Guru Dunia Akhirat

Guru Dunia Akhirat
Aksi Ratna


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, terlihat rombongan Heru berkumpul di palkiran untuk pulang.


Sisil terlihat menggandeng lengan Heru manja, mereka saling senyum walau suprise nya gagal tapi tidak menggagalkan suasan romantis di dalam kamar penginapan mereka.


"Aku pulang ke rumah Mas boleh? " ucap Elsa kepada Heru.


"Lagi marahan sama mamah ya? Gak boleh kamu ke mension aja!"


"Nggak, bukan begitu hanya saja aku lelah dan malas mengemudi nanti ke mension. "


"Iya kamu ke rumah aja, sekalian aku temenin, " sahut Sisil dan membuat Elsa tersenyum serta melirik sinis ke arah kakaknya itu.


"Hm." Lenguhan itu terdengar dari diri Heru


Tanpa mereka sadari dari kejauhan terlihat Ratna dengan senyum iblisnya dan berkata, " Setelah ini mampus kalian! "


Kedua mobil itu telah melaju, Heru sangat santai mengemudi dan sesekali melirik Sisil di sampingnya sedangkan Elsa yang kini di belakang hanya menaikan kakinya kekursi dan menekuknya, sembari memejamkan mata.


"Kalian jangam macam-macam ini mobil lagi jalan, " Ucap Elsa membuat Heru yang tadinya mengelus paha Sisil jadi menjauhkan tangannya.


"Udah kalau mau tidur tinggal tidur aja, " sahut Heru.


Elsa pun tidak menyahuti lagi hingga akhirnya dia kepikiran Ratna yang berada di wisata air terjun kemarin, dia pun kini membuka matanya karena selama mereka berada di tempat wisata itu tidak ada kejadian apa pun.


"Mungkin dia juga butuh liburan! " gumam Elsa dan tidak sengaja matanya melihat sesuatu dibawah kursi yang diduduki Sisil.


"Kamu kenapa? " tanya Sisil karena mendengar Elsa bicara tapi tidak jelas.


"Mas! Segera tepikan mobil nya sekarang! " teriak Elsa sangat keras.


"Kenapa kamu?" kini Heru yang bertanya.


"Aku bilang menepi sekarang! " Entah kenapa Elsa begitu terlihat ke takutan.


"Kenapa adiku ini, apa mungkin kerasukan?" Lirih Heru, dan Heru pun segera menepikan mobilnya dan berhenti.


"Semua turun! " titah Elsa buru-buru keluar dan di ikuti Sisil dan Heru.


"Kamu kenapa? " Sisil memegang bahu Elsa


"Apa kamu kerasukan? " Heru memegang kedua pipi Elsa.


"Lepas kak! Bahaya ada Ular di mobil!"


"APA! " pekik Heru dan Sisil.

__ADS_1


"Di bawah kursi Sisil beneran deh dan bahayanya ular itu ular weling," Elsa gemetar lalu memeluk sang kakak ipar.


"Yang bener kamu! " ucap Heru serius.


"Sumpah, kalo gak percaya sana liat! " ucap Elsa.


Heru pun membuka pintu mobil dan melihat ke bagian bawah kursi di samping kemudi tapi tidak terlalu dekat.


"Gak ada, jangan bercanda!" ucap Heru.


"Beneran! " Elsa begitu yakin. Hingga Sisil pun menghampiri dan membuka pintu belakang mobil.


"Aaaa! " teriak Sisil dan kembali menutup pintu itu kasar.


"Di belakang Mas, warnanya hitam putih gitu ih ngeri liatnya! " Sisil dan Elsa pun menjauh dari mobil sedangkan Heru sibuk menelepon seseorang.


Ular weling ini adalah ular jenis nokturnal dan lebih agresif dalam kegelapan. Walaupun terdengar menyeramkan, ular ini secara kesuluruhan cukup pemalu dan akan sering mencoba bersembunyi daripada bertarung.


Racunnya adalah racun saraf, 16 kali lebih kuat dari pada ular kobra. Gigitan dari ular ini dapat menyebabkan kelumpuhan otot dengan mencegah kemampuan ujung saraf untuk melepaskan bahkan kimia yang berfungsi untuk mengirim pesan ke saraf berikutnya.


Hal tersebut akan diikuti oleh kram, tekor, kejang, yang akhirnya berujung pada kelumpuhan.


Gigitan dari weling jarang terjadi karena sifatnya yang nokturnal. Sebelum adanya antivenin, tingkat kematian dari gigitan ular ini mencapai 85% dan jika diberi tepat waktu, belum tentu Anda akan selamat dari kematian.


"Apa mungkin itu kerjaan Ratna? " ucap Elsa dan membuat Sisil mengerutkan dahinya bingung.


"Ia kemarin aku dan Oliv melihat Ratna ada di wisata air terjun, dan kami pun sempat mengejarnya tapi tidak terkejar! " jawab Elsa.


