
10 Tahun berikutnya, dan beberapa tahun telah dilewatinya. Pertemuan antara Dewa di istana Dewa musim semi Lan Yue.
Gema suara lonceng yang terguncang karena kembalinya seorang Dewa di alam surga. Dewa tanpa membawa pedang dalam pertarungannya, telah berhasil menjaga keamanan alam fana setelah beberapa tahun sebelumnya, banyak terjadi peperangan yang disebabkan oleh alam iblis ketika menuju kebebasannya.
Dewa ini, Yang Mulia selamat Anda telah meraih sebuah prestasi membanggakan lagi. Yang Mulia telah meraih peringkat pertama dalam Dewa pelindung alam fana. Dan setelah Anda mengukir sebuah prestasi yang baru dalam Dewa pelindung alam fana, prestasi apakah yang akan Anda raih lagi?
Di antara berbagai barisan para Dewa yang melingkar dengan meja duduk di hadapan mereka, satu-satunya yang tidak rela hanyalah wajah Xing Chen yang tampaknya benar-benar tidak terima bahwa peringkat yang dicapai olehnya sudah direbut oleh Xiao Guang Yu hanya dalam waktu sepuluh tahun saja!
Xing Chen mendengus kasar dan berkata dengan nada merendahkan, "Apakah Yang Mulia hanya menyisakan peringkat dibawah Anda untuk kami?!"
Xiao Guang Yu tertawa kecil seperti telah menertawakan dirinya sendiri dan berkata, "Aku, hanya menjalankan tugasku. Itu saja dan sama sekali tidak lebih dari itu."
Jun Wu yang saat ini berada di seberangnya juga ikut berkata, "Jangan lupa bahwa kau memiliki hutang padaku sepuluh ribu pahala lagi!"
Xiao Guang Yu menjawab, "Iya,.. aku akan melunasinya."
Qing Luo yang mendengar pembicaraan itu, berpikir sebelum menjawab, "Yang Mulia! Apakah Anda menggunakan pahala Anda untuk membayar hutang pada jenderal Jun Wu? Tapi, bukankah hal itu bersifat tabu? Yang Mulia tidak akan memiliki pahala lagi untuk bisa naik ke surga."
Xiao Guang Yu menatap bingung dan menjawab, "Aku juga akan melunasinya menggunakan beberapa koin emas yang aku dapatkan dari bekerja."
Feng Lian tampak tertawa keras, tidak jauh di sampingnya dan berkata dengan terkekeh, "Apakah mungkin karena alam fana tidak lagi berperang, Yang Mulia telah menjadi Dewa pengangguran?"
__ADS_1
Mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Feng Lian, membuat seluruh Dewa disana terkekeh dan tertawa keras menertawai kenyataan tersebut.
Kenyataannya, hal ini benar-benar terjadi! Dewa perang tidak lagi dibutuhkan karena seluruh makhluk yang hidup di alam fana tidak lagi melakukan peperangan melainkan mereka hanya berharap pada seseorang yang bisa menyelesaikan kudeta yang diadakan oleh pihak musuh. Dan lagi, Xiao Guang Yu benar-benar tidak memiliki seorang pengikut hingga membuat para Dewa disana merinding ketakutan karena potensi Xiao Guang Yu yang mungkin akan sengaja atau tidak disengaja berkultivasi iblis tanpa sepengetahuan mereka.
Namun, getaran ketakutan itu sepertinya tidak benar-benar terjadi. Jika ada seorang penghibur diantara mereka, untuk apa para Dewa merinding begitu melihatnya kembali ke alam surga?
Lan Yue mendesah pelan dan berkata, "Tidak perlu menghina Yang Mulia. Jika alam surga mendapatkan penyerangan yang dilakukan oleh pihak musuh, siapa yang akan kalian andalkan untuk menyelamatkan alam surga?"
Tidak perlu membelanya dalam hal ini! Dia sudah terbiasa mendapatkan tertawaan yang berasal dari tiga dunia yang berbeda-beda. Hanya karena pekerjaannya sebagai pengepul sampah dan juga dia harus membayar semua hutangnya pada jenderal Jun Wu. Alam surga telah mendapatkan banyak stok tertawaan mereka.
Jun Wu mendesah keras dan berkata, "Kenapa tidak tanyakan saja pada Yang Mulia sendiri, apakah dia masih memiliki sebilah pedang di tangannya?! Bahkan aku pernah mendengar bahwa pedangnya sendiri telah digadaikan untuk keperluan sesuatu."
