
Di sebuah mini market yang tidak begitu jauh dari mansion milik Bastian, terlihat Sisil berjalan mencari sesuatu di tiap rak hingga akhirnya dia menemukan apa yang dia cari yaitu lilin berwarna suruhan Elsa. Tapi dia tidak hanya mengambil lilin, beberapa cemilan pun telah masuk ke keranjang yang dia pegang sekarang.
"Pasti ada sesuatu nih, Elsa nyuruh membeli lilin kepadaku berarti dimansion itu ada Ginanjar secara, waktu di toko kue dia bilang bahwa kekasihnya itu ulang tahun," gumam Sisil lalu menuju kasir.
Setelah urusan transaksi berhasil Sisil pun keluar dan bingung karena motor yang dia bawa tidak ada di sana, matanya menyapu seluruh jalanan itu hingga akhirnya dia menemukan motornya di sebrang jalan sana.
"Wah, pasti ada yang jail nih jelas-jalas tadi aku palkir di sini kenapa jadi di sebrang sana? " Sisil pun terpaksa harus menyebrang jalan untuk mengambil motornya itu, hingga Sisil sampai di tengah jalan terlihat sebuah mobil putih melaju ke arahnya.
"Mba awas! "
"Awaaaaas! "
"Minggiirr! "
Terdengar suara riuh disana, Sisil yang terkejut pun menoleh dan mendapati cahaya lampu silau dari mobil lalu...
Brakkkkkkk
"Aaaaaaaaa"
Suara orang-orang disana memekik hingga menutup mata mereka, karena mobil yang terlalu melaju dengan cepat membuat mereka berfikir tidak akan bisa menyelamatkan Sisil. Tapi seseorang dari mereka menatap takjub dengan pemandangan di depanya.
"Wow.... " Suara itu terdengar dari mulut anak laki-laki, yang tadi menetap takjub, hingga orang-orang di sana pun memberanikan diri untuk melihat kejadian selanjutnya.
"Kemana anak gadis tadi? Apa dia bisa menghindarinya? " tanya seorang laki-laki paruhbaya, dan semua orang di sana celingukan mencari keberadaan Sisil dan mobil itu yang sekejap tidak ada dari pandangan mereka.
"Dia pergi bersama mobil itu," sahut anak laki-laki itu, semua mata pun tertuju padanya.
"Tidak terjadi tabrakan? "
"Tidak! "
Di saat Sisil menoleh dan matanya yang buram karena cahaya mobil itu, dia kemudian tidak tanggung-tanggung untuk melompati mobil itu hingga tidak jadi di tabrak melainkan kini Sisil berada di bagian depan mobil.
__ADS_1
"Woy berhenti! " Sisi memukul jendela mobil depan lalu mencoba melihat muka sang pengemudi.
Kini Sisil terlihat menelungkup pada bagian depan mobil, seperti cicak didinding. Tangan kanannya memegang sepion dan yang satunya tidak hentinya memukul kaca depan pengemudi, Sisil sangat geram karena laju mobil semakin kencang hingga Sisil mempunyai satu ide.
"Jika kau tidak menghentikan mobilnya aku akan merusak kaca ini!" pekik Sisil, mencoba untuk merangkak kedepan menatap lebih detail wajah sang pengemudi.
"Aku hitung sampai tiga, jika tidak sampai itungan terakhir kau masih melajukan mobilnya aku akan benar-benar menghancurkan kaca ini! " ucap Sisil tapi tidak di sahuti oleh sang pengemudi membuat dirinya geram hingga........
Praaangggg
Braaakkkkk
Sisil meninju kaca itu, dan sang pengemudi pun sepontan membanting setir hingga menabrak sebuah pohon. Sisil kembali melompat ke arah pintu dan kembali memecahkan kaca itu, hingga pintu itu bisa dibuka paksa oleh Sisil.
"Sebenarnya siapa kamu! " teriak Sisil lalu menarik paksa tubuh laki-laki bertopi hitam yang tadi mengendarai mobil.
laki-laki itu mencoba memukul Sisil tapi tidak kena karena Sisil mencengkram kuat lengannya lalu membalikannya ke belakang.
"Akh sakit! " pekik laki-laki itu. Sisil pun membuka topi itu lalu terkejut.
