Grandmaster Of Secret Strategy

Grandmaster Of Secret Strategy
Chapter. 59 - Waktunya Makan Malam


__ADS_3

Tujuh lingkaran arwah pendendam yang memanggil banyak arwah tidak tenang untuk melayani tuannya agar dia mendapatkan ketenangan dalam hidupnya. 


Rumah bedak yang berada di sisi pertarungan mereka, menjadi tempat untuk pemanggilan arwah yang terjebak di alam iblis. Pergerakan mereka juga perlahan mulai terasa di sekelilingnya ketika Guzhu She sudah memasuki ruangan tersebut dan melihat Xiang Hu yang saat ini telah terikat oleh rantai rantai yang mengikat kedua tangannya pada dua tiang yang saling berhubungan. 


Melihat dia yang saat ini masih berada pada tujuh lingkaran arwah pendendam, lantas membuat Guzhu She lari secepat mungkin untuk menyelamatkannya kembali sebelum para arwah yang mengelilinginya kembali terbangun. 


Namun, sepertinya hal ini benar-benar tidak mudah diketahui olehnya dan ketika langkah pertamanya menuju lingkaran pertama, arwah yang berbentuk seperti algojo, dengan baju zirah yang memiliki duri di setiap bagiannya serta sebuah pedang yang lebarnya hampir dua kaki sedangkan panjangnya seperti panjang tubuh seorang manusia yang sudah dewasa. Wajahnya tampak menyeramkan dengan tanduk yang berada di atas dahinya. Sorot matanya memancarkan cahaya merah yang langsung menembus bagian celah-celah kecil rumah tersebut. 


Algojo itu berkata, "Kau bocah iblis! Beraninya kau mengganggu makananku disini!" 


Guzhu She mengeraskan tinjunya dan berkata dengan nada menantang, "Algojo yang memiliki sifat bengis! Kita lihat saja apakah kau bisa membunuhku?!" 


Algojo itu kembali berkata, "Kau menantangku ya, bocah ingusan!" 


Pedang besar yang berada di tangannya, dibanting ke bawah sehingga membuat rumah tersebut terbelah bersama dengan tanah yang menjadi dasar fondasi rumah tersebut, terbelah menjadi dua dan hanya menyisakan sebuah lingkaran besar yang menjadi tempat mereka bergentayangan dimana-mana. 


”Mereka melindungi tempat mereka masing-masing ketika salah satu dari arwah ini melakukan serangan. Itu berarti, mereka juga tidak akan membuat Xiang Hu terluka sampai datangnya waktu makan malam?!” batin Guzhu She yang terus mencoba untuk menghindar dari serangan algojo yang terus saja menyerangnya dan tidak membiarkannya untuk menyerang balik dirinya. 


Algojo berhenti menyerang dan kembali berkata dengan nada merendahkan, "Sudah menantangku, kau masih tidak bisa menyerang balik?!" 

__ADS_1


Guzhu She berkata, "Cih! Kau saja yang terus menyerang namun, sama sekali tidak satupun yang berhasil mengenai mangsa mu sendiri!" 


Algojo itu tersenyum sangar dan berkata, "Waktu makan malam masih sekitar dua jam lagi. Kau yakin, tidak akan terkena serangan ku dalam waktu sesingkat itu?"


Guzhu She langsung menjawab, "Algojo tidak mungkin bisa tahu bagaimana caranya menghitung!" 


Algojo itu kembali mengangkat pedangnya dan berkata, "Bukankah kau yang tidak bisa membaca ataupun menulis bahkan untuk menghitung waktu sekalipun!" 


Guzhu She langsung menjawab, "Itukan menurutmu!" Langkahnya kemudian melayang di udara, menghempaskan lengan pakaian yang lebar dan membuat seekor ular besar keluar dari masing-masing lengannya. 


Algojo menutupi dirinya dengan pedang besar namun, hal yang dilakukannya ini tidak membuahkan hasil dan tetap saja ular itu memakan seluruh arwahnya, begitu juga dengan enam lingkaran arwah lainnya yang juga menjadi sasaran untuk serangannya. 


