
Diruang kantor milik Heru suasana mencengkam bagi Ratna menggebu, tangannya saling menaut menguatkan hatinya serta bibir bawahnya yang dia gigit karena takut.
"Belum puas kau membuat kami mati! " teriak Heru menggema di seluruh sudut ruangan hingga membuat Ratna terperanjat dari duduknya.
"Kau yang sengaja merencanakan ini! Maka kau harus menuruti hukuman dari ku! " ucap tegas heru sambil berdiri dari kursinya.
"K kau salah aku tidak tau apa-apa, " suara parau yang di lontarkan Ratna membuat Heru tertawa sumbang, sedangkan Alga hanya duduk manis di sofa sambil bermain game di ponselnya.
"Sekarang ini kau terlihat sangat menyedihkan, rencana mu gagal dan bersiaplah untuk mengunjungi penjara. Tenang saja di sana ada makanan dan minum kok! " ucap Alga dan masih memainkan jarinya di ponsel itu.
"A apa! " gumam Ratna
"Kau terkejut karena kami semua selamat? Atau karena kamu mau pindah rumah ?" ejek Heru dengan senyum jahatnya.
"Aku bilang aku tidak tau! " Ratna memberanikan diri untuk berteriak, dia tidak mau dipenjara.
Plakk
Suara tumpukan kertas ke lantai itu terdengar di telinga Ratna, matanya menagkap sosok dirinya dipalkiran itu.
"Mengelak lah sesukamu aku tidak akan memperdulikanmu! " ucap Heru.
"I i ini, " dengan tangan gemetar Ratna membuka lembar demi lembar kertas di hadapannya, kini matanya semakin melongo karena identitasnya di ketahui dengan sangat detail.
"Ternyata ayahmu itu mantan karyawan saya, dan disayangkan dia tidak jujur dia telah korup! Dan hampir membuat lestoranku ambruk! Sekarang aku mengetahui kau mengejarku dengan alasan kau ingin harta dan kekuasaan untuk keluargamu! " Teriak Heru dengan nada kesal, jikalau Ratna laki-laki mungkin dia sudah di hajar habis-habisan oleh Heru sekarang ini.
"Aku mohon maafkan aku, aku salah aku akui dan lepaskan aku! Aku janji tidak akan menggangu kalian lagi, aku kapok! " ucap Ratna dengan tangisnya dan bersimpuh di hadapan Heru.
"Berdiri! " sentak Heru, dan Ratna pun menurut.
"Rian! Seret dia ke sel tahanan aku tidak mau melihatnya berkeliaran! " titah Heru pada Rian dan dengan sigap Heru pun menurut dia menyeret kedua tangan Ratna paksa.
"Heru aku mohom lepaskan aku! Aku tidak mau di bui aku masih umur 18 tahun, aku masih remaja kau tidak bisa se enaknya mempenjarakanku!"
__ADS_1
"Hai Ratna nilai kewarganegaraan mu berapa sih? Dalam hal tindak pidana dilakukan oleh anak sebelum genap berumur 18 tahun dan diajukan ke sidang pengadilan setelah anak melampaui batas umur 18 tahun tetapi belum mencapai umur 21 tahun anak tetap diajukan ke sidang anak dan itu ada pasalnya lho! Lagi di lihat dari usia mu yang menginjak 19 tahun tindak pidana berlaku untukmu, atas perencanaan pembunuhan bisa-bisa kau di penjara ya paling satu atau dua tahun lah, mungkin kali ya?" terang Alga, menakuti Ratna dan menyimpan ponsel yang dia genggam di meja.
"Aku dengar di negara ini walau pun usia mu 18 tahun dan membunuh waw! Bisa di penjara 7 tahun bahkan seumur hidup lho! " Alga berdiri dan menghampiri Ratna.
"Sayang! Cantik-cantik tangannya mulus tapi nakal ya! " Alga mengerlingkan sebelah matanya tepat di depan Ratna.
"Urus sesuai hukum, dan bawa dia dari ruangan ku sekarang! " Heru yang sangat marah pada Ratna itu tidak ingin melihat mukanya barang sedikit pun.
"Lepaskan! Aku mohon," ucapan Ratna tidak ada yang mendengar begitu pun Rian. Dia terus menarik kedua tangan Ratna dengan kasar."
