Guru Dunia Akhirat

Guru Dunia Akhirat
Rencana untuk lamaran


__ADS_3

Sisil segera menekan tombol warna merah di ponselnya karena sang suami yang sekarang membuatnya kesal itu.


"Mas kenapa pakaiannya di lepas? " tanya Sisil geram.


"Sayang kenapa nada bicaramu lantang, harusnya aku yang marah karena di anggurin selama dua jam! " hardik Heru membuat Sisil memutar bola mata malas.


"Mas kau harus tau Alga akan melamar Elsa malam nanti, kita harus kesana! "


"APA! Jadi benar dia dengan ucapannya tadi siang? " Heru berteriak dan membulatkan matanya sempurna, membuat Sisil mengerutkan keningnya bingung.


"Apa dia sudah bicara sama mama dan papa? " tanya Heru.


" Alga hanya bicara pada mama karena papa lagi di kantor waktu itu, dan Elsa bilang mama begitu saja menyetujui hubungan mereka." Lagi-lagi Heru di buat terkejut oleh omongan istrinya itu.


"Hah ternyata mama masih menyayangi Alga! " guman Heru pelan.


"Mas apa yang kau bicarakan? " tanya Sisil karena dia hanya mendengar gumaman Heru tidak jelas.


"Ternyata Mama masih menyayangi dia seperti menyayangi ku, dia memang bisa membuat mama terkesan ternyata perlakuannya itu ada alasannya agar dia bisa mendapatkan Elsa! " jelas Heru.


"Oh jadi semenjak dahulu kala Alga menyukai Elsa?" tanya Sisil.


"Ia, bahkan setiap pulang sekolah dulu dia sering mampir ke rumah dan mengajak Elsa bermain, tau-taunya sekarang dia malah mau mengajak Elsa menikah."


"Wah cinta Alga memang tidak pernah pudar kali ya, walau mereka telah berpisah bertahun-tahun lamanya."


"Sama seperti cintaku padamu sayang, aku akan selalu bersamamu, " Heru memeluk Sisil hingga sesuatu yang menggantung di sana membuat Sisil geli.


"Mas pake celanamu! " titah Sisil.


"Aku mau satu kali lagi ya, "


"Hu um, mas! "


"Oke, mari kita membuat santan ini terkumpul dalam wadah yang sangat indah ini!" ucap Heru menepuk bagian inti Sisil.


"Kau ini mas, mana ada habisnya! "


Di rumah Alga semua keluarga tengah berkumpul setelah kepulangan Ginanjar tentunya.

__ADS_1


"Kamu menyuruh kami untuk berkumpul mau ngapain? " tanya bapaknya Alga.


"Emak, Bapak dan adek-adeku yang tampan, aku mengumpulkan kalian adalah ingin meyampaikan keinginanku untuk meminang wanita yang Alga cintai, " ucap Alga dan membuat semua orang terkejut terutama Roroh.


"Kau sungguh! Kau tidak bohongkan kapan kita akan pergi ke sana? " tanya Roroh antusias.


"Alga jika keputusanmu sudah bulat, kami akan mengantarmu kapan saja kamu mau asalkan itu yang bisa membuat mu dan wanita pilihan mu bahagia, kami akan mendukung mu nak! " sahut Bapak.


"Alga rencananya mau melamar Elsa nanti malam, jadi bisakah kalian pergi menemaniku?" tanya Alga sedangkan Sang Bapak dan Roroh hanya saling menatap.


"Baiklah kami akan mengantarmu, apa yang harus kita bawa? " tanya Sang bapak dan Alga pun tersenyum, sedangkan Roroh hanya menangis haru, karena anak yang dia banggakan akhirnya sudah menemukan pujaan hatinya.


"Untuk hal itu biar Alga yang urus, kalian perlu mempersiapkan diri saja! " sahut Alga dan membuat sang bapak menggeleng.


"Biarkan kami yang membelikan perhiasan, setidaknya kami pun ingin memberikan sesuatu untuk calon menantu kita! " ucap bapak dan di angguki oleh Roroh.


"Tapi itu akan merepotkan Emak sama Bapak! " sahut Alga.


"Alga jangan mentang-mentang kami hanya petani dan penjual kue, kita bisa membelikan perhiasan yang sangat bagus di kota ini kok! " nada sinis itu keluar dari mulut Roroh.


"Maafkan aku momih, aku sangat tersentuh!" ucap Alga pura-puta menangis.


"Jangan panggil aku seperti itu! Panggil aku Emak! " pekik Roroh dan semua yang berada di sana pun tersenyum.


