
Digarasi rumah Heru, Elsa memarkirkan kendaraannya dan Alga pun membukaan pintu mobil itu setelah berhenti.
"Makasih, " ucap Elsa, dan berbalik menuju pintu depan.
"Tunggu nona! " teriak Alga lalu berlari menghampiri Elsa.
"Ada apa? " tanya Elsa berhenti melangkah
"Aku perlu bicara, kebetulan Heru dan istrinya belum kembali jadi bisa kita pergi ke taman depan?" Alga berfikir kalau Elsa sudah mengetahui pembicaraan tadi keseluruhanya, biar tidak menambah masalah mengingat Elsa orangnya kalau bicara asal ceplok.
"Baiklah, " Elsa pun menurut, sebenarnya dia penasaran dengan percakapan Alga tadi mengingat nama sang kakak pun terdengar.
Mereka pun menuju taman depan rumah yang cukup luas, berbagai tanaman hias berjejer disana menambah suasana bagi pasangan menjedi lebih romantis di tambah sebuah bangku yang hanya muat untuk dua orang saja, tapi sayangnya Alga dan Elsa bukan pasangan seperti itu.
"Nona duduklah biar aku yang berdiri, " Alga mempersilahkan Elsa duduk, sedangkan Elsa sendiri hanya mendengus.
"Emang kamu punya penyakit menular tidak mau duduk didekatku?"
"Tentu saja tidak! Aku hanya seorang satpam mana mungkin berdampingan dengan nona, "
"Jangan banyak bicara duduk disini! Bagaimana kalau kamu duduk sama aku di plaminan mau nolak juga? "
"Bercandanya itu nona, sering membuatku melayang dalam sekejap dan jatuh tanpa terduga," Alga pun memberanikan diri duduk di samping Elsa.
"Kau mau bicara apa? " tanya Elsa, Heru terlihat berdehem memikirkan awal bicaranya.
"Aku, Heru dan Ginanjar adalah sahabat dari SMP sampai SMA, kami sangat dekat waktu itu tapi suatu masalah menimpa kami karena satu wanita membuat persahabatan kami menjadi retak. Ginanjar dan Heru saling membenci dan aku lelah dengan mereka, aku berusaha untuk mengembalikan persahabatan kami tapi ternyata sangat susah dan sampai sekarang pun mereka saling membenci. Aku yang harus pindah sekolah karena suatu hal membuat persahabatan kami menjadi sangat buruk, aku mengetahui setelah aku kembali ke sini ternyata mereka berdua malah menjadi, dan hal yang tidak aku duga itu datang sehingga aku melibatkan diri lagi, aku ingin kembali seperti dulu mempunyai sahabat yang saling mengerti dan mengasihi. Mereka tidak menganggapku beda walau aku bukan dari kalangan atas, makanya sangat disayangkan kalau harus seperti ini terus. Apalagi wanita itu membuat kami semua salah paham! " Ucap Alga panjang lebar, Elsa hanya terdiam dan mengerutkan alisnya.
"Kenapa kau curhat kepadaku?" pertanyaan Elsa membuat Alga melongo.
"Nona tadi di pos ingin mengetahui hubungan kami kan? "
"Ah, kau ternyata peka lalu wanita itu berbuat apa sampai mereka bermusuhan sampai sekarang , maksudnya salah paham karena apa? " Elsa menoleh ke arah Alga di sampingnya dan di buat terpana oleh kegantengan Alga.
"Itu sebenarnya hanya-" perkataan Alga terhenti karena pandangan mereka bertemu, dan Elsa tidak berkedip membuat Alga mengerutkan keningnya bingung. Elsa semakin mendekatkan mukanya ke muka Alga, membuat satpam itu memundurkan kepalanya.
__ADS_1
"Nona, " lirih Alga, karena muka mereka semakin mendekat dan hidung mereka hampir bertabrakan.
"Hai kalian! " Suara briton Heru memenuhi gendang telinga Alga dan Elsa. Alga pun berdiri menghadap Heru yang entah dari mana asalnya, sedangkan Elsa hanya terdiam sambil mengerjapkan matanya.
"Kami hanya mengobrol, " ucap Alga.
"Mengobrolnya sambil berhadapan bibir? Kalau menyatu mana bisa disebut seperti itu, atau kalian lagi membicarakan jumlah gigi sehingga lidah masing-masing harus mengeceknya!"
"Huh Mas Heru ini, mentang-mentang sudah nikah dan sudah eng ing eng pikirannya kesana aja yang Mas lihat memang seperti akan melakukan itu tapi aku hanya melihat ternyata dihidung dia bulunya lebat sekali, makanya aku penasaran setebel apa bulunya itu!" kilah Elsa, dia pun tidak sadar kalau akan mencium satpam itu dalam hati Elsa terus merutuki dirinya.