"Baiklah sebagai bonus bisakah aku menemui adik mu Heru? "
"Mentang-mentang bukan lagi satpam rumahku, kamu jadi tidak sopan padaku! "
"Beda lah yang sekarang adalah kau adalah calon kakak iparku! "
"Huh,emang tidak ada habisnya kau mengagumi Elsa sedari dia masih anak TK! "
"Kamu pun mengagumi nona dari dia SD kan! " Ucapan Alga membuat Heru terdiam, memang benar adanya ternyata Alga mengetahuinya.
"Kamu ini banyak bertanya. Kamu lupa aku ini sempat menjadi sahabatmu bahkan kau sendiri yang bilang padaku kalau kau menyukai gadis kecil yang menolongmu dari amukan Ginanjar kan!" jawab Alga dengan senyum smirk nya.
"Sana pergi dari hadapanku! " kesal Heru dan malah membuat Alga tertawa.
"Kau katakan dulu Elsa di mana, sekarang aku akan menemuinya dan keluar dari lestoran ini! "
"Dia di mansion orang tua ku! "sahut Heru dan berfikir bahwa Alga tidak akan berani kesana, terlihat dari raut mukanya yang mengejek.
"Baiklah aku pergi! " Alga melangkahkan kakinya menuju pintu.
"Kau akan menemuinya? " tanya Heru.
"Sekalian minta restu buat di jadikan istri, " ucap Alga santai dan membuat Heru melongo.
__ADS_1
"Kau! " pekik Heru tertahan, sedangkan Alga sudah tidak terlihat lagi disana.
Sedangkan di kontrakan Wulan, Ginanjar terlihat tengah duduk sambil menyesap teh manis di tangannya.
"Mungkin ini terlambat, tapi aku menginginkan bersama denganmu dan anak kita! " suara Ginanjar memecah keheningan di keduanya, membuat Wulan menunduk.
"Maafkan aku, aku tidak bisa tapi aku yang akan mengurus Ulan, " sahut Wulan.
"Apa masih memperdulikan rasa cinta? Aku memang salah makanya aku ingin menebusnya! " Ginanjar menaruh cangkir teh itu di meja dengan kasar.
"Tidak bisa! Aku bahagia dengan kehidupan ku sekarang, aku tidak mau menambah masalah dalam hidupku lagi aku sudah leleh!" Wulan menatap Ginanjar di depannya.
"Apa aku biang masalah bagi mu? "
"Bukan maksudku seperti itu, kau itu anak orang kaya ibu dan ayahmu mana bisa menerima ku dan Ulan! " nada rendah itu terlontar dari mulut Wulan.
"Kau meragukan mereka! Itu adalah alasan konyol bagi ku! Pokonya aku akan menikahimu dan mengajak kalian hidup bersamanya bersamaku! " Ginanjar pun berdiri dan melangkah meninggalkan Wulan.
"Biar aku yang mengambil Ulan dari Alga! " sambung Ginanjar sebelum dia benar-benar meninggalkan Wulan.
"Bisakah aku menjalaninya, walau pun dia mau bertanggung jawan tapi hatiku menolaknya aku tidak mau terlibat masalah lagi, aku udah sangat lelah. Aku ingin bahagai tanpa ada lagi masalah besar! Bisakah aku merasakan itu? " gumam Wulan, memijat pelipisnya. Sampai seseorang menelepon dirinya.
"Hallo?"
"Wulan, Ratna! Dia berada di kantor polisi sekarang bisakah kau kemari? "
"Bibi? Apa yang di lakukan Ratna? " tanya Wulan penasaran dan khawatir.
"Tidak bisa di jelaskan di sini, kau cukup kemari aku sendirian di sini sedangkan ayah Ratna di sedang bekerja tidak bisa menemaniku! " ucap Mama Ratna dari ujung telepon sana.
"Baiklah aku akan kesana sekarang! " ucap Wulan, dia pun beranjak dari duduknya dengan segera meraih tasnya di gantungan, lalu keluar dan mengunci pintu.
"Kau mau kemana? " tanya Ginanjar, di ujung gang. Ternyata Ginanjar belum pulang.
__ADS_1
Wulan pun menghampiri dan berkata, " Bisakah kau antarkan aku ke kantor polisi? "