Grandmaster Of Secret Strategy

Grandmaster Of Secret Strategy
Chapter. 60 - Kontrak Dengan Arwah


__ADS_3

"Sudah hampir saatnya makan malam."


Shang Ren melirik ke arah Lin Ying dan berkata, "Alihkan perhatiannya saat ini. Aku akan pergi menuju tempat Yang Mulia." 


Lin Ying menjawab, "Baik Tuan." 


Setelah dia mendengar jawaban dari Lin Ying, dengan segera Shang Ren meninggalkan tempat tersebut dengan cepat namun, disusul oleh Li Ruo yang tampaknya sedang marah terhadapnya. 


Di saat Li Ruo sedang mengayunkan pedangnya ke arah Shang Ren yang mencoba untuk menghindarinya, Lin Ying bergerak dan langsung menahan serangan tersebut menggunakan belati yang ada di tangannya. 


Lin Ying berkata, "Jangan macam-macam dengan Tuanku. Dialah yang akan membunuh dewamu setelah dia menyusul Yang Mulia." 


Li Ruo menggertakan giginya dan berkata, "Justru, kaulah yang seharusnya tidak macam-macam denganku!" 


Formasi sihir yang besar, muncul di sekitar Li Ruo dan langsung membuat Lin Ying menghindar dari formasi sihir yang bisa membunuhnya kapan saja. 


Energi yang berwarna merah menyala bercampur dengan ungu pucat, seolah telah berada di seluruh ruang dan akan membunuh siapapun yang berani mencoba untuk merusak formasinya. 


Setelah seluruh energi spiritualnya terkumpul, Li Ruo kembali menajamkan pedangnya dan kemudian diarahkan pada Lin Ying yang tampaknya belum siap untuk menghadapi serangannya. Dan karena ketidaksiapannya ketika bertarung dengannya, membuat Lin Ying mati dengan luka sayatan pedang cukup dalam di tubuhnya dan membuat darah seolah-olah menjadi hujan yang singkat ketika kematiannya.


Li Ruo menebas pedang yang telah berlumur dengan darah milik Lin Ying. Dan setelah dia melihat mayatnya yang berada di belakangnya, tampak sudah tidak berwujud dan tidak utuh, Li Ruo segera mengabaikannya dan berjalan mengikuti kemana arahnya Shang Ren pergi. 


Sementara, pertarungan di tempat lain ketika muncul arwah pendendam berwujud Kaisar dan permaisuri semakin menjadi-jadi. 


Hancur seluruh tempat yang berada di sana dan begitu juga dengan hutan yang berada di seberang mereka, semuanya hampir termakan oleh api yang dikeluarkan oleh arwah Kaisar ini.


Guzhu She menyeka darah yang ada di mulutnya dan masih memandangi keduanya sebelum dia kembali melancarkan serangan yang kesekian kalinya untuk mereka. 


Guzhu She mengayunkan pedangnya dengan indah hingga membuat sebuah parit besar di dalamnya namun, serangan itu masih bisa dihindari oleh Sang Permaisuri yang kemudian dia melompat di atas kepalanya dan melakukan serangan terakhirnya untuk melumpuhkan seluruh pergerakan yang dilakukan oleh Guzhu She terhadap kedua arwah disini. 


Permaisuri itu mengeluarkan kedua jarinya dan kemudian diayunkan olehnya seperti disaat dia sedang memainkan sebuah pedang. Dan ketika serangan kedua jarinya berhasil dilakukan dan mengakibatkan sebuah lubang besar yang terbentuk dibawah kakinya. Tidak lama setelah debu berterbangan itu selesai menutupi pandangan mereka, tampak terlihat bayangan hitam yang saat ini sedang terbaring kaku di dalam lubang tersebut. 


Sang permaisuri mendengus dan berkata, "Apa hanya segini saja kemampuannya untuk bertarung?! Lemah sekali!" 

__ADS_1


Sang Kaisar yang sudah sejak tadi memperhatikan pertarungan mereka berdua berkata, "Sudah saatnya untuk makan malam." 


Sang permaisuri berkata, "Akan kita apakan siluman lemah ini?!" 


Sang Kaisar menjawab, "Kita akan memakannya setelah yang satu ini." 


Permaisuri itu kemudian melompati lubang besar yang berada di depannya ketika dia berjalan menuju Kaisar tersebut, dari dalam lubang yang besar ini, Guzhu She kembali berdiri dan berkata, "Aku masih belum selesai dengan kalian." 


Permaisuri menoleh ke dalam lubang yang ada di belakangnya dan berkata, "Berikan kami waktu untuk makan malam. Apakah kau sama sekali tidak ingin beristirahat sebelum pertarungan kedua nanti?" 


Guzhu She berkata dengan dingin, "Jika kau mengatakan bahwa kau ingin makan malam, itu sama saja dengan menantangku untuk bertarung lagi." 


Kaisar ini berjalan maju menuju bibir lubang yang ada disana dan berkata sambil mengeluarkan kedua jarinya yang diarahkan ke arah Guzhu She, "Aku saja yang akan menyelesaikan yang satu ini dengan satu serangan. Tidak apa-apa jika aku hanya akan memakan mayatnya saja." 


Lalu, yang terjadi ketika Kaisar mengeluarkan kedua jarinya yang diarahkan padanya. Mendadak seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya putih yang memancar dan membuat mereka tidak bisa mengeluarkan seluruh kekuatan spiritual yang mereka miliki.


