
Singgasana Kaisar Xu Zhu, alam iblis yang terkenal dengan kekejaman dan keberadaannya sama sekali tidak akui oleh seluruh alam semesta. Manusia biasa yang menginjakkan kakinya di alam iblis, akan langsung hangus terbakar oleh panasnya pesona alam iblis yang dirasakan sampai ke ujung kepala mereka.
Seorang bangsawan iblis dengan mata yang tajam, memiliki wajah yang pucat dengan lengkungan senyum asimetris. Bangsawan itu memakai pakaian zirah dengan pedang ditangan kanannya, berwajah besi dengan rambut yang diikat kuda, memanjang hingga sampai menyentuh tanah. Tetua yang sudah berkultivasi selama ratusan tahun, dialah Tao San Ren.
Tao San Ren menghadap Xu Zhu dan berkata, "Yang Mulia, belum lama ini telah beredar bahwa alam surga kembali menemukan Dewa perang mereka. Bagaimana menurut Anda sekarang ini? Apa yang ingin Anda lakukan untuk kembali menaklukkan alam surga?"
Xu Zhu berpikir sebelum menjawab, "Mudah saja. Lagipula Dewa itu juga masih tergolong anak-anak dan usianya masih tergolong sangat muda. Memangnya dia siapa, yang berani mengakui dirinya sebagai Dewa perang dan akan menyegel kembali alam iblis setelah mereka mendapatkan kebebasan selama ratusan tahun?"
Tao San Ren berkata, "Lalu, apa yang akan Yang Mulia lakukan padanya?"
Xu Zhu menjawab, "Jiwa yang terlalu muda, pastinya akan mudah terpengaruh pada yang lebih tua. Dewa itu masih sangat muda dan bisa terpengaruh kapan saja. Apakah dia berpikir dengan kemurahan hatinya, dia akan bisa berprestasi di kemudian hari? Tunggu saja perintah dariku untuk menjerumuskannya masuk ke alam iblis dan memanfaatkannya untuk menghancurkan alam surga."
Di alam yang berbeda, jalan yang sama ketika mereka hendak pergi. Tampak wajah amarah yang ada pada kedua pelayannya ini setelah mendengar seorang rakyat bawah memanggilnya dengan sebutan Gege dan bukannya menyebut nama kehormatannya. Tentunya sebagai pelayan yang setia kepada tuannya, mereka tidak akan membiarkan hal itu terus terjadi dan akan membuatnya memanggil nama kehormatannya untuk menyebut Tuan mereka.
Xiao Guang Yu berkata, "Kenapa wajah kalian terlihat sangat kaku dan marah? Apakah ini adalah kesalahan ku?"
Xiang Hu menjawab, "Tidak Yang Mulia! Ini bukan kesalahan Anda. Saya hanya merasa udara disini semakin lembab saja."
Guzhu She menatap tanah dan berkata, "Tanahnya juga sedikit bergetar. Apakah ada pasukan berkuda yang datang kemari?"
"Yang Mulia! Berlindung di belakang kami!" Xiang Hu berkata dan langsung menarik Xiao Guang Yu ke belakang sebelum pasukan berkuda itu benar-benar datang di depan mereka dan berhenti sesaat untuk menyambutnya.
Seseorang yang berada di dalam kereta kuda, membuka tirainya dan menyapa Xiao Guang Yu dengan ramah, "Senang akhirnya saya bisa bertemu dengan Pangeran Yu."
Xiao Guang Yu merasa suara ini sangat familiar dengannya dan membuatnya penasaran ingin melihat wajah laki-laki yang sedang menyapanya dengan ramah.
__ADS_1
Laki-laki dengan pasukan berkuda, menaiki sebuah kereta dan dengan mahkota indah di kepalanya, dia adalah Kaisar Jin Yu yang hendak pergi setelah dia berkunjung ke istana kaisar Wu belum lama ini.
Xiao Guang Yu membungkuk padanya dan berkata, "Senang bisa bertemu dengan paduka Jin Yu. Apakah Anda akan kembali ke wilayah Anda?"
Jin Yu menjawab, "Terlalu lama aku berada di wilayah orang lain sampai lupa jika rakyat ku juga membutuhkanku."
Xiao Guang Yu berkata, "Rakyat Anda pasti akan senang jika memiliki pemimpin seperti Anda."
Jin Yu memperhatikan sekitar dan menatap kedua pelayan yang sedang berdiri di sisi kanan dan kiri Xiao Guang Yu dan berkata, "Mana pasukan berkuda milikmu? Apakah kau memulai perjalanan hanya dengan kedua orang ini?"
Xiao Guang Yu menjawab, "Tidak perlu pasukan berkuda. Saya merasa dua pengawal ini saja sudah cukup untuk melindungi saya."
"Kalau begitu baiklah. Sepertinya mereka juga tidak akan menyusahkan mu." Setelah berhenti sesaat, Jin Yu memperhatikan wajah Xiao Guang Yu yang masih tampak pucat seperti saat dia pertama kali terkena racun naga yang membuatnya berkata, "Kenapa wajah Pangeran masih terlihat pucat? Apakah buah dewa Muiqing berhasil kau dapatkan?"