"Saking gantengnya kali, aku main nyosor aja untung ada Mas Heru kalau tidak lebih malu lagi. " gumam Elsa dalam hati.
"Jangan berkilah, aku tau adikku itu kalau lihat yang bening aja sedikit pun tidak sabaran," ledek Heru.
"Huh terserah kakak! Aku masuk duluan! " Elsa begitu saja pergi meninggalkan Alga dan Heru.
"Apa ada yang bisa dibantu? " tanya Alga kemudian, Heru malah ketawa mendengar pertanyaan Alga.
"Hm kau bisa mengelabui banyak orang tapi aku tidak! Dari dulu kamu suka sama adiku kan, setiap mampir kerumah kau selalu menanyakannya dan mengajaknya bermain tapi sayang dianya nggak ingat, Alga kau banyak berubah sekarang! " ucap Heru lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Alga dan berkata, "Termasuk siapa dirimu yang sesungguhnya, aku tidak bisa kau bohongi! "
"Kau sahabatku mana mungkin kau tidak tau aku! "
"Ya, ya kau memang selalu menang dariku. Terus apa rencanamu?"
"Tidak, kau perlu memasukan mobilku di depan sana ku harap sikapmu tidak berubah seperti penampilanmu yang semakin menawan," Heru menepuk pundak Alga.
"Aku masih yang dulu, yang kalian sayangi! Kau menyadari sekarang aku lebih tampan darimu," ucap Alga dan Heru pun hanya bedecak sebal.
"Masih gantengan aku, buktinya aku sudah menikah sudah laku! "
"Mana sini kunci mobilnya, jangan lupa gajian sama sahabat ditambah bonus ya! "
"Kau ini dari dulu tidak habis-habisnya!"
Mereka pun tertawa bersama.
__ADS_1
Di dalam rumah Sisil telah bersiap dengan baju santainya lalu keluar kamar, disana sudah ada Elsa menunggunya.
"Ini bingkisan dari mama, " Elsa menyodorkan kotak sedang pada Sisil, dia pun menerimanya.
"Kue tart, ini buatan mama sendiri?" tanya Sisil.
"Iya, " jawab singkat Elsa.
"Kalau gitu kita makan bersama, " Sisil beranjak kedapur tapi di cegah oleh Elsa dengan menyentuh bahu Sisil. "Ada apa? " kemudian Sisil menoleh.
"Tidak terlambat kalau aku minta maaf atas kejadian tempo dulu, aku secara tidak sengaja membuatmu terluka." Elsa menunduk dan Sisil pun tersenyum.
"Aku sudah memaafkanmu, malahan aku yang harus minta maaf kau pun ikut terluka karenaku!" Sisil mencolek krim yang ada pada kue itu lalu, memberikannya tepat pada pipi Elsa.
"Yak! " Elsa pun mulai kesal, kini pipinya ada noda krim sedangkan Sisil berlari sambil mengambil kue itu.
Suara tawa Sisil menggema, dia berhasil mengerjai adik iparnya itu hingga dia akan terjatuh karena tersandung kakinya sendiri.
"Kakak ipar! " Elsa segera meraih tubuh Sisil tapi kue itu mendarat mulus di muka Heru, yang akan menghampiri mereka.
"Owh! " gumam Sisil dan Elsa bersamaan.
"Kalian ini kan! " Amarah Heru, mukanya penuh dengan krim putih dan keju itu serta sebuah ceri yang hinggap di hidungnya. Sedangkan kuenya setelah kemuka Heru jatuh kelantai.
Mereka terlihat menahan tawa masing-masing, Elsa yang tau situasi langsung mengambil sisa kue di lantai dan berhasil kabur ke dapur, sedangkan Sisil mencoba kabur tapi pergelangan tangannya di raih oleh Heru dan dibawa kekamar paksa.
Di kamar Heru segera mendudukan dirinya di kasur dan menarik Sisil agar duduk di pangkuannya.
"Makan semua krim yang ada di wajahku! " titah Heru. Kini Sisil mengernyid di pangkuan Heru.
"Nggak mau! "
"Baiklah biar aku yang paksa, " Heru memegang kepala Sisil.
"Iya, iya singkirkan tangan mu! "
__ADS_1
Sisil pun menjilati pipi, dahi,dagu dan terakhir dibagian bibir, hal ini yang Heru tunggu saat lidah Sisil mengusap permukaan bibirnya, Heru sengaja menggigitnya lalu mengulumnya kemudian tangannya mulai mengingkap kan kaos milik Sisil. Dan terjadilah pertempuran ranjang yang bergelora.