"Hah! Kau berencana mau membuat ku mati? Dasar laki-laki tidak berguna! "
"Akh sakit, tolong lepaskan aku dulu! " erang Ginanjar, bagian wajahnya penuh dengan darah karena bekas goresan kaca.
"Jangan pernah mencoba bermain denganku, kau boneka Ratna kan? Aku peringatkan kau jauhi Elsa!"
"Kau malah mencemaskan anak manja itu! Bagaimana dengan mu! " Giananjar terlihat tersenyum mengejek lalu datang dua motor menghampiri mereka,"kau akan musnah! "
"Sial!" pekik Sisil.
Sedangkan kini di mansion tepatnya di taman, Ratna dan Elsa terlihat terdiam duduk di bangku. Elsa yang agak kesal karena menunggu Ginanjar yang tidak kunjung datang, sedangakan Ratna dia berfikir kalau malam ini Sisil bakalan terkulai lemas tidak berdaya, apa mungkin Sisil tidak akan hidup lagi memikirkan hal itu Ratna jadi senyum sendiri.
"Ada apa dengan mu Rat! " tanya Elsa heran.
__ADS_1
"Ah, tidak apa-apa," Ratna pun menunduk dia tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya itu.
"Aku rasa dia sudah lama pergi kan? " tanya Elsa.
"Mungkin kakak sedikit mengantri membeli sesuatu itu."
"Memang apa yang Ginanjar beli? Lagian kenapa Sisil juga belum kunjung datang, padahal mini market tidak begitu jauh. " Elsa sudah sangat bosan sebenarnya, malam semakin larut dan malah semakin dingin. Elsa mengeratkan jaketnya dan melihat kue ulang tahun yang di belinya siang tadi bersama Ginanjar.
"Huh.. " Elsa melenguh, seakan kue ulang tahun pun bosan terlihat kue itu sedikit berubah bentuknya.
"Yak! " Elsa memekik, melihat Ratna mencolek krim dari kue itu pantesan bentuk kue itu sedikit berubah.
"Aku lapar kak! " sahut Ratna tanpa dosa, padahal itu membuat Elsa geram karenanya. Semua yang ada di meja ini adalah pembelian Elsa.
"Kenapa kalau cemilan itu saja yang kamu makan, jangan kue ulang tahun ini. " Elsa pun mengambil kue itu dan menjauhkannya dari Ratna.
"Hm baiklah, tapi ngomong-ngoming kak sebenarnya aku juga menyukai pak Heru,"ucap Ratna membuat Elsa melongo. Yang benar saja! Kakak nya itu kan sudah menikah.
"Kau juga tau dia sudah bertunangan. "
"Apakah Sisil benar menyukai Pak Heru? Aku ragu setelah dia lulus sekolah maka akan menelantarkannya," ucap Ratna santai.
"Benarkah? Apa yang kau pikirkan? " penasaran Elsa
"Aku sebenarnya menyukai Pak Heru semenjak dia menjadi guru di sekolahku, aku benar-benar tertarik dengannya seperti ada sesuatu di hati. Setiap dia ada aku selalu ingin memandangnya, "jelas Ratna membuat Elsa berdecak tidak percaya.
"Aku jadi sedikit ragu soal kau membuli Sisil gara-gara suka godain Heru, aku malah berfikir kalau kau membuli Sisil karena kau mencintai kakak ku itu kan? " selidik Elsa menatap Ratna dengan intens.
"Mana mungkin, aku bukan tipe cewek perebut ya kak, " Ratna gelegapan karena di tatap seperti itu oleh Elsa.
"Syukurlah kalau begitu, tapi dia sudah bertunangan dan kayanya Mas Heru sangat mencintai Sisil."
"Makanya dari itu kak, kita harus membuat Sisil sadar kalau sebenarnya dia hanya memanfaatkan Pak Heru bukan karena semata dia mencintainya. " ucap Ratna.
__ADS_1
"Apa kau setau itu tentang Sisil? "
"Aku satu sekolah dengannya sudah 3 tahun, aku tentu tau apa lagi gosip yang menyebar tentangnya. " sahut Ratna membuat Elsa terdiam sedangkan hal itu membuat Ratna tersenyum jahat.