
"Aku sama sekali tidak ingin kehilangan Yang Mulia!" Ucapnya sambil menarik tangan Xiao Guang Yu dan mengejutkan semua yang berada disana.
Xiao Guang Yu menatap bingung ke arah Li Ruo dan berkata, "Ada apa Li Ruo?"
Li Ruo yang mulai terlihat pucat, terus menarik tangan Xiao Guang Yu agar tidak menjauh darinya dan berkata dengan penuh khawatir, "Yang Mulia, jangan dekati para Dewa dan juga jangan pernah kembali lagi ke alam surga."
Xiao Guang Yu menoleh ke arahnya dan berkata, "Kenapa memangnya? Apakah ada hal yang membuatku terancam bahaya?"
Yi Fei duduk terdiam dan akhirnya kembali berkata, "Yang Mulia, sebaiknya Anda mendengarkan perkataannya jika tidak ingin nyawa Yang Mulia kembali terenggut."
Xiao Guang Yu menatap kembali Li Ruo dengan khawatir dan bertanya, "Apa itu yang kau takutkan sehingga menyuruhku untuk tidak kembali ke alam surga?"
Li Ruo menggigit bibirnya dan menurunkan pandangannya, "Yang Mulia jangan kembali ke sana. Mereka, para hakim Dewa. Akan membunuh Yang Mulia!"
Guzhu She bergerak dan menyingkirkan tangan Li Ruo yang masih menarik tangan Xiao Guang Yu dan berkata, "Apakah kau sedang meremehkan Yang Mulia? Bukan hanya kau yang bisa melindunginya tapi, kami berdua juga bisa melakukannya."
Xiang Hu menarik kembali tangan Xiao Guang Yu sebelum dia berkata dengan sinis pada Li Ruo, "Urusan alam iblis harus segera diatasi oleh alam surga. Yang Mulia pastinya tidak akan bisa melakukannya sendiri untuk urusan leluhur pangeran Zhen Bei."
Li Ruo langsung menjawab dengan keras, "Justru kalian berdua 'lah yang tidak mengerti!" Ucapnya yang langsung membawa pergi Xiao Guang Yu dari kedua pelayannya menuju suatu tempat dengan gerakan yang cukup cepat sehingga tidak bisa dikejar oleh mereka berdua.
Xiao Guang Yu sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Li Ruo terhadapnya. Dengan meninggalkan mereka berdua ditempat yang sebelumnya, memungkinkan itu akan membuat sebuah kesalahan yang besar dan akan membuat keduanya mendapatkan hukuman karena dianggap sebagai pelayan yang lalai terhadap tuannya.
Pada akhirnya setelah berlama-lama dia membawa Xiao Guang Yu ke tempat yang cukup tersembunyi, Li Ruo berhenti di depan sebuah kuil yang cukup besar dan di dalamnya terdapat sebuah patung Dewa yang cukup besar dan memiliki bentuk yang indah dengan bunga plum pada lengan kanannya.
__ADS_1
Li Ruo menurunkan Xiao Guang Yu dari kedua tangannya dengan perlahan. Dan setelah dia menapak di atas tanah yang basah, dengan cepat Xiao Guang Yu menampar wajah Li Ruo tanpa alasan hingga mengeluarkan suara yang begitu memekakkan telinganya.
Li Ruo sangat terkejut dengan hal itu dan langsung menatap Xiao Guang Yu dengan serius ketika satu tamparan itu telah selesai dilakukannya.
Xiao Guang Yu menjelaskan, "Bagaimana kau bisa membawaku sementara kau meninggalkan Ah She dan Hu'er disana?!"
Li Ruo menjawab, "Aku melakukannya untuk melindungi Yang Mulia."
Xiao Guang Yu langsung menjawab dengan keras, "Kau tidak perlu melindungiku! Lagipula aku memiliki Ah She dan juga Hu'er untuk melindungiku!" Ucapnya yang kemudian berjalan menjauh, tanpa melihat kuil miliknya yang sudah terpampang dengan jelas dan berukuran sangat besar di depannya.
Li Ruo menurunkan kembali matanya dan berkata, "Apakah Gege sudah tidak percaya lagi terhadap anak yang bernama Li Ruo?"
Xiao Guang Yu menoleh ke arahnya dan hanya bertanya, "Apa maksudnya Li Ruo?"
