Grandmaster Of Secret Strategy

Grandmaster Of Secret Strategy
Chapter. 27 - Dewa yang Direstui Kaisar


__ADS_3

"Corak naga? Bau harum dupa yang ada dimana-mana, apakah aku telah kembali ke alam surga?" 


Feng Lian membuka matanya dan merasakan kepalanya yang masih terlalu sakit untuk bergerak. Dia benar-benar tidak percaya bisa berada di sebuah ruangan yang terlihat sangat rapi dan tidak ada seorangpun di sana. 


Bau harum dupa yang diletakkan di depan pintu, masih tercium olehnya dan juga desir angin yang berhembus masuk ke dalam ruangan melewati sebuah jendela yang tertutupi dengan tirai emas. 


Feng Lian menatap langit-langit dan dengan cepat dia menyorot pintu ruangan yang mendadak terbuka.


Orang putih dengan kemampuan dewa yang hampir melebihinya, dengan dua iblis yang berada di sisi kanan dan kirinya, berjalan masuk dan membuat Feng Lian menjadi sedikit waspada. 


Mereka bukanlah musuh untuknya melainkan seorang putra mahkota yang akan mewarisi tahta pemimpin yang saat ini telah menyelamatkannya. 


"Bukankah terlalu aneh, Dewa menyelamatkan Dewa?"


"Ya, mereka biasanya melakukan sebuah pertandingan untuk menambah jumlah pengikut." 


"Bukankah aku sudah mengatakan, aku tidak begitu paham tentang Dewa?" 


Percakapan mereka bertiga, seketika terhenti ketika melihat Feng Lian yang saat ini sedang duduk dengan santai di atas ranjang empuknya, menatap mereka dengan penuh kecurigaan bahwa mereka sebenarnya berniat untuk jahat. 


Feng Lian sedikit berkata, "Kenapa aku bisa ada di ruangan rendahan ini?" 


Xiao Guang Yu tampak senang melihat Feng Lian yang kembali sadar, namun hal itu benar-benar tidak disukai oleh kedua pelayannya hingga membuat mereka menghalangi Xiao Guang Yu untuk mendekatinya. 


Aura besar yang tampak menyeramkan, tidak menerima seorangpun bisa menyentuhnya, membuat Xiao Guang Yu berkata, "Apa yang kalian lakukan? Aku bisa menjaga diriku sendiri!" 


Xiang Hu langsung menjawab, "Tidak Tuan! Berbahaya! Bagaimanapun juga, kami tidak ingin menunggu ratusan tahun lagi untuk reinkarnasi selanjutnya!" 


Guzhu She lanjut bicara, "Laki-laki ini adalah seorang Dewa angin, berhati-hatilah! Bisa jadi, Tuan akan dicincang olehnya!" 

__ADS_1


Xiao Guang Yu menghela nafas dengan sedikit mengeluh padanya sebelum dia menendang kedua pelayannya sendiri yang sedang menghalanginya untuk berjalan menghampiri Feng Lian. 


Sorot mata Feng Lian terlihat tajam begitu memukau, pesona indah yang dikeluarkan olehnya begitu menunjukkan sisi lembutnya dan tegasnya dalam menghadapi musuh-musuhnya. 


Melihat hal ini, membuat Xiao Guang Yu sedikit waspada dan berhati-hati saat dia mulai berbicara, "Bagaimana keadaanmu saat ini?" 


Feng Lian sedikit mengernyitkan dahinya, menatap kedua pelayan ini yang sedang berdiri di belakang Xiao Guang Yu, sekedar untuk melindunginya dari niat jahat yang bisa saja dilakukan olehnya. 


Feng Lian melengkungkan senyuman, "Sepertinya, kedua pelayanmu ini benar-benar melindungimu dengan sepenuh hati. Katakan, bagaimana bisa kau mau menyelamatkan ku sekali lagi?" 


"Eh?" Xiao Guang Yu terkejut dan berhenti berkata sesaat sebelum Xiang Hu yang menggantikannya untuk berbicara, "Aku sudah menduganya. Dia benar-benar bukanlah seseorang yang baik dan patut di contoh dan bahkan tidak bersyukur karena telah diselamatkan!" 


Xiao Guang Yu menutup mulut Xiang Hu yang lancang bicara, "Biarkan aku yang berbicara disini." Setelah cukup bicara dengan Xiang Hu, Xiao Guang Yu kembali berkata pada Feng Lian, "Maaf atas kelancangan Hu'er. Aku mendengar dari Ah She, jika kau ini adalah Dewa angin—" Feng Lian langsung saja menjawab, "Jika iya, memangnya kenapa? Apa hanya karena kau ini seorang Dewa perang, bisa mengadiliku dengan semaumu?" 


Xiao Guang Yu mengangkat dagunya secara mendadak karena terkejut dengan perkataan Feng Lian yang seperti sedang membicarakan dirinya, membuatnya melontarkan pertanyaan, "Apakah Dewa perang sebelumnya juga pernah mengadili Dewa lainnya?" 


Feng Lian menekuk satu kakinya di bawah tangannya yang menggantung menekuk untuk menunjuk ke luar jendela, "Jangan berpura-pura seolah-olah kau tidak pernah melakukannya. Dewa perang adalah Dewa yang tidak bisa diterima keberadaannya dan bahkan tempat tinggalnya adalah alam iblis. Kebenarannya, benar-benar tidak bisa diterima di alam surga!"


