
Setahun setelahnya,...
Setelah Li Ruo memutuskan untuk berdamai dengan alam surga dan mengalami penghukuman akibat tindakannya terhadap alam surga. Dia kembali terbebas dari neraka dan berjalan menuju alam fana, menemani Xiao Guang Yu dalam membangun kuilnya kembali dan menemukan beberapa pengikut untuknya pada sebuah Desa kecil.
Tekanan yang dialami oleh alam surga, perlahan mulai membaik dan beberapa Dewa yang menghilang tanpa jejak dan bahkan mayatnya tidak pernah ditemukan, telah digantikan oleh Dewa yang baru dan salah satunya adalah putri dari kerajaan terbesar di benua Api, Putri Jiao Yao yang telah diangkat menjadi Dewa spiritual. Menggantikan posisi Qing Luo yang terbunuh oleh Li Ruo.
"Tumpukan dokumen itu sepertinya harus segera diurus. Apakah para Dewa saat ini benar-benar sibuk dengan pekerjaannya sendiri?"
"Untuk apa dipikirkan? Secarik kertas itu hanyalah berisikan tentang masalah tahun lalu disaat Li Ruo menyerang alam surga. Dan beruntungnya dia tidak benar-benar menghancurkannya. Jika Yang Mulia Xiao Guang Yu tidak bergerak dengan cepat, apalah yang terjadi sekarang ini. Dunia benar-benar berada di ambang kehancuran."
"Semua orang memiliki keberuntungannya masing-masing. Li Ruo sangat beruntung memiliki Dewa sebaik Yang Mulia Xiao Guang Yu. Meskipun rakyatnya telah dihancurkan, dia masih memiliki keinginan untuk bertahan hidup. Entah sampai kapan kita akan terus bersantai seperti ini sementara mereka berdua sedang kembali membangun kuilnya."
"Keberuntungan orang-orang memang sangatlah berbeda."
Sementara ini, keadaan yang sedang terjadi di alam fana. Beberapa tumpukkan kayu terlihat jelas sedang menumpuk di halaman depan sebuah kuil yang mulai ramai dengan orang-orang yang mempertanyakan, "Kuil Dewa apakah ini? Siapa yang menjadi pendeta Tao?"
Mendengar sekumpulan orang-orang yang sedang membicarakannya, Xiao Guang Yu segera keluar dari dalam kuilnya dan segera bertanya mengenai hal yang mereka tidak ketahui tentangnya, "Apakah ada yang mengetahui tentang Dewa perang Benua api?"
Salah satu penduduk disana menatapnya aneh dan berkata, "Siapakah dia? Bukankah benua api kini memiliki kerajaannya sendiri?"
Xiao Guang Yu menjawab, "Bukan kerajaan yang baru. Tapi, kerajaan yang musnah dua ratus tahun lalu, apakah tidak ada yang mengetahuinya?"
Penduduk itu menjawab, "Ah,... Tuan. Kerajaan itu sudah musnah dua ratus tahun lalu? Bagaimana kami bisa mengingatnya ataupun mempercayai keberadaannya sedangkan, reruntuhan bangunan mereka juga tidak ada yang tersisa."
Xiao Guang Yu tertawa kecil dalam benaknya ketika dia melihat ekspresi orang-orang ini yang begitu tidak mempercayainya dan membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi sebelum Li Ruo keluar dari dalam kuil dan berkata pada orang-orang di depannya, "Mungkin kalian akan mempercayainya jika memasuki kuil ini."
Ekspresi terkejut ditunjukkan oleh orang-orang yang mendengarnya termasuk Xiao Guang Yu yang langsung berkata padanya dengan pelan, "Tapi, Li Ruo! Lukisan Dewanya—"
__ADS_1
Li Ruo langsung menjawab, "Aku sudah membuatkannya untukmu." Ucapnya sambil melengkungkan senyuman padanya.
...***...
"Dia cukup tampan untuk menjadi seorang Dewa!" Ucap salah satu penduduk yang kagum begitu dia melihat lukisan Dewa yang telah terpasang di kuil tersebut.
"Bisakah dewa ini memberikanku seorang anak?"
"Tentu saja tidak! Pastinya dewa perang ini hanya mengurusi tentang perlindungan saja."
Melihat beberapa orang yang mulai menjadi pengikutnya, membuat Xiao Guang Yu menjadi sedikit lebih tenang dan senang dengan apa yang dilakukan oleh Li Ruo untuknya sehingga, membuatnya berkata, "Li Ruo, terimakasih telah membawakan ku beberapa pengikut dan telah bertindak dengan sangat cepat."
Li Ruo melengkungkan senyuman sebelum dia menjawab dengan pelan, "Apapun aku lakukan untuk Yang Mulia meskipun aku harus menghilangkan nyawaku sendiri."
Xiao Guang Yu yang tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Li Ruo, lantas melanjutkan perkataannya, "Apa yang kau katakan tadi?"
Kuil ini sepertinya membutuhkan sedikit renovasi kembali. Dibutuhkan beberapa kayu untuk membuat pintu dan memperbaiki atap yang bocor.