"Ia Pak, " ucap Alga, Roroh dan suami memang menjadikan petani dan toko kue itu untuk mata pencaharian mereka.


Tapi mereka bukan hanya sekedar petani biasa dan penjual kue biasa saja. Alga yang selalu mengiriminya uang kepada mereka, menjadikan hal itu ladang modal untuk usaha mereka. Awalnya sang Bapak menolak untuk di berikan uang tapi Alga yang memaksa, walau tujuan Alga memberinya uang untuk keperluan semuanya tapi beda lagi pemikiran sang Bapak, kini ladang mereka sangat luas dan toko kue yang besar dan terkenal di kota itu semua hasil jerih payah sang bapak dan Roroh.


"Roni cepat keluarkan motor kamu, antar Emak beli perhiasan cepat! " Suruh Roroh pada anak keduanya itu.


"Siap Emak! " sahut Roni dan beranjak pergi.


"Dinar ikut bapak keladang, bapak akan bawakan buah dan sayuran segar dari sana! " ucap sang Bapak.


"Gak boleh! " teriak Roroh membuat semua yang berada di ruangan itu menutup telinganya dengan tangan.


"Emak! " sahut sang bapak.


"Bapak itu terlalu kampungan, mana boleh membawa itu bukan jamannya sekarang! Apa lagi Alga bilang dia anak pemilik perusahaan," jelas Roroh.

__ADS_1


"Kok jadi anak pemilik perusahaan, bukannya dia anak tukang cau? "


"Bukan cau Pak tapi CEO! " tegas Alga.


"CEO itu pedagang atau karyawan? " tanya Bapak.


"Ih si bapak ini, kata Alga CEO itu pemilik perusahaan mungkin sebutan menejer atau direktur atau semacamnya apa tuh sebuatan pemilik perusahaan lainnya di ganti menjadi CEO biar lebih simple kali! Huh si bapak ini Emak udah bilang dua kali seperti ini belum paham juga! " penerangan Roroh sukses membuat anak bungsunya itu tertawa terpingkal di kursi, sedangkan Alga hanya memijit pelipisnya pusing.


"Menyesal aku bilang kata CEO, " lagi-lagi gumam Alga seprti itu, seakan sepwrti dejavu.


"Terus apa yang akan kita bawa? " tanya sang bapak.


"Bentar dulu, Alga wanita seperti apa dia?" selidik Roroh menatap tajam ke arah anak sulungnya itu.


"Ah dia sangat cantik, perhatian dan bikin hati Alga bahagia jika bertemu dengannya!" ucap Alga membanggakan Elsa.


"Lebay Kak lebay! " ledek Dinar.


"Hei Alga siapa nama perempuan itu, keluarganya gimana? Apa bisa dia menerima kita? " tanga sang bapak.


"Dia itu namanya Elsa, dia anak dari-" Alga menggantungkan ucapannya, berfikir kata selanjutnya biar kedua orang tuanya mengerti.


"CEO! " serempak Roroh, Bapak dan Dinar berucap sedangkan Roni yang baru masuk di buatnya terkejut.


"Kenapa kalian meneriaki ku, namaku Roni bukan CEO! " ucap Roni.


"Kau duduk di sebelah adikmu dan diam! " titah Roroh pada Roni dengan menunjuk kursi disebelah Dinar,membuat Roni mengerucutkan bibirnya.


"Hihi kau kena kak! " ledek Dinar sambil mencolek bahu kakaknya itu.


"Diam Kau! " hardik Roni dan Dinar pun terdiam.


"Huh, dia anak orang kaya perusahaanya ada di mana-mana!" sambung Alga membuat semua yang ada di ruangan itu melongo.


"Apa mereka akan menerima kamu? Dia itu berarti orang kaya banget Alga! Emak jadi minder, " Roroh menatap Alga dengan tatapan sendu.


"Tenang saja dia juga orangnya baik dan tidak memandang rendah orang lain, sebenarnya dia adik Heru teman Alga dulu waktu di sekolah,"


"Oh Nak Heru yang ganteng itu ya, udah lama sekali dia tidak kemari membelikan ibu makanan laut, "

__ADS_1


"Iya Bapak baru ingat anak laki-laki yang tampan yang suka main bersama mu itu waktu dulu ya? "


"Hm lagi-lagi kalah ganteng sama Heru! " gumam Alga sedangkan kedua adiknya cekikikan menertawakan sang kakak yang tengah kesal itu.


__ADS_2