Grandmaster Of Secret Strategy

Grandmaster Of Secret Strategy
Chapter. 82 - Pengikut Setia


__ADS_3

"Yang Mulia, Anda telah kembali. Surga sangat memberkati Anda." 


Xiao Guang Yu sepertinya mendapatkan sebuah kejutan besar dari para dewa yang melihatnya dengan ekspresi sangat terkejut atas kelahirannya kembali. Mereka benar-benar tidak menyangka bahwa Xiao Guang Yu akan hidup kembali setelah kematiannya dan dia sendiri pun juga tidak menyangka bahwa, dia akan mendapatkan kehidupan keduanya. 


Sambutan suka cita telah didengungkan oleh alam surga dan sebuah lonceng peringatan telah dibunyikan. Dia telah benar-benar merasakan kelahiran kembali dan dia juga telah merasakan kesenangan disaat kelahirannya juga. 


Begitu dia sampai di istana Dewa, beberapa orang disana sedang membicarakan hal-hal buruk yang baru saja terjadi.


Pada saat itu, kondisi alam surga benar-benar berantakan. Bukan hanya mereka kehilangan Dewa spiritual melainkan, beberapa Murid Dewa juga telah dikerahkan untuk melindungi Kaisar langit yang akan mendapatkan serangan dari Li Ruo yang telah kehilangan kepercayaannya. 


Melihat suasana sibuk yang telah terjadi di alam surga, membuat Xiao Guang Yu bertanya pada para Dewa yang berada disana, "Mengapa kondisi alam surga sekarang ini tampak berantakan? Apakah ini karena ulah Li Ruo yang membuat kalian sibuk?"


Tidak ada yang mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Guang Yu selain Lan Yue yang menjawab, "Yang Mulia, Anda tidak perlu mengkhawatirkan tentang Li Ruo. Dia tidak akan dihukum jika dia tidak melukai Kaisar langit. Lagipula, kami memiliki hutang besar pada Yang Mulia atas kesalahan yang pernah kami lakukan." 


Xiao Guang Yu sedikit tertawa seolah menganggap hal itu adalah ringan baginya dan langsung berkata, "Masalah itu tidak perlu dibesar-besarkan. Kematian yang aku alami hanyalah sebentar dan juga, aku beruntung tidak menjadi iblis yang akan menghancurkan semuanya." 


Yao Lin lanjut bicara, "Yang Mulia benar sekali. Jika saja Li Ruo tidak membunuh para bangsawan iblis, Yang Mulia pasti akan terpengaruh terhadap mereka untuk membalaskan dendam Yang Mulia pada alam surga." 


Xiao Guang Yu menjawab dengan tenang, "Bukankah seharusnya seperti itu?" Ucapnya yang membuat para Dewa disana berhenti berbicara dan melihat ke arahnya. 


Xiao Guang Yu yang merasa ada kesalahpahaman ketika dia berbicara, lantas membuatnya berkata, "Bukankah bagi seseorang yang mengalami pengkhianatan, dia akan berusaha untuk membalaskan dendamnya?" 

__ADS_1


Salah satu Dewa yang berada di sana langsung berkata, "Apakah dewa perang ingin menjadi penghianat untuk kami?" 


"Yang Mulia, tolong dipertimbangkan kembali atas apa yang telah Anda katakan." 


Lan Yue menghela nafasnya sebelum menjelaskan, "Apa yang dikatakan oleh Yang Mulia ada benarnya. Hanya saja, para Dewa disini tidak bisa mencerna kembali apa yang dikatakan oleh Yang Mulia." 


Yao Lin lanjut bicara, "Yang Mulia hanya mengatakan hal yang sebenarnya. Tidakkah jika para Dewa ini berada di posisi Yang Mulia, akankah kalian mencoba untuk menghancurkan alam surga dan mengkhianati semua pengikutnya?" 


Xiao Guang Yu memotong pembicaraan yang langsung mengatakan pada semuanya, "Maksudku adalah hal itu!" 


Seorang Dewa kembali bertanya, "Lalu, apakah Yang Mulia tidak berpikiran negatif tentang kami?" 


Lan Yue lanjut bicara, "Yang Mulia benar. Tidur selama seratus tahun untuk mengalahkan sisi iblis yang dimilikinya benar-benar tidak berbuah sia-sia. Sebenarnya setiap Dewa harus melakukan hal itu tapi, mengingat jumlah dewa yang diangkat oleh Kaisar langit sangat sedikit, membuatnya menghapus peraturan tersebut dan membiarkan para Dewa memiliki sisi iblis yang kejam." 