Setelah algojo berhasil dikalahkan dan olehnya. Satu ular besar yang muncul dari tangan kirinya, membuka lebar mulutnya dan menggigit sebagian besar dari lingkaran tersebut hingga hancur berantakan.


Lima arwah berhasil dikalahkan olehnya dan hanya tersisa dua arwah pendendam yang sepertinya akan sangat sulit untuk dikalahkan. Dan masing-masing dari arwah tersebut adalah seorang Kaisar dan juga permaisuri yang memakai baju pengantin. 


Kaisar ini, dulunya adalah seorang pemimpin yang dikhianati oleh rakyatnya dan terbunuh oleh seorang Dewa yang menjatuhkannya hukuman dengan wabah penyakit. Sedangkan permaisuri ini, adalah wanita yang tidak bisa menikah dengan Kaisarnya karena seombak panah yang mengarah pada jantungnya, ketika dia dalam perjalanan menuju ibukota menggunakan tandu bunga. 


”Besar sekali! Aku bisa merasakan adanya dendam yang sangat dalam yang mereka keluarkan saat ini. Mungkinkah mereka memilih untuk bergentayangan dibandingkan hidup bersama seseorang dalam masa lalunya?” batin Guzhu She yang terlihat waspada dengan keberadaan kedua arwah permaisuri dan juga Kaisar ini. 

__ADS_1


Permaisuri tersebut menatap Guzhu She dengan tatapan kosong dan berkata, "Sudah hampir saatnya untuk makan malam dan dia ingin merusak makanan kita." 


Kaisar ini melirik ke arah Xiang Hu yang berada di belakangnya dan kembali melirik ke arah Guzhu She sebelum berkata, "Apa tujuanmu untuk merusak hidangan orang lain? Sudah jelas rubah ini adalah makanan untuk kami." 


Guzhu She berkata, "Apakah makanan kalian hanyalah daging makhluk hidup yang dijadikan sebagai tumbal meskipun dia juga iblis sama seperti kalian?" 


Permaisuri berkata, "Tumbal tetaplah tumbal. Dia adalah makanan untuk para arwah yang terlibat disini. Namun, karena kau telah menghabisi lima arwah yang berada disini, kami akan menyisakan bagian kepalanya." 


Guzhu She mengeluarkan banyak ular besar dari balik pakaiannya dan berkata dengan tegas, "Dia, bukanlah makananmu!" 


Segera ketika Guzhu She mengakhiri kalimatnya, ular-ular besar yang berada disekitarnya mulai menggeliat dan menyerang dengan cepat ke arah permaisuri dan Kaisar tersebut. 


Keduanya yang memiliki kemampuan hampir setingkat dengan Dewa, bergerak menghindari banyak serangan ular yang dilakukan oleh Guzhu dan dan membalas serangan tersebut dengan ayunan pedang dan juga hembusan kain merah yang membuat angin besar dan tajam mengarah ke arahnya. 


Sementara di lain hal yang berbeda, suara nyaring sebilah pedang yang dihantamkan pada sebilah pedang lainnya, begitu memekakkan telinga orang-orang yang mendengarnya. Li Ruo yang saat ini berhadapan langsung dengan seorang pembudidaya iblis Lin Ying dan juga bangsawan bernama Shang Ren, sedang mengayunkan pedangnya dan membuat beberapa pohon di depannya tumbang secara tiba-tiba. 


Shang Ren yang saat ini berdiri di atas gundukan batu yang tidak jauh berada di dekat Li Ruo, sedangkan saat ini Lin Ying tampak sudah kelelahan ketika bertarung dua lawan satu dengan Li Ruo saat ini. 


Shang Ren berkata pada Lin Ying, "Kau tampak kelelahan. Apakah kau ingin beristirahat, sementara aku bertarung dengannya satu lawan satu?" 

__ADS_1


Lin Ying menjawab, "Tentu saja tidak tuan. Saya tidak akan menghindar lagi."


Lalu, ketika Shang Ren hendak untuk melakukan serangannya kembali, hal aneh mulai terjadi padanya yang membuatnya melihat ke arah langit dan berkata, "Sudah hampir waktunya makan malam. Jika aku tidak segera pergi dengan tuanku, mungkin tubuh kita juga akan hancur disini." 


__ADS_2