Xiao Guang Yu menatapnya dengan serius dan bertanya, "Apa yang kau katakan? Aku benar-benar sama sekali tidak mengingatnya."
Li Ruo yang tampaknya terlihat kecewa hanya berkata, "Tidak masalah jika Gege melupakannya. Tapi, apakah Gege juga tidak menyadari ada sebuah kuil besar yang berada di belakangmu?"
Xiao Guang Yu melirik ke arah kuil besar yang ada di belakangnya dan sangat terkejut ketika dia melihat papan nama yang bertuliskan namanya. Kuil itu sangat besar dan terukir rapi, memiliki sebuah figur Dewa yang sangat indah di dalamnya.
Xiao Guang Yu bertanya, "Kuil milik siapa ini? Kenapa mengatasnamakan diriku sebagai pemiliknya?"
Li Ruo menjelaskan, "Pernah ada seorang anak kecil yang diselamatkan oleh seorang Putra Mahkota dengan buah dewa Muiqing. Anak itu pun merasa telah berhutang Budi banyak terhadap putra mahkota sehingga, begitu dia mengetahui bahwa putra mahkota itu adalah seorang dewa, dia membangun sebuah kuil besar yang berdampingan dengan rumahnya dan diperuntukkan untuk putra mahkota. Namun, sayangnya putra mahkota tidak pernah mendengar bahwa anak itu telah membangun kuil ini untuknya dan akhirnya, membuat anak itu memohon untuk dipertemukan kembali dengan putra mahkota yang pernah menyelamatkannya."
__ADS_1
Xiao Guang Yu menatap sekeliling kuil tersebut dan berkata, "Rasanya itu bukan diriku. Yang aku ingat hanyalah kehancuran yang dialami oleh rakyatku. Kapan aku bertemu dengan orang lain selain Ah She dan juga Hu'er?"
Li Ruo menjawab dengan dingin, "Wajar saja karena anak itu telah menjadi iblis petaka yang ditakutkan oleh semua Dewa."
Sebuah kilatan menyambar melewati depan mata mereka, bayangan hitam dan putih yang langsung menarik Xiao Guang Yu untuk menjauh dari Li Ruo yang saat ini sedang berbicara dengannya.
Sejak saat itu juga, Guzhu She dan juga Xiang Hu muncul di hadapan mereka berdua dengan ekspresi yang sangat marah begitu mereka mendengarkan percakapan mereka berdua, membuat Guzhu She berkata, "Jadi, iblis ini telah menunjukkan sisi buruknya! Aku benar-benar tidak menyangka bahwa kau adalah iblis petaka yang selalu mengancam alam surga!"
Xiang Hu lanjut bicara, "Yang Mulia, sebaiknya Anda menjauh dari iblis ini meskipun orang ini adalah anak yang pernah kau tolong dulu!"
Li Ruo terlihat panik dan mencoba untuk mendekati Xiao Guang Yu kembali namun, dihalangi oleh Guzhu She yang langsung menampar tangannya.
Guzhu She langsung berkata, "Menjauhlah darinya! Apakah kau tidak sadar bahwa kaulah yang akan membahayakan dirinya?!"
Li Ruo langsung berkata, "Gege! Percayalah padaku! Kau akan terbunuh jika tetap pergi ke alam surga maupun menemui Dewa surga lainnya!"
Xiao Guang Yu berpikir sebelum berkata, "Aku saat ini tidak bisa mempercayai siapapun. Mungkin mati lebih baik dibandingkan dengan berada di antara Dewa dan pelayannya."
Setelah dia mengakhiri kalimatnya, awan-awan putih mulai berkumpul di atas kepalanya. Diantara langit yang mulai memerah karena kemarahan para Dewa yang melihat apa yang telah dilakukannya untuk mereka, para hakim Dewa dengan wajah tertutup kain putih, berdiri di atasnya.
Salah satu dari ke sembilan hakim Dewa itu berkata, "Yang Mulia! Kami sangat tidak menyangka Anda sangat mengecewakan! Bagaimana Anda bisa tidak mengetahui bahwa alam iblis saat ini sedang merencanakan penghancuran?!"
"Kami terpaksa harus menghukum Anda dengan hukuman yang pantas!"
__ADS_1
Li Ruo menghela nafasnya dan menatap serius ke arah Xiang Hu dan juga Guzhu She sebelum dia berkata, "Mudah sekali kalian berdua untuk memancing para hakim Dewa untuk menuju tempat ini."