
Pagi hari yang sangat menghebohkan, Elsa yang tengah mondar mandir sambil terus bergumam membuat Sisil menutupi kedua telinganya.
"Kaka ipar kau tidak menyembunyikannya kan? Di dalamnya banyak barang berharga, ponsel, dompet, kartu identitas dan banyak sekali atm dan uang kes, kau tau sekarang aku ada kelas pagi, belum lagi lupa ngerjain tugas dosen kiler belum lagi jarak ke kampus sangat jauh, belum lagi ganti baju, belum lagi... " dan masih banyak kata 'belum lagi' yang di lontarkan Elsa membuat Sisil pising mendengarnya.
"Hai Adik Ipar! " teriak Sisil sangat kencang membuat Elsa menoleh lalu terdiam.
"Tenangkan dirimu! Kalau mencarinya dengan tidak tenang bakalan ilang beneran tas mu itu! "
"Apa yang kamu katakan! Mana boleh hilang, kenapa bicaranya seperti itu! " Elsa terus mencari tas nya hingga akirnya ketemu di bawah meja. "Akhirnya.. " Girang Elsa, Sisil pun menghela nafas panjang.
"Komplit semua! " Elsa mengeluarkan semua isi tas nya, ia tersenyum karena semua benda yang menurutnya berharga itu ada. Hingga Sisil memicingka alisnya setelah melihat lembaran uang itu.
"Adik ipar, uang yang kau sebutkan tadi di dalam tas mu memangnya ada berapa??
"Dua ribu! " jawab santai Elsa, membuat Sisil menggelengkan kepalanya.
"Kau tadi mengatakannya banyak uang kes di tas mu, ternyata hanya dua ribu! "
"Maksudnya yang banyak itu kenangan berarti atas uang dua ribu ini! "
"Terserah! " Sisil sudah malas meladeni Elsa.
"Baiklah aku pergi jaga dirimu oke? " Elsa begitu saja pergi melewati pintu depan meninggalkan Elsa yang tengah menatap tanpa berkedip.
"Aku punya adik ipar heboh banget! " gumam Sisil memandangi Elsa sampai dia hilang dari pandangannya.
Lain di sekolah, di pagi hari yang cerah terdengar suara sepatu yang berdentum memenuhi ruangan BK, sosok laki-laki dengan setelan jas berwarna hitam itu menepikan sepatunya di ujung meja guru membuat seseorang di hadapannya menatap kagum.
"Iya Mas bisa saya bantu? " tanya seorang wanita yang di yakini guru di sana, tatapan guru BK itu berbinar.
"Saya mau mencari siswa yang bernama Sisil Primata Denian, dia beradi di kelas yang mana? " Ucap laki-laki itu.
"Oh Sisil, dia berada di kelas 12 B. Ngomong-ngomong anda siapanya Sisil? Gerangan mau apa dengan buket bunga mawar itu? " guru BK itu penasaran.
"Termakasih. " Laki-laki itu tidak menyahuti perkataan guru wanita itu, dia begitu saja keluar dari ruang BK menuju kelas Sisil.
"Ck! Sombong sekali!" gumam guru BK itu kesal.
Selama di lorong menuju kelas Sisil laki-laki itu menjadi pusat perhatian para siswa, dengan wajahnya yang tampan seperti bule. Hingga sampai di kelas yang di carinya, laki-laki itu celingukan mencari Sisil. Rina yang sedari tadi memperhatikan laki-laki yang berjas itu menghampiri.
__ADS_1
"Ada apa bapak kesini?" Tanya Rina.
"Sisil! " Laki-laki itu bicara tanpa basa basi, Rina yang mengetahui laki-laki ini ingin menemui temannya tersenyum.
"Dia belum datang! "
"Kenapa? "
"Mungkin macet, atau kesiangan! "
"Telepon dia! "
"Siapa anda menyuruh saya menelepon! Mana tidak sopan sekali!" Rina kesal karena orang yang ada di hadapannya ini terus bicara dengan singkat dan nada yang ketus.
"Saya orang penting! Tidak ada waktu untuk hal semacam ini jadi telepon nona Sisil sekarang saya ada perlu dengannya! "
"Bisa juga ngomong panjang! " ledek Rina membuat laki-laki itu menautakan alisnya sebelah, menambah kadar kegantengan yang luar biasa menurut Rina karena faktanya dia terlihat tak berkedip menatap laki-laki di hadapannya.
