
Setelah dia menenangkan pikirannya untuk waktu yang cukup lama, Xiao Guang Yu duduk di depan sebuah rumah minum. Setelah dia berbicara cukup lama dengan pemilik rumah minum ini, sebuah pohon bunga plum yang diambil batang dan bunganya, sedang menggantung di setiap rumah yang ada di kota Liqi.
Xiao Guang Yu berkata pada pedagang tersebut, "Mengapa kalian banyak menggantung batang bunga plum di depan rumah kalian? Apakah ini sebuah pantangan yang harus dilakukan?"
Pedagang tersebut tampak ketakutan saat Xiao Guang Yu menanyakan hal ini dan hanya menjawab, "Sebaiknya, Tuan jangan mengetahui banyak hal tentang kota ini jika tuan ingin tetap hidup."
Xiao Guang Yu kembali berkata, "Apa yang akan membunuhku? Siapa yang melakukannya?"
Pedagang tersebut berkata, "Tuan, sebaiknya Anda menjaga tata krama disini jika tidak ingin membuat dia kembali marah."
”Siapa yang akan dibuat marah? Apakah ada sosok arwah yang mengganggu kehidupan mereka?” batin Xiao Guang Yu yang kemudian mendengar suara teriakan seorang wanita paruh baya yang berteriak sambil memeluk seorang anak kecil di atas kedua tangannya.
Wanita tua itu memeluk anak kecil yang sudah tidak bisa dilihat lagi wajahnya dan tubuhnya hanya bersisa tulang dan kulit yang melekat dengan mata yang hampir saja keluar, nyaris membuat semua orang muntah karena aroma busuk yang dikeluarkan oleh mayat anak laki-laki ini.
Wanita tua itu berkata, "Ini adalah kutukan! Di'er juga telah membunuh anakku!"
Xiao Guang Yu yang melihat segerombol orang-orang yang telah mengerumuni wanita tua yang memeluk seorang mayat, lantas menghampirinya dan berkata pada salah satu penduduk yang mengerumuninya, "Siapakah Di'er yang wanita ini sebut tadi?"
Penduduk ini menjawab, "Maaf tuan. Saya tidak bisa menceritakannya. Tanyakan langsung saja pada wanita ini."
Xiao Guang Yu yang masih terlihat penasaran mengapa penduduk disini enggan menceritakan apa yang terjadi disini, akhirnya menghampiri wanita tersebut. Dengan perlahan, Xiao Guang Yu mengetahui bahwa wanita ini sedang berduka, untuk sesaat dia tidak berkata dan masih memperhatikan mayat anak ini sebelum akhirnya berkata, "Maaf atas ketidaksopanan saya berbicara saat Anda berduka. Tapi, siapa yang melakukannya pada anak ini?"
__ADS_1
Wanita tersebut menatap Xiao Guang Yu dengan penuh amarah saat dia masih memeluk tubuh mayat anak ini, lantas dia berteriak, "Siapa kau ini yang berani menyela tangisan seseorang?! Disaat seperti ini, apakah kau berhak untuk melakukan penyelidikan?!"
”Aku benar-benar tidak mengerti. Haruskah aku meninggalkannya?” batin Xiao Guang Yu yang menatap seorang laki-laki yang sedang berdiri di sampingnya dengan berkata, "Tuan aku bisa menceritakannya padamu. Mari kita berbicara di tempat yang sepi."
Xiao Guang Yu mengikuti apa yang disarankan oleh pemuda ini, berjalan disebuah jalan yang kecil dan sepi, dengan pemuda yang mengajaknya untuk berbicara ditempat yang tidak biasa.
Pemuda dengan ekspresi ketakutannya itu lantas berkata padanya, "Tuan muda pasti sangat penasaran mengapa kami tidak pernah bercerita tentang sosok perempuan yang mereka sebut Di'er itu."
Xiao Guang Yu langsung berkata, "Mengapa tidak diceritakan secara terus terang saja? Apa yang sedang dialami kota ini?"
Pemuda tersebut menjawab, "Saya akan menceritakannya tapi, bisakah Tuan muda merahasiakan hal ini? Jangan katakan pada penduduk kota bahwa aku sudah menceritakan hal ini kepada Anda."