 Sang permaisuri berkata dengan panik, "Apa yang terjadi?! Aku tidak bisa mengeluarkan kekuatan spiritual ku sendiri?!"


Setelah Kaisar dan permaisuri mengakhiri kalimatnya, keduanya lenyap dengan perlahan seperti butiran debu yang berterbangan di udara dan membuat Guzhu She sedikit terkejut, "Mungkinkah, Lin Ying telah mati?!" 


...***...


"Siapa yang akan bertanggung jawab atas kehancuran kuil Jun Wu?" 


Xiao Guang Yu yang saat ini mendapatkan sedikit bantuan dari jenderal Gurun yang juga menjadi seorang Dewa di alam surga, Jun Wu. Datang dengan membawa pedangnya yang saat ini dihunuskan ke arah Xu Zhu yang berada tidak jauh di hadapan mereka. 


Jun Wu berkata, "Seharusnya, aku menagih hutang seseorang yang telah menghancurkan kuil ku. Tapi, mendadak aku bertemu dengan Kaisar alam iblis yang baru saja mendapatkan kebebasan. Memang layak untuk aku bertarung denganmu." 


Xiao Guang Yu tersenyum senang dan berkata, "Jun Wu! Kau datang untuk membantuku disini?"


Jun Wu langsung menjawab, "Tidak. Seharusnya ini menjadi tugasmu sebagai seorang Dewa perang dan sudah seharusnya kau mengganti kuil yang telah kau hancurkan." 


Xiao Guang Yu menatap kosong ke arah Jun Wu. 

__ADS_1


Lalu, yang saat ini berada di depan mereka tampaknya, dia sudah tidak sabar lagi untuk melakukan serangan balik. Terlihat dari senyum tipis yang membuat mata tidak tahan untuk berpaling darinya, membuat Xu Zhu berkata, "Ada dua Dewa disini. Apakah kalian berdua akan bekerja sama untuk membunuhku?" 


”Ah,.. aku rasa itu tidak bagus. Bisa saja, peringkat yang aku dapatkan di alam surga juga akan menurun.” batin Xiao Guang Yu yang menatap kakinya sendiri. 


Jun Wu berkata, "Kau layak untuk pergi dari sini. Untuk apa, alam iblis datang menyerang alam fana? Apa yang kalian inginkan disini?" 


Xu Zhu melengkungkan senyuman dan berkata, "Tentunya untuk membunuh Dewa perang yang baru." 


Selepas dia mengakhiri kalimatnya, terdengar kembali suara hentakan pedang yang saling bertabrakan, tidak jauh dari mereka. Bayangan hitam dan merah perlahan muncul di antara mereka dan langsung membuat berantakan seluruh suasana yang berada disana. 


Setelah asap debu yang perlahan menghilang. Xiao Guang Yu merasakan adanya seseorang yang saat ini sedang melindunginya. Lalu, ketika dia mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang akan melindunginya, laki-laki ini adalah Li Ruo yang berhasil menyusul Shang Ren kemana dia akan pergi. 


Li Ruo berkata, "Gege, tetaplah berada di belakangku." 


Xiao Guang Yu menatap bingung ke arah Li Ruo yang membuatnya harus tetap melihat punggungnya yang lebar ini. 


Xu Zhu yang juga merasakan hal yang sama, sudah menduga sejak awal bahwa yang saat ini menghampirinya adalah Shang Ren, lantas berkata, "Ada apa? Mengapa kau tidak mengurusi sisanya saja?" 


Shang Ren menghadap Xu Zhu dan berkata, "Shang Ren memberikan hormat untuk Yang Mulia." Dia berhenti sesaat untuk menurunkan kembali kedua tangannya dan berkata, "Waktu kontrak dengan tujuh arwah ini telah selesai. Yang Mulia harus segera kembali ke alam iblis." 


Shang Ren kemudian menyentuh bahu Xu Zhu dan membuatnya seolah-olah menghilang dari pandangan semua orang yang ada disini. 


Xiao Guang Yu yang melihat hal ini hanya terdiam dan kembali melihat ke arah Li Ruo yang berada di sampingnya. 


Shang Ren berkata, "Aku meminta maaf karena Dewa perang ini tidak bisa bersenang-senang dengan Tuanku lebih lama lagi. Jika saja dia bisa membunuhmu, dia akan mendapatkan kebebasannya kembali."


Li Ruo langsung berkata, "Lalu, apa yang kau inginkan sekarang ini?! Mengapa tidak pergi bersama Tuanmu saja?!" 


Shang Ren melengkungkan senyuman dan berkata, "Tapi, sebelum itu aku memiliki hadiah untuk Dewa perang yang telah bertarung dengan Tuanku." 


Dengan sangat cepat, Shang Ren yang sudah mengeluarkan mantra pengecil dari balik saku lengannya, bergerak di belakang Xiao Guang Yu dan menaruh mantra tersebut di atas kepalanya sebelum Li Ruo menariknya dan menggantikannya dalam posisi yang sama! 


Setelah mantra melekat di atas dahinya, Shang Ren mendadak hilang dari hadapan semua orang disini. Dan selepas kepergiannya, Xiao Guang Yu menatap seorang anak laki-laki yang berada di depannya dengan memakai pakaian yang begitu besar baginya. Lalu, setelah anak itu mengeluarkan kepalanya dari tumpukan pakaian yang kebesaran ini, Xiao Guang Yu baru saja menyadari bahwa anak ini adalah Li Ruo ketika usianya menginjak 8 tahun?!

__ADS_1


__ADS_2