Grandmaster Of Secret Strategy

Grandmaster Of Secret Strategy
Chapter. 78 - Membunuh Seorang Dewa


__ADS_3

"Senjata mainan seperti ini, tidak akan bisa membuatku terbunuh!" Ucap Li Ruo yang membuat semua Dewa di alam surga, takjub dengan kekuatan Li Ruo yang sebenarnya. 


” Bagaimana bisa?! Lukanya kembali sembuh!" 


” Tidak mungkin! Belum ada yang selamat semenjak Qing Luo memiliki pedangnya!” 


Li Ruo sedikit tertawa dan mematahkan pedang Qing Luo yang sempat menusuk jantungnya lalu, mengeluarkannya dari tubuhnya. Seteguk darah yang sebelumnya telah dimuntahkan olehnya, hanyalah sisa darah kotor ketika dia bersentuhan dengan pedang Jianshi. 


Kekuatan setan miliknya seketika penuh dan meluap-luap sehingga membuatnya tampak membendung darah di dalam tenggorokannya. 


Qing Luo begitu terkejut ketika dia melihat serangannya, bisa dengan mudahnya digagalkan oleh Li Ruo yang saat ini sedang melecehkan dirinya di depan para pejabat surgawi yang berada disana. 


Keterlaluan sekali! Memangnya siapa dia yang mampu mengalahkan seorang Dewa peringkat teratas alam surga?! Apakah dia benar-benar iblis yang sangat membahayakan kedua alam yang berbeda? 


Li Ruo melengkungkan senyuman ketika dia mematahkan pedang tersebut dan mulai menikmati ekspresi terkejut yang terukir pada wajah Qing Luo yang begitu takjub dengan apa yang dimilikinya. 


Li Ruo tersenyum sinis dan berkata, "Mengapa? Apakah sekarang kau takut?" 


Qing Luo melengkungkan senyuman untuk Li Ruo dan menjawab, "Untuk apa aku merendah pada iblis sepertimu? Justru kaulah yang seharusnya tunduk padaku!" 


Li Ruo menjawab dengan sinis, "Benarkah? Tapi, yang aku lihat disini kau hanya menjalankan tugasmu sebagai seorang Dewa spiritual dan menjadi satu-satunya pendukung untuk membunuh Dewa perang, bukan?" 


Qing Luo membentak, "Apa kau kemari hanya untuk membela dewamu itu?! Apakah kau tahu kesalahan berat apa yang diterima olehnya?!" Ucapnya yang kemudian mengeluarkan pedang cadangannya yang di ayunkan di atas kepala Li Ruo. 

__ADS_1


Berniat untuk membunuhnya dengan satu ayunan pedang sama seperti apa yang dilakukan Li Ruo pada Xing Chen namun, serangan tersebut tidaklah berjalan dengan lancar. 


Li Ruo hanya membutuhkan dua jarinya untuk menahan ayunan pedang Qing Luo dan kembali mematahkannya menjadi dua bagian. Dia tidak berhentinya menunjukkan kekuatan aslinya hingga, pedang Jianshi akhirnya bergerak maju dan menusuk jantung Qing Luo! 


"Craatt!" 


Darah yang tumpah dari dalam tubuh Qing Luo, membuat para Dewa gemetaran melihatnya. Lagi-lagi, dia berhasil membunuh satu Dewa lainnya hanya dengan satu serangannya saja! 


” Dia benar-benar iblis petaka di level tertinggi!” 


” Dua prajurit perang Kaisar langit yang memiliki peringkat dua dan tiga akhirnya tumbang hanya dengan satu serangannya saja!”


” Hal ini benar-benar memalukan alam surga!” 


Tidak berhenti sampai disana, Li Ruo menancapkan Jianshi pada bahu Qing Luo yang masih bisa terduduk dan bertanya dengan penuh amarah, "Sebutkan apa saja dosa yang telah kau lakukan!" 


Qing Luo mencoba untuk melepaskan Jianshi yang menancap pada bahunya dan berkata, "Aku tidak akan merendah pada iblis sepertimu!" 


Li Ruo memutar matanya dan mengangkat kepalanya sedikit lebih tinggi dan berkata, "Jika kau tidak ingin mengatakannya, akulah yang akan mengatakannya. Kau tahu, ada kalimat yang menjelaskan bahwa iblis bisa meramal masa depan?"


Qing Luo berkata dengan pelan dan nada yang terbata-bata, "Diamlah! Kau tidak memiliki hak untuk menjelaskan masa depan seseorang!" 