Xiao Guang Yu berkata, "Aku tidak akan menceritakannya kepada orang lain. Sekarang, cobalah kau katakan apa yang terjadi."
Xiao Guang Yu bertanya, "Mengambil jiwa anak-anak? Apakah Di'er itu adalah arwah yang sudah mati? Dan mengapa kalian memanggilnya dengan Dewi kupu-kupu?"
Pemuda itu menjawab, "Saya sudah mengatakannya, bahwa Di'er gantung diri di rumahnya sendiri. Dan untuk sebutan itu, para penduduk sering mengaitkan hal ini dengan keindahan dan terbebas dari belenggu kematian."
”Terbebas dari belenggu kematian?” batin Xiao Guang Yu yang memasang ekspresi bingung sebelum berkata, "Lalu, apa hubungannya dengan bunga plum yang kalian gantung di masing-masing rumah kalian?"
Pemuda tersebut menjawab, "Semua penduduk kota ini percaya bahwa Di'er sangat menyukai bunga plum sehingga membuatnya tidak memasuki rumah yang memiliki bunga plum di halaman depannya."
__ADS_1
”Bunga plum, jiwa anak-anak dan Dewi kupu-kupu? Sebenarnya arwah berjenis apa dia?” batin Xiao Guang Yu yang hanyut dalam pikiran sebelum dia kembali bertanya, "Di waktu kapan Di'er melakukan serangannya?"
Pemuda ini berpikir sebelum menjawab, "Biasanya, pada tengah malam, akan muncul sebuah bayangan merah bercorak merah muda yang melintas di setiap atap rumah penduduk."
”Tengah malam ya? Mungkin jika hanya melawan arwah yang tidak terlihat akan lebih mudah untuk diselesaikan.” batin Xiao Guang Yu.
Sementara di waktu yang berbeda, dua pelayan ini yang masih belum menemukan tuannya, telah berjalan melewati bayang-bayang pepohonan yang menutupi cahaya matahari yang akan menyengat kulit mereka.
Keduanya tampak sedang memendam amarah, sehingga membuat mereka saling tidak bertatapan satu sama lain. Xiang Hu yang saat ini menyalahkan Guzhu She karena bekerja dengan sangat tidak benar, begitu juga dengan Guzhu She yang juga menyalahkannya dengan hal yang sama.
Lalu, apa yang dipikirkan oleh mereka berdua saat ini? Benar-benar tidak terduga! Alam surga yang membawa pergi Xiao Guang Yu tanpa mengajak mereka berdua, dan pada akhirnya mereka juga yang harus mencari kemana perginya Xiao Guang Yu setelah dibuang kembali dari alam surga.
Xiang Hu berkata, "Guzhu She! Apakah kau sama sekali tidak mengetahui kemana perginya Yang Mulia? Sampai kapan kita akan terus berjalan tanpa arah?"
Guzhu She menjawab, "Mengapa bertanya padaku? Bukankah kau memiliki penciuman yang tajam untuk mencium baunya?"
Xiang Hu menjawab, "Kau sendiri yang juga memiliki penglihatan yang tajam, apakah tidak bisa melihatnya dari jarak yang jauh? Bisa saja Yang Mulia berada di depan sana?" Xiang Hu berhenti sesaat dan kembali berkata, ",... Oh tidak, apakah matamu sudah rabun sehingga kau tidak bisa melihatnya dari kejauhan?"
Guzhu She memulai tatapan tajam yang terus menatap Xiang Hu dan berkata dengan sangat dingin, "Apakah kau sama sekali tidak bercermin pada dirimu sendiri bahwa saat ini kau sedang tidak dipedulikan? Dan juga, apakah hidungmu saat ini telah kemasukan air sampai tidak bisa mencium bau Yang Mulia?"
Xiang Hu balas menatap tajam, "Jangan membuatku marah nyet!"
__ADS_1
Guzhu She menjawab, "Kau yang mulai lebih dulu B*bi!"
Di tengah-tengah perdebatan mereka, seorang laki-laki yang berdiri di depan mereka dengan menyandarkan pundaknya pada pohon besar di sampingnya berkata, "Aku pikir, suara gaduh ini berasal dari tanah longsor yang terjadi di bukit sana. Ternyata, hanya dua pelayan bodoh yang sedang saling mencibir."