaya iblis yang berguru pada iblis neraka, mereka rela melakukan hal itu hanya untuk memperkuat dirinya dan membuatnya abadi di alam fana. Jika memang usia mereka benar-benar ingin diperpanjang hingga ratusan tahun, mengapa mereka tidak pernah berpikir untuk menjadi Dewa dengan cara yang benar?”
Lan Yue mendatanginya dan berkata, "Menurut Yang Mulia, bagaimana? Para pembudidaya yang berada di alam fana, memang sebagian telah berpihak pada jalan yang gelap hanya untuk membuatnya abadi di alam fana. Ketika Yang Mulia masih belum bertemu dengan Kaisar langit, para pembudidaya iblis semakin kuat dan semakin menghancurkan. Pada saat itu mereka memang tidak melawan di daerah Yang Mulia sebelum kehancuran itu terjadi karena, para pembudidaya itu juga bisa mengetahuinya adanya kekuatan besar yang akan menjadi Dewa pada suatu saat nanti."
Xiao Guang Yu berpikir sebelum berkata, "Mengenai para pembudidaya iblis, apakah mereka bisa menggunakan sebuah mantra untuk berteleportasi?"
Lan Yue menjawab, "Mereka bisa berteleportasi namun, tidak sepandai suku ular di alam iblis yang bisa menjangkau hampir ke seluruh tempat."
Wajah Xiao Guang Yu mendadak pucat ketika dia berhasil mengingat sesuatu yang telah dilupakan olehnya dan berkata, "Lalu, bagaimana keadaan mereka bertiga di alam fana?"
Sementara diwaktu yang bersamaan, ketika ketiganya masih berada di kuil Jin Xu, sepertinya mereka benar-benar kedatangan seorang tamu istimewa.
Kain sutera merah yang berterbangan, bersamaan dengan helai rambut coklat terang berhembus mengikuti arah datangnya angin. Di hadapan Guzhu She dan juga Xiang Hu yang merubah posisinya menjadi waspada terhadap apa yang di depannya. Tangan seputih salju dan selembut sutra halus ini, dengan cepat membuka jubah hitamnya yang membuat wajahnya tidak terlihat di hadapan keduanya. Lin Ying melengkungkan senyuman begitu dia melihat targetnya sudah ada di depan matanya!
Lin Ying berkata, "Akhirnya aku menemukan bangsawan penghianat yang akan membebaskan leluhurku."
__ADS_1