Xiao Guang Yu mengambil sebuah kapak yang tertanam pada sebatang kayu namun, dihentikan oleh Li Ruo yang langsung mengambil kapak tersebut dari tangannya dan berkata padanya, "Yang Mulia, aku saja yang akan memotong kayu di hutan. Kau pergilah untuk mengambil air. Pekerjaan ini, akan lebih cepat jika aku yang melakukannya."
Xiao Guang Yu berpikir sebelum menjawab, "Baiklah. Aku akan mengambil air. Berhati-hatilah."
Suara sungai mengalir yang begitu kencang, perlahan mulai terdengar di telinganya ketika dia melangkahkan kakinya mendekati sebuah sungai yang tidak jauh dari hilirnya. Beberapa tumpukkan rumput yang menghalangi pandangannya, telah disingkirkan dan membuat dia akhirnya bisa menatap dengan jelas dimana sungai tersebut berada.
Hanya dengan menggunakan dua buah wadah yang digantungkan pada sepotong kayu panjang, Xiao Guang Yu mengambil beberapa air yang masih jernih di sana sebelum dia melihat wadah lainnya yang sedang mengambang mengikuti arus air di bawahnya.
"Mungkin seseorang telah sengaja menghilangkannya."
__ADS_1
Bersamaan dengan datangnya wadah baskom yang berjalan mengikuti arus air. Kristal rubah yang tersimpan di balik pakaiannya, mendadak bersinar menembusnya. Merasa bahwa kristal rubah ini berhubungan dengan apa yang menjadi isi dari wadah baskom tersebut, membuat Xiao Guang Yu berlari mengejarnya. Dan yang terjadi setelah dia mendapatkannya dan menempatkannya di pinggir sungai, Xiao Guang Yu memberanikan dirinya untuk membuka penutup baskom dan melihat bayi manusia yang masih bernafas di dalam baskom tersebut.
Xiao Guang Yu berkata dalam benaknya, "Bayi manusia? Tapi, ini mirip sekali dengan Xiang Hu disaat dia masih hidup hanya saja, telinganya—" Xiao Guang Yu berhenti karena melihat sesuatu yang tampak familiar dengannya.
Dan benar saja dengan apa yang telah terduga olehnya. Telinga yang berbentuk seperti seekor rubah dan tertutup oleh rambut putih tebal, mendadak muncul bersamaan ketika bayi tersebut membuka matanya.
Warna pupil mata yang indah. Berwarna biru menyala seperti langit di benua api sebelum kehancurannya. "Mungkinkah saat ini mereka berdua telah bereinkarnasi kembali?"
Sementara ini, hal yang sama mungkin akan terjadi pada Li Ruo yang sedang menebang sebuah pohon menggunakan aliran spiritualnya. Ketika pohon tersebut terpotong dan terjatuh di atas tanah, Li Ruo memandangi sebuah telur besar berukuran hampir seukuran bayi manusia.
”Telur itu cukup besar untuk menjadi hidangan makan ini. Mungkin Yang Mulia akan senang jika aku membawakan telur itu untuknya.” batin Li Ruo yang kemudian menghampiri telur tersebut dan mengambilnya.
Telur itu terlalu besar sehingga, dia harus memeluknya agar dia bisa membawanya dengan benar. Dan ketika dia membawa telur tersebut dalam pelukannya, mendadak telur itu bergetar dan menunjukkan tanda-tanda kehidupan di dalamnya.
Setelah bergetar cukup lama, telur itu mendadak pecah dan mengeluarkan sebuah tangan mungil, disusul dengan kepalanya yang muncul keluar dari cangkang telurnya. Bayi laki-laki itu memiliki dua ular yang menyatu dengan rambutnya dan memiliki mata kuning keemasan yang begitu bersinar ketika dia membukanya.
Li Ruo berkata, "Ternyata hanya bayi ular yang tidak layak makan. Sebaiknya, aku buang saja." Ucapnya sambil mengangkat tinggi bayi ular tersebut dan kemudian kembali dihentikan oleh Xiao Guang Yu yang berlari menghampirinya dengan membawa seorang bayi di dalam sebuah baskom.
Xiao Guang Yu berkata padanya, "Li Ruo! Jangan membuangnya!"
Li Ruo menurunkan bayinya dan menoleh ke arah Xiao Guang Yu yang sedang menghampirinya, "Ada apa Yang Mulia?"
Xiao Guang Yu langsung berkata, "Bayi yang kau pegang itu, adalah reinkarnasi dari Guzhu She! Kau ingat bukan? Dua pelayan siluman rubah dan ular?"
Li Ruo melirik ke arah baskom yang berisikan bayi rubah di dalamnya dan berkata, "Tentu saja aku mengingatnya. Apakah Yang Mulia juga akan merawatnya?"
Xiao Guang Yu melengkungkan senyuman bagi keduanya dan berkata, "Setidaknya mereka berdua berhasil mengakhiri sumpahnya dan bisa hidup tanpa adanya rasa khawatir. Jika aku benar-benar mati, mereka tidak akan melakukan pertarungan besar-besaran dan pastinya mereka akan mencari reinkarnasi-ku berikutnya."
__ADS_1
"Semoga Yang Mulia mendapatkan keberkahan dari surga."