Xiao Guang Yu tampak ragu untuk menjawabnya dan kemudian langsung dijawab oleh Xiang Hu, "Yang Mulia ini telah melakukan sebuah kebaikan dan membuatnya menjadi Pangeran yang dibanggakan surga!"
Jin Yu berkata dengan pelan, "Pangeran yang dibanggakan surga? Aku rasa prestasi mu juga sudah menembus langit ke tujuh alam surga jadi, pertahankan."
Xiao Guang Yu membungkuk, "Terimakasih paduka. Akan saya pertahankan."
Setelah mengatakannya, jin Yu segera menutup tirainya dan kembali berjalan bersama dengan pasukan berkuda miliknya. "Tapi, kenapa Yang Mulia tidak mengakui kehebatan Yang Mulia sendiri? Bukankah ini hal bagus untuk dibicarakan?"
Xiao Guang Yu menjawab, "Bukankah sebaiknya, sebuah kebaikan itu disembunyikan dan tidak disebarkan jika ingin mendapatkan kebaikan yang lain?"
...***...
__ADS_1
Beberapa tahun setelah Yang Mulia ini diangkat sebagai Dewa, sebuah peperangan mendadak dilakukan di daerahnya.
Saat Xiao Guang Yu belum menduduki sebagai Kaisar yang memimpin rakyatnya, alam iblis menyerang dengan berbagai pasukan dan dengan jenderal mereka yang tangguh, menghancurkan ratusan kuil yang ada di wilayahnya. Benar dengan apa yang diramalkan oleh peramal bintang Yan Zi Yi katakan. Sebuah kehancuran besar akan terjadi di wilayah ini dan tidak akan ada yang bisa menghindarinya.
Yang terlihat dari wilayah Kaisar, hanyalah merah menyala dengan api yang membara dan membuat bala bantuan dari berbagai wilayah kekaisaran datang dengan berbagai pasukan elite tingkat tinggi.
Apa yang dilakukan oleh Yang Mulia saat ini yang telah menjadi seorang Dewa perang?
Xiao Guang Yu saat ini sedang menunggangi seekor rubah Xiang Hu dan dengan tangan yang terlilit oleh ular Guzhu She, sedang menarik anak panahnya yang mengarah pada Kaisar alam iblis Xu Zhu.
Namun seluruh wilayahnya memang sudah hancur seluruhnya bahkan saudara-saudaranya dan juga kaisarnya sendiri, sudah mati terbunuh. Dan saat seluruh bala bantuan dari berbagai wilayah kekaisaran tiba, alam iblis memutuskan untuk mundur, meninggalkan tempat yang sudah mereka hancurkan.
Setelah kehancuran yang dialami olehnya, dua mayat yang ada di depan kakinya saat ini adalah tubuh paduka Kaisar yang tidak lain adalah ayahnya sendiri dan yang sedang disebelahnya adalah mayat Li Yuan yang telah mati karena jantungnya telah dihancurkan oleh sebuah pedang yang menembus tubuhnya.
Melihatnya, Xiao Guang Yu tidak mampu berkata di hadapan kedua mayat ini. Tiga tahun menjabat sebagai Dewa dan dia sama sekali belum memiliki seorang pengikut yang akan melindungi wilayahnya. Para Dewa di alam surga sama sekali tidak bertindak dan hanya memperhatikan pertarungannya dengan sangat baik.
Hanya darah yang keluar dari bendungan air matanya. Kekecewaannya yang sangat besar, nyaris membuatnya mematahkan pedangnya sendiri dan merubah dirinya menjadi iblis yang tanpa ampun menyiksa para manusia.
Sehingga pada akhirnya, Xiao Guang Yu yang hampir saja menghancurkan dirinya sendiri, diangkat kembali ke alam surga untuk memulihkan kembali kesadaran Dewanya.
Sampai ratusan tahun kemudian, ketika kesadaran Dewanya sepenuhnya kembali. Xiao Guang Yu datang dengan tanpa pengikut dan tanpa bakaran dupa yang ditujukan padanya.
Seharusnya waktu sebanyak itu bisa dia gunakan untuk mencari pengikut yang lebih dan menambah kekuatannya untuk membangun kuilnya sendiri.
Seratus tahun dia memulihkan kesadaran Dewanya dan seratus tahun kemudian dia turun ke bumi untuk menyelesaikan tugasnya, lalu kembali ke alam surga dengan tanpa pengikut! "Apa kau bercanda?! Dialah satu-satunya Dewa yang dilupakan oleh dunia!"
__ADS_1
"Meskipun dia berada diperingkat pertama diantara kelima Dewa pertarung dan merupakan salah satu dari Dewa yang paling berprestasi, apakah dia masih memiliki kesempatan untuk menjadi peringkat pertama dalam Dewa yang dibanggakan oleh pengikutnya?"
"Tentu saja hal itu tidak akan terjadi! Sejak awal dia memang tidak memiliki pengikut dan tidak mengincar pengikut melainkan, dia melakukan hal ini hanya untuk memiliki kedudukan pertama dalam peringkat Dewa yang berprestasi!"