Li Ruo mendesah keras dan berkata, "Kalau begitu aku akan membicarakan masa lalu saja." Dia berhenti sesaat dan kembali berkata setelah dia menusuk lebih dalam bahu Qing Luo, "Kau sendiri yang mengatakan bahwa kau takut dengan Dewa perang karena disebut sebagai Dewa alam iblis dan tidak lain daripada hal itu, dia juga telah mengalami penurunan berkali-kali. Dewa spiritual ini pasti juga mengetahui, siapa yang bertugas atas pengangkatan dan penurunan seorang Dewa ke alam fana. Tugas itu diserahkan kepada Kaisar langit dan juga para Dewa spiritual sepertimu. Tapi, sayang sekali kau memanfaatkan hal itu untuk menendang kembali Dewa perang ke alam fana dan membiarkannya mati di dalamnya. Tidak lain dari alasan kau berbuat dosa seperti itu, bukankah kau sangat iri pada Dewa perang karena menjadi satu-satunya Dewa yang berprestasi dan juga Dewa di peringkat pertama dalam Dewa petarung yang dibanggakan?" 

__ADS_1


Qing Luo menepis pedang Jianshi yang masih tertanam pada bahunya dan langsung membentak padanya, "Kau sama sekali tidak memiliki bukti mengenai semua itu!" 


Li Ruo menjawab, "Aku yakin beberapa Dewa disini mengetahui dimana selama ini Dewa perang berada. Siapa yang selalu melemparnya kembali ke alam fana dan siapa yang telah memfitnah dirinya atas laporan mengenai kehancuran yang akan terjadi di alam fana dan surga?" 


Lan Yue menjawab pada Kaisar langit yang berdiri di sampingnya, "Yang Mulia, apa yang dikatakan oleh Li Ruo benar terjadi. Dewa perang selama ini berada di alam fana sementara semua tugasnya tidak dibawa olehnya dan tertinggal di alam surga. Semua itu dilakukan olehnya untuk menurunkan peringkat yang diraih oleh Dewa perang." 


Kaisar langit menghela nafasnya sebelum dia berkata pada Qing Luo dengan sangat kecewa, "Aku sama sekali tidak mengetahui apa yang telah kalian lakukan untuknya. Para dasarnya, Dewa perang sangat dibutuhkan untuk melindungi alam surga. Dan sekarang, setelah kematiannya, entah apa yang akan terjadi di alam surga nantinya." 


Qing Luo langsung berteriak pada kaisar langit, "Yang Mulia! Jangan percaya padanya! Dia hanyalah iblis dengan tipuannya saja!" 


Kaisar langit berkata, "Aku tidak mempercayainya tapi, aku percaya dengan apa yang dikatakan oleh Lan Yue." 


Begitu dia melihat Qing Luo yang telah terpojok, dengan senang hati Li Ruo kembali mengangkat pedang Jianshi di atas kepalanya untuk memenggal kepala Qing Luo sebagai pengganti nyawa Xiao Guang Yu yang telah hilang. Li Ruo sedikit tertawa dan berkata, "Bayar semua hutangmu pada Yang Mulia Xiao Guang Yu, dengan kepalamu!" Ucapnya yang kemudian memenggal kepala Qing Luo dengan mudahnya dan membuat darah berserakan dimana-mana.


” Sepertinya Jianshi telah puas dengan darah yang aku berikan padanya. Selanjutnya adalah kehancuran yang akan diterima oleh alam iblis!”


Sementara ini, Shin Yu telah kembali dari alam surga menuju alam iblis untuk menyampaikan berita yang akan disampaikan olehnya untuk leluhur Zhen Bei yang masih duduk manis di atas singgasananya. 


”Yu'er memberi hormat untuk Yang Mulia." Ucapnya yang kemudian kembali berdiri tegak dan menjelaskan, "Yang Mulia, Li Ruo tidak benar-benar menghancurkan alam surga melainkan, dia hanya membunuh beberapa Dewa yang menjadi musuh untuk Xiao Guang Yu." 


Zhen Bei yang saat ini sedang memainkan sebuah papan catur di hadapannya dan saat ini sedang menjalankan seekor kuda untuk berjalan maju sebelum dia melirik ke arah Shin Yu dan berkata, "Lalu, kemanakah tujuan berikutnya?" 


Shin Yu menjawab, "Setelah dia mengetahui apa yang terjadi, tidak akan lama, Li Ruo akan segera tiba di alam iblis untuk bertarung dengan Anda, Yang Mulia." 

__ADS_1


Zhen Bei melengkungkan senyum bengisnya sebelum berkata, "Jadi, dia ingin membunuhku?" Zhen Bei berhenti sesaat dan kembali melanjutkan, "Kita lihat saja, siapa yang akan kalah lebih dulu." 


__ADS_2