Guru Dunia Akhirat

Guru Dunia Akhirat
Pembalasan Sisil


__ADS_3

Mobil hitam itu terus melaju membelah jalanan yang panjang, membuat sang penyetir fokus dengan hal di depannnya hingga suara dering telepon membuatnya menepi. Heru dialah sang penyetir mobil itu, tangannya merogoh benda pipih itu lalu mendekatakannya ketelinga.


" Bagus, tetap jaga jarak jangan sampai istriku mengetahuinya! " terdengar nada perintah dari mulut Heru. Setelah berucap dia langsung menginjak pedal gas dengan sangat laju.


Heru dia tidak ingin Sisil kenapa-kenapa, sejak kejadian kemarin dia menjadi kepikiran terus takut bakalan ada hal lain yang akan membuatnya lebih tersiksa lagi, jadi dia meminta sekertarisnya untuk menyuruh seseorang menjaga Sisil.


Di parkiran sekolah, terpalkir sebuah mobil putih yang menjadi pusat perhatian semua orang. Sisil turun dari pintu kemudi lalu dengan santainya berjalalan melewati kolidor sekolah.


"Wah Sil baru kali ini aku melihat kau, membawa mobil mana cakep mobilnya. " Oliv menghampiri dari belakang mensejajarkan langkahnya dengan Sisil.


"Benarkah? " tanya Sisil datar.


"Wey tunggu! " terdengar dari belakang ada seseorang yang memanggil, mereka berdua pun berhenti lalu berbalik dan mendapati Rina tengah berlari ke arah mereka.


"Huh... huhn kali.. an kenapa tidak menungguku aku cape harus berlari. " Rina berjongkong menetralakan nafasnya.


"Siapa yang menyuruhmu berlari Rin? " kekeh Oliv dan di ikuti oleh Sisil.


"Sial! " Rina mengumpat


"Cepat kita ke kelas! " ajak Sisil, mereka pun mengikuti Sisil di belakangnya.


Di jalan ketiga sahabat itu bertemu berpapasan dengan Ratna dan kawan-kawannya, terliahat muka kesal dan marah dari wajah Ratna membuat Sisil menyunggingkan senyumnya.


"Tunggu! " ucap Ratna berhenti dan berbalik menghadap Sisil, tapi tidak digubris olehnya membuat Ratna mengepalkan tangannya.


"Sisil!" panggil Ratna berteriak membuat semua yang ada di sana menatapnya. Sisil yang di panggil pun menoleh.


"Ada urusan denganku? "


"Ada yang ingin aku bicarakan! " Ratna pun berjalan sendiri ke arah taman sekolah, Sisil yang malas pun terpaksa mengikuti.


"Sil! " Rina berteriak berniat untuk mengikutinya tapi Sisil hanya mengacungkan jempolnya.


"Mau apa lagi tuh ulat gatel? " serkas Oliv.

__ADS_1


Di taman Ratna benar-benar sangat marah terlihat dari raut wajah yang dia tengkarkan, sedangkan Sisil dia hanya terlihat santai dengan kedua tangan yang dia lipat di dada.


"Hapus video itu! " bentak Ratna tepat di muka Sisil.


"Video? Maksudmu? " Sisil malah bertanya, membuat Ratna marah sudah sampai punjak ubun-ubun.


"Bisa juga kemarin kau terlepas dari toilet itu! "


"Hal itu mudah bagiku! " nada santai tetap terlontar dari mulut Sisil.


"Aku tau kau yang mengupload kejadian kemarin! berani main sosial media kamu hah, pengecut! " hardik Ratna menujuk Sisil dengan jarinya.


"Kenapa? Takut terbongkar? Ternyata primadona sekolah membully dengan begitu sadisnya?" ledek Sisil. Ratna pun hanya terdiam dan mengepalkan tangannya geram.


"Kau kemarin mengajaku bermain bukan! Kenapa aku tidak ikut permainan mu bukankah akan sangat menyenangkan! Ratna ingatlah, jika kamu mau bermain lagi denganku maka pikirkan cara terbaik untuk membuatmu menang!" Ucap Sisil berlalu meninggalkan Ratna sendiri.


Kini di sekolah semua siswa tengah menatap layah handphone nya masing-masing, tentu saja itu adalah kejutan dari Sisil untuk Ratna.