Xiao Guang Yu berpikir sebelum berkata, "Apakah hal itu yang juga terjadi pada Li Ruo? Bisakah salah satu dari kalian menceritakan bagaimana Li Ruo bisa membunuh leluhur pangeran Zhen Bei dan juga para bangsawan iblis yang menjadi pengikutnya?" 


Salah satu Dewa langsung menjawab, "Dia membunuh mereka menggunakan pedang Jianshi dan memakan semua arwah mereka." 


Xiao Guang Yu menoleh ke arah Dewa yang menjawab pertanyaannya tadi dan bertanya, "Pedang Jianshi? Darimana itu berasal dan mengapa Li Ruo bisa memilikinya?" 


"Pedang Jianshi umumnya hanya bisa digunakan oleh iblis di tingkat tertinggi. Li Ruo pastinya mendapatkan pedang itu dari kedalaman neraka. Yaitu, tempat para arwah yang sedang menyiksa makhluk di dalamnya. Neraka paling bawah, sangatlah sulit untuk dicapai baik Dewa sekalipun atau bahkan leluhur pangeran Zhen Bei yang telah melakukan banyak kejahatan. Tapi, kali ini Li Ruo benar-benar berbeda. Dia menggunakan pedang Jianshi untuk membunuh leluhur Zhen Bei dan memakan jiwanya melewati sebuah pertarungan besar yang telah membuat guncangan di alam surga dan merobohkan beberapa istana. Setelah dia membunuhnya, para bangsawan iblis yang berada di sana tidak sanggup berkata-kata ketika Li Ruo kembali menghunuskan pedangnya untuk membunuh mereka." 

__ADS_1


Mendengar penjelasan yang begitu panjang, membuat Li Ruo merasa kebingungan dan kembali melontarkan pertanyaan, "Untuk apa Li Ruo membunuh mereka semua dan memakan jiwanya?" 


Yao Lin menjawab, "Dia melakukannya karena saat itu, Li Ruo sedang berusaha untuk mengingat Anda sebagai Dewanya." 


Xiao Guang Yu menatap bingung dan berkata, "Berusaha untuk mengingatku? Apakah seorang Dewa yang telah mati akan perlahan dilupakan oleh dunia?" 


Salah satu Dewa menjawab, "Yang Mulia memang telah dilupakan oleh dunia tapi, Li Ruo adalah pengikut satu-satunya Yang Mulia dan satu-satunya yang mengetahui siapa Dewa perang yang sebenarnya. Maka dari itu, dia menjadi sangat marah ketika dia melupakan Yang Mulia." 


Xiao Guang Yu menurunkan pandangannya dan berkata dengan pelan, "Aku benar-benar tidak bisa mengira sebelumnya. Kematianku malah berujung malapetaka bagi alam surga apalagi, dua iblis yang dulu pernah melayaniku juga, telah mati." 


Lan Yue berkata, "Yang Mulia, jangan salahkan diri Anda dalam hal ini. Yang Mulia tidak mengetahui apapun mengenai hal ini. Justru kami 'lah yang bersalah dan yang harus menyelesaikannya." 


Salah satu Dewa kembali berkata, "Itu benar, Yang Mulia. Ini adalah kesalahan kami yang tidak membaca dengan jelas seluruh isi surat dari Kaisar langit. Kami juga sebenarnya tidak menyangka bahwa iblis itu adalah satu-satunya pengikut Anda. Pastinya, Yang Mulia akan melindunginya, Bukan?" 


Xiao Guang Yu menjawab dengan yakin, "Tentu saja aku akan melindunginya dengan cara apapun. Satu-satunya pengikut yang tidak pernah aku ketahui sejak dulu kini, aku yang akan melindunginya." 


Di susul derap langkah sepatu besi yang melintasi lantai marmer istana para Dewa. Suara desahan akibat kelelahan setelah melakukan penyerangan terhadap apa yang telah terjadi di lapisan atas alam surga. 


Laki-laki itu berjalan dengan penuh luka menuju aula istana Dewa yang tidak jauh lagi akan bisa digapai olehnya. Begitu juga dengan sorot mata yang sangat ketakutan ketika dia membuka pintunya dan mengejutkan para Dewa yang sedang melakukan pembicaraan disana. 


Laki-laki tersebut langsung berkata, "Yang Mulia! Ini gawat! Kaisar langit, sedang dalam bahaya! Li Ruo, telah mencapai lapisan atas alam surga dan berencana untuk membunuh Kaisar!" 

__ADS_1


__ADS_2