Yao Lin yang saat ini juga berada di dalam pertemuan itu langsung menjawab, "Yang Mulia menggadaikan pedangnya sendiri untuk menolong rakyat yang kelaparan! Bahkan aku sendiri ragu bahwa jenderal Jun Wu pernah melakukan hal yang semulia itu."
Yao Lin menjawab, "Sudah pasti para pengikutku yang bergerak. Apakah jenderal Jun Wu juga bisa membunuh manusia jika hal itu benar-benar terjadi?"
Xiao Guang Yu mengernyit heran dan kemudian berkata, "Tidak perlu memperdebatkan hal ini. Aku sangat yakin bahwa penyerangan tidak lagi dilakukan terhadap alam surga."
Sementara ini di lain hal yang berada. Sebuah tempat yang bernama puncak Dao Yu yang berada di alam surga. Terdapat sebuah kuil kumuh dan berdebu seperti sudah tidak terurus selama ratusan tahun.
Li Ruo yang tidak sengaja menemukan kuil tersebut ketika dia sedang mengejar seorang wanita namun tanpa sadar hal itu membawanya naik ke atas surga sampai akhirnya dia menemukan kuil Dewa perang yang telah terbengkalai.
__ADS_1
”Apakah ini adalah kuil milik Gege? Kenapa begitu sangat tidak terurus dan berantakan. Lalu, tidak ada seorangpun yang terlihat sedang membersihkan tempat ini.” batin Li Ruo yang kemudian berjalan memasuki kuil tersebut.
Li Ruo membuka pintu kuilnya dan mulai melihat ada banyak debu yang berterbangan di sekitarnya sehingga membuatnya harus menutup wajahnya agar tidak tercium oleh debu yang sangat banyak di sekitar kuil.
Tidak lama setelah tumpukan debu yang membuatnya harus menutupi wajahnya, Li Ruo memandangi sekitar dan melihat sebuah figur patung Dewa yang berbentuk cukup besar dan memiliki wajah yang sama dengan Xiao Guang Yu.
Tidak ada satupun dupa yang dibakar untuknya dan juga, sesajian makanan yang biasa disiapkan, tampak tidak terlihat satupun di atas sebuah meja batu di depan figurnya sendiri.
Li Ruo menyentuh meja batu tersebut dan berkata, "Aku lihat, Gege adalah seorang dewa. Tapi, aku sama sekali tidak melihat sebatang dupa yang dibakar ataupun makanan yang ada disini. Gege tidak memiliki pengikut satupun?"
Setelah pertemuan yang berujung berantakan dan rusuh. Banyak perselisihan antara para Dewa yang saling memandang tinggi dirinya sendiri, akhirnya membuat Xiao Guang Yu harus keluar dari tempat tersebut dan kembali menuju puncak Dao Yu untuk beristirahat sebentar.
Puncak Dao Yu menjadi satu-satunya tempat yang sangat jarang dikunjungi oleh orang-orang. Mereka lebih memilih untuk berkunjung ke puncak yang memiliki kuil dewa cukup terkenal disana dan membakar dupa untuknya. Namun, hal itu sangat berkebalikan dengannya saat ini.
Xiao Guang Yu awalnya tidak merasa bahwa dia memiliki kuilnya sendiri sampai dia mendengar seseorang sedang melakukan aktivitas di dalamnya.
Lantas, hal itu membuat Xiao Guang Yu penasaran dan akhirnya memasuki kuil tersebut tanpa permisi.
Seorang laki-laki yang memakai pakaian berwarna ungu dan hitam, sedang menyalakan sebatang dupa di depan meja batu yang berada di depan figur patung Dewa miliknya yang telah dibersihkan.
Pantas saja aku menghirup aroma wewangian surga di sekitar tubuhku. Apakah laki-laki itu yang membersihkan kuil ini?
__ADS_1
Xiao Guang Yu berjalan mendekat menuju laki-laki tersebut dan menepuk pundaknya sebelum berkata, "Siapa kau ini? Mengapa kau bisa tahu bahwa ada kuil yang berada dipuncak ini?"
Setelah dia mengakhiri kalimatnya, membuat laki-laki tersebut menoleh padanya. Dan sangat terkejutnya dia ketika melihat kalau laki-laki itu adalah Li Ruo yang seharusnya tidak bisa memasuki alam surga tanpa izin!