"Jaga pandangan anda! " ucapan laki-laki itu menyadarkan Rina lalu membuatnya gelegapan.
"Saya selalu menjaganya! " dan pada akhirnya Rina pun menurut, dia terlihat menelepon Sisil.
"Berikan kepadanya, dan harus sampai pada tangannya jika tidak kau akan menerima hal buruk! " Laki-laki itu memberikan buket bunga yang sedari tadi di pegangnya, karena kalau harus menunggu sampai Sisil datang dirinya akan ketinggalan rapat penting pagi ini.
"Waduh, pagi-lagi udah di suguhi adegan drama romantis, real pick. Laki-laki ini lumayan tampan, Rina kau cukup beruntung dia juga terlihat elegan dengan muka kakunya!" ucapan Oliv sukses membuat Rina memukul keningnya, tidak lama suara kesakitan pun yerdengar dari mulut Oliv.
"Diam kau! " Sisil dengan kesal.
"Cepat terima bunganya, dia sudah lama mengulurkan tangannya! " goda Oliv, membuat Rina segera mangambil bunga itu dari tangan laki-laki di hadapannya.
"Jangan sampai saya menghukum anda! " ucapan Laki-laki itu sontak membuat Oliv yang otaknya drama terus menjadi salah paham.
"Wah hukuman! Seperti ciuman, pelukan atau..." Perkataan Oliv terhenti karena Rina segera membungkam mulut Oliv oleh tangannya.
"Diam kau! " Rina dengan tatapan membunuhnya mengarah pada Oliv. Sedangkan laki-laki itu hanya senyum mengejek.
"Saya tidak tertarik sama anak sekolahan! " ucapan laki-laki itu sukses membuat keduanya melongo berbarengan, sedangakan laki-laki itu begitu saja melangkahkan kakinya pergi.
"Rina dia siapa dia? "
__ADS_1
"Orang aneh! "
"Aku kira dia kekasihmu. "
"Amit-amit! " sahut Rina, kembali ke bangkunya dan di susul Oliv di belakangnya.
Dari gerbang sekolah, terlihat Sisil tengah berlari kencang menuju kelasnya sia akan terlambat beberapa menit lagi.
Bruukkk
Sisil tidak sengaja menabrak seseorang, tidak ingin ada keributan Sisil hanya menunduk sedangkan seseorang yang di tabraknya hanya teesenyum.
"Nona Sisil! " suara laki-laki yang tadi Sisil tabrak. Sisil pun berhenti lalu menoleh ke arah suara.
"Siapa kamu?"
"Saya Rian, asisten Pak Heru ada kiriman paket untuk anda! Saya titipkan keoada teman anda. " Ucap Rian, dengan nada lembut tidak seperti saat bersama Rina dan Oliv.
"Oh kau mengantarnya , terimakasih!"
"Saya akan jemput nona. jadi jangan pulang sebelum saya menjemput anda.
"Benarkah Mas Heru mengutus mu untuk hal ini? "
"Iya, saya permisi dulu nona. " Pamit asisten Rian, membuat Sisil pun kembali berlari menuju kelasnya.
tingggggggggg
Bel sekolah telah berbunyi, berbareungan dengan Sisil yang menginjakan kakinya ke ruang kelas.
"Sil tumben siangan? " ucap Oliv.
"Ada tamu tidak di undang, jadi agak siang kesekolah karena terjadi tragedi pagi ini penyebabnya. "
"Maksudmu?"
"Kemarin ada adik iparku nginap di rumah, dan paginya dia kehilangan tas jadi kesiangan berangkat kesekolah!"
"Oh!" sahut Oliv, sedangkan Rin terlihat merogoh sesuatu.
__ADS_1
"Sil ada bunga untukmu dari seseorang yang sangat ketus! " Rina menyodorkan bunga itu, Sisil pun menerima dengan senang hati. Sisil yang udah tau bahwa itu dari sang suami segera mencium aroma bunga mawar itu, lalu menemukan sebuah kertas kecil.
"Pagi, aku sangat merindukanmu tunggulah aku! Jangan nakal! " isi surat itu, membuat Sisil senyum sendiri