Feng Lian menatap rendah keduanya dan menaruh pipinya di atas tangan kanannya sebelum dia berkata dengan sedikit nada tinggi yang membanggakan dirinya, "Memangnya kenapa? Bukankah apa yang aku katakan ini memang benar?" Feng Lian berhenti sesaat dan kembali melanjutkan, "Ah, iya benar. Kalian berdua adalah pelayan untuknya mungkin, aku akan memakluminya mengapa kalian begitu membelanya. Lagipula, kalian berdua ini benar-benar pasangan yang tidak cocok untuk menjadi seorang pelayan Dewa." 


Xiang Hu balas membentak, "Apakah seperti ini perkataan Dewa yang tidak direstui Kaisar langit?!" 


Feng Lian mengangkat kedua alisnya dan kembali menurunkannya sebelum berkata, "Dewa yang tidak direstui oleh Kaisar langit adalah Dewa kalian sendiri!" 


Xiao Guang Yu langsung berkata, "Berhenti bicara!"


Sontak kedua pelayannya terkejut dan melakukan apa yang diperintahkan oleh tuannya dan segera berhenti berbicara untuk sementara waktu, sampai Xiao Guang Yu kembali berkata, "Ah She dan juga Hu'er, bisakah kalian meninggalkan ku bersama dengan Dewa angin sekarang ini?" 


Guzhu She langsung bicara, "Tapi Tuan—" mendadak dia berhenti karena Xiao Guang Yu yang mengangkat rendah satu tangannya, sebagai isyarat darinya untuk menyuruhnya diam dan melakukan apa yang diperintahkan olehnya. 

__ADS_1


Tidak lama setelah kedua pelayannya pergi meninggalkannya, Xiao Guang Yu menatap serius Feng Lian dan dengan perginya kedua pelayan ini, membuatnya akhirnya bisa berbicara banyak hal dengannya tanpa ada yang menyela pembicaraannya. 


Aku tidak ingin mereka lebih memberontak lagi. Mungkin rasanya lebih baik seperti ini dibandingkan dengan sebelumnya. 


Memang benar, tidak ada yang bisa membohongi penglihatan seekor ular. Anda, benar-benar seorang Dewa angin yang telah bertarung dengan satu iblis di langit. Pantas saja, arah angin disini benar-benar tidak teratur dan berantakan. 


Feng Lian mengambil kembali pedang yang digantungkan pada sebuah tempat kayu sederhana, menatap Xiao Guang Yu yang saat ini masih berdiri di depannya sebelum dia bertanya, "Apakah yang saat ini kau lakukan adalah sedang memenjarakan ku diruangan mu ini?" 


Xiao Guang Yu menjawab, "Tidak, bukan hal itu. Kebetulan saja aku menemukanmu di taman istana Wangfu dengan keadaan yang seperti ini. Aku hanya ingin bertanya, mengapa pada saat itu Dewa perang Xiao Yan mati dan meninggalkan Ah She dan juga Hu'er sendirian? Sebenarnya, apa yang terjadi pada alam surga beberapa ratus tahun lalu?"


Sementara, kedua pelayan yang mencoba untuk mendengar dari luar ruangan benar-benar terhalangi oleh sebuah mantra penghalang yang mengunci seluruh indera mereka untuk melihat dan mendengar apa yang sedang mereka berdua bicarakan. 


Ini benar-benar tidak adil untuknya! Mengapa kedua pelayan yang hanya mencoba untuk membela dan melindungi Dewanya sendiri, harus diusir mentah-mentah seperti ini? 


Bagaimanapun juga, mantra penghalang ini hanya bisa bertahan selama sebatang dupa itu masih menyala dan mungkin sebentar lagi mereka akan bisa memasuki ruangannya dengan mudah dan kembali mencibir Feng Lian dengan berbagai kata. 


"Guzhu She! Menurutmu, siapakah yang lebih pantas untuk menjadi Dewa?" 


"Aku akan mengabaikannya jika pertanyaan itu tidak berhubungan denganku." 


"Aku benar-benar menginginkan Xiao Yan yang dulu. Dia tidak pernah mengusir kita mentah-mentah seperti ini." 


Setelah menunggu terlalu lama dan bahkan keduanya hampir tertidur satu sama lain, terdengar suara yang menjelaskan bahwa ada seseorang yang sudah memotong pembicaraan dan menghancurkan sebuah dinding menggunakan pedang raksasanya. 


Mendadak keduanya keduanya terkejut begitu mendengar hal itu, wajah mereka yang terlihat panik, mencoba untuk membuka pintunya dengan sekuat tenaga. 


Pintu terbuka dengan paksa dan dinding yang telah dihancurkan dengan pedang raksasa, membuat keduanya harus melihat debu bangunan yang masih menutupi penglihatan mereka. 


Ketegangan itu mulai terasa ketika kedua pelayan itu melihat Xiao Guang Yu yang masih berdiri namun dia memiliki pedang yang sedang dihunuskan ke arahnya dengan sangat dekat hingga hampir membuat kepalanya terlepas. 

__ADS_1


 Jika melihatnya dengan sangat baik, sosok bayangan wanita yang memakai pakaian hitam, panjang menjuntai berhembus angin yang berterbangan, memegang sebuah pedang besar yang sedang dihunuskan ke arah Xiao Guang Yu tepat di samping lehernya. Itu adalah pelayan Feng Lian yang terkenal dengan kemampuan berpedangnya, yang namanya adalah Lin Qian.


__ADS_2