"Jadi waktu kalian berlarian ke atas itu mengejar Ratna?" terkejut Sisil.


"Ia!" jawab Elsa.


"Tapi kan mobil Mas Heru tidak pernah terbuka selama di sana, lewat mana Ratna bisa menyimpan ular itu? " tanya Sisil dan Elsa pun hanya menggeleng sambil memikirkan sesuatu.


"Sebentar lagi petugas akan ke sini dan mengambil ular itu! " ucap Heru menghampiri mereka.


"Mas apa mas pernah membuka pintu mobil itu lama gak selama kita berada di kawasan wisata itu?" tanya Sisil membuat Heru mengerutkan alisnya.


"Tidak, hanya saja tadi pagi mobil di bawa Rian untuk beli serapan karena punya dianya yang kehabisan bahan bakar, " ucap Heru.


"Iya yah, tadi juga mobil Rian di isi bahan bakar dari mobil Mas. " lirih Sisil.


"Lagian kenapa bisa ada ular di mobil? Padahal tidak ada celah atau apa pun kalau pintunya tidak di buka" tanya Heru yang baru menyadari.


"Itu hal yang sedang kami bincangkan Mas! " seru Elsa. Hingga mobil Rian terlihat menghampiri mereka.

__ADS_1


"Tuan, dan nona nona baik-baik saja? " tanya Rian dan bersamaan dengan Oliv dan Rina yang mengucapkan,


"Kalian baik-baik saja? "


"Kami tidak kenapa-napa untung Elsa melihatnya dan langsung menyuruh menepi! " ucap Sisil.


"Aku tuh matanya tajam dan lincah! " bangga Elsa.


"Apa ini kerjaan Ratna? " bisik Oliv tepat di telinga Elsa.


"Aku pun berfikir seperti itu, tapi gimana dia menyimpan ular itu? " sahut Elsa.


"Mungkin aja dia punya serep mobil kakak mu! "


"Ngaco kamu Oliv, mana ada! " dengus Elsa dan Oliv hanya senyum di paksakan.


Rina yang hanya melihat interaksi Oliv dan Elsa membuatnya penasaran, apa yang di bicarakan mereka.


"Liv kamu bicara apa sama kak Elsa? " tanya Rina.


"Aku bicara soal ular ini, bisa saja si Ratna yang naro tuh ular! " ucap Oliv membuat Rina terkejut.


"Ah aku baru ingat, saat aku dan asiaten Rian pulang beli serapan tiba-tiba Ratna menghampiri kita dan menanyakan kenapa tempat itu di tutup, dan seperti basa basi gitu bicara sama kita. " terang Rina.


"Nah, mungkin di saat kalian fokus bicara dengan Ratna ada seseorang yang membantunya memasukan ular itu ke mobil! Tapi mau nanya dulu, di mana si Ratna menghampiri kalian? " ucap Elsa lalu mentap Rina.


"Di palkiran! " jawab Rina.


"Pasti dia! " yakin Elsa, dan Sisil hanya mengangguk.


"Hah, dia memang keras kepala! Tapi Rina bisa ikut beli serapan sama Rian?" ucap Sisil dan membuat Rina gugup.


"Anu itu, perjuangan cinta! " sahut Rina malu-malu.


"Apa yang kalian bicarakan? " tanya Heru dengan nada lantangnya, membuat ke empat wanita itu terkejut.


"Kak yang menaruh ular itu pasti si Ratna! " beri tahu Elsa.


"Ratna! Kau mengigau? Dimana dia bisa tau kalau kita sedang berwisata dan tau tempatnya? " tanya Heru membuat Elsa menggaruk kepalanya, karena pada dasarnya dia pun tidak tau tentang hal itu tapi dia yakin ular itu di simpan Ratna di mobil.


"Soal Ratna mungkin benar, karena selama beberapa kali aku pernah melihat sosok perempuan yang sering berkeliaran di daerah penginapan kita waktu itu. Awalnya aku hanya acuh, tapi jika dikaitkan dengan perkataan nona Elsa itu menjadi hal kuat kalau dia manusia, apalagi tadi pagi Ratna menghampiri dipalkiran saat pulang beli serapan, " tutur Heru.


"Kamu jadi banyak bicara cuma meyakinkan kalau sosok yang kau lihat itu yakini bukan hantu? Hah, harusnya kau sigap dan cepat kasih penyelidikan! " ucap Heru, entah ada apa asiaten Rian ini sudah beberap kali mengecewakannya, apa karena ini bukan pekerjaan lestorannya?


"Maaf, " ucap Heru.

__ADS_1


"Ternyata di balik dingin dan gagahnya asistem Rian, ternyata sama hantu takut ya hahaha" Elsa tertawa dan di ikuti yang lainnya kecuali Rina yang menatap Rian iba.


__ADS_2