"Wah aku tidak menyangka wanita cantik itu sangat kejam! "


"Munafik memang! "


"Itu air got kan? Ih benar-benar wanita jahat! "


"Dia juga berani berbuat kekerasan! "


Semua ucapan itu menembus pendengaran Sisil, senyumnya merekah dia tidak akan berbuat hal konyol seperti itu jika dia tidak merasa terhina seperti kemarin.


Sisil dengan cepat melajukan langkahnya menuju kelas, sesampainya di sana Sisil di suguhkan senyuman dari kedua temannya itu.


"Wah sempat kamu merekam kejadian kemarin? "


"Aku yang kemarin di tampar olehnya sekarang aku puas! " Rina menyahuti.


"Sil kamu tadi ngapain sama ulet gatel itu? " Oliv pun mengikuti Sisil duduk.

__ADS_1


"Nggak apa-apa tenang saja! "


"Sil kamu memang terbaik! " Ujar Rina mengajungkan kedua jempolnya


Sewaktu kejadian kemarin handphone Sisil memang tidak ada jaringan, jadi dia tidak menghubungi siapapun untuk membukakan pintu toilet itu. Tapi dia pun berfikir untuk merekamnya, dia tidak mau dikalahkan oleh seseorang yang terobsesi terhadap suaminya itu.


Di saat Ratna tengah menghardik kedua temannya semula dia akan mendobrak pintu itu, tapi dia urungkan dan malah memilih menyelipkan Hendphone nya ke bawah pintu sehingga semua yang dia lakukan dan ucapkan terrekam di sana.


Sedangkan Ratna yang kini berada di ruang BK dengan teman-temannya terlihat menunduk dia sangat malu dengan apa yang di lakukan oleh Sisil terhadap mereka.


"Saya kalian skors selama 2 hari, sebelum itu kami telah menghubungi orang tua kalian. " Ucap guru Bk yang terlihat gagah itu.


Mereka pun tidak bisa mengelak karena bukti cukup kuat, lalu mereka juga di buat terkejut setelah melihat di hadapan mereka ada dua buku kosong.


"Salin tulisan bagian depan atas itu berjejer harus rapih, sampai kedua buku itu penuh!" tegas guru BK, membuat kelima siswa itu melongo.


"Pak ini keterlaluan!" Sisil mengelak.


"Lebih keterlaluan mana? Mengunci teman di toilet dan di gudang serta menyiramnya dengan air got!" ucapan itu pun menancab pada ulu hati mereka.


Mereka pun terdiam, lalu mengambil buku itu masing-masing dua. Ratna semakin membenci Sisil dia semakin geram semakin ingin melenyapkannya, baru kali ini dia di perlakukan seperti itu oleh orang lain! Karena sebelumnya dia selalu bisa membuat orang bulliannya bertekuk lutut padanya.


"Awas aja Sil, aku akan lebih memikirkan bagai mana agar kau tidak tenang selagi berada di jangkauanku! " gumam Ratna dalam hatinya, dia benar benar menuliskan orang yang dia benci dalam dirinya yaitu Sisil.


Lain di sebrang sana terlihat Heru tengah makan bersama koleganya, merasa ada yang bergetar di saku celananya Heru mengeluarkan handphone nya lalu tersenyum melihat isi dari pesan tersebut. Heru mendapatkan kabar dari orang suruhannya, yang menyatakan bahwa Sisil aman dan kabar tentang video yang di unggah Sisil.


"Ternyata istriku cerdik juga! "senyum itu mengembang di bibirnya.


Awalnya Heru bingung di saat handphone Sisil tengah mode on untuk merekam, di saat Sisil mendobrak pintu gudang kemarin Heru sempat melihat layar Hp yang di titipkan Sisil kepadanya.


"Ternyata untuk balas dendam waktu itu!" kembali Heru bergumam.


Sempat Heru berfikir bisa Sisil mendobrak pintu itu padahal dirinya pun tidak bisa, lagi tembok toilet itu agak tinggi untuk bisa dia lompati tapi Sisil bisa melewati itu. Apakan Sisil mempunyai kemampuan khusus atau yang lainnya?


Tapi tidak jadi masalah, karena hal itu Heru menjadi sedikit mengikis rasa khawatirannya setidaknya Sisil bisa melawan orang yang akan berbuat jahat padanya.

__ADS_1


__ADS_2